KISAH FENGSHUI ZAMAN DAHULU: POHON NAGA

KISAH FENGSHUI ZAMAN DAHULU: POHON NAGA.

.

Ivan Taniputera.

12 Oktober 2018.

.

 

.

Kisah ini terjadi pada tahun 1899, yakni sewaktu Ratu Cixi sedang berjalan-jalan di dekat makam Pangeran Chun Pertama (Aixin Jueluo Yixuan, 愛新覺羅 奕譞, 1840-1891). Pangeran Chun Pertama sendiri merupakan ayah Kaisar Guangxu (memerintah 1875-1908); yang sedang memerintah saat itu. Ketika itu, Cixi ditemani oleh Yingnian, seorang pejabat tinggi Dinasti Qing yang juga merupakan pakar Fengshui. Cixi menanyakan apakah Fengshui makam itu masih baik. Pertanyaan itu dilandasi keinginan Cixi agar Pujun, putera Pangeran Duan (Aixin Jueluo Zaiyi, 愛新覺羅·載漪, 1856-1922), salah seorang sekutu politiknya, yang kelak menggantikan Kaisar Guangxu.

.

Apabila Fengshui makam itu masih bagus, Cixi khawatir rencananya mengangkat Pujun sebagai pengganti Kaisar Guangxu akan gagal. Pemikirannya, jika Fengshui makam tersebut masih bagus, maka mungkin saja masih ada keturunan Pangeran Chun Pertama yang akan menjadi kaisar.

.

Cixi bertanya pada Yingnian mengenai bagaimana merusak Fengshui makam tersebut. Yingnian menjawab bahwa caranya adalah dengan menebang pohon Yinxing (銀杏, Ginkgo) yang berada dekat makam tersebut. Cixi menjalankan saran tersebut, tetapi pohon itu sungguh keras dan sulit ditebang. Setelah bersusah payah barulah pohon tersebut berhasil dirobohkan. Ternyata di bawah pohon itu terdapat sarang ular. Ular ini dalam tradisi China juga sering dihubungkan dengan naga, yang melambangkan kaisar. Itulah sebabnya, keturunan Pangeran Chun Pertama, paling tidak masih akan ada satu lagi yang menjadi kaisar, kendati pohon sudah ditebang.

.

Hal ini terbukti benar, sewaktu Puyi, putera Pangeran Chun Kedua-keturunan Pangeran Chun Pertama, diangkat sebagai kaisar menggantikan Guangxu pada tahun 1908. Hanya saja karena pohon yang menjadi pelindung Fengshui makam dirobohkan, ia tidak memerintah lama. Pada tahun 1911, Dinasti Qing berakhir. Puyi menjadi kaisar terakhir Dinasti Qing dan juga sekaligus China. Sistim kekaisaran digantikan oleh republik. Bila pohonnya tidak ditebang mungkin masih akan ada kaisar-kaisar lain dari cabang keturunan Dinasti Qing tersebut.

.

Disarikan dari: Smith, Richard, J. Fortune Tellers and Philosophers: Divination in Traditional Chinese Society, Westview Press, 1991; halaman 156-157.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . , . . . 

 

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Advertisements