HU DEWA REJEKI LIMA PENJURU (WU LU CAI SHEN)

HU DEWA REJEKI LIMA PENJURU (WU LU CAI SHEN).

.

Ivan Taniputera.

31 Januari 2018.

.

Saya baru saja mendapatkan Hu Dewa Rejeki Lima Penjuru (五路財神, Wu Lu Cai Shen) seperti gambar di bawah ini.

.

 

 

.

Saya akan menjelaskan makna aksara-aksara China yang tercantum pada hu di atas.

.

Di dalam kotak bagian paling atas, terdapat empat aksara 五路財神 (Wu Lu Cai Shen), yang berarti “Dewa Rejeki Lima Penjuru.”

Selanjutnya, di bagian bawah kotak tersebut terdapat aksara 奉 (Feng), yang berarti “mengundang”.

Berikutnya terdapat aksara 太上老君 (Daishang Laojun), yang merupakan salah satu di antara Tiga Dewa Tertinggi atau Tiga Kesucian (Sanqing) dalam Daoisme.

.

Di bawahnya terdapat aksara 勍令 (Qíng lìng) atau “melaksanakan perintah.”

.

Kemudian kita dapat menyaksikan aksara-aksara 五路財神送來 (Wu Lu Cai Shen Song Lai) atau “Dewa Rejeki Lima Penjuru hadir membawa.”

Dilanjutkan dengan dua aksara, yang masing-masing berada di kiri dan kanan; yakni:

Di sebelah kiri: 財寶 (Caibao) atau “Rejeki Mestika.”

Di sebelah kanan: 金銀 (Jinyin) atau “Emas dan Perak.”

.

Jadi dapat diartikan bahwa ini merupakan permohonan agar Dewa Rejeki Lima Penjuru datang membawa rejeki dan keberuntungan.

.

Oleh karenanya, kita dapat menyimpulkan bahwa kegunaan hu ini adalah terkait rejeki atau keberuntungan.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . , . . . . .

.

 

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Advertisements

MAKNA GAMBAR PADA KAIN PENUTUP ATAU PENGHIAS ALTAR.

.

Ivan Taniputera.

5 September 2017

.

Banyak orang sering menanyakan makna gambar pada kain penutup atau penghias altar. Kain tersebut disebut 壇布 (Tanbu) atau Tokwi dalam dialek Hokkian. Tan sendiri berarti “altar,” sedangkan bu berarti “kain.” Kegunaan kain ini adalah sebagai hiasan saja. Oleh karenanya, jika tidak mempergunakan kain altar juga tidak masalah.

.

 
 

.

Kini kita akan mengulas makna gambar pada kain altar di atas.

Bagian A memuat gambar Delapan Dewa, yang umum dikenal sebagai Baxian (八仙) atau Pat Sian dalam dialek Hokkian. Kedelapan Dewa itu adalah:

.

1.Cao Guojiu (曹國舅)

2. Lan Caihe (藍采和).

3. Zhongli Quan (鐘離權).

4. He Xiangu (何仙姑)

5. Li Tieguai (李鐵拐)

6. Han Xiangzi (韓湘子)

7. Lü Dongbin (呂洞賓)

8. Zhang Guolao (張果老)

.

Bagian B memuat gambar tiga dewa Fulushou (福祿壽), yang melambangkan keberuntungan, kedudukan, dan panjang usia. Ketiganya juga disebut Tiga Bintang atau 三星 (Sanxing). Gambar paling kanan menggambarkan Fu (Keberuntungan); tengah Lu (Kedudukan); dan paling kiri Shou (Panjang Usia).

.

Riwayat Delapan Dewa dan Fulushou sudah banyak dibahas di tempat lainnya. Oleh karenanya, saya tidak akan membahas hal tersebut lebih jauh. Tujuan artikel ini hanyalah memperkenalkan saja makna gambar pada kain penutup altar.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . .

.

 

 
 
 

. . PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

KEGUNAAN GAMBAR NEZHA

KEGUNAAN GAMBAR NEZHA

.

Ivan Taniputera.

14 Agustus 2017.

.

 
 

.

Nezha (哪吒, Hokkian: Lo Cia) merupakan salah satu tokoh yang terkenal dalam kesusastraan dan tradisi China. Gelar Beliau adalah Zhongtan Yuanshuai (中壇元帥) atau San Taizi ( 三太子) Sebenarnya, tokoh Nezha ini berasal dari tradisi India. Menurut tradisi India, Nezha ini disebut Nalakubar dan merupakan putera Kubera (Kuvera)-Dewa Kemakmuran-serta kemenakan Ravana. Dalam bahasa China, Nalakubar ditransliterasi menjadi Naluojiupoluo (那羅鳩婆羅) yang berubah menjadi Naluojubaluo (捺羅俱跋羅), Nazhajuwaluo (那吒矩韈囉), Nazha (那吒), dan kemudian Nezha (哪吒)-sumber wikipedia.

.

Dalam kesusastraan China, riwayat tentang Nezha dapat dijumpai pada Hikayat Penganugerahan Dewata ( 封神演義 Fengshen Yanyi), yang mengambil latar belakang keruntungan Dinasti Shang dan berdirinya Dinasti Chou. Menurut sumber tersebut, Nezha merupakan putra Li Jing (Hokkian: Lie Ceng) dan Nyonya Yin (Hokkian: Oen Hoedjin/ Ejaan Yang Disempurnakan: Un Hujin). Konon Beliau dikandung selama tiga tahun enam bulan. Kelahirannya juga sangat ajaib, yakni berupa bola daging yang kemudian terbelah dan mengeluarkan bayi Nezha. Saat dilahirkan, ia sudah mengenakan pakaian berwarna merah dan memegang gelang emas, yakni salah satu di antara tiga pusaka Nezha. Begitu dilahirkan, Beliau langsung diangkat sebagai murid oleh Dewa Taiyi yang juga merupakan guru ayahnya. Nezha sebenarnya merupakan putera ketiga orang tuanya. Oleh karenanya, ia mempunyai dua orang kakak yang masing-masing bernama Jinzha dan Muzha. Belakangan, Nezha turut membantu dalam peperangan menumbangkan Kaisar Chou Wang (Hokkian Tiu Ong) dari Dinasti Shang yang kejam.

.

Adapun memasang gambar dan rupang Nezha mempunyai manfaat sebagai berikut. Anak-anak yang terlahir pada rumah tersebut akan menjadi pandai dan cerdas. Mereka akan mempunyai prestasi yang baik di sekolah. Kegunaan lain adalah perlindungan dari berbagai energi negatif. Saya telah membuat gambar Nezha bagi keperluan tersebut. Bagi yang memerlukan posternya dapat menghubungi saya.

.

Berikut ini adalah langkah-langkah pembuatan gambar Nezha.

.

(1)

 
 

.

(2)

 
 

.

(3)

 
 

.

(4)

 
 

.

(5)

 
 

.

(6)

 
 

.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . , 

,

 

 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

SERIAL LIPUTAN KELENTENG: KUNJUNGAN KE KELENTENG HOK AN BIO (福安廟 Mandarin: Fuan Miao), GUBUG, KABUPATEN GROBOGAN, JAWA TENGAH

SERIAL LIPUTAN KELENTENG: KUNJUNGAN KE KELENTENG HOK AN BIO (福安廟 Mandarin: Fuan Miao), GUBUG, KABUPATEN GROBOGAN, JAWA TENGAH

Ivan Taniputera
4 November 2012
.
Pada hari ini saya mengunjungi Kelenteng Hok An Bio (福安廟, Mandarin: Fuan Miao) di Gubug, Kabupaten Grobogan. Adapun bangunan tampak depan kelenteng seperti gambar di bawah ini:
.

.

 
Sedangkan bagian ruang utamanya adalah seperti gambar di bawah ini:
.
 
Dewata-dewata yang dipuja di ruang utama antara lain adalah:
.
Di bagian depan terhadap Zhongtan Yuanshuai, lalu di belakangnya terdapat altar Hok Tek Tjin Sin (Fude Zhenshen).
.
Di bagian sampingnya terdapat altar:
.
  • Kwan Te Ya
  • Sam Po Tay Djien
  • Kiu Tian Ming Tjiauw
  • dan lain-lain.
.
 
.
Rupang Dewa Kiu Tian Ming Tjiauw
.
 .
Rupang Dewa Zhongtan Yuanshuai.
.
Sedangkan di bagian samping kanan terdapat ruang altar bagi Trinabi, yakni Buddha, Laozi, dan Kongzi. Ada pula altar bagi Dewa Jing Cui Co Soe Kong.
Di bagian samping kanan terdapat ruang altar bagi Avalokitesvara (Guanyin Busa). Selain itu masih ada pula altar bagi Tee Bo (Mandarin: Dimu).
.
Menurut penuturan dari penjaga bio yang menarik di sini adalah altar bagi Avalokitesvara Bodhisattva, dulunya dipergunakan sebagai altar bagi Yesus dan Bunda Maria. Namun kedua rupang tersebut kini telah dipindahkan ke Gua Maria Kerep.
Kelenteng ini tidak begitu besar, dan waktu saya berkunjung ke sana dalam keadaan sepi.

BUKU TENTANG KELENTENG TIAO KAK SIE DI CIREBON

BUKU TENTANG KELENTENG TIAO KAK SIE DI CIREBON.

.

Ivan Taniputera.

30 Agustus 2016

.

 
 

.

Judul: Kelenting Koan Iem “Tiao-Kak-Sie” di Tjirebon.

(Di keloearkan oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen).

Penulis: J.L. J.F. Ezerman, disalin oleh S. M. Latif.

Penerbit: Drukkerij Volkslectuur, Weltevreden, 1922.

Jumlah halaman: 57.

.

Buku ini membahas mengenai seluk beluk Kelenteng Tiao Kak Sie di Cirebon. Berikut ini adalah uraian mengenai waktu dibangunnya kelenteng:

.

“Sjahdan maka tidaklah ada soerat-soerat atau tjerita-tjerita jang mengabarkan waktoe kelenting itoe dibangoenkan. Tahoen jang terlama tertoelis didalamnja jaitoe tahoen 1658. Tahoen itu tertoelis pada doea boeah papan ketjil “paai” namanja, jang berisi pepatah atau peri basa pendek-pendek akan djadi kehormatan bagi dewa-dewa. Biasanja pada “paai “ itoe tertoelis disebelah kiri dibawah nama orang jang memberikan dan sebelah kanan tahoen pemberian itoe. “Paai” jang hamba seboetkan diatas itoe letaknja sekarang didinding belakang dan diatas tempat poedjaan sebelah roesoek,……….

Pada tahoen 1658 roepanja telah adalah kelenting itoe, tetapi waktoe orang mendirikannja tiadalah terseboet dimana-mana. Hanja jang ada tertoelis waktoe-waktoe orang memperbaiki kelenting itoe, jaitoe pada tiga boeah toelisan: pada tahoen 1791, 1829, dan 1889…” (halaman 5).

Selanjutnya terdapat pula uraian mengenai masing-masing bagian kelenteng ini.

.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

.

 
 

.

 
 

.

 
 

.

 
 

.

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

HU (JIMAT CHINA) DEWA FUDE ZHENGSHEN (HOK TEK CENG SIN)

HU (JIMAT CHINA) DEWA FUDE ZHENGSHEN (HOK TEK CENG SIN)

.

Ivan Taniputera.

7 Juli 2016

.

Berikut ini adalah hu (jimat China) yang didapat dari Kelenteng Fu Ling Miao, jalan Gondomanan, Yogyakarta.

.

 
 

Berikut ini adalah makna tulisan yang terdapat pada hu di atas.

Pada bagian atas (ditandai dengan nomor 1) terdapat aksara 日惹 (Rire) yang berarti Yogyakarta.

.

Di bawahnya (nomor 2) terdapat aksara 福靈廟 (Fu Ling Miao), yakni nama kelenteng tempat hu ini diambil.

.

Di bagian tengah (nomor 3) terdapat simbol-simbol gaib.

.

Di bagian paling bawah (nomor 4) terdapat segel bertuliskan nama Dewa 福德正神 (Fude Zhengshen atau Hok Tek Ceng Sin).

.

Hu ini dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan, misalnya keselamatan, rejeki, dan lain sebagainya. Sebelum mengambil hu ini, penjaga kelenteng menyarankan agar bersembahyang terlebih dahulu di depan altar Dewa Fude Zhengshen (altar utama kelenteng), sambil mengucapkan maksud pengambilan hu.

.

Berikut ini adalah foto Kelenteng Fu Ling Miao, jalan Gondomanan, Yogyakarta.

.

 
 

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . 

 

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

BAGAIMANA MENENTUKAN DEWA YANG COCOK BAGI ANDA?

BAGAIMANA MENENTUKAN DEWA YANG COCOK BAGI ANDA?

.

Ivan Taniputera.

8 April 2016

.

Banyak orang menanyakan mengenai dewa apakah yang cocok dialtarkan di rumahnya. Sebagai jawaban atas pertanyaan ini, pertama-tama kita perlu menganalisa elemen apakah yang Anda butuhkan. Elemen itulah yang kemudian dicocokkan dengan dewa hendak Anda altarkan di rumah.

.

Banyak orang yang belum mengetahuai bahwa masing-masing dewa mempunyai keterkaitan dengan elemen tertentu. Kendati demikian, tidak semua dewa dapat ditentukan keterkaitan elemennya. Berikut ini adalah contoh dewa-dewa yang dapat dengan mudah ditentukan elemennya.

.

Sebagai catatan, hubungan atau keterkaitan masing-masing dewa di bawah ini dengan elemen tertentu bukanlah ilmu pasti, sehingga tidak ada yang benar dan salah serta tidak perlu diperdebatkan. Diskusi tentu saja masih terbuka, tetapi saya tidak akan melayani debat-debat yang tidak bermanfaat. Masing-masing pihak berhak mempunyai pendapat yang berbeda-beda.  Tidak perlu saling menyalahkan.

 

1. DEWA API (HUODEXINGJUN, 火德 星君. Hokkian: Hwee Tek Seng Kun).

.

 

 
 

.

Berdasarkan namanya, maka nampak jelas bahwa Dewa Huode Xingjun berelemen Api (Huo berarti “api”). Oleh karenanya, orang yang memerlukan elemen Api cocok mengaltarkan Beliau.

.

2. DEWA GUANDI ( 關帝) atau KWAN KONG.

.

 

 
 

Dewa Kwan Kong juga terkait dengan elemen Api. Alasannya adalah sebagai berikut.

.

1) Beliau berwajah merah dan mengenakan jubah hijau. Hijau melambangkan elemen Kayu. Kayu menghasilkan Api.

2) Beliau sering digambarkan menunggang kuda. Kuda ini merupakan lambang cabang bumi Wu, yang juga berelemen Api.

.

Oleh karenanya orang yang memerlukan elemen Kayu dan Api dapat mengaltarkan dewa Kwan Kong.

.

3. DEWA FUDE ZHENGSHEN DAN DEWA BUMI.

.

Ada yang membedakan antara Dewa Fude Zhengshen ( 福德正神 , Hokkian: Hok Tek Cin Sien) dan Dewa Bumi. Namun keduanya jelas sekali berelemen Tanah. Oleh karenanya, orang yang memerlukan elemen Tanah, baik sekali bersembahyang pada Dewa Bumi.

.

4. DEWA SUN GO KONG.

.

 
 

Sumber gambar: wikipedia.

.

Dewa Sun Go Kong (孫悟空, Pinyin: Sun Wukong) mempunyai keterkaitan kuat dengan elemen Logam. Mengapa demikian? Berikut ini adalah alasan-alasannya:

.

1.Dewa Sun Go Kong konon terlahir dari batu. Batu ini berelemen Tanah. Padahal kita mengetahui bahwa menurut siklus lima elemen, Tanah menghasilkan Logam.

.

2. Dewa Sun Go Kong bersenjatakan toya yang terbuat dari logam.

.

3. Dewa Sun Go Kong juga disebut Dewa Kera. Kera ini terkait dengan Cabang Bumi Shen, yang berelemen Logam.

.

Dengan demikian, bagi yang memerlukan elemen Logam cocok mengaltarkan dewa Sun Go Kong.

.

5. DEWI TIANSHANG SHENGMU

.

Dewi Tianshang Shengmu ( 天上聖母 , Hokkian: Thian Shang Seng Bo), merupakan pelindung para pelaut dan nelayan. Oleh karenanya, Beliau mempunyai keterkaitan kuat dengan elemen Air.

.

Pertimbangan lain adalah dengan menelaah diagram Bazi Dewi Tianshang Shengmu. Beliau dilahirkan pada tanggal 23 bulan 3, tahun 960 menurut penanggalan Imlek, atau 21 April 960 menurut penanggalan Masehi. Berikut ini adalah diagram Bazinya.

.

 
 

.

Nampak bahwa Beliau dilahirkan pada hari Ren, yang berunsur Air. Selain itu, banyak pula terdapat elemen Logam. Oleh karenanya, Air menjadi sangat kuat. Dengan demikian, ini sekali lagi memperkuat kesimpulan bahwa Beliau memiliki kaitan kuat dengan elemen Air.

.

Bagi yang memerlukan elemen Air, cocok mengaltarkan Dewi Tianshang Shengmu.

.

6. DEWA LU BAN

.

Dewa Lu Ban ( 魯班 ), merupakan pelindung para tukang kayu. Oleh karenanya, Beliau mempunyai keterkaitan kuat dengan elemen Kayu.

.

7. DEWA JAMBHALA KUNING

.

Ada yang menanyakan Dewa Jambhala Kuning (黃財神, Huang Caishen) termasuk elemen apa.

.

 

 
 

.

Sumber gambar: wikipedia.

.

Meskipun warna kuning menurut tradisi China mewakili elemen Tanah. Namun warna kuning pada Dewa Jambhala Kuning berasal dari warna emas. Oleh karenanya, lebih tepat jika dianggap bahwa Dewa Jambhala Kuning berelemen Logam.

.

Bagi yang memerlukan elemen Kayu, cocok mengaltarkan Beliau.

.

8. DEWA BAOSHENG DADI

.

Dewa Baosheng Dadi ( 保生大帝 , Hokkian: Poo Seng Tay Tee), merupakan dewa pelindung ilmu pengobatan. Semasa hidupnya, Beliau berprofesi sebagai tabib. Oleh karenanya, Beliau tentu banyak berhubungan dengan tumbuhan obat, sehingga berkaitan dengan elemen Kayu. Kendati demikian, kita akan mencoba mendiskusikan hal ini lebih jauh.

.

Baosheng Dadi dilahirkan pada tanggal 15 bulan 3 tahun 979 menurut penanggalan Imlek, yang bertepatan dengan 14 April 979 menurut penanggalan Masehi. Berikut ini adalah diagram Bazi Beliau.

.

 
 
 

Memang benar, bahwa Beliau dilahirkan pada hari Jia yang berelemen Kayu. Namun nampak bahwa elemen Tanah lebih dominan.

.

Terdapat pula kisah mengenai Beliau yang meminta hadiah jubah kaisar, sehingga rupang-rupang Beliau senantiasa digambarkan sedang mengenakan jubah kaisar tersebut. Jubah kaisar berwarna kuning yang melambangkan elemen Tanah.

.

Itulah sebabnya, saya lebih cenderung mengaitkan Dewa Baosheng Dadi dengan elemen Tanah.

.

9. DEWA XUANTIAN SHANGDI

.

Dewa Xuantian Shangdi ( 玄天上帝 , Hokkian: Hian Thian Siang Tee), juga dikenal sebagai Kaisar Utara ( 北帝 , Beidi). Penjuru utara mempunyai elemen Air, sehingga nampaknya Beliau berkaitan dengan elemen Air. Alasan kedua, Xuan (玄) juga berarti “gelap” atau “misterius” dan berkaitan dengan warna hitam. Kebetulan warna hitam juga mewakili elemen Air.

Mitos bahwa Xuantian Shangdi merupakan mantan tukang jagal yang bertobat merupakan pengembangan belakangan berasal dari Dinasti Qing. Tujuannya adalah merendahkan Beliau yang merupakan pelindung dinasti sebelumnya, yakni Ming. Oleh karenanya, kita tidak dapat bertumpu pada mitos ini.

.

Jadi saya lebih setuju mengaitkan Dewa Xuantian Shangdi dengan elemen Air.

.

10. DEWA REJEKI SEMBILAN PENJURU.

.

Terdapat sembilan dewa rejeki yang menguasai sembilan penjuru. Diagram berikut ini barangkali bermanfaat dalam menentukan elemen masing-masing.

.

 

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . .

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.