BUKU TENTANG SPIRITUAL DAN ILMU GAIB

BUKU TENTANG SPIRITUAL DAN ILMU GAIB

 .

Ivan Taniputera

19 Oktober 2014

.

Judul: Soeara Soeksma (Wisikan)

Pada bagian halaman depannya terdapat keterangan:

 

“Kitab ini terkoetip dari kitab pengadjaran Kentjana bahasa Inggris oleh Njonjah H.P. Blavaskij dan disalin ke bahasa Ollanda, didjawikan oleh R. M. Soehatmoko di Soerakarta.

Tersalin ke bahasa Melajoe rendah oleh M. Hardjosoedjono di Papar.

Penerbit: Boekhandel Tan Khoen Swie, Kediri, 1937.

Jumlah halaman: 56.

 

Buku ini membahas berbagai aspek mengenai kebatinan, spiritual, dan ilmu gaib. Berikut ini adalah daftar isinya.

 
 

Terdapat uraian mengenai kundalini di halaman 14:

“Koendalini itoe dinamai kekoeatan jang seperti oelar atau seperti tjintjin, sebab itoe bertjampoeran (seperti spiral) didalam badannja batoe jang memboeat pribadi dapat pandai jaitoe daja kekoeatan Gaib, pokok kekoeatan soeksma jang tertinggal di seberang alat kodrat jang menghoeboeng alat wadag…”

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU KEBATINAN TENTANG WEJANGAN DAN AJARAN BERBAGAI GURU SPIRITUAL ILMU KESEMPURNAAN

BUKU KEBATINAN TENTANG WEJANGAN DAN AJARAN BERBAGAI GURU SPIRITUAL ILMU KESEMPURNAAN

Ivan Taniputera

13 Oktober 2014

.

Judul: Ilmoe Wedjangan Goeroe-goeroe

Penerbit: Boekhandel Tan Khoen Swie, Kediri, 1935

Jumlah halaman: 83

Pada bagian sampulnya tertulis:

“Mentjeritakan doea poeloeh matjam Wedjangan dari Goeroe-goeroe jang mengadjarkan Ilmoe Kesempoerna’an. Terhimpoen dari satoe persatoe Wedjangan.”

Buku ini meriwayatkan seseorang bernama Prastowo, di Surakarta, yang gemar beguru ilmu tua (ilmu kesempurnaan spiritual) dan senang berguru ilmu kebatinan:

“Pada waktoe itoe oemoernja sedang 17 taoen. Adapoen jang mendjadi sebabnja soeka bergoeroe itoe, jalah karena kerapkali mendenger pertjakapan handai-taulannja, jang seolah-olah dirahasiakan, sehingga ia tida boleh toeroet tjampoer dalam pertjakapan itoe. Hal jang demikikan menjebabkan akan boleh toeroet dalam pertjakapan itoe. Akan tetapi keinginannja itoe selaloe tinggal mendjadi keinginan sadja…”

Keinginan itulah yang mendorong Prastowo berguru pada berbagai guru spiritual.  Prastowo pertama-tama berguru pada Kijai Iman Mandrowo (halaman 5):

“Apabila orang bergoeroe pada kijai Imam Mandrowo, onkostnja ditentoekan, jaitoe: seorang f 10,- sedikitnja. Adapoen wang f10,- itoe, jang f 5,- boeat maskawin dan jang f 5,- lagi boeat onkost lain2, misalnja: ongkost memboeat slametan….”

Selanjutnya diriwayatkan mengenai pengajaran guru tersebut. Berikut ini adalah kutipan percakapan mereka:

“K (singkatan dari Kijai-penulis) “Anakda beloem bergoeroe lain, melainkan pada saja inikah?”

P (singkatan dari Prastowo-penulis) Begitoe, Kijai, baroe sekali ini bergoeroe.”

K “O, ja, itoelah sebabnja. Nah tjoba saja bertanja begini: Kalau anakda mempoenjai soedara, sampai lama tida bertemoe, apa namanja itoe?”

Prastowo sampai lama ta’ pandai mendjawab. kemoedian katanja:

P, “Ingat-ingat hanja lama tidak bertemoe itoelah namanja.”

K, “Bagaimana rasa hati anakda? Rasa hati itoelah jang saja tanjakan.”….”

Selanjutnya Prastowo juga berguru pada guru-guru lainnya. Buku ini meriwayatkan pengalaman Prastowo dalam menimba ilmu spiritual.

Berikut ini adalah daftar isinya:

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU PRIMBON POESTAKA RADJA

BUKU PRIMBON POESTAKA RADJA

 

Ivan Taniputera

30 Maret 2014

 

Judul: Poestaka Radja

Jumlah halaman 94

Tahun terbit: Tidak diketahui, karena sampul hilang, namun masih menggunakan ejaan van Ophuysen.

 

Buku ini sampulnya sudah hilang, namun halamannya lengkap. Berisikan mengenai pedoman ilmu gaib, mantra, ramalan, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah daftar isinya.

 

 

 

 

Sebagai contoh pada halaman 35 terdapat ilmu menyembuhkan diri sendiri.

 

“Tjarilah tempat jang sepi,

Doedoeklah di satoe tempat doedoek jang pendek dan enak.

Kedoea kaki menampak di tana

Badan toean dibikin tegak dan djanggoet dimadjoeken.

Kantjing-kantjing badjoe diboeka dan saboek diloetjoeti, soepaja pakaean djadi longgar dan enak bernapas.

Tarilah masoek pikiran toean, soepaja toean djadi terbebas……”

 

Selanjutnya terdapat pula mantra-mantra dan doa-doa dan ramalan.

 

Sebagai contoh pada halaman 72 terdapat cara menjadi hari beserta waktu yang baik untuk bepergian.

 

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.

 

 

 

 

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.