ASTRONOMI: PEMBUKTIAN BUMI BULAT MENURUT KOPERNIKUS

ASTRONOMI: PEMBUKTIAN BUMI BULAT MENURUT KOPERNIKUS.

.

Ivan Taniputera.

13 Oktober 2017.

.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menerjemahkan argumen Kopernikus mengenai bumi yang berbentuk bulat. Terjemahan ini diambil dari karya Kopernikus yang dalam bahasa Indonesia judulnya dapat diterjemahkan menjadi “Mengenai Peredaran Benda-benda Langit.”. Alangkah baiknya kita membaca karya-karya asli para ilmuwan di zaman dahulu bila hal itu memungkinkan, daripada hanya membaca ulasan mengenainya saja. Sebagai praktisi dan penekun ilmu Astrologi, kita juga perlu mempunyai pengetahuan memadai mengenai ilmu Astronomi. Berikut ini adalah terjemahannya.

.

“Bumi berbentuk bulat pula, karena pada setiap sisi ia bertumpu pada pusatnya. Namun ia tidak dipandang begitu saja sebagai bentuk bulat sempurna, karena ketinggian gunung-gunungnya beserta kedalaman lembah-lembahnya; meski semuanya itu tidak berpengaruh pada kebulatannya secara umum.

.

Jelaslah dengan demikian. Jikalau seseorang mengadakan perjalanan ke penjuru utara dari titik mana saja, verteks (puncak) utara sumbu perputaran harian akan secara bertahap bergeser ke atas (naik), dan yang satunya akan bergerak ke bawah (turun) dengan jarak sama. Selanjutnya, bintang-bintang terletak di utara nampak tidak terbenam lagi. Banyak bintang yang terletak di selatan nampak tidak terbit lagi. Maka, di Italia Canopus (nama bintang-penerjemah) tidaklah tampak, [sebaliknya] bintang tersebut terlihat di Mesir. Flavius (nama bintang-penerjemah) adalah bintang terakhir [dapat disaksikan di penjuru lebih selatan] yang terlihat di Italia, namun tidak tampak lagi di daerah lebih dingin (maksudnya lebih dekat ke kutub utara). Sebaliknya, orang yang mengadakan perjalanan ke arah selatan, kelompok bintang kedua menjadi tampak lebih tinggi di langit; sementara itu, yang bagi mereka tampak lebih rendah, bagi kita akan tampak lebih tinggi.

.

 

 

.

Lebih jauh lagi, kemiringan kutub-kutub di mana pun juga memiliki perbandingan sama pada tempat-tempat berjarak sama pula dari kutub-kutub bumi. Hal itu hanya mungkin terjadi bila bumi berbentuk bulat. Jadi, bumi sendiri terdapat di antara-antara titik-titik puncaknya (zenit), sehingga dengan demikian berbentuk bulat.

Sebagai tambahan, penghuni bumi kawasan sebelah timur tidak menyaksikan gerhana matahari dan bulan yang terjadi saat sore hari; begitu bulan penghuni bumi kawasan sebelah barat. Sedangkan penghuni kawasan sebelah tengah-beberapa di antara menyaksikan lebih awal dan yang lainnya lebih belakangan.

.

Selanjutnya, para penjelajah mengamati bahwa air di samudera terletak tetap dalam suatu daerah. Sebagai contoh, sewaktu daratan tidak tampak pada geladak kapal, ia mungkin tampak dari puncak tiang kapal. Sebaliknya, jika sesuatu yang berkilauan dipasang pada puncak tiang kapal, orang yang berada di daratan akan menyaksikannya turun secara bertahap, sewaktu kapal bergerak menjauh dari daratan; hingga akhirnya menjadi tidak kelihatan lagi, seolah-olah terbenam.

.

Telah diketahui bahwa air, secara alami senantiasa mengalir menuju tempat rendah-sebagaimana halnya bumi-dan ia tidak naik ke pantai lebih jauh dibandingkan dengan yang diperkenankan oleh kecembungan pantai. Itulah sebabnya, mengapa daratan lebih tinggi membumbung dari lautan.”

.

Demikianlah, ulasan Kopernikus itu telah memberikan penjelasan gamblang mengenai bentuk bumi.

Advertisements

RENUNGAN TENTANG LUBANG HITAM (BLACK HOLE)

RENUNGAN TENTANG LUBANG HITAM (BLACK HOLE). 

.

Ivan Taniputera

9 September 2017

 

 

Pada malam hari ini, kita akan menjadikan Lubang Hitam sebagai bahan renungan kita. Lubang Hitam adalah sebuah entitas di alam semesta yang mempunyai gaya gravitasi sedemikian besarnya, sehingga tiada sesuatu pun dapat lolos darinya, termasuk cahaya. Karena menyerap seluruh cahaya, maka ia menjadi nampak hitam. Kendati lubang hitam, terus menerus menghisap cahaya, hal tersebut tidak menjadikannya terang benderang atau nampak berkilauan. Ia malah nampak gelap. Begitu pula dalam kehidupan kita. Jikalau seseorang menghisap seluruh cahaya kebahagiaan bagi dirinya sendiri dan tidak menyisakan bagi orang lain, maka meski ia terus menerus menyerap cahaya, hal tersebut tidak menjadikannya nampak terang. Justru sebaliknya, ia akan nampak gelap. Demikian, kita sudah merenungkan mengenai Lubang Hitam. Kini pilihan ada di tangan Anda sendiri. Apakah Anda ingin menjadi Lubang Hitam atau bintang yang memancarkan cahaya?

KONFIGURASI PERBINTANGAN TANGGAL 23 SEPTEMBER 2017

KONFIGURASI PERBINTANGAN TANGGAL 23 SEPTEMBER 2017.

.

Ivan Taniputera.

12 September 2017.

.

Belakangan ini media sosial dihebohkan oleh konfigurasi perbintangan tanggal 23 September 2017. Sebagai contoh, video-video yang dibagikan pada youtube banyak sekali membahas mengenai hal ini. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahasnya dari sisi Astronomi.

.

 
 

Sebelumnya, kita perlu membahas bagaimanakah konfigurasi perbintangan yang dihebohkan tersebut. Nampak bahwa Matahari berada di “kepala” rasi bintang Virgo; sedangkan Bulan pada “kaki” rasi bintang Virgo. Selain itu, nampak pula tiga planet, yakni Merkurius, Venus, dan Mars, yang berada dekat pada rasi bintang Leo. Masih terdapat pula Yupiter yang seolah-olah baru keluar dari “perut” rasi bintang Virgo.

.

Pertanyaannya, apakah ini merupakan konfigurasi Astronomi yang langka? Untuk menjawabnya, kita dapat melakukan perhitungan sebagai berikut.

.

Tahun sinodik Merkurius adalah 115 hari.

.

Tahun sinodik Venus adalah 583,9 hari.

.

Tahun sinodik Mars adalah 779,9 hari.

.

Tahun sinodik Yupiter adalah 4.200 hari

.

Kita akan melakukan perhitungan sederhana sebagai berikut.

.

 

Tahun sinodik Merkurius, Venus, Mars, dan Yupiter masing-masing kita bulatkan menjadi 100, 600, 800, dan 4200.

.

Kita faktorkan sebagai berikut:

.

100 = 2^2 x 5^2

600 = 2^3 x 5^3

800 = 2^5 x 5^2

4200 = 2^3 x 3 x 5^2 x 7.

.

Kita ambil KPKnya = 2^5 x 3 x 5^3 x 7 = 84.000 hari; yang setara dengan 84.000 : 365 = 230 tahun.

.

Lebih jauh lagi, peredaran Yupiter agar kembali ke tempat semula adalah sekitar 12 tahun. Jadi agar menjadi kelipatan 12, maka 230 ini nampaknya harus kita bulatkan menjadi 240. Oleh karenanya, konfigurasi ini kira-kira akan terjadi setiap 240 tahun sekali. 

 

Sebagai tambahan, Matahari akan berada pada kedudukan tersebut sekitar bulan September dan Oktober. Karenanya, kita dapat menyimpulkan bahwa konfigurasi ini kurang lebih akan terjadi setiap bulan September-Oktober 240 tahun sekali.

.

Ini adalah perhitungan kira-kira saja, jadi tidak akan tepat benar dan bisa saja maju atau mundur. Saya bukan pakar ilmu Astronomi. Namun perkiraan tersebut tetap dapat membantu mempersempit pencarian kita terhadap konfigurasi semacam itu. Kita tidak perlu memeriksa konfigursi perbintangan setiap tahunnya, yang tentu saja akan menghabiskan banyak waktu.

.

Konfigurasi yang mirip ternyata pernah terjadi pada tanggal 2 Oktober 1780 atau 237 tahun lampau. Jadi, perhitungan kita sudah benar.

.

 
 

.

Nampak konfigurasi yang serupa dengan 23 September 2017. Matahari juga berada pada “kepala” rasi bintang Virgo. Bulan juga berada pada “kaki” rasi bintang Virgo. Yupiter juga seolah-olah baru keluar dari “perut” rasi bintang Virgo. Jadi, konfigurasi ini sudah pernah terjadi 237 tahun lalu.

.

Pada tanggal 16 Oktober 1483 juga terjadi konfigurasi perbintangan yang mirip.

.

 

 

.

Dengan demikian, jarak dengan konfigurasi sebelumnya adalah 297 tahun.

.

Konfigurasi ini terjadi lagi pada tanggal 27 September 1246.

.

 
 

.

Jarak dengan konfigurasi sebelumnya adalah 237 tahun.

.

Berikut ini adalah konfigurasi perbintangan tanggal 4 Oktober 1069.

.

 

 
 

.

Jarak dengan konfigurasi sebelumnya adalah 177 tahun.

.

Selanjutnya, terdapat konfigurasi perbintangan 18 September 772.

.

 

 

.

Jarak dengan konfigurasi perbintangan sebelumnya adalah 297 tahun.

.

Berikut ini adalah konfigurasi perbintangan tanggal 29 September 535.

.

 

 

Jarak dengan konfigurasi sebelumnya adalah 237 tahun.

.

Selanjutnya, konfigurasi ini juga pernah terjadi pada tanggal 9 Oktober 298.

.

.

 

Jarak dengan konfigurasi sebelumnya adalah 237 tahun.

.

Jika kita rata-rata, maka jarak masing-masing kombinasi adalah:

237+297+237+177+297+237+237 = 1719.

1719:7 = 245,57 tahun.

.

Hasil ini mendekati perkiraan kita, yakni 240 tahun.

.

Dengan demikian, kita sudah mengetahui bahwa konfigurasi perbintangan semacam ini sudah pernah beberapa kali terjadi sebelumnya. Kesimpulannya, konfigurasi tersebut bukanlah sesuatu yang sangat langka. Sebagai tambahan, konfigurasi perbintangan ini juga tidak akan terlihat, karena terjadinya adalah saat siang hari, dimana bintang-bintang tidak tampak akibat terangnya cahaya matahari.

.

Apabila kita kaitkan dengan peristiwa-peristiwa dunia, maka konfigurasi itu terjadi menjelang berbagai peristiwa penting yang mengubah jalannya dunia. Sebagai contoh, konfigurasi yang terjadi pada tahun 1780 dekat sekali dengan saat Revolusi Perancis (1789). Konfigurasi tahun 1483 dekat sekali dengan masa dimulainya penjelajahan samudera, yang secara tidak langsung menjadi cikal bakal berdirinya Amerika Serikat, salah satu negara adidaya dewasa ini. Sementara itu, era 1240-1250-an merupakan masa ekspansi bangsa Mongol. Jadi, mungkin dari sudut pandang ilmu Astrologi, konfigurasi ini merupakan pertanda timbulnya suatu peristiwa atau pemikiran yang akan memberikan dampak beserta perubahan besar bagi sejarah umat manusia.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . 

.

 

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

PENGETAHUAN ASTRONOMI: TENGAH HARI TIDAK HARUS JAM 12.00 SIANG

PENGETAHUAN ASTRONOMI: TENGAH HARI TIDAK HARUS JAM 12.00 SIANG.

.

Ivan Taniputera.

7 September 2017.

.

Praktisi ilmu Astrologi sangat perlu pula memiliki pengetahuan mengenai Astronomi. Tycho Brahe dan Kepler merupakan tokoh-tokoh besar dalam dunia Astronomi, namun jarang yang mengetahui bahwa mereka berdua adalah juga seorang astrolog. Tengah hari didefinisikan sebagai saat matahari mencapai kedudukan tertinggi di langit, dimana hal tersebut tidak harus jam 12.00 siang. Pada bagan Astrologi, titik tertinggi matahari di langit ini dikenal sebagai Midheaven atau MC.

.

Kita akan mengambil hari ini (7 September 2017) sebagai contoh. Pada jam 12.00 siang tepat, matahari di kota Semarang, berada pada 14 derajat 46 menit Virgo. Sementara itu, Midheaven berada pada 21 derajat 10 menit Virgo. Jadi kurang lebih antara matahari dengan titik tertingginya, masih terdapat selisih 6,5 derajat. Oleh karenanya, tidak dapat digolongkan sebagai tengah hari.

.

 
 

.

Lalu kapankah saat tengah hari yang tepat. Ternyata adalah pukul 11:36:20. Pada saat itu, matahari berada pada 14 derajat 45 menit Virgo, begitu pula dengan Midheavennya. Dengan kata lain, matahari tepat “menempel” pada Midheaven. Itulah yang disebut “tengah hari.” Kita dapat menyimpulkan bahwa di kota Semarang tanggal 7 September 2017, tengah hari berlangsung pada 11:36:20.

.

 
 

.

Lalu apakah di semua tempat di muka bumi ini pada tanggal yang sama, tengah hari juga berlangsung pukul tersebut. Kita akan mengganti tempatnya dengan Jakarta.

.

 
 
 

Ternyata pada pukul tersebut, di Jakarta belum tengah hari. Matahari terletak pada 14 derajat 45 menit Virgo, sedangkan Midheaven terletak pada 10 derajat 52 menit Virgo. Jadi, masih selisih sekitar 4 derajat.

.

Jakarta baru memasuki tengah hari pada pukul 11:50:49, yakni matahari dan Midheaven sama-sama berada di 14 derajat 46 menit Virgo.

.

 
 

.

Perhitungannya memang cukup rumit, namun untunglah kita sekarang telah mempunyai berbagai piranti lunak (software) yang sangat baik.

.

Berdasarkan topik bahasan hari ini, kita dapat menyimpulkan sebagai berikut:

  1. Tengah hari tidak harus jam 12.00 siang dan bisa berbeda-beda setiap harinya.
  2. Tengah hari juga berbeda-beda berdasarkan letak suatu tempat di muka bumi.

.

Semakin ke timur, suatu tempat akan lebih dahulu mengalami tengah hari.

Pada tanggal 7 September 2017, Semarang mengalami tengah hari pukul 11:36:20 WIB; sedangkan Jakarta baru mengalami tengah hari pukul 11:50:49 WIB, atau selisih kurang lebih 14 menit. Jakarta lebih lambat sekitar 14 menit dalam mengalami tengah hari.

.

Untuk mengetahui saat tengah hari yang tepat, kita dapat pula melihat almanak.

.

Demikianlah topik bahasan kita hari ini. Kini kita sudah mengetahui apa yang dimaksud tengah hari.

BULAN SIDEREAL DAN SINODIK

BULAN SIDEREAL DAN SINODIK.

.

Ivan Taniputera.

18 Agustus 2017.

.

Sebagai praktisi ilmu Astrologi, kita perlu mengenal pula ilmu Astronomi. Nicolaus Copernicus, Tycho Brahe, dan Johannes Kepler-tokoh-tokoh ternama dalam bidang Astronomi, ternyata adalah para praktisi Astrologi. Agar dapat menghasilkan ramalan yang lebih akurat, mereka lalu meneliti gerakan benda-benda langit, sehingga menemukan berbagai hukum tersohor dalam ilmu Astronomi. Dengan demikian, alangkah baiknya jika kita juga mempelajari ilmu Astronomi.

.

Artikel kali ini akan membahas mengenai apa yang dimaksud dengan bulan sidereal dan bulan sinodik.

.

Bulan Sidereal adalah waktu yang diperlukan oleh bulan berputar mengitari bumi dalam satu lingkaran penuh atau 360 derajat. Sedangkan bulan bulan sinodik adalah waktu yang diperlulan dari satu bulan baru ke bulan baru berikutnya. Keduanya tidaklah memiliki rentang waktu yang sama. Mengapa demikian? Jika kita mengambil kedudukan saat suatu bulan baru sebagai acuan, maka saat bulan sudah mengitari bumi dalam satu lingkaran penuh, bumi, bulan, dan matahari belumlah terletak segaris. Padahal letak segaris itu merupakan syarat bagi bulan baru. Itulah sebabnya, bulan harus bergerak sedikit lagi agar letaknya menjadi segaris dengan bumi beserta matahari dan bulan baru terjadi kembali. Dengan demikian, bulan sinodis lebih lama dibandingkan bulan sidereal. Agar jelasnya silakan perhatikan gambar sebagai berikut.

.

 
 

.

Lama bulan sidereal adalah 27 hari, 7 jam, dan 43 menit atau 27, 32166 hari.

Lama bulan sinodik adalah 29 hari, 12 jam, dan 44 menit atau 29, 53059 hari.

Itulah sebabnya, bulan baru terjadi setiap kurang lebih 29,5 hari.

.

Oleh karenanya kita dapat menghitung bahwa bulan bergerak 360 derajat:27,32166 setiap harinya atau 13,176 derajat.

.

Dengan demikian, kita sudah mengenal mengenai bulan sidereal dan sinodik.

KEADAAN PERMUKAAN PLANET VENUS

KEADAAN PERMUKAAN PLANET VENUS.

.

Ivan Taniputera.

20 Mei 2017.

.

 
 
 

Pada kesempatan kali ini kita akan sedikit belajar astronomi. Bagi kita yang mempelajari astrologi, tidak ada salahnya jika juga mengenal astronomi. Dalam astrologi kita memandang Venus sebagai planet yang melambangkan cinta. Namun kenyataannya, permukaan planet ini sangat mengerikan dan jauh sekali dari sesuatu yang dapat dikaitkan dengan “cinta.”

.

Venus adalah planet yang disebut sebagai Bintang Fajar atau Bintang Senja, tergantung kapan ia terbit. Jarak terdekatnya (perihelion) dari matahari adalah 107.477.000 km; sedangkan jarak terjauhnya (aphelion) adalah 108.939.000 km. Karena letaknya ini, Venus berada di luar zona planet yang dapat menunjang kehidupan (habitable zone). Adapun yang dimaksud zona penunjang kehidupan ini adalah jarak dari bintang yang diorbitnya, dimana jarak tersebut memungkinkan berkembangnya kehidupan. Oleh karenanya, mustahil ada kehidupan di Venus.

.

Permukaan planet Venus dipenuhi oleh aktifitas gunung berapi dan sangat panas. Aktifitas gunung berani itu menjadikan atmosfer Venus dipenuhi oleh Karbondioksida (CO2). Itulah yang mengakibatkan terjadinya Efek Rumah Kaca dashyat di Venus. Jadi berbeda dengan Bumi, Efek Rumah Kaca di Venus terjadi secara alami. Atmosfer Venus 96,5 % terdiri dari CO2. Oleh karenanya, keadaannya sangat menyesakkan dan mustahil bagi kita hidup di sana. Temperatur di Venus adalah sekitar 460 derajat Celsius, sehingga kita pasti akan terpanggang bila berada di sana.

.

Misi antariksa Venera 9 dan Venera 12 yang dikirim ke Venus mencatat adanya aktifitas berupa kilat di planet tersebut. Sementara itu, aktifitas gunung berapi telah dibuktikan oleh data yang dikirimkan oleh Venus Express pada tahun 2008 dan 2009. Oleh karenanya, Venus juga memiliki aktifitas cuaca seperti di di bumi.

.

Demikianlah kita sudah sedikit mengenal keadaan permukaan Venus. Ternyata Venus bukan planet yang nyaman didiami.

TATA CARA SEMBAHYANG MEMOHON PERJODOHAN TANGGAL 7 BULAN 7 IMLEK PADA NIULANG DAN ZHINU (PENGGEMBALA DAN GADIS PENENUN)

TATA CARA SEMBAHYANG MEMOHON PERJODOHAN TANGGAL 7 BULAN 7 IMLEK PADA NIULANG DAN ZHINU (PENGGEMBALA DAN GADIS PENENUN).

.

Ivan Taniputera.

6 Mei 2017.

.

Pada kesempatan kali ini saya hendak membagikan tata cara sembahyang memohon perjodohan yang dilakukan pada tanggal 7 bulan 7 Imlek. Tata cara ritual ini diambil dari sejilid pustaka kuno dan ada kaitannya dengan hikayat Penggembala (Niulang, 牛郎) serta Gadis Penenun (Zhinu, 織女). Sebagai tambahan, ada yang menyebut perayaan tanggal 7 bulan 7 Imlek ini sebagai hari Valentine Tionghoa. Hikayat Penggembala dan Gadis Penenun telah banyak diriwayatkan di buku-buku dan juga tempat lainnya; oleh karenanya saya tidak akan mengisahkannya lagi di sini.

.

 
 

.

Tata caranya sangat sederhana dan dilakukan pada tanggal 7 bulan 7 Imlek. Sembahyang pada Niulang Zhinu (Hokkian: Goliong Citli) ini dilakukan pada malam hari. Letaknya bebas. Boleh di halaman atau teras depan rumah dan halaman belakang; asalkan tidak dekat dengan kamar mandi, WC, tempat mencuci pakaian, atau tempat pembuangan sampah. Intinya adalah tempat yang bersih dan nyaman. Arahnya juga bebas, tetapi disarankan menghadap ke luar rumah.

.

Sajiannya adalah sebagai berikut:

.

  1. Tujuh macam bunga.
  2. Sesisir pisang mas
  3. Sebuah jeruk
  4. Tujuh cangkir teh
  5. Theeliauw (manisan), yang terdiri dari angco, oco, dan kelengkeng.
  6. Dupa tiga batang.
  7. Sepasang lilin.
  8. Kayu cendana yang dibakar di bawah meja sembahyang.

.

 
 

 

.

Setelah sajian diatur di atas meja sembahyang, maka dapat mulai bersembahyang dengan menyampaikan nama, usia, serta permohonan Anda agar cepat berjumpa dengan jodoh yang baik. Selanjutnya bakar kayu cendana di bawah meja. Dalam ritual sembayang ini, diutamakan persembahan yang berbau harum (dupa, bunga, dan cendana). Persembahan berupa makanan tidak diutamakan.

.

Makna filosofis persembahan ini adalah sebagai berikut. Agar cepat mendapat jodoh, maka kita perlu membuat diri kita menjadi “harum.” Harum di sini antara lain mengacu pada nama yang harum, artinya kita harus menjaga nama baik kita sendiri. Apabila seseorang terkenal suka berjudi dan mabuk-mabukkan, apakah ada orang yang mau menjadi pasangan hidupnya? Kedua, harum di sini mengacu pada jasmani atau fisik. Artinya orang itu harus bersih penampilannya. Jikalau seseorang jarang mandi dan penampilannya kusut, adakah orang yang tertarik padanya? Penulis pernah mengenal seseorang yang sulit mendapatkan jodoh karena badannya bau. Jadi, bila ingin cepat mendapatkan jodoh ia perlu mengatasi bau badannya tersebut. Demikianlah makna filosofis tata cara ritual sembahyang ini. Seluruh ritual yang diwariskan leluhur di zaman dahulu pasti mempunyai makna filosofis, yakni mengajar generasi selanjutnya bagaimana memperoleh kehidupan yang baik di tengah masyarakat. Tanpa mengetahui makna sejati suatu ritual kita tidak mendapatkan apa-apa.

.

Sebagai tambahan, ritual sembahyang ini hanya khusus memohon terbukanya perjodohan. Jadi, jangan memohon masalah rejeki, kesehatan, dan lain sebagainya. Selanjutnya, ritual ini hanya khusus bagi yang belum pernah menikah. Bagi yang sudah pernah menikah, maka ritual ini tidak akan mendatangkan manfaat apa-apa.

.

Bagi para penggemar Astronomi, maka saya akan mengulas makna Niulang dan Zhinu dari sudut pandang ilmu perbintangan.

.

Sebenarnya Niulang dan Zhinu adalah bintang-bintang di langit. Dalam ilmu Astronomi Barat, Niulang adalah bintang Altair di Rasi Bintang Aquila; sedangkan Zhinu adalah bintang Vega di Rasi Bintang Lyra. Sungai Langit yang memisahkan mereka adalah Galaksi Bima Sakti. Sementara itu, burung magpi yang menjadi jembatan tempat perjumpaan mereka adalah bintang-bintang pada Rasi Bintang Cygnus. Memang jika disaksikan bintang-bintang itu seolah-olah membentang melalui Galaksi Bima Sakti dan menyerupai jembatan.

.

 
 

.

Dengan demikian, pembahasan kita mengenai ritual ini sudah selesai.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . .

.

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.