KEGUNAAN GAMBAR NEZHA

KEGUNAAN GAMBAR NEZHA

.

Ivan Taniputera.

14 Agustus 2017.

.

 
 

.

Nezha (哪吒, Hokkian: Lo Cia) merupakan salah satu tokoh yang terkenal dalam kesusastraan dan tradisi China. Gelar Beliau adalah Zhongtan Yuanshuai (中壇元帥) atau San Taizi ( 三太子) Sebenarnya, tokoh Nezha ini berasal dari tradisi India. Menurut tradisi India, Nezha ini disebut Nalakubar dan merupakan putera Kubera (Kuvera)-Dewa Kemakmuran-serta kemenakan Ravana. Dalam bahasa China, Nalakubar ditransliterasi menjadi Naluojiupoluo (那羅鳩婆羅) yang berubah menjadi Naluojubaluo (捺羅俱跋羅), Nazhajuwaluo (那吒矩韈囉), Nazha (那吒), dan kemudian Nezha (哪吒)-sumber wikipedia.

.

Dalam kesusastraan China, riwayat tentang Nezha dapat dijumpai pada Hikayat Penganugerahan Dewata ( 封神演義 Fengshen Yanyi), yang mengambil latar belakang keruntungan Dinasti Shang dan berdirinya Dinasti Chou. Menurut sumber tersebut, Nezha merupakan putra Li Jing (Hokkian: Lie Ceng) dan Nyonya Yin (Hokkian: Oen Hoedjin/ Ejaan Yang Disempurnakan: Un Hujin). Konon Beliau dikandung selama tiga tahun enam bulan. Kelahirannya juga sangat ajaib, yakni berupa bola daging yang kemudian terbelah dan mengeluarkan bayi Nezha. Saat dilahirkan, ia sudah mengenakan pakaian berwarna merah dan memegang gelang emas, yakni salah satu di antara tiga pusaka Nezha. Begitu dilahirkan, Beliau langsung diangkat sebagai murid oleh Dewa Taiyi yang juga merupakan guru ayahnya. Nezha sebenarnya merupakan putera ketiga orang tuanya. Oleh karenanya, ia mempunyai dua orang kakak yang masing-masing bernama Jinzha dan Muzha. Belakangan, Nezha turut membantu dalam peperangan menumbangkan Kaisar Chou Wang (Hokkian Tiu Ong) dari Dinasti Shang yang kejam.

.

Adapun memasang gambar dan rupang Nezha mempunyai manfaat sebagai berikut. Anak-anak yang terlahir pada rumah tersebut akan menjadi pandai dan cerdas. Mereka akan mempunyai prestasi yang baik di sekolah. Kegunaan lain adalah perlindungan dari berbagai energi negatif. Saya telah membuat gambar Nezha bagi keperluan tersebut. Bagi yang memerlukan posternya dapat menghubungi saya.

.

Berikut ini adalah langkah-langkah pembuatan gambar Nezha.

.

(1)

 
 

.

(2)

 
 

.

(3)

 
 

.

(4)

 
 

.

(5)

 
 

.

(6)

 
 

.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . , 

,

 

 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

RENUNGAN AJARAN DEWA TAN TIK SIOE

RENUNGAN AJARAN DEWA TAN TIK SIOE.

.

Ivan Taniputera.

14 Juni 2017.

.

Pada kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas mengenai ajaran Dewa Tan Tik Sioe:

.

“Kita ada mempoenjai saboewa roema bogrek djanganlah aken memandeng roema bagoes.” (Dewa Tan Tik Sioe pada Moestika Adem Hati, 1917).

.

Apabila kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia modern kurang lebih adalah:

.

“Jika kita memliki rumah yang buruk janganlah mengharapkan rumah mewah.”

.

Berdasarkan ajaran di atas, dapat disimpulkan bahwa kita hendaknya tidak merasa putus asa bila tidak mendapatkan apa yang diharapkan. Banyak orang mengharapkan hasil yang tinggi namun sewaktu ambisinya tidak tercapai ia menjadi sangat tertekan. Oleh karenanya, kita perlu bersuka cita apa pun hasil yang dicapai.

.

Meskipun demikian, ajaran di atas tidak menyatakan agar kita mudah berpuas diri. Apabila kita merasa atau menganggap rumah kita buruk, tidaklah salah mengharapkan rumah yang lebih baik. Namun berharap saja tidak cukup. Kita perlu berupaya mewujudkannya dengan memanfaatkan segenap kemampuan beserta sumber daya yang kita miliki. Yang penting adalah kita berupaya sebaik mungkin, tetapi apa pun hasilnya perlu kita terima dengan suka cita.

.

Kita dapat menafsirkan ajaran di atas bahwa bila kita menabur sesuatu yang buruk janganlah mengharapkan yang baik. Dalam dunia karir dan usaha, tidak jarang orang saling menjegal serta merugikan satu sama lain. Namun sesuatu yang diperoleh dengan merugikan hak orang lain, tidak akan membuahkan kebaikan. Sesuatu yang buruk mustahil menghasilkan kebaikan. Jika ada sesuatu yang seolah-olah nampak sebagai kebaikan atau kebahagiaan, maka semua itu hanya sementara saja sifatnya.

.

Demikianlah sedikit renungan kita terhadap ajaran Dewa Tan Tik Sioe.

HU KONGCO TAN SENG ONG (CHEN SHENGWANG)

HU KONGCO TAN SENG ONG (CHEN SHENGWANG).

.

Ivan Taniputera.

12 Maret 2017.

.

Saya memperoleh hu ini dari kuil Tan Seng Ong yang terletak di Jalan Kemenangan, Jakarta. Dewa utama yang dipuja di kuil ini adalah Chen Shengwang (陳聖王, Hokkian: Tan Seng Ong). Secara harafiah Chen Shengwang berarti Raja Suci Bermarga Chen. Nama lain Beliau adalah Chen Yuanguang (陳元光) dan juga digelari Kai Zhang Shengwang (開漳聖王). Riwayat Beliau telah ditulis pada berbagai sumber lainnya, sehingga saya tidak akan memaparkannya lagi. Saya hanya akan mengulas makna hu ini.

.

Hu ini nampaknya mempunyai berbagai kegunaan; yakni untuk keselamatan, rejeki, dan lain sebagainya.

.

 
 

.

Pada kotak bernomor 1 terdapat aksara 奉陳聖王勍令 (Fèng chén shèngwáng qíng lìng) atau “Melaksanakan perintah Chen Shengwang.”

.

Pada lingkaran bernomor 2 terdapat aksara 六丁甲 (Liu Ding Jia). Ini mengacu pada Liu Ding dan Liu Jia, yakni pada dewa penjaga ketertiban semesta.

.

Pada lingkaran bernomor 3 terdapat aksara 元師 (Yuan Shi) yang berarti jenderal. Jadi bersama dengan aksara-aksara pada lingkaran bernomor dua dapat dibaca “Dewa Jenderal Liu Ding dan Liu Jia.”

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . 

.

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

HU KONGCO KWAN KONG (GUAN YU)

HU KONGCO KWAN KONG (GUAN YU).

.

Ivan Taniputera.

5 Februari 2017.

.

 
 

.

Saya baru saja mendapatkan hu Kongco Kwan Kong (Guanyu) seperti gambar di atas. Pada hu tersebut terdapat tulisan Shanxi Fuzi (山西夫子) atau Orang Suci dari Shanxi. Ini merupakan salah satu gelar Beliau, yang dianugerahkan oleh Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing (1644-1912). Hu ini nampaknya berfungsi sebagai perlindungan, yakni agar orang yang membawanya mendapatkan perlindungan beserta pertolongan dari Kongco Kwan Kong.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . .

.

 

 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

SERIAL LIPUTAN KELENTENG: KUNJUNGAN KE KELENTENG HOK AN BIO (福安廟 Mandarin: Fuan Miao), GUBUG, KABUPATEN GROBOGAN, JAWA TENGAH

SERIAL LIPUTAN KELENTENG: KUNJUNGAN KE KELENTENG HOK AN BIO (福安廟 Mandarin: Fuan Miao), GUBUG, KABUPATEN GROBOGAN, JAWA TENGAH

Ivan Taniputera
4 November 2012
.
Pada hari ini saya mengunjungi Kelenteng Hok An Bio (福安廟, Mandarin: Fuan Miao) di Gubug, Kabupaten Grobogan. Adapun bangunan tampak depan kelenteng seperti gambar di bawah ini:
.

.

 
Sedangkan bagian ruang utamanya adalah seperti gambar di bawah ini:
.
 
Dewata-dewata yang dipuja di ruang utama antara lain adalah:
.
Di bagian depan terhadap Zhongtan Yuanshuai, lalu di belakangnya terdapat altar Hok Tek Tjin Sin (Fude Zhenshen).
.
Di bagian sampingnya terdapat altar:
.
  • Kwan Te Ya
  • Sam Po Tay Djien
  • Kiu Tian Ming Tjiauw
  • dan lain-lain.
.
 
.
Rupang Dewa Kiu Tian Ming Tjiauw
.
 .
Rupang Dewa Zhongtan Yuanshuai.
.
Sedangkan di bagian samping kanan terdapat ruang altar bagi Trinabi, yakni Buddha, Laozi, dan Kongzi. Ada pula altar bagi Dewa Jing Cui Co Soe Kong.
Di bagian samping kanan terdapat ruang altar bagi Avalokitesvara (Guanyin Busa). Selain itu masih ada pula altar bagi Tee Bo (Mandarin: Dimu).
.
Menurut penuturan dari penjaga bio yang menarik di sini adalah altar bagi Avalokitesvara Bodhisattva, dulunya dipergunakan sebagai altar bagi Yesus dan Bunda Maria. Namun kedua rupang tersebut kini telah dipindahkan ke Gua Maria Kerep.
Kelenteng ini tidak begitu besar, dan waktu saya berkunjung ke sana dalam keadaan sepi.

MENENTUKAN ARAH SEMBAHYANG TAHUN BARU IMLEK SETIAP TAHUNNYA

MENENTUKAN ARAH SEMBAHYANG TAHUN BARU IMLEK SETIAP TAHUNNYA.

.

Ivan Taniputera.

29 Januari 2017.

.

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek banyak orang bertanya ke arah manakah meja sembahyang harus dihadapkan, karena memang setiap tahun arahnya berubah-ubah. Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan daftar arah hadap meja sembahyang Tahun Baru Imlek bagi setiap tahun hingga tahun 2060. Arah hadap didasari oleh arah kedatangan Dewa Rejeki setiap tahunnya.

.

 
 

Berikut ini adalah daftarnya:

2010 (Gengyin): Tenggara

2011 (Xinmao): Utara

2012 (Renchen): Selatan

2013 (Guisi): Barat

2014 (Jiawu): Selatan

2015 (Yiwei): Barat

2016 (Bingshen): Timur

2017 (Dingyou): Tenggara

2018 (Wuxu): Utara

2019 (Jihai): Selatan

2020 (Gengzi): Barat

2021 (Xinchou): Timur

2022 (Renyin): Tenggara

2023 (Guimao): Timur

2024 (Jiachen): Tenggara

2025 (Yisi): Utara

2026 (Bingwu): Selatan

2027 (Dingwei): Barat

2028 (Wushen): Timur

2029 (Jiyou): Tenggara

2030 (Gengxu): Utara

2031 (Xinhai): Selatan

2032 (Renzi): Barat

2033 (Guichou): Selatan

2034 (Jiayin): Barat

2035 (Yimao): Timur

2036 (Bingchen): Tenggara

2037 (Dingsi): Utara

2038 (Wuwu): Selatan

2039 (Jiwei): Barat

2040 (Gengshen): Timur

2041 (Xinyou): Tenggara

2042 (Renxu): Timur

2043 (Guihai): Tenggara

2044 (Jiazi): Utara

2045 (Yichou): Selatan

2046 (Bingyin): Barat

2047 (Dingmao): Timur

2048 (Wuchen): Tenggara

2049 (Jisi): Utara

2050 (Gengwu): Selatan

2051 (Xinwei): Barat

2052 (Renshen): Selatan

2053 (Guiyou): Barat

2054 (Jiaxu): Timur

2055 (Yihai): Tenggara

2056 (Bingzi): Barat

2057 (Dingchou): Selatan

2058 (Wuyin): Barat

2059 (Jimao): Timur

2060(Gengchen): Tenggara

.

Dengan demikian, kita dapat memperhatikan hal menarik sebagai berikut:

1) Dewa Rejeki tidak pernah datang dari arah Barat Laut, Barat Daya, dan Timur Laut.

2) Arah kedatangan Dewa Rejeki itu tersebar secara acak. Dalam kurun waktu 50 tahun, maka Dewa Rejeki:

  • Datang dari arah Barat sebanyak 12 kali.
  • Datang dari arah Selatan sebanyak 11 kali.
  • Datang dari arah Tenggara sebanyak 11 kali
  • Datang dari arah Timur sebanyak 10 kali.
  • Datang dari arah Utara sebanyak 7 kali.

Dewa Rejeki paling banyak datang dari arah barat.

3) Berikut ini adalah pola jeda tahunnya:

Barat: 4-5-7-5-2-5-7-5-2-3-2

Selatan: 2-5-7-5-2-5-7-5-2-5

Tenggara: 7-5-2-5-7-5-2-5-7-5

Timur: 5-2-5-7-5-2-5-7-5

Utara: 7-7-5-7-7-5

.

Pola ini sangat unik dan memerlukan penelitian lebih lanjut.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . .

.

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

TAKDIR VERSUS CISWA: SEBUAH RENUNGAN DARI KISAH THO HWA LI

TAKDIR VERSUS CISWA: SEBUAH RENUNGAN DARI KISAH THO HWA LI

Ivan Taniputera

27 Februari 2013

.

Dalam perjalanan ke delapan kelenteng beberapa waktu yang lalu, saya menemukan buku kisah Tho Hwa Li buah karya Gan KH ini. Sebenarnya saya sudah pernah mendengar mengenai kisah Tho Hwa Li semenjak masih kecil dan edisi lama buku ini saya sudah punya, namun kini tidak tahu lagi di mana keberadaannya. Oleh karenanya, penemuan kembali buku ini di salah sebuah kelenteng yang saya kunjungi merupakan peristiwa berharga. Kisah-kisah dalam tradisi Tiongkok memang sarat makna dan filsafat pemikiran.

 
 
 

Secara umum, dalam buku tersebut ada hal-hal menarik, seperti asal muasal tradisi ritual pengantin yang masih dilaksanakan hingga hari ini dan takdir versus ciswa. Kita akan mengulasnya satu persatu.

 

1.TAKDIR VERSUS CISWA

 

Sebelum mengulas mengenai topik bahasan ini. Saya akan memaparkan latar belakang kisahnya secara singkat. Ciu Kong adalah seorang mantan pembesar di masa pemerintahan Kaisar Ciu Yu Ong (781 SM) dari dinasti Ciu (Mandarin: Chou). Karena kaisar ke-12 ini hanya gemar bersenang-senang saja bersama selirnya bernama Po Su, Ciu Kong lantas mengundurkan dirinya. Sebenarnya Ciu Kong ini bukanlah nama pembesar tersebut. Namanya tidak disebutkan dalam buku ini. Ciu Kong adalah gelar yang dianugerahkan oleh Kaisar Yu Ong, sewaktu pembesar tersebut mengundurkan dirinya guna pulang ke desa. Arti telar itu adalah “Sesepuh Marga Ciu.” (lihat halaman 3). Selain pemberian gelar kehormatan, Ciu Kong mendapatkan pula anugerah berupa pedang bernama Sian-cam-ho-cau (Bunuh Dulu Urusan Belakang). Ini menandakan bahwa pemegang pedang tersebut memiliki kekuasaan luar biasa.

Ciu Kong yang telah mengundurkan dirinya lantas membuka profesi sebagai juru ramal. Uniknya Ciu Kong akan memberikan ganti rugi yang besar jika ramalannya meleset (tiga ratus lima puluh tahil perak-halaman 6). Meskipun demikian, biaya meramalnya cukup rendah, yakni “tiga tahil setengah uang perak.” (halaman 5). Dalam sehari, ia hanya menerima tiga orang saja yang hendak diramal. Sebagai juru penerima tamu, Ciu Kong mengangkat mantan juru tulisnya bernama Peng Cian.

Ramalan Ciu Kong memang terbukti keakuratannya. Kendati demikian dua kali ramalan Ciu Kong meleset, yakni:

 

a.Putera seorang nenek bernama Li Kho-cwan (halaman 16) yang diramal akan meninggal. Berkat kias yang diberikan Tho Hwa Li, nyawanya berhasil diselamatkan. Tho Hwa Li adalah gadis sakti yang pandai menciptakan beraneka macam kias. Caranya adalah bersembahyang dengan tiga batang dupa saat sore hari, lalu mengambil bantal anaknya, menepuk tiga kali pada bantal disertai seruan keras memanggil anaknya. Singkat cerita, memang kias atau penangkal ini terbukti kemanjurannya.

 

b.Peng Cian sendiri diramalkan akan meninggal oleh Ciu Kong. Namun Tho Hwa Li berhasil menyelamatkannya, yakni menyuruh Peng Cian menanti kehadiran Delapan Dewa di sebuah kuil. Ternyata usia Peng Cian dapat ditambah 80 tahun.

 

Kegagalan ramalannya ini menggusarkan hati Ciu Kong yang merasa otorita-nya tertantang. Ia lalu mencari cara membunuh Tho Hwa Li yang akan kita uraikan belakangan.

 

Kini kita akan mendiskusikan terlebih dahulu makna kisah ini. Tentu saja sebuah kisah dapat dimakna berbeda-beda bagi masing-masing orang. Kendati demikian saya lebih cenderung memaknainya berdasarkan pertanyaan klasik “Apakah nasib dapat diubah?” Ini adalah sebuah pertanyaan yang telah hadir semenjak zaman yang amat lampau. Sepanjang sejarahnya agama dan filsafat telah berupaya memberikan jawaban bagi hal ini, sehingga kita dapat menjumpai banyak teori tentangnya. Namun, semuanya itu akan tetap menjadi sebuah “hipotesa” yang tidak dapat kita buktikan kebenarannya. Mengapa? Karena kita tidak memiliki mesin waktu. Sebuah hipotesa baru akan terbukti jika sudah diuji dengan sebuah eksperimen. Jadi secara sederhana adalah sebagai berikut. Seorang melakukan tindakan A hingga akhirnya mendapatkan B. Namun kita tidak tahu, jika tidak melakukan A, apakah ia akan tetap mendapatkan B. Dalam kehidupan nyata, memang terdapat kasus-kasus di mana seseorang telah berupaya, namun tidak memperoleh hasil yang diharapkan. Sebaliknya, ada juga orang tidak berusaha, tetapi malah mendapatkan sesuatu yang diharapkannya. Karena kita tidak mampu mengujinya, pertanyaan apakah “nasib dapat diubah” akan tetap menjadi misteri umat manusia sampai ditemukannya mesin waktu; yakni satu-satunya alat yang dapat dipergunakan menguji berbagai kemungkinan pararel dalam kehidupan manusia. Untuk lebih jelasnya, pembaca dapat menonton film “Butterfly Effect.” Apakah ciswa itu benar dapat mengubah nasib? Pertanyaan ini juga mustahil dijawab. Namun kisah di atas mencerminkan pertanyaan klasik tersebut, yakni takdir versus ciswa.

 

2.RITUAL-RITUAL UPACARA PERNIKAHAN TIONGHOA

 

Demi membalaskan dendamnya pada Tho Hwa Li, Ciu Kong lantas melakukan suatu tindakan yang agak eksentrik. Dia hanya memiliki seorang puteri bernama Ciu He Lian, namun agar dapat “membunuh” Tho Hwa Li, ia lantas “menikahkan” puterinya itu dengan Tho Hwa Li. Tentu saja sebelumnya sang puteri akan dirias sebagai pengantin pria. Ciu Kong memilihkan hari paling buruk, yang disebut Thian pia jit. Itu merupakan hari paling buruk bagi pengantin wanita. Banyak bahaya yang menanti, sehingga akan mengancam nyawa sang mempelai wanita. Berikut ini adalah bahaya beserta penangkalnya.

 

a.Pada hari itu saat mempelai wanita keluar dari rumahnya sendiri, dua bintang jahat, yakni Thian-sat dan Thian sin, telah siap menghantamnya, sehingga pengantin wanita mendadak jatuh tersungkur dan meninggal seketika.

 

PENANGKAL: Tho Hwa Li bersembahyang pagi-pagi sebelum matahari terbit, guna mengundang kehadiran dewa Liok ting Thai-sin dan Liok tha Thai sin, yang bertugas menjaga keamanan langit, sehingga sanggup mengusir Thian-sat dan Thian-sin.

 

b.Saat mempelai wanita telah duduk dalam tandu, bintang Ceng-liong ce (Naga Hijau) dan Pek-hou ce (Macan Putih) telah siap mencabut nyawanya.

 

PENANGKAL: Ceng-liong ce paling takut dengan kilin, sedangkan Pek-hou ce takut dengan burung hong (funiks). Oleh karenanya, Tho Hwa Li menempelkan kertas merah bertuliskan warna emas, yang masing-masing berbunyi “KI LIN TO CU” dan “HONG HONG TO CU.” Artinya adalah “Kilin berada di sini” dan “Burung hong merah ada di sini.” Dengan demikian Naga Hijau dan Macan Putih kebur ketakutan.

 

c.Begitu tandu tiba di rumah mempelai pria, bintang Ceng-liong ce yang gagal membunuh pengantin wanita akan kembali beraksi, sehingga mempelai wanita bisa menemui ajalnya.

 

PENANGKAL: Melepaskan tiga batang anak panah, sehingga Ceng-liong ce lari ketakutan.

 

d.Begitu mempelai wanita memasuki rumah pengantin pria, bintang Thian Kau-ce (Kera Langit) telah siap mencekiknya.

 

PENANGKAL: Dengan menaburkan beras kuning, sehingga Kera Langit lari ketakutan. Beras kuning itu dipercaya mampu membutakan mata Kera Langit.

 

e.Bintang Ngo-kui-ce (Lima Setan) telah siap menanti di balik pintu rumah Ciu Kong dan siap menerjang serta menghabisi nyawa Tho Hwa Li.

 

PENANGKAL: Menggunakan niru sebagai payung yang telah digambari pat kwa. Dengan demikian, Lima Setan tidak berani mendekat dan menyingkir jauh-jauh.

 

f.Saat kedua mempelai duduk bersama di dalam kamar pengantin guna bersantap bersama, bintang Pek-hou ce akan datang lagi dan menghantam mempelai wanita sampai tewas.

 

PENANGKAL: Tidak ada penangkalnya, tetapi Tho Hwa Li tidak kehilangan akal. Ia pura-pura pusing dan berbaring di ranjang pengantin. Akibatnya hanya Ciu He Lian yang duduk sendirian di depan meja pengantin. Meskipun berdandan sebagai pengantin wanita, bintang Peh-hou ce tidak dapat ditipu. Ia lantas menghantam puteri Ciu Kong tersebut hingga tewas.

 

Dengan demikian, justru Ciu Kong yang kehilangan puterinya. Dendamnya pada Tho Hwa Li semakin bertambah.

 

Kisah di atas mencerminkan sebuah ajaran bahwa manusia hendaknya senantiasa berupaya memperbaiki keadaan. Meski benar bahwa kita tidak mengetahui apakah takdir dapat diubah atau tidak. Namun berusaha menciptakan sesuatu yang lebih baik adalah lebih baik ketimbang tidak berusaha sama sekali.

 

3.EPILOG

 

Ciu Kong mencari cara lain dalam membunuh Tho Hwa Li. Ia lantas mengetahui rahasia kelemahan Tho Hwa Li, yakni ranting pohon Tho tumbuh di halaman rumah Tho Hwa Li yang menjulur ke penjuru barat. Ciu Kong meminta potongan dahan tersebut pada Tho Wan Gwe, yakni ayah Tho Hwa Li, dengan alasan bahwa benda tersebut akan dipakai sebagai wahana penujuman. Benar saja setelah ranting pohon itu dipotong, kesehatan Tho Hwa Li semakin menurun dan akhirnya sakit parah. Sebelum meninggal, Tho Hwa Li berpesan pada Peng Cian, yang pernah ditolongnya, agar membenturkan peti jenazahnya saat hendak diangkut keluar dari rumah Ciu Kong. Permintaan ini dilaksanakan, dan ajaibnya Tho Hwa Li hidup kembali. Terjadi perang tanding dengan Ciu Kong. Ternyata Ciu Kong adalah jelmaan pedang dewa, sedangkan Tho Hwa Li adalah jelmaan sarungnya. Kedua pedang itu sebelumnya adalah milik Dewa Hian Thian Siang Tee (Siang Tee Kong) sewaktu Beliau masih bertapa di Bu-tong-san. Karena memperoleh Jit Gwat jing (sari murni matahari dan rembulan), akhirnya pedang beserta sarungnya berubah menjadi manusia. Saat tengah bertarung, keduanya lantas ditangkap oleh Dewa Hian Thian Siang Tee dan diubah kembali menjadi pedang dan sarungnya.Demikianlan akhir kisah menarik tersebut.

 

Epilog di atas nampaknya menandakan bahwa meskipun bertentangan, keduanya merupakan kedua hal saling melengkapi dalam tradisi Tionghoa, ibarat pedang beserta sarungnya. Pedang tanpa sarung juga tidak berguna dan bisa melukai sang pemilik pedang. Sarung saja tanpa pedang juga tidak berguna, karena tak dapat melindungi seseorang.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . .

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.