TENTANG DAUN KELOR

TENTANG DAUN KELOR.

.
Ivan Taniputera.
09 Mei 2020
.
.
Hari ini saya akan berbagi saja mengenai daun kelor (Moringa oleifera). Menurut penuturan orang-orang tua dulu, daun kelor mempunyai berbagai manfaat dari sisi supranatural. Sewaktu kecil dahulu saya mendengar mengenai orang yang semasa hidupnya mempelajari ilmu tertentu. Konon, orang yang mempelajari ilmu tersebut akan sulit meninggal. Meski sudah sakit berat, ajal tidak akan kunjung menjemputnya. Akibatnya, orang itu akan sangat menderita. Untuk menghilangkan ilmunya, orang itu harus dipukul dengan setangkai daun kelor. Barulah ia dapat meninggal dunia dengan tenang.
.
Ada juga orang yang memberitahukan pada saya mengenai kegunaan lain daun kelor. Konon daun kelor dapat juga dipergunakan mengobati penyakit supranatural; yakni penyakit yang sulit dideteksi secara medis. Orang yang menderita penyakit supranatural ini akan merasa sakit, tetapi dokter tidak dapat mengobati penyakitnya. Daun kelor katanya dapat dipergunakan untuk menyembuhkan penyakit semacam ini.
.
Daun kelor juga dapat dipergunakan untuk menangkal berbagai kekuatan negatif. Salah satu caranya adalah daun kelor dicampur dengan air mandi.
.
Dari sisi kesehatan, daun kelor katanya dapat dipergunakan pula mengobati berbagai penyakit, tetapi kita tidak akan membahasnya pada artikel singkat ini.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .
.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum

MENENTUKAN KECOCOKAN KERIS BAGI CALON PEMILIKNYA MENURUT PRIMBON JAWA

MENENTUKAN KECOCOKAN KERIS BAGI CALON PEMILIKNYA MENURUT PRIMBON JAWA.

.
Ivan Taniputera.
7 April 2020.
.

.

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi mengenai bagaimana menentukan kecocokan keris terhadap calon pemiliknya berdasarkan Primbon Jawa. Caranya adalah sebagai berikut. Pertama-tama, ukurkan ibu jari tangan kiri pada keris, dimulai dari pangkalnya. Selanjutnya ganti dengan ibu jari tangan kanan. Demikian secara bergantian, hingga tiba pada ujung keris. Hitung jatuhnya pada hitungan ke berapa.
.
  • Hitungan pertama disebut Sri, keris ini cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan kedua disebut Candi, keris ini cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan ketiga disebut Gedong, keris ini cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan keempat disebut Pati, keris ini tidak cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan kelima disebut Manuk, keris ini tidak cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan keenam disebut Tunggu Layon, keris ini tidak cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan ketujuh disebut Mbok Randa, keris ini cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan kedelapan disebut Tunggu Dunya, keris ini cocok dengan calon pemilik.
.
Demikianlah cara menentukan cocok dan tidaknya keris dengan calon pemilik menurut Primbon Jawa.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . , . . .

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

RIBUAN CACING KELUAR DARI DALAM TANAH

RIBUAN CACING KELUAR DARI DALAM TANAH.

.

Ivan Taniputera.

22 April 2020.

.

.

Baru-baru ini, kita mendengar berita mengenai ribuan cacing keluar dari dalam tanah. Beberapa pihak sudah memberikan berbagai penjelasan ilmiahnya. Karena saya tidak menguasai bidang tersebut, saya tidak akan menanggapi dan mengulas fenomena tersebut dari sisi ilmiah. Saya akan mencoba membahasnya dari sisi metafisika atau supranatural.

.

Dari sisi metafisika dan supranatural, maka kita mengetahui bahwa alam sering memberikan berbagai pertanda (Jawa: sanepan). Kita dapat mencoba mengartikannya sebagai berikut.

.

1.Cacing merupakan sesuatu yang menjijikkan. Keluarnya cacing-cacing itu dapat kita artikan sebagai peringatan agar manusia lebih banyak berdiam di rumah saja, selama itu memungkinkan.

2.Cacing-cacing itu mungkin merupakan pertanda akan terjadinya sesuatu. Karena itu, manusia hendaknya tetap waspada. Sekali lagi, lebih baik berdiam diri saja di rumah.

.

Beberapa teman yang menekuni ilmu warisan leluhur menyarankan agar kita memasang pring (bambu) apus di depan rumah kita. Maknanya barangkali adalah menghapus bencana beserta marabahaya. Tidak ada salahnya kita turut memasang bambu tersebut. Saya juga sudah mengikuti petunjuk para sahabat tersebut.

.

.

Apa yang saya sampaikan di sini hanya sekedar ramalan saja yang belum tentu terbukti kebenarannya. Kendati demikian, di tengah wabah ini memang lebih aman bila kita berdiam di rumah saja, sejauh hal tersebut memungkinkan. Kita hendaknya juga senantiasa berbuat kebajikan. Setelah berakhirnya wabah ini, kita sangat perlu mengubah pola pandang kita tentang kesuksesan. Sebelumnya, sebagian besar di antara kita memandang bahwa kesuksesan itu dinilai dari materi. Pola pikir ini sudah saatnya diubah. Jangan kita mengagumi orang lain karena keberhasilannya secara materi. Pada kenyataannya, orang-orang yang bersedia berdiam di rumah saat wabah adalah pahlawan yang sesungguhnya. Orang memilih berdiam di rumah adalah orang-orang yang lebih layak kita kagumi. Orang-orang yang dapat mengendalikan hawa nafsu keinginannya lebih layak dikagumi ketimbang orang bergelimang materi.

.

Terlepas dari semua itu, marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing agar dunia ini segera terbebas dari segenap bencana, termasuk wabah penyakit.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .

.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum

JIMAT DARI PRIMBON TULISAN TANGAN UNTUK KESELAMATAN DAN TERPENUHINYA KEINGINAN

JIMAT DARI PRIMBON TULISAN TANGAN UNTUK KESELAMATAN DAN TERPENUHINYA KEINGINAN.

.

Ivan Taniputera.

31 Maret 2020.

.

Pada kesempatan kali ini, di tengah situasi krisis dan ketakutan beserta kelesuan akibat wabah, saya akan berbagi jimat berasal dari primbon tulisan tangan atau dalam bentuk manuskrip, sebagai berikut.

.

 

.

Mengenai kegunaan jimat itu tertulis dalam aksara Jawa sebagai berikut:

“Karahayon, kawujudaning pepenginan.”

.

Terjemahannya adalah:

“Keselamatan atau kesejahteraan, terwujudnya keinginan atau harapan.”

.

Selanjutnya, pada jimat itu terdapat tulisan “Rahayu” atau “Selamat dan sejahtera.”

.

Adapun ritual (laku) yang harus dijalankan adalah “mutih tigang dinteng” atau terjemahannya: “hanya menyantap nasi putih dan air selama tiga hari.” Setelah melakukan ritual tersebut barulah kita dapat menuliskan jimat itu di atas sehelai kertas.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .

.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

MANTRA DARI PRIMBON JAWA UNTUK BALITA ATAU ANAK-ANAK YANG SERING MENANGIS TANPA SEBAB

MANTRA DARI PRIMBON JAWA UNTUK BALITA ATAU ANAK-ANAK YANG SERING MENANGIS TANPA SEBAB

.

Ivan Taniputera.

9 Maret 2020.

.

Artikel ini agar tidak disebar luaskan baik sebagian atau keseluruhan tanpa seizin penulis. Apabila sudah mendapatkan izin untuk disebar-luaskan, maka yang boleh disebar-luaskan hanyalah link ke artikel ini saja.

.

 

.

Seorang balita atau anak-anak adalah wajar jika sering menangis, karena mereka belum sanggup mengungkapkan sesuatu secara verbal. Jadi tidaklah aneh bila mereka sering menangis. Justru apabila mereka jarang menangis, maka itu merupakan sesuatu yang patut dipertanyakan. Kendati demikian, saya sering mendengar mengenai bayi dan anak-anak yang sering menangis tanpa sebab jelas. Kemungkinan penyebabnya adalah masalah supranatural; misalnya gangguan hantu atau makhluk halus. Kebetulan saya hari ini baru saja menemukan mantra dari manuskrip Primbon Jawa tulisan tangan guna menenangkan balita atau anak-anak yang sering menangis tanpa sebab. Berikut ini adalah mantranya.

.

“Pitik tulak pitik tukung.

Temulak si jabang bayi.

Cep menengo ojo nangis.

Temulak baline ngetan, ngulon, ngidul, ngalor.”

.

Saya akan mencoba menerjemahkannya sebagai berikut ke dalam bahasa Indonesia:

.

“Ayam tulak ayam tukung.

Ditolak dari bayinya.

Diamlah jangan menangis.

Ditolak kembali menuju ke timur, barat, selatan, utara.”

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .

.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

ILMU RAMALAN BARANG HILANG MENURUT PRIMBON JAWA

ILMU RAMALAN BARANG HILANG MENURUT PRIMBON JAWA.

.

Ivan Taniputera.

15 Oktober 2018.

.

Primbon merupakan salah satu warisan budaya bangsa. Itulah sebabnya, pada kesempatan kali ini saya akan menulis artikel mengenai ilmu ramalan barang hilang sebagaimana terdapat pada Primbon Jawa.

.

Pertama-tama kita harus mengenal terlebih dahulu angka naptu gabungan sistim lima harian (Pancawara: Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing) serta sistim tujuh harian (Saptawara: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu, dan Minggu). Berikut ini adalah angka masing-masing.

.

SAPTAWARA

.

Senin = 4

Selasa = 3

Rabu = 7

Kamis = 8

Jumat = 6

Sabtu = 9

Minggu = 5

.

PANCAWARA

.

Pon = 7

Wage = 4

Kliwon = 8

Legi = 5

Pahing = 9

.

Cara mencari angka naptu sangat mudah. Tinggal dijumlahkan saja angka masing-masing. Sebagai contoh adalah hari Rabu Pahing. Rabu angkanya adalah 7. Pahing angkanya adalah 9. Jadi, naptu Rabu Pahing adalah 7 + 9 atau 16.

Untuk memudahkan dapat menggunakan tabel di bawah ini.

.

.

Kini kita akan membahas ilmu ramalan barang hilang tersebut. Dalam Primbon saya mendapati dua jenis ramalan.

.

RAMALAN BARANG HILANG 1.

.

Angka naptu hari barang tersebut hilang dibagi 7. Jikalau tidak diketahui kapan hilangnya, dapat pula mempergunakan hari barang tersebut disadari kehilangannya.

.

Jika bersisa 0 (disebut Gajah), maka artinya orang yang mengambil benda tersebut sudah jauh keberadaannya.

.

Jika bersisa 1 (disebut Naga), maka artinya barang itu hilang karena kecerobohan. Akibat kurang teliti, barang yang ditanyakan itu hilang atau terselip.

.

Jika bersisa 2 (disebut Panagan), maka artinya barang itu diambil oleh orang yang dikenal; kemungkinan adalah salah seorang teman, saudara, rekan, dan lain sebagainya.

.

Jika bersisa 3 (disebut Basu), maka artinya barang itu diambil oleh orang yang tinggal serumah dengan Anda. Namun saya menafsirkannya pula bahwa mungkin juga maknanya adalah barang itu masih berada di rumah Anda sendiri. Jadi belum tentu diambil oleh seseorang. Mungkin juga Anda yang lupa meletakkannya. Dengan demikian, Anda dapat mencarinya di dalam rumah Anda sendiri.

.

Jika bersisa 4 (disebut Tanu), maka artinya barang itu diambil oleh orang yang tinggalnya bertetangga dengan Anda. Saya menafsirkan juga bahwa bahwa belum tentu barang itu diambil orang dengan sengaja. Bisa juga terjatuh tanpa sengaja di pekarangan tetangga Anda. Apabila mendapatkan hasil ramalan ini, Anda dapat mencoba mengingat-ingat apakah Anda baru saja bertandang ke rumah tetangga Anda. Jikalau benar demikian, Anda dapat meminta izin tetangga Anda secara baik-baik untuk memeriksa pekaranganya atau tempat yang Anda baru saja kunjungi.

.

Jika bersisa 5, maka artinya barang itu diambil oleh peminta-minta. Tetapi saya akan mengartikannya sebagai seseorang yang sedang mengharapkan bantuan atau pertolongan Anda. Mungkin dapat diartikan sebagai orang yang sedang kekurangan dan memerlukan sesuatu dengan segera.

.

Jika bersisa 6 (disebut Watu), maka artinya orang yang mengambil barang tersebut sudah pergi meninggalkan tempat tersebut dan sulit lagi dilacak keberadaannya.

.

Kita ambil contoh barang yang hilang hari Rabu Pahing. Angka naptunya adalah 16. Kita bagi 16 dengan 7. Hasilnya adalah 2 sisa 2. Karena bersisa 2, maka hasil ramalannya adalah Panagan.

.

RAMALAN BARANG HILANG 2

.

Angka naptu hari barang tersebut hilang dibagi 4. Jikalau tidak diketahui kapan hilangnya, dapat pula mempergunakan hari barang tersebut disadari kehilangannya.

.

Jika bersisa 0 (disebut Epleng), maka artinya barang yang hilang tersebut tidak dapat ditemukan kembali.

.

Jika bersisa 1 (disebut Pitik), maka artinya yang mengambil adalah orang yang sedang menggembala ternak (Jawa: angon). Di kota-kota besar, orang yang menggembala ternak sudah jarang, jadi tentu saja maknanya harus kita sesuaikan. Saya menafsirkan bahwa maknanya dapat pula berarti orang yang sedang menjalankan suatu tugas tertentu. Tugas itu sulit ditinggalkan olehnya. Kemungkinan penafsiran lain adalah orang yang sedang mengasuh sesuatu.

.

Jika bersisa 2 (disebut Benik), maka artinya yang mengambil adalah orang yang menjadi anggota suatu gerombolan. Di zaman sekarang, gerombolan pengacau keamanan dapat dikatakan sudah tidak ada. Negara kita dalam keadaan aman dan damai. Itulah sebabnya, maknanya harus sedikit kita sesuaikan dengan kondisi masa kini. Saya menawarkan penafsiran sebagai berikut: (1) Orang yang mengambilnya merupakan anggota suatu perkumpulan, kelompok atau organisasi yang beranggotakan banyak orang. Yang patut diingat, perkumpulan atau kelompok ini belum tentu merupakan sesuatu yang buruk. Bisa jadi, ia hanyala oknum yang mencoreng nama organisasinya; (2) Dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa orang.

.

Jika bersisa 3 (disebut Cumbu), maka artinya barang itu akan dengan mudah ditemukan kembali.

.

Kita ambil contoh barang yang hilang hari Rabu Pahing. Angka naptunya adalah 16. Kita bagi 16 dengan 4. Sisanya adalah 0. Karena bersisa 0, maka hasil ramalannya adalah Epleng.

.

Jika kita gabungkan hasil pembacaan ramalan barang hilang pertama dan kedua, maka hasilnya adalah: “Barang itu kemungkinan diambil oleh orang yang dikenal; namun sulit sekali ditemukan kembali.”

.

Dengan demikian, kita telah mengulas dengan jelas dua ilmu ramalan barang hilang; sebagaimana dimuat dalam Primbon Jawa.

.

Yang patut diingat, kita hendaknya menggunakan ramalan ini dengan bijaksana. Belum tentu seseorang itu mengambil dengan kesengajaan. Mungkin saja, ia tanpa sengaja membawanya. Dengan kata lain, barang yang hilang itu terbawa olehnya. Itulah sebabnya, kita jangan menuduh sembarangan. Jika hendak menanyakannya, pergunakanlah kata-kata yang sopan dan halus serta jauh dari kesan menuduh. Ingat, bahwa menuduh seseorang tanpa bukti termasuk tindak pidana dan dapat dibawa ke pengadilan. Anda dapat dituduh mencemarkan nama baik. Ilmu ini juga adalah sekedar ramalan yang belum tentu terbukti kebenarannya.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . 

.

 .

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

ASTRONOMI: RASI-RASI BINTANG TRADISIONAL JAWA.

.

Ivan Taniputera.

27 Mei 2018.

.

Sebagai upaya melestarikan warisan budaya leluhur Nusantara, pada kesempatan kali ini saya akan menulis mengenai rasi-rasi bintang tradisional Jawa. Artikel ini masih perlu disempurnakan dan dilengkapi, karena terdapat beberapa rasi bintang tradisional Jawa yang belum berhasil saya identifikasi.

.

Berikut ini adalah gambar beberapa rasi bintang tradisional Jawa yang telah berhasil saya kenali.

.

 

 

.

Rasi bintang Banyak Angrem dibentuk dari bintang-bintang rasi Scorpio. Banyak Angrem artinya angsa yang sedang mengerami telurnya.

.

 
 

Rasi bintang Gubug Penceng terbentuk dari rasi Crux. Sementara itu, rasi bintang Wulanjar Ngirim terbentuk dari dua bintang rasi Centaurus. Rasi bintang Gubug Penceng dan Wulanjar Ngirim ini juga dikenal sebagai rasi bintang Pari.

.

.

Rasi bintang Waluku terbentuk dari bintang-bintang rasi Orion. Rasi bintang Waluku ini menggambarkan bajak.

.

.

Rasi bintang Kartika merupakan bintang Pleiades pada rasi Taurus. Juga disebut rasi bintang Wuluh.

.

.

 

Rasi bintang Sapi Gumarang merupakan rasi Taurus.

.

Berikut ini adalah letak rasi-rasi bintang tersebut pada peta bintang.

.

BUKU RAMALAN PAWUKON YANG SUDAH BERUSIA SEKITAR 130 TAHUN

BUKU RAMALAN PAWUKON YANG SUDAH BERUSIA SEKITAR 130 TAHUN.

.

Ivan Taniputera.

10 Februari 2018.

 

.

 

 

.

Judul: Boekoe Pawoekon: Toeroenan dari Kraton Soerakarta tersalin dalem Bahasa Melajoe.

Penulis: —

Jumlah halaman: 68.

Penerbit: G. C. T. van Dorp & Co., Semarang, 1888.

.

Buku ini membahas berbagai seluk mengenai Pawukon, antara lain diulas tabiat masing-masing Wuku, bahaya yang dialami, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah daftar isinya.

.

 

 

 
 

.

 

 

.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.

.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

CARA MENENTUKAN HARI BAIK PERNIKAHAN MENURUT PRIMBON JAWA

CARA MENENTUKAN HARI BAIK PERNIKAHAN MENURUT PRIMBON JAWA.

.

Ivan Taniputera.

28 September 2016

.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai bagaimana menentukan hari baik bagi pernikahan menurut Primbon Jawa. Kemungkinan banyak yang masih bingung dalam menggunakan Primbon Jawa. Meskipun demikian, jika kita mengetahui urutan atau algoritma dalam mencarinya, maka hal itu tidaklah sulit. Kit akan membandingkan pula dengan primbon-primbon lainnya, dimana terdapat perbedaan-perbedaan. Artikel ini juga bertujuan melestarikan budaya warisan leluhur, mengingat primbon-primbon adalah warisan budaya bangsa.

.

Dalam menentukan hari baik pernikahan menurut Primbon Jawa, maka prinsipnya adalah dari “yang lebih besar ke kecil.” Artinya adalah dari cakupan waktu yang lebih besar terlebih dahulu, kemudian semakin kecil. Dalam hal ini kita mulai dari tahun menurut windu. Berdasarkan perhitungan Jawa, terdapat delapan nama tahun; yakni Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. Kita akan mencoret hari yang buruk satu persatu berdasarkan urutan kriteria-kriteria di bawah ini.

.

A. PEMILIHAN BULAN

.

Menurut Primbon Jawa terdapat bulan-bulan yang buruk berdasarkan masing-masing tahun di atas. Berikut ini adalah daftarnya.

.

  • Alip, bulan 1 (Sura)
  • Ehe, bulan 1 (Sura), 2 (Sapar), 6 (Jumadilakir), 7 (Rejeb), 8 (Ruwah), dan 10 (Sawal)
  • Jimawal, bulan 7 (Rejeb), 8 (Ruwah), dan 10 (Sawal)
  • Je, bulan 4 (Bakdamulud), 5 (Jumadilawal), 6 (Jumadilakir), 7 (Rejeb), 8 (Ruwah), 9 (Pasa), dan 12 (Besar)
  • Dal, bulan 6 (Jumadilakir), 7 (Rejeb), 9 (Pasa), dan 10 (Sawal)
  • Be, bulan 6 (Jumadilakir) dan 12 (Besar)
  • Wawu, bulan 2 (Sapar), 3 (Mulud), 4 (Bakdamulud), 5 (Jumadilawal), dan 9 (Pasa)
  • Jimakir, bulan 3 (Mulud), 5 (Jumadilawal), 7 (Rejeb), 8 (Ruwah), 10 (Sawal), dan 12 (Besar)

.

Jadi jika pernikahan hendak dilangsungkan pada tahun Ehe, maka bulan 1, 2, 6, 7, 8, dan 10 kita coret.

.

Selain itu, masih ada kriteria lain, bulan yang tidak terdapat hari Selasa Kliwon (Anggarakasih), dimana bulan-bulan itu tidak boleh diselenggarakan bagi pernikahan.

.

  • Alip, bulan Jumadilakir, Besar.
  • Ehe, bulan Rejeb
  • Jimawal, bulan Sura dan Ruwah
  • Je, bulan Sapar dan Ruwah
  • Dal, bulan Mulud dan Pasa
  • Be, bulan Jumadilawal
  • Wawu, bulan Rabingulakir dan Dulkangidah
  • Jimakir, bulan Jumadilawal.

.

Jadi pada tahun Ehe, setiap bulan Rejeb akan kita coret.

Terdapat bulan yang terbaik dalam masing-masing tahun. Jika memungkinkan pernikahan diselenggarakan pada bulan-bulan berikut.

.

  • Alip, bulan 9 (Pasa) dan 11 (Dulkaidah)
  • Ehe, bulan 4 (Bakdamulud), 9 (Pasa), 1 1 (Dulkaidah), dan 12 (Besar)
  • Jimawal, bulan 1 (Sura), 2 (Sapar), 3 (Mulud), 5 (Jumadilawal), dan 12 (Besar)
  • Je, bulan 1 (Sura), 2 (Sapar), 3 (Mulud), 10 (Sawal), dan 11 (Dulkaidah)
  • Dal, bulan 2 (Sapar), 3 (Mulud), 8 (Ruwah), dan 11 (Dulkaidah)
  • Be, bulan 1 (Sura), 2 (Sapar), dan 7 (Rejeb)
  • Wawu, bulan 1 (Sura), 10 (Sawal), 11 (Dulkaidah), dan 12 (Besar)
  • Jimakir, bulan 1 (Sura) dan 11 (Dulkaidah).

.

Jika memungkinkan, bulan-bulan di atas boleh dipilih. Namun bulan-bulan yang tidak tergolong buruk walaupun bukan terbaik, boleh dipilih.

.

Masih terdapat lagi apa yang disebut Larangan Sasi, yakni bulan yang kurang baik pada masing-masing tahun.

.

  • Alip: bulan Jumadilakir dan Dulkaidah.
  • Ehe: bulan Rabingulawal dan Pasa
  • Jimawal: Mulud dan Besar
  • Je: Sura dan Sawal
  • Dal: Ruwah
  • Be: Sapar dan Rejeb
  • Wawu: Jumadilawal
  • Jimakir: Sura dan Dulkaidah.

.

Anehnya terdapat kontradiksi sini, pada tahun Alip menurut daftar sebelumnya bulan Dulkaidah dianggap baik; tetapi berdasarkan Larangan Sasi, bulan tersebut dianggap buruk. Oleh karenanya, jika hendak menggunakan juga kriteria Larangan Sasi, maka bulan Dulkaidah juga perlu dicoret.

.

B. PEMILIHAN HARI.

.

 

Selanjutnya Primbon Jawa, terdapat hari Saptawara (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, serta Minggu) dan Pancawara (Pon, Wage, Kliwon, Legi, serta Pahing).

.

Berikut ini terdapat hari yang sudah sifatnya jelek, dibagi menjadi hari jelek dan sangat jelek.

  • Hari jelek: Minggu Pahing, Sabtu Pon, Jumat Wage, Selasa Kliwon, Senin Legi, dan Kamis Wage.
  • Hari sangat jelek: Rabu Lebi, Minggu Pahing, Kamis Pon, Selasa Wage, dan Sabtu Kliwon.

.

Hari-hari di atas perlu kita coret terlebih dahulu.

 

Selanjutnya terdapat hari yang kurang baik dalam masing-masing tahun tersebut. Hari-hari yang kurang baik itu disebut kunarpaning warsa (kita singkat “k”) dan sangaring warsa (kita singkat “s”). Berikut ini adalah daftarnya.

.

  • Alip: Sabtu Pahing (k) dan Jum’at Legi (s)
  • Ehe: Kamis Pahing (k) dan Selasa Kliwon (s)
  • Jimawal: Senin Pagi (k) dan Minggu Kliwon (s)
  • Je: Jumat Legi (k) dan Kamis Wage (s)
  • Dal: Rabu Kliwon (k) dan Senin Pon (s)
  • Be: Minggu Wage (k) dan Sabtu Legi (s)
  • Wawu: Kamis Pon (k) dan Rabu Pahing (s)
  • Jimakir: Selasa Pon (k) dan Minggu Legi (s).

.

Jadi, jika ingin menyelenggarakan pernikahan pada tahun Ehe, maka kita mengutamakan bulan yang baik, yakni 4, 9, 11, dan 12. Namun bulan-bulan selain 1, 2, 6, 7, 8, dan 10 boleh digunakan; hanya saja yang terbaik adalah 4, 9, 11, dan 12.

.

Kita mencoret setiap hari Kamis Pahing dan Selasa Kliwon pada bulan 4, 9, 11, dan 12.

.

Lebih jauh lagi, pada masing-masing bulan terdapat hari-hari yang baik bagi berbagai kegiatan. Hari-hari tersebut digolongkan menjadi Sasi Rahaju (disingkt r) dan Sasi Sardju (dsingkat sa). Berikut ini adalah daftarnya.

.

  • Besar (12), Sura (1), dan Sapar (2): Rabu dan Kamis (r), Jumat (sa).
  • Mulud (Rabingulawal, 3), Rabingulakir (4), Jumadilawal (5): Jumat (r), Sabtu dan Minggu (sa).
  • Jumadilakir (6), Rejeb (7), Ruwah (8): Sabtu dan Minggu (r); Senin dan Selasa (sa).
  • Pasa (9), Sawal (10), Dulkaidah (11): Senin dan Selasa (r); Rabu dan Kamis (sa).

.

Oleh karenanya, pada tahun Ehe, setiap hari Kamis Pahing dan Selasa Kliwon, bulan 4, 9, 11, dan 12 sudah kita coret. Apabila dipilih bulan ke 4, maka dapat dipilih Jumat, Sabtu, dan Minggu.

.

Primbon Jawa juga masih mempunyai apa yang dinamakan hari Taliwangke, yang buruk pada masing-masing bulan.

  • Sura: Rabu Pahing
  • Sapar: Kamis Pon
  • Rabingulawal: Jumat Wage
  • Rabingulakir: Sabtu Kliwon
  • Jumadilawal: Senin Kliwon
  • Jumadilakir: Selasa Legi
  • Rejeb: Rabu Pahing
  • Ruwah: Kamis Pon
  • Pasa: Jumat Wage
  • Sawal: Sabtu Kliwon
  • Dulkaidah: Senin Kliwon
  • Besar: Selasa Legi

.

Kini kita tiba pada pemilihan hari berdasarkan Wuku.

.

  • Terdapat hari Taliwangke atau hari buruk berdasarkan Wuku: Wuye, hari Senin Kliwon; wuku Wayang hari Selasa Legi; wuku Landep hari Rabu Pahing; wuku Warigalit hari Kamis Pon; wuku Kuningan hari Jumat Wage; wuku Kuruwelut hari Sabtu Kliwon.
  • Selain Taliwangke terdapat lagi hari Samparwangke yang juga kurang baik. Penentuannya juga didasari Wuku: Warigalit hari Senin Kliwon; Bala hari Senin Legi; Langkir hari Senin Pahing; Sinta hari Senin Pon; Tambir hari Senin Wage.

.

C. PEMILIHAN TANGGAL

 

Kita beralih pada tanggal-tanggal yang buruk pada masing-masing bulan.

  • Sura: 17, 27, 11, dan 14
  • Sapar: 19, 22, 1, dan 20
  • Rabingulawal: 13, 23, 10, dan 15
  • Rabingulakir: 15, 25, 10, dan 20
  • Jumadilawal: 16. 26, 10, dan 11
  • Jumadilakir: 11, 21, 3, dan 14
  • Rejeb: 12, 22, 11, dan 12
  • Ruwah: 14, 24, 19, dan 28
  • Pasa: 15, 25, 10, dan 20
  • Sawal: 17, 27, 2, dan 20
  • Dulkaidah: 11, 21, 6, dan 12
  • Besar: 13, 23, 1, dan 20.

.

Tanggal di atas pada masing-masing bulan harus dicoret.

.

Namun masih ada kriteria-kriteria lainnya.

.

Terdapat apa yang disebut tanggal naas pada masing-masing bulan:

.

  • Sura, tanggal 11 dan 6.
  • Sapar, tanggal 1 dan 20.
  • Rabingulawal, tanggal 10 dan 20.
  • Rabingulakir, tanggal 10 dan 20.
  • Jumadilawal, tanggal 1 dan 11
  • Jumadilakir, tanggal 10 dan 14
  • Rejeb, tanggal 2 dan 14
  • Ruwah, tanggal 12 dan 13
  • Pasa, tanggal 9 dan 20
  • Sawal, tanggal 10 dan 20
  • Dulkaidah, tanggal 12 dan 13
  • Besar, tanggal 6 dan 10.

.

Terdapat pula kriteria tanggal sangar pada masing-masing bulan”

.

  • Sura, tanggal 13
  • Sapar, tanggal 10
  • Rabingulawal, tanggal 8
  • Rabingulakir, tanggal 28
  • Jumadilawal, tanggal 28
  • Jumadilakir, tanggal 18
  • Rejeb, tanggal 18
  • Ruwah, tanggal 26
  • Pasa, tanggal 24
  • Sawal, tanggal 2
  • Dulkangidah, tanggal 28
  • Besar, tidak ada.

.

Masih ada lagi kriteria yang disebut Bangas Padewan. Tanggal-tanggal ini juga tidak boleh dipergunakan bagi pernikahan:

.

  • Sura, tanggal 11
  • Sapar, tanggal 20
  • Rabingulawal, tanggal 1 dan 15
  • Rabingulakir, tanggal 10 dan 20
  • Jumadilawal, tanggal 10 dan 11
  • Jumadilakir, tanggal 10 dan 14
  • Rejeb, tanggal 13 dan 27
  • Ruwah, tanggal 4 dan 28
  • Pasa, tanggal 7 dan 20
  • Sawal, tanggal 10
  • Dulkangidah, tanggal 2 dan 22
  • Besar, tanggal 6 dan 20

.

Berikut ini adalah hari-hari naas yang hanya terdapat di bulan-bulan khusus saja dan disebut naas para nabi: Sura, tanggal 13; Rabingulawal, tanggal 3; Rabingulakir, tanggal 16; Jumadilawal, tanggal 5; Pasa, tanggal 21; Dulkangidah, tanggal 24; Besar, tanggal 25.

.

D. PEMILIHAN JAM

.

Berikut ini adalah jam-jam yang baik, berdasarkan tanggal:

1, 6, 11, 16, 21, 26: jam 6-8.23, jam 10.18-1.11 (biasa), jam 1.12-3.35

2, 7, 12, 17, 22, 27: jam 8.24-10.17 (biasa), 10.18-1.11, 3.36-5.59

3, 8, 13, 18, 23, 28: jam 6-8.23 (biasa), 8.24-10.17, 1.12-3.35

4, 9, 14, 19, 24, 29: jam 6-8.23, jam 10.18-1.11, 3.36-5.59 (biasa)

5. 10, 15, 20, 25, 30: jam 8.24-10.17, jam 1.12-3.35 (biasa), jam 3.36-5.59.

.

Jam yang baik berdsarkan pasaran:

  • Legi: jam 6-10.17
  • Pahing: jam 6-1.11
  • Pon: jam 6-8.23, 1.12-5-59
  • Wage: jam 10.18-5.59
  • Kliwon: jam 8.24-3.35

.

Demikianlah alur pemilihan hari baik bagi pernikahan menurut Primbon Jawa, yang dalam hal ini diambil dari Primbon Betaljemur.

.

E. PERBANDINGAN DENGAN PRIMBON LAIN

.

Kita akan membandingkannya dengan Primbon lain.

.

Primbon Sabda Guru (halaman 37), juga memuat daftar yang hampir sama terkait kunarpaning warsa dan sangaring warsa. Hanya saja terdapat satu perbedaan dengan Primbon Betaljemur, yakni sangaring warsa pada tahun Be. Primbon Betaljemur mencantumkan Sabtu Legi (halaman 6), sedangkan Primbon Sabda Guru mencantumkan Sabtu Pon. Apakah kemungkinan ini adalah salah cetak? Perbedaan lain, adalah pada bulan yang tidak ada hari Anggara Kasihnya. Primbon Betaljemur mencantumkan Jumadilawal, sedangkan Primbon Sabda Guru (halaman 33) mencantumkan Rabingulakir. Tanggal naas para nabi juga terdapat satu perbedaan saja, yakni bulan Besar, Primbon Betaljemur mecantumkan 5, sedangkan Primbon Sabda Guru (halaman 35) mencantumkan 5.

.

Anehnya, Primbon Pusaka Guru, halaman 55-56 justru memuat hari baik dan buruk yang berkebalikan dengan Primbon Betaljemur. Jadi, jika Primbon Betaljemur menyatakan bahwa pada tahun Alip bulan Sura adalah buruk, maka Primbon Pusaka Guru justru menyatakan baik.

Primbon Puspa Wahju memiliki perhitungan berbeda, terkait hari-hari buruk. Sebagai contoh:

.

Sawal: Jumat Wage, Sabtu, dan Minggu, Jumat disebut Sangar bulan. Tanggal yang buruk adalah 2 dan 10.

.

Dengan demikian, terjadi perbedaan di sini. Oleh karenanya, hal ini perlu mendapatkan penelitian lebih lanjut. Barangkali para pakar primbon perlu berkumpul dan meneciptakan suatu primbon standar. Kesalahan-kesalahan lama perlu diperbaiki.

.

DAFTAR PUSTAKA.

.

Handanamangkara, SPH. Primbon Djawa Sabda Guru, Penerbit/ Toko buku KS, Solo, 1970.

Harja Tjakraningrat, Kangdjeng Pangeran Harja Tjakraningrat. Kitab Primbon Betal Djemur, Soemodidjojo Mahadewa, —–.

———–. Primbon Puspa Wahju, Gajabaru, Surabaja, 1953.

Sastrahandaja, Ki. Primbon Pusaka Guru, Muria, Kudus, 1954.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339… . . . . . . .

 

.

 

 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

JIMAT PENANGKAL HAMA DI SAWAH

JIMAT PENANGKAL HAMA DI SAWAH.

.

Ivan Taniputera.

31 Agustus 2016.

.

Berikut ini adalah jimat penangkal hama di sawah yang didapat dari Primbon Mujarobat.

.

 
 

Jimat ini boleh digambar pada sehelai kain atau kertas dan ditanam di tengah sawah.

Nampak jimat ini bertuliskan angka-angka Arab. Pada baris pertama tertulis 4, 2, dan 4. baris kedua tercantum 2, 8, dan 1. Baris ketiga tertulis 4, 2, dan 5.

Jika kita jumlahkan secara mendatar, maka angka-angka pada baris pertama akan menghasilkan 10. Baris kedua menghasilkan 11. Baris ketiga menghasilkan 11.

Angka-angka paling kiri jika dijumlahkan secara menurun akan menghasilkan 10. Bagian tengah akan menghasilkan 12 dan baris paling kanan menghasilkan 10.

Jikalau kita jumlahkan menyilang ke kanan, akan didapatkan 17. Bila kita jumlahkan menyilang ke kiri, akan didapatkan 16.

.

Oleh karenanya, angka-angka di atas tidak bersifat seperti bujur sangkar ajaib, dimana angka-angkanya pada setiap baris, baik mendatar, menurun, atau menyilang bila dijumlahkan akan memperoleh hasil yang sama.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . 

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.