MENENTUKAN LATAR BELAKANG WAKTU TERJADINYA KISAH PETUALANGAN TINTIN “TAWANAN DEWA MATAHARI”

MENENTUKAN LATAR BELAKANG WAKTU TERJADINYA KISAH PETUALANGAN TINTIN “TAWANAN DEWA MATAHARI”

.

Ivan Taniputera.

29 April 2016.

.

Kisah petualangan Tintin karya Herge merupakan salah satu komik yang sangat digemari di dunia ini. Salah satu kisah petualangan Tintin yang paling menarik perhatian saya adalah “Tawanan Dewa Matahari” (Prisoners of the Sun God). Sebenarnya kisah ini merupakan kelanjutan kisah “Tujuh Bola Kristal” (The Seven Crystal Balls).

.

Kisahnya berisikan pencarian Profesor Calculus yang menghilang dan membawa Tintin beserta Kapten Haddock ke Amerika Latin. Ternyata Profesor Calculus diculik dan ditawan oleh sisa-sisa pengikut Inca di daerah Pegunungan Andez, karena sang profesor mengenakan gelang yang dianggap suci oleh orang-orang Inca. Karena menerobos masuk ke kuil Dewa Matahari, Tintin dan Kapten Haddock ikut ditangkap oleh sisa-sisa pengikut Inca tersebut. Mereka berdua bersama Profesor Calculus dijatuhi hukuman bakar. Meskipun demikian, mereka boleh menentukan sendiri kapan hukuman tersebut hendak dijatuhkan. Tintin kebetulan menemukan cabikan koran lama dan mendapati bahwa tidak lama kemudian di kawasan itu akan berlangsung gerhana matahari total. Ia lalu meminta agar dihukum pada jam dan tanggal saat berlangsungnya gerhana itu.

.

Karena kisah “Tawanan Dewa Matahari” itu diterbitkan pada tahun 1946, maka gerhananya harus sebelum tahun 1946. Berdasarkan daftar gerhana matahari total yang berlangsung di abad keduapuluh, maka kebetulan pada tanggal 25 Januari 1944 kurang lebih pukul 08.00-10.00 berlangsung gerhana matahari yang dapat pula disaksikan di Peru.

.

Sementara itu, pada tanggal 8 Juni 1937 juga berlangsung gerhana matahari total, yang dapat disaksikan pada kawasan selatan Peru. Namun terjadi saat sore hari, sekitar pukul 17.30, padahal pada kisah diceritakan bahwa matahari masih tinggi di langit. Jadi gerhana matahari tanggal 8 Juni 1937 ini tidak sesuai dengan latar belakang kisah di atas.

.

Oleh karenanya, kandidat paling mungkin bagi gerhana matahari pada kisah Tintin ini adalah gerhana matahari tanggal 25 Januari 1944.

.

Berikut ini adalah peta bintang gerhana matahari tersebut.

.

 
 
 

Nampak bahwa gerhana ini terjadi pada rasi bintang Niu menurut ilmu perbintangan China.

.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . .

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Advertisements

RENUNGAN BETAPA LUASNYA TATA SURYA KITA

RENUNGAN BETAPA LUASNYA TATA SURYA KITA

Ivan Taniputera

17 Juli 2015

.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas sedikit mengenai astronomi atau ilmu perbintangan. Astronomi berbeda dengan astrologi. Perbedaannya adalah astronomi mempelajari benda langit sebagaimana adanya, sedangkan astrologi mempelajari gerak benda langit untuk meramalkan sesuatu. Namun yang hendak kita bahas saat ini adalah astronomi. Kita akan mencoba membayangkan berapa luaskah tata surya kita.

 

Bayangkan bahwa Anda mempunyai sepeda motor atau mobil yang dapat melaju dengan kecepatan maksimal 100 km/ jam. Anda akan menggunakan kendaraan Anda tersebut untuk menjelajah tata surya.

 

Planet yang paling dekat dengan matahari adalah Merkurius. Temperatur udara di Merkurius sangat panas. Tetapi seberapa dekatkah? Jarak rata-rata antara matahari dan Merkurius adalah 57.910.000 km. Jadi jika Anda menggunakan sepeda motor atau mobil Anda untuk menjelajah jarak tersebut, maka diperlukan waktu 579.100 jam tanpa berhenti. Berapa lamakah itu. Kita misalkan bahwa setahun ada 8.760 jam (365 hari x 24 jam). Dengan demikian, waktu yang diperlukan mengadakan perjalanan dari matahari ke Merkurius dengan sepeda motor atau mobil Anda (kecepatan rata-rata 100 km/jam) adalah kurang lebih 66 tahun tanpa berhenti. Oleh karena itu, Anda dapat membayangkan bahwa perjalanan 66 tahun tanpa berhenti saja sudah termasuk dekat dalam skala tata surya kita. Bandingkan dengan jarak Semarang-Surabaya yang hanya ditempuh kurang lebih 6 jam (lewat jalur selatan).

Bahkan dengan pesawat supersonik sekalipun, yakni 1.225 km/ jam jarak itu masih harus ditempuh dalam 5,5 tahun tanpa berhenti. Dengan demikian, pesawat supersonik itu harus terus melaju selama 5,5 tahun tanpa mengisi bahan bakar sama sekali.

 

Bagaimana dengan jarak matahari ke planet terjauh, yakni Pluto, yang berjarak 5.945.900.000 km. Anda akan menempuhnya dalam 59.459.000 jam. Anda akan menempuhnya kurang lebih 6.787 tahun. Sungguh suatu jarak yang luar biasa. Bayangkan Anda mengendarai mobil atau sepeda motor tanpa henti selama 6.000 tahun dan baru tiba pada pintu gerbang paling luar tata surya kita. Tata surya itu sendiri hanyalah setitik debu di tengah-tengah jagad raya yang tak terhingga luasnya ini.

 

Kini Anda dapat membayangkan betapa luasnya jagad raya kita. Belum lagi galaksi kita, Bima Sakti, dan bahkan seluruh alam semesta. Dapatkah Anda membayangkan seberapa luasnya?

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain, silakan kunjungi:

https://www.facebook.com/groups/339499392807581/