BUKU MERAMAL DENGAN KARTU DOMINO

BUKU MERAMAL DENGAN KARTU DOMINO

 .

Ivan Taniputera

5 November 2013

.

Judul: Petangan Domino

Pengarang: –

Penerbit: Bookhandel “Sunrise,” Batavia, 1946

Jumlah halaman: 120

 

Pada halaman 3 terdapat penjelasan sebagai berikut:

 

KATERANGAN BOEAT MELIATIN

 

Boekoe petangan “DOMINO”, terdiri dari 30 roepa soeal petangan, mengasih djawaban petangan jang tjotjok dan teroes, bilah sadja digoenaken dengen penoeh kapertjajahan.

 

Goena meliatinnja Pembatja perloe 1 stel kartoe Domino.

 

Itoe 1 stel kartoe Domino jang Pembatja soeda perantiken boeat ini boekoe petangan, dilarang pergoenaken oentoek djoedi atawa boeat laen maksoed. Tida dilarang boeat goenaken HIO atawa PENDOEPAHAN dengan oekoepannja boeat bantoe bersihken pikiran dan concentreer kapertjajahan ka itoe satoe djoeroes petangan, soepaja didapetken djawaban jang tjotjok dan semistinja. Petangan “Domino” boleh digoenaken oleh sasoeatoe orang, lelaki-prampoen, toea-moeda, dari segala bangsa dengen praktisch.

 

Boeat satoe pertanjahan goena satoe orang tida boleh dimeliatin sampe 2 kali dalem satoe hari atawa satoe waktoe sasoeda didapetken djawabannja. Tida terlarang kapan orang maoe keramas (tjoetji kepala) of mandi sebelon meliatin. Perloe sedikitnja tjoetji moeka dan tangan serta bersihken moeloet terlebih doeloe.

 

Pada halaman 6-8 terdapat cara mempergunakan ramalan ini:

 

“Lebih doeloe tetepken soeal petangan jang maoe dimeliatin bagi orang jang tertentoe. (Liat pagina 4 dan 5). Diandehken kita maoe meliatin tentang swami-istri jang selaloe hidoep bertentangan, bertoktak dan berselisih. Kita niat maoe petangken bagi marika soeal petangan No. 4, jalah: Swami-istri jang berselisih, bisa kedjadian bertjereh atawa tida.”

 

Itoe 1 stel kartoe Domino jang terdiri dari 28 kartoe preksa doeloe apa masi compleet, Semoea kartoe toeroet dalem djalanja ini petangan, djoega kartoe “Song-kosong”. bila tjotjok djoemlahnja, boleh kotjok atawa adoek-adoek (tjoetji kartoe itoe). Sekarang taro di atas medja dalem soesoenannja jang terdapet paling belakang dengen keadahan tertoetoep, artinja ditaro dalem keadahan seperti maoe moelain berdjoedi dengen terliat mata kartoe. Tarik kartoe jang ka1 dan boeka taro di medja, diandehkan dapat kartoe “Tiga-Kosong………”

 

Kemudian terdapat bagian-bagian penjelasan mengenai jawabannya.

 

Buku ini sangat bermanfaat bagi para peminat ramalan.

 

Bagi yang berminat foto kopi silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Advertisements

BUKU ILMU HU (JIMAT ATAU AMULET) THIO TIAN SOE (RADJA SETAN) UNTUK MENGOBATI PENYAKIT KARENA MAKHLUK HALUS

BUKU ILMU HU (JIMAT ATAU AMULET) THIO TIAN SOE (RADJA SETAN) UNTUK MENGOBATI PENYAKIT KARENA MAKHLUK HALUS

.

Ivan Taniputera

22 Maret 2015

.

 
 

Judul: Kitab Tjap Dji Ya Menoeroet Ilmoenja Thio Tian Soe (Radja Setan atau Zhang Tianshi) Bergoena Boeat Orang Sakit Terkena (Hoan Tio’)

Penulis: –

Penerbit: Drukkerij Kho Tjeng Bie & Co., 1927

Jumlah halaman: 35

 

Buku ini membahas mengenai hu (jimat atau amulet) yang dipergunakan untuk mengobati orang sakit karena gangguan berbagai makhluk halus. Sebagai catatan buku ini merupakan pelengkap bagi buku Kitab Giok Ah Kie (Tjap Dji tja) “Thio Tian Soe Radja Setan”, G. Kolff & Co., 1902.

 

Dalam buku ini terdapat pembahasan mengenai masing-masing penyakit yang timbul pada berbagai tanggal penanggalan lunar atau Imlek beserta hu penangkalnya, sebagaimana penjelasan di awal buku ini:

 

“Ini boekoe ada terisi HOE soerat Tionghoa, menoeroet betoel didalam boekoe Tionghoa Tjap Dji Ya jang tiap-tiap hari tanggal 1 sampe 30 hari orang Tionghoa ada poenja HOE sendiri-diri, jang ada tersanding didalem ini boekoe dan lebih doeloe orang misti preksa itoe orang moelai sakit hari apa. Sepertinja itoe orang moelai sakit di tanggal 10 (Tjetjap), lantas misti preksa ini boekoe di tanggal 10, jang ada tersanding djoega Hoenja, lantas bisa taoe itoe orang sakit lantaran apa dan lantas toelis itoe Hoe-nja dengan tinta merah (Gintjoe) di kertas koening teroes di bakar dengan semangkok ketjil……….”

 

Dengan demikian, berdasarkan uraian di atas, seseorang perlu mengingat kapan ia jatuh sakit, yakni mencari tahu tanggal Imleknya, kemudian mencocokkannya dalam buku ini. Sebagai contoh, orang sakit pada tanggal 1 Imlek:

 

“Penjakit dari Wetan Koeloen lagi berdjalan terkena Hoantio dari aloes pepoehoenan dia tetamoe iblis ganggoe, djadi kepala sakit badan dingin dan panas, doedoek dan berdiri tiada enak….”

 

Maka menurut uraian di atas, ia sakit karena terkena gangguan makhluk halus yang tinggal di pepohonan. Kemudian tinggal menggambar hu terlampir pada buku ini.

 

Buku ini juga memuat mantra Thio Tian Soe

 

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

 
 

 

 

 
 

Berminat kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

FENGSHUI: DUA RUMAH YANG SALING TERPISAH DALAM SATU PEKARANGAN

FENGSHUI:  DUA RUMAH YANG SALING TERPISAH DALAM SATU PEKARANGAN

Ivan Taniputera

22 Maret 2015

 

Yang dimaksud dengan dua rumah yang saling terpisah dalam satu pekarangan, adalah ada dua bangunan rumah yang tidak saling berhubungan. Salah satunya mungkin dijadikan rumah induk atau rumah utama, atau bisa jadi tidak ada pembagian jelas antara rumah induk dan rumah utama. Hal ini mencakup pula gazebo untuk tempat minum kopi atau teh di sore hari. Dengan demikian, gazebo juga tercakup dalam artikel ini.

 

Sebagai contoh perhatikan gambar di bawah ini.

 
 

Nampak terdapat rumah di bagian depan dan satu rumah lagi di bagian belakang. Keduanya terpisah dan tidak dihubungkan dengan struktur beratap. 

 

Dengan demikian, kita sudah mendapatkan pengertian mengenai “dua rumah yang saling terpisah dalam satu pekarangan.” 

 

Dua rumah yang saling terpisah dalam satu pekarangan itu tidaklah baik.  Beberapa orang menyebutnya sebagai “tempat persinggahan jenazah.”

 

Meskipun demikian, masih ada penangkalnya, yakni membangun sambungan antara kedua rumah itu, misalnya dengan membuat struktur beratap yang menghubungkannya. Untuk jelasnya silakan perhatikan gambar sebagai berikut:

 
 

Bisa juga dibuatkan semacam pagar atau tembok pemisah, seperti gambar di bawah ini:

 
 

Kasus nyata hal ini adalah rumah seorang teman, yang di taman belakangnya terdapat sebuah gazebo tempat bersantai dan minum teh di sore hari. Karena kurang baik secara Fengshui, maka gazebo tersebut akhirnya dibongkar dan dijual. Padahal dahulu, ia telah membelinya dengan harga mahal. Namun setelah itu, memang kehidupan keluarganya mengalami peningkatan. 

 

Penjelasannya secara logis, barangkali adalah sebagai berikut:

 

(1) Rumah yang terpisah itu memberikan kesan keterpisahan atau perpecahan. Jadi ini membangkitkan suatu kesan dalam diri penghuninya mengenai adanya suatu perpisahan atau perpecahan.

(2) Saat hujan lebat, jika kita ingin mengambil sesuatu di bagian rumah yang terpisah tersebut tentu agak menyulitkan. Apalagi kalau jalannya licin tentu akan membahayakan.

 

Tentu saja penjelasan di atas barangkali tidak sepenuhnya memuaskan bagi sebagian orang. Kita harus mengakui dengan jujur bahwa tidak semua bagian ilmu Fengshui dapat dijelaskan secara logis, apalagi dengan tolok ukur manusia di zaman sekarang. Namun kita juga perlu mempelajari ilmu Fengshui dalam konteks budaya. Bukan berarti kita harus mempercayainya 100 persen, melainkan sebagai wujud melestarikan salah satu warisan budaya umat manusia, terlepas dari ia benar atau keliru-logis atau tidak logis.

 

Artikel menarik lainnya, silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

 

BUKU RAMALAN KITAB ACHLI NOEDJOEM DENGAN MENGGUNAKAN TIGA DADU

BUKU RAMALAN KITAB ACHLI NOEDJOEM DENGAN MENGGUNAKAN TIGA DADU

.

Ivan Taniputera

20 Maret 2015

,

 
 

Judul: Kitab Achli Noedjoem Dengan 3 Dadu

Terdapat keterangan:

“Ini kitab menudjumkan apa jang kedjadian hari ini atau jang aken dateng, tinggalannja orang dulu kala, jang sungguh dipertjaja dan dipandang sanget mustadjabnja.”

Penulis: –

Penerbit: Tan Khoen Swie, 1951 (tjitakan ke V)

Jumlah halaman: 60

 

Buku ini membahas mengenai ramalan dengan metoda tiga dadu. Caranya, mula-mula kita memilih salah satu di antara pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

 
 

1.Pengharepan……. bole atawa tida?

2. Peruntungan ……. bagimana?

3. Ini hari….. rugi apa untung?

4. Tinggal di negeri….. bagimana?

5. Orang jang pigi lekas dateng apa tidak?

6. Barang jang hilang, bisa dapet apa tidak dan siapa jang ambil?

7. Itu orang keada’annja bagimana?

8. Kalu mau pigi djauh hari apa baiknja?

9.Itu orang tjinta hati sama saja apa tidak?

10. Kedjodoannja… baik apa tidak?

11. Orang jang bunting beranak Laki atawa Perempuan?

12. Orang jang sakit lekas baik atawa tidak?

13. Orang jang dapet susa bole ampun atawa tidak?

14. Ini hari banjak baiknja apa banjak susahnja?

15. Impinan alamat apa, baik atawa tidak?

16. Mau pigi tjari pindjeman uang dapet atawa tidak?

17. Dimana saja punja peruntungan?

18. Itu rumah ditinggali baik atawa tidak?

19. Orang jang berkelahi Laki-Bini kedjadiannja kaja apa?

20. Orang perkara menang apa kalah?

21. Kabarnja di rumah bagimana?

22. Kedutan ini ada alamat apa?

23. Kawan ini ada luar biasa, alamat apa itu?

24. Deradjat; apa bisa naik pangkat?

25. Peruntungan Anak Laki bagimana?

26. Peruntungan Anak Perempuan bagimana?

27. Tjarik mantu baiknja bagimana?

28. Bersero dagang baik apa tidak?

29. Kerdja sendiri apa baik turut orang?

30. Menagih utang dapet apa tidak?

 

Selanjutnya melemparkan tiga buah dadu dan diurutkan hasilnya dari mata paling kecil ke besar. Jawabannya kemudian dicocokkan pada buku ini. Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.

 

 
 

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com

ANALISA BAZI SEORANG TOKOH PANGLIMA PERANG

ANALISA BAZI SEORANG TOKOH PANGLIMA PERANG

.

Ivan Taniputera

18 Maret 2015

,

 

Pada kesempatan kali ini saya ingin memperbincangkan mengenai diagram Bazi seorang tokoh yang merupakan seorang panglima perang. Permasalahannya adalah kita tidak mengetahui jam kelahirannya. Dengan demikian, kita hanya dapat menampilkan saja pilar tahun, bulan, dan hari. Sebagai catatan, saya pernah membaca sebuah sumber yang menyatakan bahwa tokoh ini lahir menjelang fajar. Namun karena saya belum menemukan sumber lainnya sebagai referensi silang, maka saya biarkan saja tanpa pilar jam.

 

Berikut ini adalah diagram Bazinya:

 
 

Pertama-tama kita menyaksikan banyaknya elemen api pada diagram Bazinya. Elemen diri adalah Bing (Api Yang). Berdasarkan analisa Bazi, tokoh di atas, mempunyai kelebihan dan kelemahan sebagai berikut:

 

KELEBIHAN:

 

Merupakan sosok yang penuh semangat dan penuh tenaga. Ia cepat dalam memberikan reaksi dan tanggapan. Gemar membantu atau menolong orang yang menderita. Mempunyai jiwa yang berani dan memperjuangkan apa yang dianggapnya benar. Berhati jujur.

 

KELEMAHAN:

 

Merupakan sosok yang mudah marah, tersinggung, dan naik darah. Emosional dan bisa marah meledak-ledak. Apabila sudah marah dapat bersikap kasar dan menyerang ke sana kemari. Dapat terjerumus melakukan hal-hal yang kurang penting. Mudah percaya pada orang lain dan bisa tertipu.

 

Dengan demikian, tokoh di atas dapat menjadi tokoh dalam peperangan, karena sifatnya yang berani dan penuh semangat. Sifatnya yang mudah tersinggung mengakibatkan Beliau menerbitkan perlawanan terhadap bangsa asing yang menguasai negerinya. Perlawanan itu dipicu oleh suatu tindakan yang Beliau anggap merendahkan diri dan leluhurnya. Perlawanan itu juga dipicu oleh kepedulian Beliau terhadap penderitaan rakyat. 

 

Dekade keempat (Gui Wei 癸未). Ini merupakan dekade yang baik. Namun terjadi penghancuran (破 Po). Dengan demikian, pada dekade-dekade ini dapat menghasilkan berbagai gagasan atau ide dan kedudukan. Dengan kata lain, pikiran akan senantiasa berputar dan memikirkan berbagai hal. Meskipun demikian, juga akan mudah marah dan tersinggung. Tahun Ren Wu (壬午). Terbentuk Segitiga Arah Api (Si-Wu-Wei). Pada tahun tersebut memperoleh kedudukan di istana. Tapi kedudukan itu tidak memuaskan Beliau, karena segenap ulusan dikendalikan oleh penjajah. 

 

Tahun Yi You (乙酉) mengawali perlawanannya. Perhatikan bahwa You atau Logam merupakan elemen yang ditaklukkan oleh Api. Logam juga melambangkan senjata. Kebetulan Logam juga merupakan elemen yang baik bagi tokoh ini. Perlawanan mulanya menuai keberhasilan dan sangt memusingkan penjajah.

 

Meskipun demikian, memasuki Dekade kelima (Ren Wu 壬午) muncul unsur api yang merupakan unsur kurang baik, sehingga perlawanan mulai mengalami kemunduran. Terdapat bintang simbolis: Jiangxing, Hongyan, Xianchi, dan Yangren. Karenanya, yang patut diwaspadai tokoh ini juga akan mudah terpikat oleh wanita. 

 

Pada tahun Geng Yin (庚寅), terbentuk Segitiga Api (Yin-Wu-Xu), akibatnya elemen api selaku elemen buruk menjadi semakin kuat. Karena ditipu oleh penjajah, maka Beliau dapat ditangkap.

 

Dekade berikutnya juga kurang baik dan Beliau menghabiskan hidupnya dalam tawanan musuhnya.

 
 

Kesimpulan: Pilar dekade dan tahun sangat penting guna menentukan apakah perjalanan nasib baik atau tidak. Sementara itu, unsur-unsur dalam diagram Bazi seseorang sangat penting guna mengenali karakter seseorang. 

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, astrologi, Bazi, Ziweidoushu, dan Fengshui, silakan kunjungi: 

 

HIASAN AWETAN PENYU DAN HARIMAU YANG DIKERINGKAN: SUATU KISAH NYATA FENGSHUI

HIASAN AWETAN PENYU DAN HARIMAU YANG DIKERINGKAN: SUATU KISAH NYATA FENGSHUI

.

Ivan Taniputera

15 Maret 2015

.

 
 

Berikut ini adalah kisah-kisah harus menguping pembicaraan orang-orang tua di waktu saya masih kecil. Waktu itu saya gemar mendengarkan kisah-kisah semacam ini, walau belum belajar Fengshui secara serius.

 

Salah seorang kawan orang tua memiliki hiasan awetan penyu yang dibelinya sebagai kenang-kenangan saat berwisata ke sebuah daerah. Suatu ketika, ia mengundang seorang praktisk Fengshui terkenal ke rumahnya. Praktisi tersebut menyarankan agar awetan hiasan penyu itu dibuang saja. Orang yang mempunyai hiasan semacam itu, bisnisnya bisa timbul dan tenggelam, layaknya penyu yang timbul serta tenggelam dalam air. Percaya pada nasihat sang pakar, hiasan tersebut lantas dibuang. Tentu saja cara membuangnya ada ritual khusus, yakni dibungkus kain merah dan dihanyutkan ke laut pada tanggal dan jam tertentu pula. Benar saja, semenjak saat itu bisnisnya menjadi jauh lebih lancar dibandingkan sebelumnya dan makin menanjak lagi. Tentu saja, pakar Fengshui tersebut juga menyarankan perubahan-perubahan lainnya.

 

Kisah lain mengenai seseorang yang mempunyai hiasan awetan harimau. Ia juga mengundang seorang ahli Fengshui. Orang itu juga disarankan oleh sang praktisi Fengshui agar membuang hiasan tersebut, karena sewaktu masih hidup harimau itu pernah memangsa manusia. Sang praktisi juga menanyakan apakah beberapa waktu yang lalu isterinya meninggal. Orang itu menjawab bahwa memang demikian halnya. Praktisi Fengshui mengingatkan bahwa jika hiasan itu tidak dibuang, maka akan “memangsa” lebih banyak korban lagi. Demikianlah, akhirnya hiasan awetan tersebut dibuang. 

 

Terlepas dari baik secara Fengshui atau tidak, maka jika kita merenungkannya, seluruh hiasan tersebut dibuat dari pembantaian atau pembunuhan makhluk hidup. Ini adalah kekejaman. Tidak ada satu makhluk pun yang mau dibunuh.  Marilah kita renungkan sejenak bait-bait di bawah ini:

 

“Semoga semua makhluk sejahtera lahir dan batin.

Terbebas dari rasa iri atau menjadi sasaran iri hati.

Terbebas dari menyakiti atau disakiti makhluk lain.

Semoga semua makhluk dapat menjalani kehidupan sejahtera lahir dan batin.”

 

Memang benar bahwa bait-bait di atas berasal dari agama tertentu. Tetapi tentu saja isinya adalah bersifat universal, yakni tidak terbatas oleh agama atau kepercayaan apa pun. Semua makhluk di muka bumi ini tentu tidak ada yang mau menderita. 

 

Dengan demikian, kita sebaiknya tidak membeli serta memajang hiasan-hiasan yang berasal dari awetan makhluk hidup.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Astrologi, metafisika, dan lain-lain, silakan kunjungi:

 

RAMALAN PERJODOHAN UNTUK SEORANG SAHABAT

RAMALAN PERJODOHAN UNTUK SEORANG SAHABAT

Ivan Taniputera

15 Maret 2015

 

Salah seorang sahabat menanyakan mengenai perjodohannya. Ia berkenalan dengan seorang wanita yang tinggal di luar kota dan sudah merasa cocok, namun sudah seminggu ini telepon genggamnya tidak aktif. Oleh karenanya, ia lalu menanyakan apakah masih ada jodoh dengan wanita tersebut.

 

Pertama-tama, saya akan mencoba menanyakan dengan horary astrology.

 

 
 

Berdasarkan data di atas, maka nampak bahwa perjodohan kurang baik dan sulit bisa terjadi. Awalnya memang terjadi komunikasi yang baik dan lancar. Hanya saja belakangan bisa timbul gejolak, sehingga perjodohan terancam gagal.  Sering mengalam hal-hal tidak terduga yang kurang menyenangkan. Secara umum, berdasarkan diagram di atas, perjodohan sulit terjadi.

 

Kita akan menggunakan ramalan Katja Wasiat.

 

Didapatkan kartu nomor 42.

 

 
 

Hasilnya adalah:

 

“Ikan kaloear dan berlompat masoek dalem aer, ombak kaliatan mendampar kesana sini.

artinja:

Kadepanin bakal dapet banjak perkara jang soesa.”

 

Ini menandakan bahwa perjodohan juga tidak bagus dan banyak mengundang kesusahan atau kesedihan. Bahkan mungkin sebelum menikah pun sudah akan banyak bermasalah. 

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain, silakan kunjungi: