RENUNGAN: HAKIKAT JATI DIRI ASALI YANG TIDAK BERBENTUK

RENUNGAN: HAKIKAT JATI DIRI ASALI YANG TIDAK BERBENTUK.

.
Ivan Taniputera.
31 Mei 2020.
.

.

Topik renungan kita kali ini barangkali agak berat. Mungkin hanya beberapa pembaca saja yang sanggup memahaminya. Kita akan sedikit membicarakan mengenai hakikat jati diri asali. Apa yang dinamakan hakikat jati diri asali tersebut, tidak berbentuk dan juga tidak bernama. Namun karena keterpaksaan dan agar mudah dipahami kita akan menyebutnya sebagai “hakikat jati diri asali.” Tetapi yang patut diketahui “hakikat jati diri asali” itu pun sebenarnya juga bukan namanya. Nama itu terpaksa diberikan agar mudah dikomunikasikan.
.
Hakikat jati diri asali itu tidak berbentuk atau tidak mempunyai rupa. Kendati demikian, pikiran konseptual kita yang membeda-bedakan telah memberinya suatu wujud. Itulah sebabnya, “wujud” itu karena “diberikan” bukan merupakan sesuatu yang sejati atau asali. Alasannya sangat sederhana, yakni karena awalnya memang tidak ada “wujud-wujud” semacam itu. Sayangnya, orang lalu menganggap “wujud-wujud” itu sebagai sesuatu yang asali dan sejati. Mereka lalu kehilangan esensi yang sebenarnya.
.
Itulah sebabnya, kita perlu kembali pada esensi hakikat jati diri asali yang tidak berwujud itu. Salah satu caranya adalah melalui keberanian mendekonstruksi pikiran-pikiran konseptual kita yang membeda-bedakan. Ini mungkin sangat berat dan memerlukan keberanian luar biasa. Kita perlu mendekonstruksinya lapis demi lapis, yakni seperti membuka lapisan demi lapisan bawang. Proses dekonstruksi itu harus dilakukan lapis demi lapis. Setelah seluruh lapisan dibuka, apakah yang tersisa? Tidak ada apa-apa. Kekosongan. Kesunyataan.
.
Agar jelas, kita akan memberikan suatu ilustrasi berupa pasir di pantai. Pasir itu asalnya tidak berbentuk, tetapi dengan menggunakan media cetakan, kita membentuknya menjadi beraneka ragam wujud. Wujud-wujud itu ada karena cetakan, yang mewakili pikiran konseptual membeda-bedakan kita. Namun sewaktu kita menghancurkan wujud-wujud dari pasir itu dan menggabungkannya kembali menuju keutuhan, kita dapatkan kembali pasir yang tidak berbentuk; yakni kembali seperti asalnya. Kita patut mengingat pula bahwa meski wujud-wujud itu kelihatannya berbeda, tetapi hakikatnya adalah pasir juga.
.
Artikel ini bukan hendak menyatakan bahwa pikiran konseptual tidak perlu. Hanya saja kita perlu menyadari bahwa itu hanya sebuah sarana atau metodologi saja dan tidak melekat padanya. Itu hanya sebuah perkakas, tetapi bukan tujuan atau hasil akhirnya. Seluruh perkakas hendaknya digunakan secara bijaksana dengan tujuan mewujudkan kebajikan.
.
Apakah Anda dapat memahami filosofi ini? Marilah renungkan bersama.

INI ADALAH MASA KESEMPATAN

INI ADALAH MASA KESEMPATAN

.
Ivan Taniputera.
27 April 2020.
.
Saat ini, tentu banyak di antara pada pembaca yang bekerja dari rumah (work from home). Barangkali tidak sedikit pula yang sudah mulai bosan berada di rumah terus. Meskipun demikian, jika kita renungkan secara seksama, maka ini merupakan masa kesempatan. Suatu kesempatan harus dimanfaatkan dengan baik. Kesempatan apakah? Ini merupakan masa kesempatan yang sangat baik karena dengan lebih banyak berdiam di rumah, Anda jadi lebih memiliki banyak waktu menggali lebih jauh apa rencana Anda bagi masa depan. Seringkali dikarenakan kesibukan kita tidak mempunyai waktu merumuskan rencana bagi masa depan kita. Akhirnya, kita hanya terseret saja oleh arus kehidupan. Kini Anda mempunyai banyak kesempatan membuat peta masa depan Anda. Ini merupakan kesempatan membuat perencanaan bagaimana mewujudkan mimpi-mimpi Anda. Beranikan diri Anda untuk bermimpi dan rencanakan cara mewujudkannya.
.
Anda dapat memulainya dengan mengambil alat tulis apa saja dan selembar kertas. Jika Anda terbiasa menulis buku harian (diary) maka Anda boleh menggunakan buku harian Anda. Anda juga boleh menuliskannya di komputer Anda. Pertama-tama, gali seluruh impian Anda. Anda boleh tuangkan dalam bentuk tulisan, gambar, sketsa, dan bentuk apa saja yang Anda kehendaki. Tidak perlu malu bermimpi, asalkan itu baik bagi diri Anda dan sesama manusia. Setelah itu, Anda buat perencanaan bagaimana agar mimpi-mimpi itu terwujud. Anda boleh menuangkannya dalam bentuk tulisan, tabel, gambar, dan lain sebagainya. Janganlah terburu-buru. Tuliskan atau gambar apa saja yang terlintas dalam pikiran Anda, terkait perencanaan tersebut. Simpan baik-baik apa yang Anda hasilkan. Barangkali Anda perlu menambahkan sesuatu atau merevisinya. Jika seluruh rencana sudah matang, maka berikrarlah untuk mengikuti peta atau rencana yang telah Anda buat itu. Kini Anda sudah mempunyai perencanaan bagi masa depan Anda.
.
Anda dapat juga menggali kembali bakat atau kemampuan Anda. Barangkali semasa kecil dahulu Anda mempunyai suatu bakat atau talenta yang terlupakan karena diharuskan studi atau bekerja. Kini Anda mempunyai kesempatan untuk menggalinya kembali. Jika Anda suka menulis, maka mulailah membuat suatu karya. Jika Anda suka menggambar, maka buatlah sketsa-sketsa. Barangkali di masa mendatang bakat atau talenta itu dapat menghidupi Anda beserta keluarga.
.
Ingatlah bahwa segala sesuatu pasti membawa sisi positif. Mulailah dari sekarang. Jangan tunda-tunda lagi.
.
Berikut ini, saya telah membuat wallpaper yang dapat digunakan oleh mereka yang masih mempunyai mimpi-mimpi bagi masa depannya. Gambar wallpaper ini diharapkan dapat menambah semangat beserta kekuatan dalam mewujudkan mimpi-mimpi itu. Begitu pula, jika ada di antara para pembaca yang merasa tidak mempunyai mimpi bagi masa depannya, maka pergunakanlah gambar wallpaper. Boleh pula menjadikan gambar wallpaper ini sebagai obyek meditasi. Gambar ini tentunya akan paling bermanfaat bagi mereka yang begitu memandangnya merasakan semacam ketertarikan atau afinitas dalam batinnya.
.
.
Anda juga boleh membagikan artikel dan gambar wallpaper ini bagi sahabat-sahabat Anda, khususnya mereka yang masih memerlukan mimpi-mimpi bagi masa depannya. Suatu impian dapat menjadi penyemangat kehidupan. Itulah sebabnya, setiap orang perlu mimpi bagi masa depannya. Tentu saja, yang dimaksud di sini adalah mimpi yang baik dan realistis. Mimpi yang baik adalah impian yang bermanfaat bagi diri Anda dan semua makhluk. Anda membantu orang lain, maka kebajikan itu akan terpulang kembali pada diri Anda.
.
BERANI BERMIMPI = BERANI MEWUJUDKANNYA.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .
.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum

PENTINGNYA INTUISI

PENTINGNYA INTUISI.

.

Ivan Taniputera.

20 Desember 2019.

.

Pada akhir minggu ini saya ingin sedikit mengulas mengenai pentingnya intuisi. Pertama-tama, kita akan mengulas terlebih dahulu apa makna intuisi. Berikut ini kita akan mengutipkan dari wikipedia, yakni di bawah entri intuition:

.

“Intuition is the ability to acquire knowledge without recourse to conscious reasoning. Different writers give the word “intuition” a great variety of different meanings, ranging from direct access to unconscious knowledge, unconscious cognition, inner sensing, inner insight to unconscious pattern-recognition and the ability to understand something instinctively, without the need for conscious reasoning”

,

Kita akan menerjemahkannya sebagai berikut.

.

“Intuisi adalah kemampuan untuk memperoleh pengetahuan tanpa melalui penalaran sadar. Berbagai penulis memberikan makna yang beraneka ragam bagi kata “intuisi,” mulai dari akses secara langsung pada pengetahuan tidak sadar, kognisi tidak sadar, pengindraan batin, wawasan batin, hingga pengenalan pola yang tidak disadari serta kemampuan memahami sesuatu secara instingtif tanpa memerlukan penalaran sadar.”

.

Berdasarkan makna di atas, maka intuisi adalah seolah-olah suatu pengetahuan yang datang begitu saja, tanpa kita mengolahnya melalui suatu proses pemikiran yang disadari. Orang awam mungkin menyebut intuisi ini sebagai “indra keenam.” Pada pembaca mungkin pernah mendapatkan pengalaman memperoleh intuisi semacam ini. Sebagai contoh, seseorang berkenalan dengan kawan baru. Entah mengapa ada suatu perasaan dalam hatinya yang mengatakan bahwa kawan baru itu orangnya tidak beres atau tidak baik. Ia lalu menjaga jarak terhadapnya. Ternyata beberapa hari kemudian, ia mendapatkan kabar bahwa orang baru itu memang penipu. Contoh lain, adalah seseorang yang mendapatkan suatu masalah. Tiba-tiba saja dalam batinnya timbul semacam kilasan pemikiran atau bisikan yang menyarankan pemecahan masalah tersebut dan benar saja, memang begitulah solusinya.

.

Banyak orang salah menyangka bahwa indra keenam itu termasuk dalam ranah mistis atau magis. Ranah yang hanya dimiliki oleh dukun atau paranormal. Sebenarnya, hal itu kurang tepat. Intuisi merupakan sesuatu yang penting bagi siapa saja. Sebagai contoh, misalkan Anda seorang pebisnis. Adalah baik jika Anda mempunyai intuisi yang kuat. Anda akan mengetahui keputusan-keputusan bisnis tepat yang harus diambil. Begitu pula jika Anda seorang ilmuwan. Intuisi juga berguna untuk menyelesaikan berbagai persoalan tentang sains. Sebagai contoh adalah Friedrich August Kekule (1829-1836), seorang ahli kimia yang menemukan struktur kimia Benzena berkat bantuan mimpi. Singkatnya, semua orang memerlukan intuisi dan ini bukanlah sesuatu yang gaib.

.

Intuisi sebenarnya berkaitan dengan kepekaan. Hewan-hewan juga memiliki kepekaan semacam ini. Sebagai contoh, menjelang terjadinya bencana alam, seperti gunung berapi, banyak hewan akan turun gunung guna menyelamatkan dirinya. Hewan-hewan ini mempunyai semacam kepekaan terhadap perubahan energi atau getaran di alam.

.

Ada orang yang sudah mempunyai bakat dalam intuisi semenjak lahirnya, seperti orang yang dilahirkan dengan bakat melukis. Namun bukan berarti intuisi tidak dapat dikembangkan atau dilatih. Sebagaimana halnya setiap orang dapat belajar melukis.

.

Pada kesempatan kali ini, saya akan memperkenalkan cara atau metoda yang sangat sederhana dalam melatih intuisi. Anda dapat menggunakan telefon genggam Anda. Latihan ini adalah berupaya mengenali jam dengan angka kembar, yakni jam yang angka jam dan menitnya sama, misalnya 00:00, 01:01, dan seterusnya. Jadi tujuan latihan ini adalah kemampuan untuk melihat pada jam telefon genggam Anda tepat pada atau sejenak menjelang jam menunjukkan angka kembar tersebut dengan sendirinya. Dengan kata lain, harus ada sesuatu yang menggerakkan diri Anda menengok pada telefon genggam Anda saat jam menunjukkan angka-angka kembar tersebut.

.

.

Pertama-tama Anda menyetel alarm telefon genggam Anda sebagai contoh pada pukul 00:00. Ada dapat memilih pukul berapa saja, asalkan angka jam dan menitnya kembar. Setelah alarm berbunyi, maka Anda dapat menyetelnya pada jam dengan angka kembar lain. Lakukan latihan ini beberapa waktu sekehendak hati Anda. Paling tidak Anda memerlukan waktu beberapa hari. Selanjutnya, Anda jangan lagi menggunakan alarm. Cobalah bergantung pada perasaan Anda sendiri, tanpa bantuan alarm. Tengoklah jam di telefon genggam Anda, sewaktu muncul dorongan dalam hati Anda untuk melakukannya. Lihat apakah benar saat itu tepat atau menjelang jam dengan angka jam dan menit kembar. Apabila Anda sudah berhasil melakukannya dengan tingkat keseringan yang tinggi, maka itu tadanya latihan Anda telah dapat dikatakan sukses. Tentu saja keberhasilannya tidak harus 100 %. Anda akan mendapati bahwa intuisi Anda seringkali akan tepat. Cobalah mengambil keputusan-keputusan bisnis berdasarkan intuisi Anda. Tentu saja jangan keputusan-keputusan besar terlebih dahulu. Perhatikan apakah keputusan-keputusan itu seringkali tepat?

.

Sekedar berbagi pengalaman. Saya mempunyai kesaksian sebagai berikut. Tadi siang saya sedang memanaskan mesin mobil saya. Setelah beberapa saat ada dorongan dalam hati yang mengatakan bahwa itu sudah cukup. Saya bergegas berjalan ke meja kerja saya dan menengok telefon genggam saya. Ternyata jamnya adalah 15:15.

.

Apabila ada yang sudah mencobanya dan mendapatkan pengalaman menarik boleh membagikan pengalaman itu pada saya.

.

Saya berharap artikel ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.

RAHASIA KEHIDUPAN: KITA ADALAH BAGIAN DARI SUATU FRAKTAL

RAHASIA KEHIDUPAN: KITA ADALAH BAGIAN DARI SUATU FRAKTAL.

.

Ivan Taniputera.

23 Februari 2019.
.
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai rahasia penting kehidupan. Kita merupakan suatu fraktal yang merupakan bagian dari suatu keutuhan. Pembahasan ini sangat penting bagi mereka yang menekuni dunia metafisika dan spiritual. Untuk jelasnya, silakan perhatikan gambar di bawah ini.
.

.

Kita akan memotong-motong gambar tersebut dan menyusunnya kembali sebagai berikut.
.
.
Gambar itu kita potong menjadi 18 bagian, kemudian bagian paling ujung kiri, yang kita sebut bagian pertama, kita pisahkan dan selanjutnya kita letakkan pada bagian terpisah yang untuk mudahnya kita sebut bagian urutan ganjil. Bagian berikutnya atau bagian kedua kita taruh pada bagian yang berbeda. Untuk kemudahannya, kita sebut bagian urutan genap. Bagian ketiga, kita letakkan di samping bagian pertama, yakni di bagian urutan ganjil. Bagian keempat kita letakkan di samping bagian kedua, yakni di bagian urutan genap. Bagian kelima, kita letakkan di samping bagian ketiga, yakni di bagian urutan ganjil. Demikian seterusnya. Jika proses ini sudah selesai dilakukan, kita mendapatkan gambar dua sosok badut. Pada gambar yang belum dipotong-potong terdapat seorang badut saja; namun kita dapat memotong-motong dan menyusun ulang, sehingga mendapatkan dua gambar badut. Bagaimana jika proses ini kita ulangi lagi bagi gambar dua badut itu? Kita akan memutarnya 90 derajat dan memotong-motong serta menyusun ulang, seperti pada proses sebelumnya. Berikut ini adalah hasilnya.
.

.

Dari gambar 2 sosok badut itu, jika dipotong-potong dan susun ulang, kita dapatkan gambar 4 badut. Kita akan mengulanginya, tetapi dengan arah potong membentuk 90 derajat terhadap arah potong sebelumnya. Berikut ini adalah hasilnya.
.

.

Kita dapatkan gambar 8 sosok badut. Meskipun bentuknya sudah mulai terdistorsi, tetapi kita masih dapat mengenali kedelapan sosok tersebut. Kita ulangi prosesnya, dimana arah potong diputar 90 derajat dengan arah potong proses sebelumnya. Kita dapatkan hasil sebagai berikut.
.
.
Kita dapatkan 16 gambar sosok badut. Meski gambar-gambarnya makin terdistorsi, kita masih dapat mengenali adanya keenam belas sosok tersebut. Kita akan mengulanginya kembali. Berikut adalah hasilnya.
.

.

Nampak bahwa sosok yang dihasilkan semakin banyak, tetapi makin terdistorsi, sehingga sulit dikenali dan ditentukan jumlahnya.
.
Berdasarkan hal ini, kita dapat menyimpulkan bahwa masing-masing sosok masih menyimpan informasi yang berasal dari gambar utuh pertama yang belum terbagi. Masing-masing sosok itu sama-sama merupakan bagian dari keutuhan. Tidak ada bagian yang bertambah maupun berkurang. Kita dapat mengatakan bahwa bagian suatu sosok terkait pula dengan bagian lainnya, yang sama-sama berasal dari gambar utuh sebelum terpotong-potong dan berkali-kali mengalami penyusunan ulang. Karena itulah, jika kita kaitkan dengan metafisika baik Barat maupun Timur, tidak mustahil mendapatkan informasi mengenai kehidupan seseorang melalui kedudukan benda langit saat ia dilahirkan (ilmu Astrologi) atau konfigurasi elemen pada tahun, bulan, hari, serta jam waktu kelahirannya (ilmu Bazi). Meskipun informasi itu kelihatannya terpisah tetapi tidak demikian halnya. Semuanya adalah bagian dari suatu keutuhan. Kepribadian seseorang terpetakan pula pada kedudukan benda langit saat ia dilahirkan. Ini adalah informasi-informasi yang terkait satu sama lain dan merupakan bagian suatu keutuhan (holistik).
.
Seringkali kita salah menyangka bahwa informasi-informasi itu merupakan sesuatu yang terpisah dan tidak terhubung satu sama lain. Ini adalah pandangan yang keliru. Semakin kita memecah-mecahnya, semakin pula sesuatu itu nampak terdistorsi. Realita ini diwakili secara jelas oleh gambar-gambar di atas. Semakin banyak gambar sosoknya, makin pula wujudnya terdistorsi, sehingga sulit dikenali lagi. Itulah sebabnya, kita perlu berhenti memecah-mecah realita. Kuncinya adalah memahami bahwa kita semua adalah bagian keutuhan dan perlu mengembalikan berbagai pengetahuan atau informasi yang sudah dipotong-potong serta disusun ulang itu pada keadaan awalnya berupa keutuhan nan tak terbagi-bagi. Barulah semuanya menjadi jelas. Tidak ada lagi yang terdistorsi. Wujudnya nampak jelas dan sempurna. Inilah yang menjadi tugas para penekun spiritual.
.
Pengetahuan mengenai rahasia fraktal kehidupan ini sangatlah penting. Sebagai praktisi metafisika, kita jadi mengetahui rahasia di balik ilmu-ilmu yang kita pelajari. Kita mulai sanggup memahami prinsip bekerjanya ilmu-ilmu seperti Astrologi dan Bazi. Sementara itu, para penekun spiritual akan mengetahui apakah tujuan utama spiritualisme. Kita runut ulang tahapan-tahapannya kembali pada keutuhan. Jangan sampai terbalik dan makin terpecah-pecah, sehingga distorsi makin parah dan begitu pula halnya dengan ketidak-jelasan beserta kebingungan.
.

.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, silakan bagikan pada orang-orang yang Anda kasihi.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .
.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

POHON DAN BAYANGANNYA

POHON DAN BAYANGANNYA.

.

Ivan Taniputera.

17 Juli 2018.

.

 

.

Suatu kali saya sedang mengadakan perjalanan ke sebuah negeri antah berantah. Pemandu saya, Pak Marques menuturkan mengenai sebuah desa yang bernama Desa Kebijaksanaan. Di sana terdapat seorang lanjut usia, yang biasa dipanggil Pak Pengetahuan. Ia gemar menuturkan kisah-kisah kebijaksanaan yang unik pada para warga desa. Konon semenjak usia mudanya, Pak Pengetahuan sudah menjadi tukang cerita. Karena warga di desa itu tidak begitu menggemari gadget beserta teknologi modern lainnya, maka kisah-kisah tuturan Pak Pengetahuan merupakan sumber hiburan utama bagi mereka. Saya berniat mengunjungi desa tersebut, karena saya menggemari tujuan wisata yang lain dari yang lain. Pak Marques kemudian mengatur perjalanan ke sana. Pada kesempatan kali ini saya hanya menuturkan ulang saja apa yang saya alami di desa tersebut.

.

Singkat cerita keesokan harinya saya tiba di Desa Kebijaksanaan selewat tengah hari; yakni sekitar pukul 01.00 siang. Pemandangan alam di sana tidaklah mengecewakan. Kami lalu menuju ke tempat kediaman Pak Pengetahuan. Ternyata di sana telah berkumpul para warga desa yang siap mendengarkan kisah Pak Pengetahuan. Mereka sedang beristirahat sejenak dari pekerjaan di ladang. Memang, sebagian besar penduduk desa bermata pencaharian sebagai peladang. Hasil utama desa mereka adalah jagung.

.

Siang itu, Pak Pengetahuan mengisahkan mengenai seseorang yang belum pernah melihat pohon. Tentu saja karena namanya sebuah kisah, maka kita janganlah terlalu mencoba mencernanya dengan logika, begitu pikir saya. Ia hanya mendengar penuturan teman-temannya bahwa pohon itu sangatlah indah. Ia lalu ingin melihat seperti apakah pohon itu. Orang itu, sebut saja namanya Si Pengelana, bertanya pada seorang profesor yang pandai, mengenai seperti apakah pohon itu. Profesor yang ditanya lalu menjelaskan secara panjang lebar mengenai pohon beserta ciri-cirinya. Setelah mendengar uraian sang profesor, ia lalu melangkah pergi dan mencari sesuatu dengan ciri-ciri seperti yang digambarkan profesor tersebut.

.

Saat berjalan, tiba-tiba mata Si Pengelana terpaku pada sebuah citra di tanah yang tak lain dan tak bukan adalah bayangan sebatang pohon. Ia berhenti sebentar dan mengamatinya. Ia lantas berkata, “Sungguh mirip sekali dengan apa yang digambarkan profesor yang kutanya tadi.” Tiba-tiba ia melompat penuh kegembiraan seraya berseru, “Oh inilah rupanya yang disebut pohon itu!” Si Pengelana terpaku dengan takjub. Ia merasa telah menemukan apa yang dicarinya. Demikianlah, Si Pengelana terus mematung di tempat tersebut dipenuhi luapan kegirangan batin luar biasa yang tak tergambarkan. Matanya terus mengamati citra di tanah tersebut. Entah berapa waktu telah berlalu.

.

Matahari semakin menggelincir ke arah barat dan malam pun tiba. Si Pengelana baru menyadari bahwa citra yang diamatinya penuh rasa takjub itu menghilang. Kegelapan menyelimuti tempat di sekitarnya. Tetapi yang lebih penting lagi adalah timbul perasaan sedih dan kehilangan yang luar biasa. Jika sebelumnya, ia merasakan kegembiraan meluap-luap; kini rasa sedih itu menjalari batinnya. Ke manakah perginya “pohon” yang dikaguminya itu. Karena hari telah menjadi gelap, Si Pengelana mengeluarkan korek dari saku bajunya. Ia menyalakan korek itu dan melihat ke sekeliling. Tiba-tiba dengan diterangi cahaya korek yang dinyalakannya, tidak jauh dari tempat tersebut, ia menyaksikan suatu sosok sedang berdiri dengan gagahnya. Ia mengamati sosok tersebut. Ternyata sosok itu justru jauh lebih mendekati gambaran mengenai pohon sebagaimana diuraikan sang profesor. Seluruh uraian sang profesor benar-benar bersesuaian dengan sosok tersebut. Bersesuaian secara sempurna tanpa ada yang terlewatkan.

.

Kegembiraan baru menjalari batin Si Pengelana. Kini ia tahu bahwa apa yang baru saja dilihatnya itu merupakan pohon sebenarnya. Bayangan sebuah pohon bisa menghilang sedangkan pohon yang sebenarnya tetap ada. Si Pengelana lalu memeluk pohon tersebut. Ia telah berjumpa dengan apa yang dicarinya.

.

Pak Pengetahuan mengakhiri kisahnya karena para warga desa hendak kembali ke ladang masing-masing. Para warga pun nampak puas dan bertepuk tangan.

.

Kisah ini bagi saya cukup menarik, tetapi saya sendiri tidak yakin dengan penafsiran saya terhadap makna filosofis cerita tersebut. Apakah para warga desa yang mendengarnya mengetahui makna filosofis tersebut? Entahlah. Apakah memang cerita itu hanya sekedar cerita saja tanpa mempunyai makna filosofis tertentu? Entahlah. Saya lalu mendekati Pak Pengetahuan dan menanyakan apakah makna kisah tersebut. Pak Pengetahuan hanya tersenyum dan berkata, “Temukanlah sendiri.”

.

“Apakah yang dimaksud dengan bayangan pohon itu?”

“Apakah yang dimaksud dengan pohon itu?”

“Siapakah sesungguhnya yang dimaksud dengan Si Pengelana?”

“Mengapa justru cahaya korek api yang kecil dapat menuntun Si Pengelana menemukan pohon sebenarnya?” “Mengapa malah bukan cahaya matahari?”

“Apakah yang dimaksud dengan cahaya korek api kecil pada kisah ini?”

.

Banyak pertanyaan yang timbul dalam benak saya. Apakah para pembaca mengetahui jawabannya? Apakah para pembaca ingin mengetahui jawabannya?

.

“Temukanlah sendiri.”

MEMILIH PEMIMPIN LAMA DAN BARU DI SEBUAH NEGERI ANTAH BERANTAH

MEMILIH PEMIMPIN LAMA DAN BARU DI SEBUAH NEGERI ANTAH BERANTAH.

.

Ivan Taniputera.

6 Mei 2018.

.

 

 

CATATAN: Kisah ini adalah sepenuhnya fiksi. Kemiripan nama dan jalan cerita hanyalah sepenuhnya kebetulan.

.

Dalam perjalanan saya mengunjungi sebuah negeri antah berantah tibalah saya di sebuah kota kecil. Karena hari telah menjelang senja singgahlah saya di sebuah kedai kopi. Saya juga hendak menanyakan di mana saya dapat bermalam di kota kecil tersebut sebelum meneruskan perjalanan menikmati keindahan hutan Amazonias keesokan harinya. Segera saya mencari meja yang kosong, karena sore itu kedai cukup penuh. Kebetulan saya mendapatkan meja kosong di dekat tiga orang yang sedang menikmati kopi pesanannya. Dua orang usianya masih agak muda; sedangkan satu lagi sudah lanjut usia dan mengenakan kaca mata. Karena jarak yang berdekatan saya dapat mendengar obrolan mereka dengan baik. Belakangan saya mengetahui bahwa kedua orang muda itu masing-masing bernama Sanchez dan Ramirez. Sementara orang tua itu mereka panggil Pak Tua Bijaksana.

.

Saya juga baru mengetahui bahwa tahun depan negeri itu akan memilih pemimpin baru mereka. Di Negeri Antah Berantah itu pemilihan pemimpin dilakukan setiap beberapa tahun sekali dan kebetulan tahun depan memang merupakan saat diselenggarakannya ajang pemilihan pemimpin baru. Seorang pemimpin yang sudah atau sedang menjabat dapat dipilih kembali. Demikianlah yang saya baca dari buku petunjuk wisata Negeri Antah Berantah.

.

Orang yang pada akhirnya saya ketahui bernama Sanchez memulai pembicaraan, “Pokoknya tahun depan pemimpinnya harus yang sekarang menjabat!”

.

Orang muda satunya yang dipanggil Ramirez nampak tidak mau kalah. Ia berkata, “Pokoknya tahun depan pemimpinnya harus yang baru!.”

.

Sanchez: “Yang lama!!!”

Ramirez: “Yang baru!!!”

.

Hampir saja mereka saling menggebrak meja. Dari percakapan mereka nampak jelas bahwa Sanchez merupakan pedukung pemimpin lama. Sebaliknya Ramirez menginginkan pemimpin baru. Saya kemudian mengetahui bahwa pemimpin lama, tahun depan hampir dipastikan akan mencalonkan diri kembali.

.

Tiba-tiba bapak tua yang menyertai mereka dan dari tadi diam saja berdehem dan mulai berbicara, “Bukankah tujuan kita kemari adalah menikmati lezatnya kopi kedai ini dan sejuknya udara sore? Apakah tujuan kita kemari untuk bertengkar?”

.

Sanchez dan Ramirez serentak berkata, “Bagaimana pendapat Pak Tua Bijaksana?”

.

Bapak tua yang dipanggil Pak Tua Bijaksana itu menjawab, “Bagaimanapun juga kita saat ini belum mengetahui siapakah saingan pemimpin lama yang hendak mencalonkan diri kembali tersebut. Apakah kalian sudah mengetahui siapakah calon pemimpin lainnya?”

.

Sanchez dan Ramirez menggelengkan kepalanya.

.

Pak Tua Bijaksana melanjutkan, “Kalau begitu untuk apa kalian bertengkar? Masih terlalu dini untuk menyatakan pilihan kalian. Jika apa saja yang dapat dipilih belum diketahui secara pasti, untuk apa kalian bersitegang masalah pilihan? Bukanlah itu berarti kalian meributkan sesuatu yang belum jelas? Apalagi sampai merusak suasana minum kopi yang menyenangkan ini.”

.

Mereka bertiga kemudian menghirup kopi masing-masing yang masih sedikit mengepulkan asap. Para pengunjung lain tidak mempedulikan percakapan mereka bertiga.

.

Pak Tua Bijaksana melanjutkan kembali perkataannya, “Aku akan memberikan sebuah analogi. Misalkan aku akan memberikan hadiah pada kalian tahun depan. Pilihan hadiahnya ada dua, namun salah satu akan kukatakan sekarang; yakni mobil. Sedangkan satu lagi belum mau kukatakan sekarang. Aku baru mau mengatakannya tahun depan saat ajang pemberian hadiah dibuka. Kalian belum mengetahui pilihan hadiahnya yang satu lagi. Lalu ada orang yang berkata bahwa ia mau mobil saja. Yang lain berkata bahwa ia tidak mau mobil. Nah, kemungkinannya ada dua. Bila ternyata hadiahnya yang satu adalah pesawat terbang, maka yang pertama akan kecewa. Ternyata ada hadiah yang jauh lebih baik, yakni pesawat terbang; padahal ia sudah memilih mobil. Namun jika ternyata hadiahnya yang satu adalah sepeda, maka orang kedua akan kecewa, karena ia sudah menolak mobil; sehingga harus menerima pilihan hadiah yang jauh lebih buruk. Tentunya dengan asumsi bahwa mereka masing-masing tidak boleh menjilat ludahnya sendiri.

.

Bapak tua itu berhenti sebentar untuk membetulkan letak kaca matanya dan menghirup kopi di cangkirnya. Kopi itu tentunya sudah agak dingin.

.

Ia melanjutkan lagi ucapannya, “Begitu pula dengan memilih pemimpin baru. Kita juga belum tahu apakah pada tahun depan ada calon lain yang lebih baik atau tidak. Terlalu dini untuk membicarakan hal tersebut. Aku sendiri netral. Jika ada calon yang sanggup membuktikan dirinya lebih baik, mengapa aku tidak memilihnya? Kita harus memilih pemimpin terbaik bagi Negeri Antah Berantah yang kita cintai ini. Bukankah demikian, Nak Sanchez dan Ramirez?”

.

Sanchez dan Ramirez mengangguk setuju.

.

Pak Tua Bijaksana berkata lagi, “Dari pada bertengkar, lebih baik masing-masing pihak berupaya memunculkan calon terbaiknya, khususnya yang menginginkan pergantian pemimpin tahun depan. Lebih baik munculkan konsep-konsep apa yang hendak mereka wujudkan bila terpilih kelak. Pemimpin lama lebih baik melakukan penilaian terhadap apa yang telah dikerjakan selama masa pemerintahannya. Coba ciptakan program-program yang lebih baik lagi. Apa yang keliru dan kurang baik hendaknya diperbaiki di masa mendatang. Seorang pemimpin tidaklah luput dari kesalahan dan kekurangan, tetapi pemimpin yang baik bersedia mengakui kesalahannya, meminta maaf, serta memperbaikinya di masa mendatang. Dengan demikian, masing-masing calon dapat saling beradu konsep. Sementara itu, para pendukung masing-masing calon juga jangan saling bertengkar apalagi bermusuhan. Tiap orang bebas menentukan pilihannya masing-masing. Mari kita pilih pemimpin yang terbaik. Tidak perlu terpaku pada satu sosok, melainkan pada program dan konsepnya bagi negara kita.

.

Mereka kemudian menghabiskan sisa kopi yang ada di cangkir masing-masing.

.

Pak Tua Bijaksana berkata, “Tak terasa sekarang sudah hampir gelap. Jam telah menunjukkan pukul tujuh malam. Aku hendak pulang dulu ke rumahku.”

.

Sanchez dan Ramirez juga hendak pulang ke rumah mereka masing-masing. Demikianlah, mereka bertiga beranjak meninggalkan meja dan menuju kasir.

.

Saya tiba-tiba teringat mengenai rumah penginapan yang saya perlukan malam itu. Saya juga bangkit berdiri ke meja kasir untuk membayar dan menanyakan letak rumah penginapan terdekat. Besok saya masih harus melanjutkan perjalanan saya. Demikianlah, sedikit pengalaman saya di kedai kopi Negeri Antah Berantah.

APAKAH DUNIA DALAM CENGKERAMAN ELIT GLOBAL?

.

Ivan Taniputera.

8 Mei 2018.

.

 

 

.

Sore ini saya bertanya-tanya, tema apa lagi yang perlu saya tulis? Tiba-tiba dalam hati saya terdengar suatu suara, “Tulislah mengenai elit global.” Sejujurnya, sampai saat ini saya tidak memandang pembahasan mengenai keberadaan suatu elit global yang mencengkeram dunia sebagai hal yang serius. Apalagi mengenai teori konspirasi. Saya biasanya memandang hal-hal tersebut sebagai topik hiburan saja. Saya lebih berpegang pada paparan dan kajian ilmiah yang dianut kalangan akademisi. Sebagai penggemar sejarah dan politik, saya biasanya berpegang pada kajian arus utama (main stream). Namun kali ini tiba-tiba berbagai ide mengalir begitu saja dalam pikiran saya.

.

Tiba-tiba terlintas di benak saya bahwa elit global itu mungkin dan memang ada dalam sejarah. Kita tidak perlu beralih pada sejarah alternatif atau teori konspirasi untuk mengetahui keberadaannya. Sepanjang sejarah, telah ada “elit-elit global” yang berupaya mengarahkan jalannya sejarah. Hal ini dicatat pada buku-buku dan karya sejarah yang sudah diterima umum. Marilah kita kembali ke Eropa menjelang Perang Dunia I (1914-1918). Ketika itu, dunia dikendalikan oleh negara-negara Eropa yang mempunyai banyak wilayah jajahan. Sebagai contoh, adalah Inggris, Perancis, Jerman, Austria Hungaria, dan Rusia. Mereka inilah yang dapat disebut sebagai “elit-elit global” pada zaman itu. Mereka telah berupaya mengatur dan mengendalikan wilayah-wilayah kekuasaannya di berbagai belahan dunia. Dunia diatur oleh segelintir orang saja. Hal-hal ini sudah dibahas pada banyak buku sejarah yang telah umum diterima kebenarannya.

.

Apakah elit-elit global ini bisa berperang satu sama lain? Jawabnya adalah bisa. Selama terdapat perbedaan kepentingan, perang antar elit global mungkin saja pecah. Buktinya adalah Perang Dunia I (1914-1918). Rusia turun membantu Serbia untuk mengamankan pengaruhnya di Balkan. Segera saja, sekutu masing-masing negara yang terlibat perang turun pula dalam kancah peperangan. Api peperangan berkecamuk dengan dashyatnya di Eropa. Perang Dunia I dilanjutkan dengan Perang Dunia II. Elit global kali ini terbagi menjadi dua kubu; yakni kubu Poros; yang terdiri dari Jerman, Italia, dan Jepang, melawan kubu Sekutu; yang dimotori oleh Inggris, Perancis, Amerika Serikat, dan Rusia. Sejarah mencatat kekalahan Kubu Poros.

.

Dari abu sisa Perang Dunia II muncul apa yang dinamakan Perang Dingin. Muncul kembali dua kubu di sini; yakni blok Barat yang dimotori Amerika Serikat, melawan blok Timur yang dikomandoi Rusia. Mereka melancarkan proxy war (perang yang tidak dilancarkan di negaranya sendiri) dan turut serta dalam percaturan politik negara-negara lain. Dengan demikian, elit-elit global pada masa Perang Dingin adalah para petinggi Amerika Serikat dan Rusia. Merekalah yang bermain dalam percaturan politik dunia.

.

Apa yang baru saja saya tulis di atas merupakan sejarah resmi yang sudah menjadi pengetahuan umum; jadi bukan merupakan sesuatu yang misterius. Berdasarkan hal itu kita dapat menyimpulkan bahwa elit-elit global itu memang ada. Hanya saja elit-elit itu bisa saja berganti-ganti sepanjang zaman. Tokohnya juga sudah pasti berganti-ganti.

.

Berdasarkan apa yang sudah dipaparkan di atas, maka elit-elit global itu merupakan pemimpin negara-negara yang kuat pada suatu masa. Logikanya, tentu saja karena punya kekuatan mereka akan sanggup melebarkan pengaruh di dunia ini. Elit-elit global itu bisa saja merupakan para pemilik modal terbesar di dunia. Uang tak pelak lagi merupakan daya penggerak yang dashyat. Dengan uang, mereka dapat turut mengatur dunia ini. Kita tidak perlu jauh-jauh dalam membuktikan kebenaran pernyataan ini. Sebenarnya, di mana pun juga terdapat tak terhitung “elit global kecil” atau sebut saja “elit lokal.” Sebagai contoh, Anda adalah orang yang paling kaya di kampung halaman Anda. Tentunya Anda akan mempunyai pengaruh dalam berbagai peristiwa yang terjadi di kampung halaman Anda. Intinya, orang yang mempunyai kelebihan dari sisi keuangan, sudah pasti patut diperhitungkan dan ia mempunyai peluang besar dalam mengarahkan berbagai peristiwa di lingkungan sekitarnya. Demikianlah yang terjadi dalam skala kecil dan terlebih lagi dalam tataran dunia.

.

Berdasarkan kenyataan di atas, kita tidak dapat mengabaikan kenyataan bahwa elit-elit global itu ada. Di antara sekian milyar penduduk bumi ini, berapa gelintir yang menguasai keuangan dunia? Silakan Anda renungkan sendiri. Bukankah mereka orang yang sangat berpengaruh?

.

Para elit global ini tentu saja terutama hanya mengupayakan kepentingan mereka semata. Ini tentu saja merupakan sesuatu yang wajar. Bila Anda seorang “elit global kecil” atau “elit lokal” bukankah Anda juga berupaya mengamankan kepentingan Anda? Apa yang disebut kepentingan itu tidak jarang berbenturan dengan kepentingan pihak atau orang lain. Dengan demikian, bisa saja terjadi perang kepentingan. Tentu saja, mereka yang mempunyai sumber daya besar akan sanggup menggunakan berbagai cara agar kepentingan mereka yang menang. Mereka dapat memperalat orang lain untuk mencapai tujuannya, baik disadari atau tidak. Sumber daya yang lebih besar membuat Anda sanggup menerapkan lebih banyak strategi atau taktik. Tujuannya adalah kemenangan Anda. Tentu saja korban dari pihak lawan tidak dapat dihindari. Itulah sebabnya, kemenangan itu memerlukan korban. Hingga sejauh ini, Anda dapat mengikuti logikanya, bukan? Sangat sederhana dan tidak ada yang rumit. Sampai di sini saya hendak mengatakan bahwa teori konspirasi itu mungkin ada sebagai bagian dari rencana atau strategi. Kendati demikian, kita jangan terlalu berlebihan, yakni mengaitkan segala sesuatu dengan teori konspirasi. Selama belum ada bukti yang sahih, maka kita lebih baik diam saja.

.

Kita kembali pada bahasan tentang elit global. Telah diungkapkan di atas bahwa elit-elit global itu hampir pasti akan membela kepentingannya terlebih dahulu. Nampaknya hampir mustahil bahwa mereka akan membela kepentingan Anda. Anda bukan kerabat dan saudara mereka; kenal pun tidak, lalu untuk apa mereka membela kepentigan Anda? Bahkan mungkin sekali Anda justru diperalat oleh mereka guna mencapai tujuannya, baik disadari maupun tidak. Mungkin Anda tidak menyadarinya dan merasakan keuntungan sesaat. Anda mungkin tidak sadar bahwa negara Anda sedang diacak-acak oleh mereka. Namun ingat tujuan akhir mereka belum tentu kepentingan Anda. Sekali lagi yang patut diingat, mereka hanya membela kepentingannya sendiri. Bila suatu saat kepentingan mereka berbenturan dengan kepentingan Anda, maka Anda pun akan dilibas oleh mereka.

.

Apakah Anda bersedia diperalat oleh para elit global atau tidak, pilihan sepenuhnya berada di tangan Anda. Namun untuk mencegah agar Anda tidak diperalat oleh mereka maka kuncinya adalah “kesadaran” dan “kewaspadaan.” Selalu tanyakan hal-hal sebagai berikut, “Apakah hal ini bermanfaat bagi diriku? Apakah hal ini bermanfaat bagi semua orang tanpa membeda-bedakan?” Jadi, kuncinya adalah kemanusiaan (humanity). Anda menjadi tidak mudah dihasut. Ibaratnya seperti pohon yang kokoh dengan akar kuat, sehingga tidak mudah digoyahkan angin. Tetapi hal ini juga tidak menjamin 100 persen bahwa kita tidak akan diperalat oleh elit global. Seringkali caranya dalam memperalat kita adalah begitu halusnya, sehingga hampir mustahil bagi kita menyadarinya. Bahkan mungkin saat ini pun saya sedang diperalat tanpa saya sadari. Namun kalau saya diperalat untuk melakukan sesuatu yang mendukung kemanusiaan (humanity), maka saya justru akan menyokongnya dengan sepenuh hati.

.

Tidak ada gunanya melawan elit global. Mereka mempunyai sumber daya yang jauh lebih melimpah. Saya tidak mengajak Anda melawan elit global. Mungkin ada yang membantah dan mengatakan bahwa bila bersatu kita dapat melawan mereka. Ya, barangkali itu benar. Namun bagaimana cara mempersatukan “kita”? Dahulu waktu kita masih duduk di bangku sekolah, mempersatukan satu kelas yang terdiri dari 30 orang saja susah, apalagi hendak menyatukan “kita” yang jumlahnya entah berapa. Daripada berbicara yang muluk-muluk lebih baik dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Setujukah Anda?