SANGGAHAN TERHADAP PANDANGAN BAHWA BUMI DATAR (FLAT EARTH) DITINJAU DARI WAKTU TERBITNYA MATAHARI

SANGGAHAN TERHADAP PANDANGAN BAHWA BUMI DATAR (FLAT EARTH) DITINJAU DARI WAKTU TERBITNYA MATAHARI.

.

Ivan Taniputera.

18 Juli 2016

.

Pada kesempatan kali ini, saya akan kembali mengajukan sanggahan terhadap pandangan bahwa bumi datar (flat earth). Ada pun topik sanggahan kali ini adalah waktu terbitnya matahari.

.

Pertama-tama, saya akan mengulas secara singkat konsep pandangan bumi datar mengenai terbit dan terbenamnya matahari. Menurut konsep bumi datar, matahari adalah seperti lampu yang berputar menerangi piringan datar bumi di bawahnya. Cahayanya menyebar seperti lingkaran. Kawasan yang terkena cakupan sinar matahari disebut siang hari, sebaliknya yang tidak terkena disebut malam hari. Gambarannya adalah seperti kita menyorotkan lampu senter. Bagian yang terkena cakupan cahaya lampu akan menjadi terang, sedangkan yang tidak akan tetap gelap. Bagian yang terang itu adalah siang, sebaliknya yang gelap adalah malam. Begitu kurang lebih teori mereka. Untuk jelasnya silakan lihat gambar di bawah ini.

.

 
 

.

Saya pergunakan model yang mereka (pendukung konsep bumi datar) buat sendiri. Lingkaran kuning di seputar matahari pada gambar di atas adalah cakupan cahaya matahari, sehingga yang terkena cakupan tersebut akan mengalami mulai dari matahari terbit hingga terbenam. Oleh karenanya, garis tepian hijau pada gambar menandai awal suatu tempat terkena cakupan cahaya matahari pada saat tertentu pula. Jadi, tempat yang terkena garis hijau tersebut akan mulai terang (fajar menyingsing). Bila kita saksikan, berdasarkan model tersebut, maka lebih banyak tempat di muka bumi ini mengalami malam hari ketimbang siang hari.

.

Jika kita cermati lebih jauh, maka nampak bahwa semakin utara suatu tempat, semakin cepat pula tempat tersebut mengalami siang hari. Jadi tempat yang terletak pada garis lintang utara pasti akan lebih cepat menyaksikan matahari terbit dibandingkan kawasan lintang selatan garis bujur yang sama. Hal ini dikarenakan garis tepian cakupan sinar matahari itu akan cepat tiba di belahan utara dibandingkan selatan pada garis bujur yang sama. Singkatnya busur A-A’ lebih pendek dibandingkan busur B-B’. Kita akan menguji apakah hal ini sesuai dengan kenyataan. Jikalau konsep bumi datar benar, maka akan terdapat perbedaan waktu matahari terbit yang signifikan, yakni makin ke selatan akan makin besar.

.

Untuk mengujinya saya akan menggunakan program online penghitung waktu terbit matahari berdasarkan garis lintang dan bujur, sebagaimana tersedia pada laman http://www.esrl.noaa.gov/gmd/grad/solcalc/sunrise.html. Kita tinggal memasukkan garis lintang, bujur, dan tanggal yang dicari.

.

Saya memilih tanggal 20 Maret 2016, karena saat itu matahari kurang lebih berada di garis katulistiwa, sehingga sesuai dengan model di atas.

.

Kita memilih garis bujur 105.0 Bujur Barat. Sebagai catatan pilihan garis bujur adalah bebas. Kemudian kita akan memasukkan berbagai derajat lintang utara dan selatan serta mencari kapan matahari terbit pada masing-masing kawasan itu.

.

Hasilnya adalah sebagai berikut:

.

80 derajat lintang utara, matahari terbit pada pukul 05:45 (waktu setempat) atau 12:45 UTC.

70 derajat lintang utara, matahari terbit pada pukul 05:56 (waktu setempat) atau 12:56 UTC.

60 derajat lintang utara, matahari terbit pada pukul 06.00 (waktu setempat) atau 13:00 UTC.

50 derajat lintang utara, matahari terbit pada pukul 06.01 (waktu setempat) atau 13:01 UTC.

40 derajat lintang utara, matahari terbit pada pukul 06.02 (waktu setempat) atau 13:02 UTC.

30 derajat lintang utara, matahari terbit pada pukul 06.03 (waktu setempat) atau 13:03 UTC.

20 derajat lintang utara, matahari terbit pada pukul 06.04 (waktu setempat) atau 13:04 UTC.

10 derajat lintang utara, matahari terbit pada pukul 06.04 (waktu setempat) atau 13:04 UTC.

0 derajat (khatulistiwa), matahari terbit pada pukul 06.04 (waktu setempat) atau 13:04 UTC.

10 derajat lintang selatan, matahari terbit pada pukul 06.04 (waktu setempat) atau 13:04 UTC.

20 derajat lintang selatan, matahari terbit pada pukul 06.04 (waktu setempat) atau 13:04 UTC.

30 derajat lintang selatan, matahari terbit pada pukul 06.04 (waktu setempat) atau 13:04 UTC.

40 derajat lintang selatan, matahari terbit pada pukul 06.03 (waktu setempat) atau 13:03 UTC.

50 derajat lintang selatan, matahari terbit pada pukul 06.03 (waktu setempat) atau 13:03 UTC.

60 derajat lintang selatan, matahari terbit pada pukul 06.02 (waktu setempat) atau 13:02 UTC.

70 derajat lintang selatan, matahari terbit pada pukul 05:59 (waktu setempat) atau 12:59 UTC.

80 derajat lintang selatan, matahari terbit pada pukul 05:51 (waktu setempat) atau 12:51 UTC.

.

Berdasarkan hasil perhitungan waktu matahari terbit di atas, nampak jelas bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara waktu matahari terbit di belahan bumi utara maupun selatan. Kawasan di belahan bumi utara belum tentu mengalami matahari terbit terlebih dahulu dibandingkan selatan. Sebagai contoh, kawasan 20 derajat lintang utara mengalami matahari terbit pada pukul 06.04, sementara itu kawasan 70 derajat lintang selatan justru terbit lebih dahulu pada pukul 05:59. Terlepas dari semua itu, perbedaannya tidaklah terlampau jauh.

.

Dengan demikian, model yang dibuat pendukung pandang bumi datar itu tidak sesuai dengan kenyataannya. Matahari tidak pasti terbit terlebih dahulu di belahan bumi utara dibandingkan belahan bumi selatan. Perbedaannya juga tidak signifikan, yakni hanya dalam hitungan menit.

.

Mungkin para pendukung bumi datar akan menyatakan bahwa software itu keliru atau semata-mata buatan para lawan mereka yang menganut pandangan bahwa bumi berbentuk bulat. Kendati demikian, logikanya bila program itu keliru atau tidak akurat, maka tentunya telah banyak diprotes orang dan sangat mungkin tidak dipergunakan lagi atau dihilangkan dari internet. Sebagai tantangan, para pendukung konsep bumi datar disarankan agar membuat program sendiri guna menghitung waktu matahari terbit maupun terbenam. Namun tentu saja, program itu harus dibuat berdasarkan konsep sebagaimana mereka anut. Dengan kata lain, mereka semata-mata harus membuatnya berdasarkan perhitungan menurut konsep bumi datar mereka sendiri. Tidak boleh mencontek rumusan-rumusan sains yang sahih. Silakan dibandingkan apakan program mereka akurat atau tidak.

.

Kesimpulannya, model konsep bumi datar jelas keliru. Hasil yang diperoleh justru menguatkan bahwa bumi berbentuk bulat.

Advertisements

SATU LAGI SANGGAHAN TERHADAP PANDANGAN BAHWA BUMI DATAR (FLAT EARTH).

SATU LAGI SANGGAHAN TERHADAP PANDANGAN BAHWA BUMI DATAR (FLAT EARTH).

.

Ivan Taniputera.

18 Juli 2016.

.

Saya baru saja menyaksikan sebuah video yang nampaknya dibuat oleh pendukung konsep bumi datar (flat earth). Pada video tersebut dijelaskan jawaban mengapa di kutub utara saat musim panas matahari tidak pernah terbit selama enam bulan dan selama musim panas matahari tidak pernah terbenam. Pada artikel saya sebelumnya berjudul MEMBANTAH TEORI BUMI DATAR (FLAT EARTH) (link: https://jualbelitanahrumahproperti.wordpress.com/2016/07/13/membantah-teori-bumi-datar-flat-earth/), saya telah mempertanyakan hal ini sebagai sanggahan terhadap bentuk bumi datar. Ternyata pada video lain terdapat jawaban sebagai berikut dari para penganut pandangan bumi datar.

.

Orbit matahari mengalami perubahan dalam setahun, yakni bergerak dari utara ke selatan dan kembali ke utara lagi. Saat matahari berada di selatan, maka cahayanya tidak tampak dari kutub utara, sehingga tidak pernah terbit selama kurang lebih enam bulan. Mereka juga menjelaskan bahwa perubahan orbit tersebut juga menjadi penyebab terjadinya pergantian musim Untuk jelasnya lihat gambar sebagai berikut.

.

 
 

.

Sebenarnya, penjelasan seperti tersebut di atas juga berlaku bila bumi bulat. Hanya saja dalam hal ini para pendukung pandangan bumi datar tidak menjelaskan mengapa orbit matahari dapat mengalami perubahan atau pergerakan sebagaimana dipaparkan di atas. Sebaliknya, jika bumi berbentuk bulat perubahan letak matahari itu dapat dijelaskan dengan cukup sederhana. Perubahan letak matahari terjadi karena poros rotasi bumi miring. Jadi matahari sesungguhnya tidak bergerak, melainkan perputaran bumi pada porosnya (rotasi) yang miring dan peredaran bumi mengelilingi matahari adalah penyebab terjadinya pergerakan semu matahari.

.

 
 

.

Karena poros rotasi bumi miring, maka ada kalanya selama peredaran mengelilingi matahari, belahan utara bumi menerima lebih banyak sinar matahari, sehingga mengalami musim panas. Matahari tidak pernah terbenam di belahan bumi utara selama kurun waktu tersebut. Enam bulan kemudian giliran belahan bumi selatan yang lebih banyak menerima sinar matahari. Akibatnya, belahan bumi selatan mengalami musim panas dan matahari tidak pernah terbenam di kutub selatan. Hal ini sesungguhnya telah dibahas pada pelajaran ilmu bumi di sekolah.

.

Jadi, penjelasan oleh para pendukung pandangan bumi datar di atas sebenarnya hanya mencontek konsep-konsep yang sudah diakui oleh sains. Hanya saja mereka tidak menjelaskan mengapa pergeseran itu bisa terjadi. Sebaliknya pandangan bumi bulat sebagaimana telah dibuktikan oleh sains modern dewasa ini dapat menjelaskannya secara gamblang.

.

Para penganut bumi datar juga menyatakan bahwa matahari sesungguhnya tidak “terbenam,” melainkan hilang dari pandangan seperti kereta api yang lenyap di kejauhan. Matahari tidak menempuh gerakan melengkung, melainkan menjauh seperti mobil atau kereta api. Perlahan kereta api itu akan semakin kecil dan menghilang dari pandangan kita. Jika benar apa yang dinyatakan penganut bumi datar, maka matahari pada sore hari akan lebih kecil atau jauh lebih kecil dibandingkan siang hari.

.

 
 

.

Namun pada kenyataannya, matahari yang sedang terbenam tidak lebih kecil dibandingkan matahari saat siang hari. Berikut ini adalah buktinya.

.

 
 

.

Ini sekali lagi merupakan bantahan telak terhadap pendukung pandangan bumi datar.

.

Sebagai tambahan, sebagaimana telah diungkapkan pada artikel saya sebelumnya terdapat perbedaan rasi-rasi bintang sebagaimana diamati di belahan bumi utara dan selatan. Jikalau bumi datar, maka perbedaan ini tidak akan terjadi, karena setiap bagian dunia akan mengamati rasi-rasi bintang yang sama. Namun pada kenyataannya, bintang kutub utara (Polaris) tidak nampak dari selatan. Adanya perbedaan rasi bintang belahan bumi utara dan selatan ini sesungguhnya sudah dikenal semenjak zaman dahulu. Berikut ini adalah gambar peta rasi bintang dari abad ketujuh belas karya seorang kartografer Belanda, Frederik de Wit (sumber: wikipedia).

.

 
 

.

Peta di atas dengan jelas memperlihatkan adanya rasi-rasi bintang belahan bumi utara dan selatan. Dengan demikian, merupakan bukti nyata bahwa bumi berbentuk bulat dan bukan seperti piringan yang datar. Perbedaan rasi bintang yang dapat disaksikan di belahan bumi utara dan selatan hanya dapat dijelaskan jika bumi berbentuk bulat.

.

 
 

.

Jadi berdasarkan bukti-bukti di atas, maka nampak bahwa bumi sekali lagi berbentuk bulat.

MEMBANTAH TEORI BUMI DATAR (FLAT EARTH)

MEMBANTAH TEORI BUMI DATAR (FLAT EARTH).

.

Ivan Taniputera.

13 Juli 2016

.

Baru-baru ini saya menyaksikan video di youtube dan membaca beberapa laman yang mengumandangkan kembali teori bahwa bumi berbentuk datar seperti piringan. Nampaknya pandangan tersebut menjadi populer kembali akhir-ahir ini. Berikut ini adalah kurang lebih gambaran visual pandangan mereka mengenai bentuk bumi.

.

 
 

Nampak bahwa bumi yang teridiri dari daratan dan lautan digambarkan sebagai piringan yang di tepinya terdapat dinding es Antartika. Konon dinding ini tidak tertembus oleh siapa pun. Selanjutnya di atas piringan tersebut terdapat kubah langit yang tidak pula dapat ditembus oleh manusia. Menurut salah satu teori tersebut, karena sifatnya yang tidak dapat ditembus itu, seluruh perjalanan antariksa termasuk pendaratan di bulan adalah kebohongan belaka (hoax). Teori ini berlanjut dengan mengemukakan adanya konspirasi raksasa yang mencekoki umat manusia sehingga meyakini bahwa bumi berbentuk bulat. Namun pada kesempatan kali ini, saya tidak akan membahas mengenai teori konspirasi. Saya hanya akan mengungkapkan keberatan-keberatan terhadap teori ini.

.

Keberatan pertama adalah mengapa penduduk di berbagai bagian bumi menyaksikan rasi bintang yang berbeda-beda. Jikalau benar bumi datar, maka masing-masing di antara mereka akan menyaksikan bintang atau rasi bintang yang sama. Mengapa saya yang berdiam di Pulau Jawa tidak dapat menyaksikan bintang kutub (Polaris)? Untuk jelasnya saya akan analogikan dengan gambaran sebagai berikut.

.

 
 

.

Misalkah terdapat kubah yang di dalamnya terdapat beberapa orang. Orang-orang itu berdiri pada berbagai tempat di dasar kubah. Pada puncak kubah terdapat sebuah lampu. Maka di mana pun orang-orang itu berdiri, mereka akan dapat menyaksikan lampu tersebut. Lampu itu dapat kita umpamakan sebagai Bintang Kutub (Polaris). Namun pada kenyataannya, tidak semua orang dapat menyaksikan Polaris. Jadi tidak mungkin bumi berbentuk datar.

.

Sebagai tambahan, saat Laksamana Zhenghe dari Dinasti Ming mengadakan pelayaran pertamanya ke belahan bumi selatan, mereka mengalami kesulitan dengan rasi-rasi bintang yang ada untuk bernavigasi, karena gugusan-gugusan bintang sebagaimana disaksikan di selatan berbeda dengan utara. Baru setelah beberapa pelayaran berikutnya, mereka dapat menyesuaikan dengan hal tersebut dan membuat peta bintang belahan bumi selatan. Kesulitan lain yang mereka alami juga diakibatkan oleh tidak tampaknya Polaris di selatan, padahal para pelaut China menggunakannya sebagai pedoman navigasi.

.

Keberatan kedua, saya pernah tinggal di Jerman. Saat musim dingin maka siang hari lebih pendek. Jam 08.00 pagi masih gelap dan jam 15.00 matahari sudah terbenam. Sebaliknya saat musim panas, matahari masih bersinar hingga pukul 22.00. Oleh karenanya, panjang siang dan malam hari berbeda-beda atau berubah-ubah tergantung musimnya. Dengan kata lain, matahari tidak terbit pada saat bersamaan di sepanjang tahun. Jikalau benar bumi berbentuk datar, hal ini tidak mungkin terjadi. Semua peristiwa alam ini membuktikan bahwa bumi berbentuk bulat dengan garis rotasi yang membentuk kemiringan relatif terhadap matahari. Apabila bumi datar, maka matahari akan terbit dan terbenam pada saat yang sama di sepanjang tahun.

.

Perubahan musim juga mustahil terjadi jika bumi datar. Pada kenyataannya, saat belahan bumi utara mengalami musim dingin, maka belahan bumi utara mengalami musim panas, dan begitu pula sebaliknya. Apabila bumi datar, maka hal tersebut tidak akan terjadi, karena seluruh permukaan bumi sepanjang tahun tidak akan mengalami perbedaan dalam penerimaan sinar matahari. Menurut teori bumi datar, maka matahari dan bulan sepanjang hari hanya melakukan gerak memutar-mutar saja di atas katulistiwa.

.

 
 

.

Apabila benar demikian, maka daerah kutub utara tidak akan pernah menyaksikan matahari terbenam sepanjang tahun. Namun pada kenyataannya, kutub utara mengalami malam hari selama enam bulan setiap tahunnya dan siang hari hari selama enam bulan berikutnya. Jadi, matahari tidak pernah terbenam selama enam bulan dan terbenam selama enam bulan lainnya. Ini kembali memperlihatkan bahwa bumi berbentuk bulat dengan garis rotasi membentuk kemiringan.

.

Penganut pandangan bumi datar menyatakan bahwa peristiwa terbit dan terbenamnya matahari adalah masalah pandangan perspektif saja. Mereka menyatakan bahwa terbenamnya matahari adalah laksana kereta api yang seolah-olah menghilang dari pandangan kita sewaktu bergerak menjauh akibat jaraknya sudah berada di luar jarak pandang kita. Karena jaraknya telah terlampau jauh, maka kita tidak melihatnya lagi. Sebagai tantangan bagi penganut pandangan bumi datar, maka saya persilakan mereka menggunakan teropong atau teleskop yang kuat guna melihat matahari saat di tempat mereka malam hari. Logikanya begini. Jikalau itu karena masalah jangkauan jarak pandang saja, manusia telah menemukan teropong atau teleskop guna memperluas jarak pandang mereka. Tentunya jika mereka meyakini bumi datar, saat malam hari matahari tentunya tidak terletak di balik belahan bumi mereka, sehingga dengan teropong atau teleskop yang kuat seharusnya masih tetap dapat terlihat. Untuk jelasnya lihat gambar sebagai berikut.

.

 

.

Sebagai tambahan, jikalau benar bumi berbentuk datar seharusnya dengan berdiri di puncak sebuah gedung tinggi di Jakarta dan menggunakan teleskop kuat, kita seharusnya dapat menyaksikan menara Eifel atau puncak Pegunungan Himalaya. Ini adalah tantangan yang harus dapat dipecahkan oleh penganut pandangan bumi datar.

.

Demikianlah beberapa keberatan terhadap pandangan bahwa bumi berbentuk datar.

.

Salah satu video yang dibuat oleh penganut konsep ini memang nampak sangat baik. Mereka seolah-olah dapat mendukung pandangannya dengan konsep-konsep terdengar ilmiah. Oleh karenanya, orang yang sama sekali tidak mempunyai pengetahuan ilmiah akan sulit sekali membantahnya.