APAKAH SHIO BERGANTI SETIAP TAHUN BARU IMLEK?

APAKAH SHIO BERGANTI SETIAP TAHUN BARU IMLEK?

.

Ivan Taniputera.

23 Desember 2016.

.

Orang-orang yang lahir menjelang atau tidak lama sesudah Tahun Baru Imlek sering bingung dan menanyakan apakah shionya. Sebagian besar orang meyakini bahwa jika sesudah melewati Tahun Baru Imlek, maka shio akan berubah. Dahulu sebelum mempelajari Bazi saya juga meyakini seperti itu, namun ternyata tidak demikian halnya. Shio tidak berganti saat Tahun Baru Imlek. Dengan kata lain, Tahun Baru Imlek bukan penentu pergantian shio. Suatu hal lain yang patut diingat adalah Bazi tidak berpedoman pada Penanggalan Imlek, melainkan Penanggalan Xia.

.

Perlu saya jelaskan bahwa yang dimaksud shio di sini adalah Cabang Bumi Pilar Tahun.

.

Mari kita ambil contoh. Tahun Baru Imlek pada tahun 2001 berlangsung pada 24 Januari. Pilar Tahun pada tanggal tersebut adalah Geng-Chen. Chen di sini adalah shio Naga. Ternyata pada tanggal 25 Januari 2001, Pilar Tahunnya juga masih Geng-Chen. Jadi jelas sekali membuktikan bahwa Tahun Baru Imlek bukan merupakan saat pergantian shio. Pilar tahun baru berubah ke Xin-Si (shio Ular) pada tanggal 4 Februari 2001.

.

 

 

.

Contoh lain adalah tahun 2007, dimana Tahun Baru Imlek berlangsung pada 18 Februari. Pilar tahun pada tanggal tersebut adalah Ding-Hai (shio Babi). Padahal pergantian Pilar Tahun Bing-Xu (shio Anjing) ke Ding-Hai sudah berganti semenjak 5 Februari 2007.

.

Pada kasus tahun 2001, maka shio baru berganti setelah Tahun Baru Imlek; sedangkan pada tahun 2007, sebelum Tahun Baru Imlek, shio-nya sudah berganti. Oleh karenanya, jika ingin mengetahui shio Anda, maka selalu pergunakan Kalender atau Penanggalan Xia.

.

Bagaimana dengan tahun 2017? Tahun Baru Imlek akan berlangsung pada 28 Januari 2017. Namun Pilar Tahun baru berganti pada 4 Februari 2017. Jadi bagi Anda yang terlahir antara 29 Januari 2017 hingga 3 Febuari 2017, maka Anda masih bershio Monyet (Cabang Bumi Shen. Baru setelah 4 Februari 2017, maka Anda mempunyai Cabang Bumi Pilar Tahun You (shio Ayam).

.

Kalender Xia merupakan penanggalan yang didasari oleh peredaran matahari. Oleh karenanya, secara astronomis dapat disimpulkan bahwa pergantian shio berlangsung setiap tahunnya saat matahari berada di sekitar 15-16 derajat Aquarius. Saat pergantian shio inilah yang dikenal dengan Lichun (立春) atau Titik Awal Musim Semi dan tidak selalu bersamaan dengan Tahun Baru Imlek.

.

 
 
 

Dengan demikian, kita sudah mengetahui bagaimana menentukan pergantian shio dengan benar.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . 

.

 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Advertisements

RENUNGAN TAHUN BARU IMLEK-TAHUN KAMBING KAYU (YI WEI)

RENUNGAN TAHUN BARU IMLEK-TAHUN KAMBING KAYU (YI WEI)

.

Ivan Taniputera

18 Februari 2015

.

.

 
 

Tidak terasa kita telah tiba kembali pada penghujung Tahun Kuda, kini kita sedang menantikan datangnya Tahun Kambing. Karena tahun baru Imlek ini sesungguhnya bukan hanya milik satu etnis saja, melainkan dapat menjadi sumber kebahagiaan bagi semua etnis, maka saya pada kesempatan kali ini akan menulis renungan saya dalam bahasa Jawa.

 

Para sedherek ingkang kinasih,

 

Ing sajroning negari kita Republik Indonesia wonten rupi-rupi suku bangsa lan etnis. Satunggalipun suku bangsa lan etnis nduweni budaya lan adat istiadatipun piyambak piyambak. Sasadayanipun budaya punika tansah dados bukti kasugihanipun negari kita. Ugi dados bukti menawi bangsa kita saguh njagi kerukunan lan kedamaian gesang sesarengan. Bhinneka Tunggal Ika semboyan negari kita. 

 

Budaya Tionghoa inggih dados salah satunggalipun budaya etnis ing negari kita lan ugi saged nyumbangaken marang kekayaan budaya bangsa. Amarga punika, warsa enggal Imlek boten kagunganipun tiyang Tionghoa kemawon, nanging sampun dados kekayaan budaya sesarengan. Sadaya suku bangsa lan etnis tanpa kecuali kenging berbagi kebahagiaan perayaan warsa enggal Imlek. Mugi-mugi perayaan warsa enggal Imlek dados mencurahkan kebahagiaan marang sadaya suku bangsa lan etnis ing negari kita.

 

Kita sami-sami ndonga mugi-mugi bangsa lan negari kita dipun tebihaken saking bebendhu lan kekirangan. Pihak-pihak ingkang crah supados saged rukun lan saling maringi sepura marang pihak sanesipun. Kita sampun mangertos manawi crah agawe bubrah. Ingkang rugi inggih punika kawula alit. Ingkang mesakaken inggih boten sanes rakyat piyambak. Mugi-mugi pihak-pihak ingkang padu  saguh bangkit kasadaripun manawi piyambakipun punika abdi rakyat. Mugi-mugi Tahun Kambing Kayu saguh maringaken perdamaian lan penyelesaian masalah ing negari kita.

 

Kita sami-sami berupaya dados pribadi ingkang luwih becik tinimbang warsa sadherengipun. Inggih punika dados pribadi ingkang semakin sae. Kita boten namung donga nyuwun kemakmuran, kesehatan, lan kesejahteraan, nanging ugi kebijaksanaan. Jalaran berbekal kebijaksanaan, kita saged nglakeni kehidupan ingkang becik. 

 

Sugeng Warsa Enggal Imlek. 

ARAH SEMBAHYANG MENYAMBUT TAHUN KAMBING KAYU (YI WEI)

ARAH SEMBAHYANG MENYAMBUT TAHUN KAMBING KAYU (YI WEI)

.

Ivan Taniputera

18 Februari 2015

.

.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 
 

Arah sembahyang menyambut tahun Kambing Kayu (Yi Wei 乙未) ini adalah menghadap Barat, karena Dewa Rejeki konon menurut perhitungan hadir dari arah barat. Sembahyang dengan sajian berupa buah-buahan, teh, dupa, kertas sembahyang, dan lain-lain pada saat menjelang tengah malam. 

 

Pertama-tama adalah mempersilakan Dewa Rejeki (Caishen 財神) masuk ke dalam rumah. Caranya adalah setelah sembahyang menghadap ke Barat, maka berjalan masuk ke dalam rumah dengan membawa dupa (香)  sambil berdoa, “Dewa Rejeki silakan masuk.” Kemudian dupa ditancapkan di dalam rumah. 

 

Semoga bermanfaat.

 

Artikel-artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain silakan kunjungi: 

 

TATA CARA SEMBAHYANG MALAM TAHUN BARU IMLEK 2565 (TAHUN JIAWU 甲午-MASEHI 2014) DAN MENGUNDANG DEWA REJEKI

TATA CARA SEMBAHYANG MALAM TAHUN BARU IMLEK 2565 (TAHUN JIAWU 甲午-MASEHI 2014)  DAN MENGUNDANG DEWA REJEKI
 
Ivan Taniputera
(ivan_taniputera@yahoo.com)
30 Januari 2014
Arah sembahyang pada tahun ini adalah menghadap timur. Sembahyang dapat dilakukan antara jam 23.00 hingga jam 01.00.

Tata cara sembahyang mengundang Caishen (財神 Dewa Rejeki) adalah juga dengan menghadap ke arah timur. Setelah selesai katakan, “Saya mengundang Caishen masuk ke rumah. Kemudian hio dibawa masuk ke dalam rumah dan ditancapkan ke tempat dupa yang telah disediakan sebelumnya atau pada altar dewa yang ada di rumah. Yang penting diingat waktu membawa hio ke dalam rumah jangan menengok ke belakang.

Semoga bermanfaat. Saya mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek bagi yang merayakannya. Semoga membawa damai, sejahtera, kebijaksanaan, kebahagiaan, kesehatan, dan kesejahteraan bagi kita semua.

TRADISI MENGUNJUNGI DELAPAN KELENTENG SETELAH TAHUN BARU IMLEK

TRADISI MENGUNJUNGI DELAPAN KELENTENG SETELAH TAHUN BARU IMLEK
Tradition of Visiting Eight Temples After Chinese New Year
 
Ivan Taniputera
(ivan_taniputera@yahoo.com)
17 Februari 2013
 
 
Di tengah-tengah keluarga saya terdapat tradisi mengunjungi delapan kelenteng setelah Tahun Baru Imlek. Adapun kunjungan itu sedapat mungkin dilakukan dalam sehari dan ritual ini boleh dilakukan hingga tanggal 15 bulan pertama Imlek (Capgomeh). Pada hari ini saya dalam sehari melakukan kunjungan ke delapan kelenteng/ vihara sebagai berikut:
 
 
1.VIHARA MAHA WELAS ASIH Vihara ini berada di kompleks Perumahan Tanah Mas atau tepatnya berada di Jalan Taman Hasanudin. Berikut ini adalah ruang kebaktian Vihara Maha Welas Asih:

Di vihara juga terdapat pratima yang mewakili keenam puluh dewa penguasa tahun berlaku (太歲 Taisui).

2.KELENTENG HAO SHENG GONG (昊聖宮)

Tidak jauh dari Vihara Maha Welas Asih terletak Kelenteng Hao Sheng Gong, yang bercorak Daoisme.

Tampak luarnya adalah sebagai berikut:

Dewata utama di kelenteng ini adalah 無極洪鈞聖祖 (Wújí hóngjūn shèngzǔ).

Penulis juga baru pertama kali mendengar nama dewa ini. Menurut keterangan penjaga kelenteng, Beliau adalah guru Laozi atau Taishang Laojun.

Berikut ini adalah pratima dewata-dewata Daois yang dipuja dalam kelenteng.

Selain itu, terdapat pula makhluk-makhluk suci yang berasal dari Buddhisme.

Kini penulis akan menampilkan interior bagian dalam kelenteng:

3.KELENTENG TAI SHANG GONG (太上宮)

Kunjungan dilanjutkan ke Kelenteng Tai Shang Guan yang juga bercorak Daoisme. Makhluk suci utamanya adalah Taishang Laojun yang merupakan gelar bagi Laozi.

Berikut ini adalah pratima Taishang Laojun:

Penulis juga mendapati pratima Tju Soe Nyo Nyo, yang juga baru pertama kali ini melihatnya.

Berikut ini adalah gambar pratima yang terdapat di bagian bawah altar Taishang Laojun.

Terdapat pula gambar Lima Jenderal pada salah satu altar di kelenteng ini.

Inilah adalah gambar-gambar dewa pintu di Kelenteng Tai Shang Gong.

4.KELENTENG JING DE MIAO (敬德廟)

Kelenteng ini terletak di Jalan Lingkar Tanjung Mas, yang juga masih masuk kompleks Perumahan Tanah Mas.

Dewata utama yang dipuja di kelenteng ini adalah Oet Ti Kiong, yang merupakan salah satu tokoh terkemuka dalam Hikayat Sie Djin Koei.

Di bagian belakang kelenteng terdapat pula pratima keenam puluh dewa Taisui.

Kita dapat menyaksikan pula pratima Ayah dan Bunda Bumi.

Berikut ini adalah sekelumit kegiatan mempersiapkan persembahyangan yang sedianya akan diselenggarakan pada hari ini juga di Kelenteng Jing De Miao

5.KELENTENG GUAN SHENG MIAO (關聖廟)

Terletak di Jalan Kali Mas, yang masih juga masuk kompleks Perumahan Tanah Mas. Dewata utamanya adalah Kwan Kong (Guan Sheng Dijun)

Kita tidak dapat menyaksikan relief sumpah pengangkatan saudara antara Liu Bei, Guan Yu, dan Zhang Fei yang terkenal dari Kisah Sam Kok.

Berikut ini adalah ruang utama Kelenteng Guang Sheng Miao.

6.KELENTENG GRAJEN

Terletak di kawasan Grajen, Jl. MT. Haryono, Semarang. Dewata utamanya adalah Xuan Tian Shangdi.

Pada hari ini kelenteng sangat ramai dikunjungi umat.

Berikut ini adalah pratima-pratima dewa pintu di Kelenteng Grajen.


7.KELENTENG BUGANGAN

Terletak di Jl. Bugagan, Dr. Cipto, Semarang. Berikut ini adalah tampak depan kelenteng.

Meja sembahyangan yang telah dipersiapkan di Kelenteng Bugangan.

Perhatikan adanya tebu yang merupakan khas tradisi Hokkian.

8.VIHARA BUDDHAGAYA-WATUGONG-SEMARANG

Kunjungan ke Vihara Buddhagaya, Watugong, menutup rangkaian kunjungan hari ini. Tampak pagoda yang terkenal selaku ciri khas Vihara Buddhagaya.

Kita dapat menyaksikan pula persiapan sembahyangan di vihara ini.

Salah satu pratima Bodhisattva Avalokitesvara (Guanyin) di Vihara Buddhagaya, Watugong, Semarang.

Demikian semoga bermanfaat dan terima kasih telah mengikuti artikel ini sampai selesai.