KIAS-KIAS (CISWA) SUPER DASHYAT UNTUK MEMPERBAIKI NASIB DAN MENINGKATKAN KEBERUNTUNGAN

KIAS-KIAS (CISWA) SUPER DASHYAT UNTUK MEMPERBAIKI NASIB DAN MENINGKATKAN KEBERUNTUNGAN.

.

Ivan Taniputera.

5 Desember 2017.

.

Banyak klien menanyakan adakah kias (di kalangan masyarakat keturunan Tionghoa umum disebut ciswa) untuk memperbaiki nasib dan meningkatkan keberuntungan. Menurut pendapat saya kias yang terbaik adalah berbuat kebaikan bagi semua makhluk. Berbuat baik di sini adalah mencurahkan manfaat bagi seisi dunia ini tanpa membeda-bedakan suku bangsa, agama, ras, dan antar golongan. Kita mencurahkan kebaikan beserta manfaat pada semua makhluk yang membutuhkannya. Banyak orang berkata bahwa mereka tidak mempunyai uang untuk melakukan kebaikan. Namun sesungguhnya berbuat baik itu tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Bahkan ada kebaikan yang tidak memerlukan uang sama sekali, seperti menyumbangkan tenaga kita dalam melakukan kebaikan serta turut mendorong dan bersuka cita atas kebaikan yang dilakukan orang lain. Kita jangan malah iri dan kurang senang tatkala menyaksikan orang lain melakukan kebaikan. Melalui turut bersuka cita atas kebaikan yang dilakukan orang lain, secara tidak langsung kita telah pula berpartisipasi dalam tindakan bajik tersebut. Berbuat kebajikan adalah kias atau ciswa terbaik.

.

Meskipun demikian, kita dapat melakukan kias-kias berupa perbuatan bajik yang disesuaikan dengan elemen baik kita. Tentu saja sebelumnya kita perlu menghitung terlebih dahulu dengan metoda Bazi (Hokkian: Pehjie) apa elemen baik kita. Berikut ini adalah kias-kias atau ciswa berdasarkan elemen baik kita.

.

ELEMEN API.

  1. Menyumbang penerangan. Wujudnya banyak sekali. Contohnya adalah sebagai berikut:

a. Di zaman sekarang untuk penerangan orang menggunakan listrik. Listrik ini adalah elemen Api di zaman modern. Oleh karenanya, kita juga harus menyesuaikan dengan kemajuan tersebut. Anda dapat membayar rekening listrik orang yang tidak mampu. Sebagai contoh, ada tetangga Anda yang tidak sanggup membayar rekening listrik. Bila Anda mampu maka boleh membayar rekening listriknya. Ini adalah contoh kias atau ciswa berelemen Api.

b. Menyumbang bola lampu listrik ke panti-panti (bisa panti asuhan atau panti jompo), rumah ibadah, dan tempat apa saja yang memerlukannya.

c. Memasang lampu penerangan di depan rumah Anda, jika jalan di tempat kediaman masih gelap. Dengan demikian, Anda sudah menaburkan manfaat bagi diri Anda sendiri dan orang lain. Jika jalan depan rumah terang, bukankah akan lebih aman? 

.

2. Membantu memasak saat ada kegiatan sosial. Sebagai contoh saat berlangsungnya bakti sosial atau bencana alam, bila Anda gemar dan pandai memasak, Anda dapat menjadi sukarelawan.

.

3. Menyumbang pasien sakit jantung yang tidak mampu (namun tentunya dalam menyumbang sebaiknya jangan membeda-bedakan penyakit yang diderita seseorang). Hanya saja jika kebetulan Anda mengenal pasien sakit jantung yang tidak mampu dan Anda tergerak menolongnya, dimana kebetulan pula elemen Api baik bagi Anda, maka inilah kesempatan melakukan kebajikan besar. Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini. Mengapa jantung? Jawabannya karena menurut metafisika China, jantung berelemen atau berunsur Api. Tapi ingat jangan sengaja hanya mencari yang sakit jantung saja. Dalam menolong sesama jangan membeda-bedakan apa penyakitnya. Kalau Anda hanya mau menolong orang yang sakit tertentu saja demi meningkatkan elemen keberuntungan Anda semata, maka itu justru memberikan dampak sebaliknya karena berarti Anda telah bersifat egois serta tidak tulus. 

.

4. Memberikan dorongan semangat pada orang lain. Jika Anda menyaksikan orang lain hendak menuai keberhasilan, maka doronglah ia dan jangan malah merendahkan semangatnya. Jangan menakut-nakuti orang lain dengan hal-hal tidak masuk akal.

Tentu saja masih banyak contoh-contoh lainnya dan tidak hanya terbatas pada keempat hal di atas.

.

ELEMEN KAYU.

.

  1. Menyumbang dan menanam pohon-pohon untuk penghijauan. Dewasa ini, dunia kita terancam oleh kerusakan lingkungan yang parah. Banyak pohon telah ditebangi dan hutan-hutan menjadi gundul. Masa depan dunia ini telah dipertaruhkan demi keserakahan umat manusia. Mengapa Anda tidak menyumbang program penghijauan kembali? Ikutlah dalam kegiatan-kegiatan terkait lingkungan hidup.
  2. Menanam bunga-bungaan di tempat umum; sebagai contoh tempat ibadah, panti-panti (asuhan atau jompo), taman kota, tepi jalan, dan lain sebagainya. Bunga-bungaan itu menambah keindahan. Orang yang menyaksikannya akan merasa senang dan bahagia. Jika setiap hari ada ratusan orang yang merasa bahagia, tidakkah Anda telah melakukan banyak kebajikan setiap harinya?
  3. Mengajarkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Ini sangat luas. Anda bisa menulis artikel-artikel yang bermanfaat dan menyebarkan ajaran-ajaran yang dipenuhi cinta kasih serta menjauhkan umat manusia dari kebencian. Dapat pula menyumbang buku-buku yang bermanfaat (seperti buku pelajaran dan pengetahuan) karena buku mewakili unsur Kayu. Jika ada acara bakti sosial, Anda dapat menjadi sukarelawan tenaga penyuluhan yang sesuai dengan bidang Anda. Cetak dan sebarkan buku-buku yang menambah pengetahuan.
  4. Bila ada orang yang sakit liver atau hati dan tidak mampu (namun tentunya dalam menyumbang sebaiknya jangan membeda-bedakan penyakit yang diderita seseorang) Anda dapat menyumbangnya. Jika kebetulan Anda mengenal pasien sakit liver yang tidak mampu dan Anda tergerak menolongnya, dimana kebetulan pula elemen Kayu baik bagi Anda, maka inilah kesempatan melakukan kebajikan besar. Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini. Mengapa liver atau hati? Jawabannya karena menurut metafisika China, liver berelemen atau berunsur Kayu. Tapi ingat jangan sengaja hanya mencari yang sakit liver atau hati saja. Dalam menolong sesama jangan membeda-bedakan apa penyakitnya. Kalau Anda hanya mau menolong orang yang sakit tertentu saja demi meningkatkan elemen keberuntungan Anda semata, maka itu justru memberikan dampak sebaliknya karena berarti Anda telah bersifat egois serta tidak tulus.
  5. Menyumbang perkakas atau perabotan bagi mereka yang memerlukannya.

.

ELEMEN AIR

.

  1. Menyumbang minuman ke mereka yang memerlukan atau saat acara-acara sosial tertentu. Sebagai contoh, saat ada bakti sosial Anda dapat menyumbang minumannya. Begitu pula ke tempat-tempat ibadah dan panti-panti sosial. Apabila Anda menganut Agama Buddha, maka dapat mempersembahkan air atau minuman ke altar. Tentu saja minuman di sini adalah yang menyehatkan dan baik.
  2. Menyumbangkan sabun dan perlengkapan pembersih lainnya ke mereka yang membutuhkannya. Di masa sekarang, masih ada orang yang tidak mampu membeli sabun akibatnya mereka mandi kurang bersih dan dapat terjangkit penyakit kulit. Oleh karenanya, jika mampu Anda boleh menyumbang sabun dan perlengkapan mandi ke mereka yang memerlukannya secara berkala. Bukankah Anda juga mandi setiap hari?
  3. Membayar rekening air bagi mereka yang tidak mampu. Sebagai contoh, ada tetangga Anda yang tidak mampu membayar rekening air, Anda dapat membantu menyumbangnya sehingga dapat melunasi tunggakan tersebut. Anda dapat juga membayar rekening air bagi panti-panti sosial, tempat ibadah, dan lain sebagainya.
  4. Membersihkan selokan. Di musim hujan, terutama di daerah perkotaan banyak selokan yang mampet sehingga rentan menimbulkan bahaya banjir dan wabah penyakit. Jika Anda sanggup maka dapat melakukan pembersihan itu sendiri atau membayar orang lain melakukannya. Siapakah yang beruntung bila selokan lancar? Tidakkah Anda juga merasakan manfaatnya?
  5. Bila ada orang yang sakit ginjal (misalnya harus cuci darah) dan tidak mampu (namun tentunya dalam menyumbang sebaiknya jangan membeda-bedakan penyakit yang diderita seseorang) Anda dapat menyumbangnya. Jika kebetulan Anda mengenal pasien sakit ginjal yang tidak mampu dan Anda tergerak menolongnya, dimana kebetulan pula elemen Air baik bagi Anda, maka inilah kesempatan melakukan kebajikan besar. Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini. Mengapa ginjal? Jawabannya karena menurut metafisika China, ginjal berelemen atau berunsur Air. Tapi ingat jangan sengaja hanya mencari yang sakit ginjal saja. Dalam menolong sesama jangan membeda-bedakan apa penyakitnya. Kalau Anda hanya mau menolong orang yang sakit tertentu saja demi meningkatkan elemen keberuntungan Anda semata, maka itu justru memberikan dampak sebaliknya karena berarti Anda telah bersifat egois serta tidak tulus.

.

ELEMEN LOGAM

.

  1. Anda dapat menyumbang membantu perbaikan rumah orang yang membutuhkan. Ingat bahwa perkakas pertukangan terbuat dari logam. Anda dapat membantu memperbaiki panti-panti sosial dan rumah-rumah ibadah yang kondisinya memprihatinkan. Anda boleh melakukannya sendiri bila mampu atau menyuruh orang lain. Di zaman sekarang banyak panti sosial yang kondisinya memprihatinkan. Bila mampu mengapa Anda tidak tergerak membantu memperbaikinya?
  2. Menyumbang perkakas atau mesin bagi usaha kecil yang membutuhkannya. Banyak orang sebenarnya rajin dan ingin berusaha, tetapi mereka tidak mampu membeli peralatannya. Oleh karenanya, Anda dapat membantu mereka dengan menyediakan perkakasnya.
  3. Menyumbang fasilitas kesehatan bagi mereka yang memerlukannya. Fasilitas-fasilitas atau alat-alat kesehatan itu sebagian besar terbuat dari logam, sehingga dengan demikian berelemen Logam.
  4. Bila ada orang yang sakit paru-paru dan tidak mampu (namun tentunya dalam menyumbang sebaiknya jangan membeda-bedakan penyakit yang diderita seseorang) Anda dapat menyumbangnya. Jika kebetulan Anda mengenal pasien sakit paru-paru yang tidak mampu dan Anda tergerak menolongnya, dimana kebetulan pula elemen Logam baik bagi Anda, maka inilah kesempatan melakukan kebajikan besar. Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini. Mengapa paru-paru? Jawabannya karena menurut metafisika China, paru-paru berelemen atau berunsur Logam. Tapi ingat jangan sengaja hanya mencari yang sakit paru-paru saja. Dalam menolong sesama jangan membeda-bedakan apa penyakitnya. Kalau Anda hanya mau menolong orang yang sakit tertentu saja demi meningkatkan elemen keberuntungan Anda semata, maka itu justru memberikan dampak sebaliknya karena berarti Anda telah bersifat egois serta tidak tulus.

.

ELEMEN TANAH.

.

  1. Menyumbang lahan untuk keperluan sosial yang bermanfaat bagi banyak orang, seperti panti-panti sosial, rumah sakit, sekolah, dan lain sebagainya. Anda dapat mendirikan rumah bagi mereka yang kurang mampu.
  2. Menyumbang untuk perbaikan jalan. Jalan yang rusak membahayakan banyak orang, bahkan termasuk Anda sendiri. Apabila Anda mampu, Anda dapat membantu memperbaiki jalan, baik dilakukan sendiri atau membayar jasa orang lain. Menyingkirkan pecahan kaca atau paku dari jalan juga termasuk dalam hal ini. Bayangkan bagaimana rasanya jika kaki atau ban kendaraan Anda terkena paku?
  3. Menyumbang bahan-bahan bangunan bagi mereka yang memerlukan.
  4. Bila ada orang yang sakit organ pencernaan dan tidak mampu (namun tentunya dalam menyumbang sebaiknya jangan membeda-bedakan penyakit yang diderita seseorang) Anda dapat menyumbangnya. Jika kebetulan Anda mengenal pasien sakit organ pencernaan yang tidak mampu dan Anda tergerak menolongnya, dimana kebetulan pula elemen Tanah baik bagi Anda, maka inilah kesempatan melakukan kebajikan besar. Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini. Mengapa organ pencernaan? Jawabannya karena menurut metafisika China, organ pencernaan berelemen atau berunsur Tanah. Tapi ingat jangan sengaja hanya mencari yang sakit organ pencernaan saja. Dalam menolong sesama jangan membeda-bedakan apa penyakitnya. Kalau Anda hanya mau menolong orang yang sakit tertentu saja demi meningkatkan elemen keberuntungan Anda semata, maka itu justru memberikan dampak sebaliknya karena berarti Anda telah bersifat egois serta tidak tulus.

.

Demikian kias-kias berdasarkan elemen keberuntungan Anda. Tentu saja dalam melakukan kebajikan disesuaikan pula dengan kemampuan Anda. Jumlahnya tidak harus besar. Apabila Anda hanya mampu menyumbang sepotong bata atau segelas air minum saja, maka asalkan dilakukan dengan tulus dan penuh kesungguhan hati, maknanya akan besar. Bukankah sebuah bangunan atau rumah sebesar apa pun, dibentuk dari sepotong demi sepotong bata. Jangan remehkan kebajikan walau sekecil apa pun dan jangan pula anggap enteng suatu kejahatan walau sekecil apa pun. Pohon yang besar tumbuh dari biji yang kecil. Satu hal lagi yang perlu diingat, pembagian berdasarkan elemen itu hanya sekedar pengetahuan dan penuntun saja. Namun dalam melakukan kebajikan jangan pilih-pilih yang sesuai dengan elemen keberuntungan Anda semata. Yang penting perlu ketulusan dan kesungguhan. Maksudnya adalah sebagai berikut. Apabila Anda berjumpa dengan kesempatan berbuat baik, tetapi tidak sesuai dengan elemen Anda, maka tetap saja lakukan. Anda tetap akan mendapatkan manfaatnya. Jadi Anda sebaiknya jangan berpikir, “Oh saya hanya mau melakukan kebajikan terkait elemen Api saja, karena Api merupakan elemen baik saya.” Ini adalah pandangan salah dan tidak akan membawa pada hasil terbaik. Biarkan segalanya berlangsung secara alami. Tiap ada kesempatan berbuat baik yang datang, manfaatkanlah hal itu meski bukan terkait elemen baik Anda. Jika kesempatan itu kebetulan sesuatu dengan elemen baik Anda, maka baiklah hal tersebut; namun bila tidak tetap lakukan. Apabila Anda sedang kelaparan, dan hanya ada satu-satunya makanan, meski tidak menyukainya bukankah Anda tetap menyantapnya? Ataukah Anda akan membiarkan diri Anda tetap kelaparan sambil menunggu datangnya makanan Anda sukai yang tidak tentu kapan munculnya?

.

Sekedar berbagi pengalaman, dalam berbuat baik saya tidak pernah sengaja memilih yang ada kaitannya dengan elemen keberuntungan saya. Kesempatan berbuat baik apa pun yang hadir, perlu kita manfaatkan. Namun tidaklah salah, jika Anda sudah memenuhi seluruh kesempatan berbuat baik yang ada dan sebagai tambahan Anda ingin mencari tambahan perbuatan bajik dengan yang sesuai dengan elemen Anda. Namun yang patut diingat, manfaatkanlah seluruh kesempatan yang hadir secara alami ke hadapan Anda terlebih dahulu, baru setelah itu mencari tambahan berikutnya. Ibaratnya, sebelum dapat mengerjakan aktifitas lainnya, Anda perlu menyelesaikan segenap tugas sekolah Anda terlebih dahulu. Jangan tugas sekolah itu malah diabaikan dan Anda mengerjakan kegiatan lainnya.

.

Berbuat kebajikan adalah kias atau ciswa super dashyat. Perbuatan baik dapat mengubah dunia, bukankah karena itu layak disebut dashyat? Ini adalah sesuatu yang logis dan tidak dibuat-buat. Saya adalah orang yang logis dan segala sesuatu baru dapat saya terima bila masuk akal.

.

Apabila Anda ingin berbuat kebajikan yang tidak mengeluarkan biaya, Anda dapat juga membagikan artikel ini. Mendorong orang lain berbuat baik adalah juga kebajikan. Jika Anda sering mengeluh, “Aku tidak mempunyai uang, bagaimana dapat berbuat baik?” Kini ada kesempatan berbuat baik, mengapa Anda tidak manfaatkan? Jika Anda membaca dan mempelajari sesuatu yang bermanfaat, namun setelah itu tidak membagikannya, maka Anda termasuk orang berjiwa pelit serta mementingkan diri sendiri. Bagaimana mungkin Anda mengharapkan kebahagiaan bagi diri Anda? Bahkan Anda telah menciptakan suatu hutang yang kelak harus Anda lunasi di masa mendatang. Ingat bahwa membagikan artikel atau tulisan bermanfaat yang menganjurkan perbuatan bajik janganlah dianggap remeh. Jika ada 10 orang saja yang terinspirasi dan mereka masing-masing melakukan lagi kebajikan bagi 10 orang lain, maka akan ada 100 orang yang mendapatkan manfaatnya. Bagaimana jika 100 orang itu masing-masing melakukan kebajikan lagi terhadap 10 orang lainnya? Akan ada 1.000 orang yang mendapatkan manfaatnya. Demikianlah jumlahnya akan terus bergulir semakin besar. Jika Anda tidak segan-segan membagikan artikel hoax, caci-maki, atau tidak bermanfaat, mengapa Anda enggan membagikan sesuatu yang sungguh-sungguh bermanfaat? Hutang bagi kemanusiaan itu akan Anda tanggung di kehidupan Anda. Jadi, jangan mengeluh bila hidup Anda semakin bertambah susah karena sikap egois Anda. Jangan hanya baca bagi diri sendiri, tetapi bagikan dan sebar luaskan.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

.

 

 
 
 PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Advertisements

BAGAIMANA MELINDUNGI TEMPAT USAHA DARI ILMU GAIB JAHAT

BAGAIMANA MELINDUNGI TEMPAT USAHA DARI ILMU GAIB JAHAT?

.

6 Juni 2017.

Ivan Taniputera.

.

 
 
 

Salah seorang sahabat menanyakan bagaimana melindungi tempat usaha dari ilmu gaib jahat? Memang, saat seseorang mengalami kemajuan dalam hidupnya, tidak mustahil ada orang-orang yang iri padanya. Tidak jarang mereka menggunakan apa yang disebut ilmu gaib guna merugikan saingannya, karena mustahil menyerang secara terang-terangan. Oleh karenanya, saya akan membagikan artikel mengenal hal tersebut.

.

Saya tidak akan membicarakan apakah ilmu gaib jahat itu benar-benar ada atau tidak, karena akan menimbulkan perdebatan atau polemik berkepanjangan. Di muka bumi ini sudah pasti terdapat banyak pandangan saling bertentangan; ada yang memercayainya dan tidak. Namun kita tidak akan membahas hal tersebut. Saya menghargai baik orang yang mempercayainya dan tidak mempercayainya. Saya menghormati seluruh pandangan. Di sini saya hanya merangkum dan berbagi saja beragam pengalaman yang saya dengar dari berbagai pihak.

.

Hal terpenting dan terutama guna menangkal ilmu gaib jahat yang berpeluang menyerang tempat usaha kita adalah memperkuat keimanan dan keyakinan terhadap agama beserta kepercayaan masing-masing. Jikalau kita mempunyai keyakinan dan iman teguh sesuai agama beserta kepercayaan masing-masing, maka segala sesuatu yang jahat tidak dapat mencelakai kita. Jadi kunci utama adalah pertebal keyakinan terhadap agama dan kepercayaan masing-masing.

.

Kedua, kita perlu senantiasa berbuat kebaikan dan menghindari kejahatan. Apabila kita banyak melakukan kebajikan di muka bumi ini, maka segala sesuatunya juga akan menjadi baik.

.

Selanjutnya ini adalah berbagai kiat yang pernah saya dengar dan kumpulkan.

.

Tumbuhan palem merah diyakini dapat menolak gangguan ilmu gaib jahat. Oleh karenanya, Anda boleh menanamnya di depan rumah atau tempat usaha Anda.

.

Metoda lain yang pernah saya dengar adalah menaruh pisau di atas semangkuk air dan dihadapkan ke luar. Versi lain menyatakan bahwa mangkuk itu hendaknya diisi dengan beras.

.

 
 

.

Ada juga yang menyarankan penggunaan cermin cekung. Cermin ini menurut berbagai pihak dapat menangkal ilmu gaib jahat.

.

Luopan (kompas Fengshui) juga diyakini dapat dipergunakan sebagai penangkal. Caranya kompas ditaruh dalam penutup lampu depan rumah atau tempat usaha. Tentu saja peletakannya memerlukan tata cara dan ritual khusus.

.

Menggunakan berbagai jimat, talisman, dan amulet yang diyakini dapat menangkal ilmu gaib.

.

Apabila Anda merasa bahwa gangguan gaib itu sudah masuk ke rumah atau tempat usaha Anda, maka lakukan ritual pembersihan sebagai berikut. Siapkan anglo yang diisi arang secukupnya, kemudian bakar arang tersebut. Taburkan bubuk cendana. Putarkan anglo ke seluruh ruangan dan penjuru rumah, tanpa ada yang terlewati. Sesudah itu taruh anglo di luar dan taburkan terus bubuk cendana hingga seluruh arang habis terbakar. Setelah itu taburkan garam di seluruh penjuru rumah. Biarkan hingga keesokan harinya. Selanjutnya, boleh disapu dari dalam ke luar. Kemungkinan, ritual ini tidak cukup dilaksanakan hanya sekali. Jadi, Anda boleh mengulanginya beberapa kali bila dirasa perlu.

.

Demikian berbagai cara yang sekiranya bermanfaat.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . .

.

 

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

BAGAIMANA MENGHILANGKAN QI ATAU ENERGI BURUK PADA SEBUAH RUMAH DAN TEMPAT USAHA?

.

Ivan Taniputera.

7 Juni 2017.

.

Ada rumah-rumah tertentu yang menyimpan energi negatif. Adapun yang disebut energi atau Qi negatif ini sangat banyak ragamnya dan kita tidak akan membahasnya terlalu terperinci. Energi negatif mungkin timbul karena penataan Fengshui yang kurang baik atau bisa juga sebab-sebab lainnya. Pengaruhnya juga bagi masing-masing orang berbeda. Ada yang peka atau rentan terkena gangguan energi buruk tersebut dan ada pula yang tidak.

.

Tanda-tanda adanya energi buruk itu juga sangat beraneka ragam. Sebagai contoh, ada penghuni yang sering sakit atau kerasukan. Para penghuni rumah tidak merasa tentram berdiam di sana. Selain itu, bisa juga terjadi fenomena-fenomena atau penampakan gaib yang menakutkan. Kebanyakan orang mungkin menyebutnya sebagai angker, namun saya lebih memilih menggunakan istilah “energi buruk atau negatif.”

.

Cara mengatasinya juga bermacam-macam. Setiap praktisi mungkin memiliki caranya sendiri-sendiri. Tidak ada yang benar dan salah, karena ilmu metafisika adalah seni atau bukan sepenuhnya sains. Jadi, kita tidak perlu menyatakan bahwa cara atau metoda kita yang terbaik dan merendahkan praktisi lain. Tidak perlu pula merasa bahwa cara atau metoda kita yang paling benar dan lainnya salah. Justru yang gemar merendah-rendahkan atau menjelek-jelekkan praktisi lain itulah yang patut diragukan keilmuannya. Saya menghormati semua cara dan metoda.

.

Salah satu cara mengatasinya adalah dengan memasang gambar sepasang barongsai. Gambar barongsai itu mempunyai sifat Yang; sehingga dapat mengatasi energi Yin yang terlampau berlebihan. Itulah sebabnya, saya lalu membuat gambar sepasang barongsai sebagai berikut; yakni untuk membantu mereka yang memerlukannya.

.

 
 
 
 

Ukuran gambar adalah 61 x 86 cm. Bagi yang memerlukan cetakannya dalam bentuk poster silakan menghubungi saya di ivan_taniputera@yahoo.com.

.

Gambar barongsai ini dapat dipasang di ruangan yang dirasa terdapat energi buruk atau negatifnya. Untuk meningkatkan energi keberuntungan dapat pula dipasang di ruang tamu atau bagian depan toko Anda.

.

Sekedar tambahan, berikut ini adalah tahapan-tahapan dalam membuat gambar di atas.

.

.

 
 

Gambar barongsai tanggal 18 Maret 2017; 17:34:19.

.

 
 

Gambar barongsai tanggal 19 Maret 2017; 17:43:10.

.

 
 

Gambar barongsai tanggal 28 Maret 2017; 18:50:00.

.

 
 

Gambar barongsai tanggal 28 Maret 2017, 18:50:11.

.

 
 

Gambar barongsai tanggal 28 Maret 2017; 19:39:37.

.

 
 

Gambar barongsai jadi, tanggal 27 Mei 2017; 20:50:02.

.

Demikianlah kita sudah mengenal kegunaan gambar sepasang barongsai.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . .

.

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

TAKDIR VERSUS CISWA: SEBUAH RENUNGAN DARI KISAH THO HWA LI

TAKDIR VERSUS CISWA: SEBUAH RENUNGAN DARI KISAH THO HWA LI

Ivan Taniputera

27 Februari 2013

.

Dalam perjalanan ke delapan kelenteng beberapa waktu yang lalu, saya menemukan buku kisah Tho Hwa Li buah karya Gan KH ini. Sebenarnya saya sudah pernah mendengar mengenai kisah Tho Hwa Li semenjak masih kecil dan edisi lama buku ini saya sudah punya, namun kini tidak tahu lagi di mana keberadaannya. Oleh karenanya, penemuan kembali buku ini di salah sebuah kelenteng yang saya kunjungi merupakan peristiwa berharga. Kisah-kisah dalam tradisi Tiongkok memang sarat makna dan filsafat pemikiran.

 
 
 

Secara umum, dalam buku tersebut ada hal-hal menarik, seperti asal muasal tradisi ritual pengantin yang masih dilaksanakan hingga hari ini dan takdir versus ciswa. Kita akan mengulasnya satu persatu.

 

1.TAKDIR VERSUS CISWA

 

Sebelum mengulas mengenai topik bahasan ini. Saya akan memaparkan latar belakang kisahnya secara singkat. Ciu Kong adalah seorang mantan pembesar di masa pemerintahan Kaisar Ciu Yu Ong (781 SM) dari dinasti Ciu (Mandarin: Chou). Karena kaisar ke-12 ini hanya gemar bersenang-senang saja bersama selirnya bernama Po Su, Ciu Kong lantas mengundurkan dirinya. Sebenarnya Ciu Kong ini bukanlah nama pembesar tersebut. Namanya tidak disebutkan dalam buku ini. Ciu Kong adalah gelar yang dianugerahkan oleh Kaisar Yu Ong, sewaktu pembesar tersebut mengundurkan dirinya guna pulang ke desa. Arti telar itu adalah “Sesepuh Marga Ciu.” (lihat halaman 3). Selain pemberian gelar kehormatan, Ciu Kong mendapatkan pula anugerah berupa pedang bernama Sian-cam-ho-cau (Bunuh Dulu Urusan Belakang). Ini menandakan bahwa pemegang pedang tersebut memiliki kekuasaan luar biasa.

Ciu Kong yang telah mengundurkan dirinya lantas membuka profesi sebagai juru ramal. Uniknya Ciu Kong akan memberikan ganti rugi yang besar jika ramalannya meleset (tiga ratus lima puluh tahil perak-halaman 6). Meskipun demikian, biaya meramalnya cukup rendah, yakni “tiga tahil setengah uang perak.” (halaman 5). Dalam sehari, ia hanya menerima tiga orang saja yang hendak diramal. Sebagai juru penerima tamu, Ciu Kong mengangkat mantan juru tulisnya bernama Peng Cian.

Ramalan Ciu Kong memang terbukti keakuratannya. Kendati demikian dua kali ramalan Ciu Kong meleset, yakni:

 

a.Putera seorang nenek bernama Li Kho-cwan (halaman 16) yang diramal akan meninggal. Berkat kias yang diberikan Tho Hwa Li, nyawanya berhasil diselamatkan. Tho Hwa Li adalah gadis sakti yang pandai menciptakan beraneka macam kias. Caranya adalah bersembahyang dengan tiga batang dupa saat sore hari, lalu mengambil bantal anaknya, menepuk tiga kali pada bantal disertai seruan keras memanggil anaknya. Singkat cerita, memang kias atau penangkal ini terbukti kemanjurannya.

 

b.Peng Cian sendiri diramalkan akan meninggal oleh Ciu Kong. Namun Tho Hwa Li berhasil menyelamatkannya, yakni menyuruh Peng Cian menanti kehadiran Delapan Dewa di sebuah kuil. Ternyata usia Peng Cian dapat ditambah 80 tahun.

 

Kegagalan ramalannya ini menggusarkan hati Ciu Kong yang merasa otorita-nya tertantang. Ia lalu mencari cara membunuh Tho Hwa Li yang akan kita uraikan belakangan.

 

Kini kita akan mendiskusikan terlebih dahulu makna kisah ini. Tentu saja sebuah kisah dapat dimakna berbeda-beda bagi masing-masing orang. Kendati demikian saya lebih cenderung memaknainya berdasarkan pertanyaan klasik “Apakah nasib dapat diubah?” Ini adalah sebuah pertanyaan yang telah hadir semenjak zaman yang amat lampau. Sepanjang sejarahnya agama dan filsafat telah berupaya memberikan jawaban bagi hal ini, sehingga kita dapat menjumpai banyak teori tentangnya. Namun, semuanya itu akan tetap menjadi sebuah “hipotesa” yang tidak dapat kita buktikan kebenarannya. Mengapa? Karena kita tidak memiliki mesin waktu. Sebuah hipotesa baru akan terbukti jika sudah diuji dengan sebuah eksperimen. Jadi secara sederhana adalah sebagai berikut. Seorang melakukan tindakan A hingga akhirnya mendapatkan B. Namun kita tidak tahu, jika tidak melakukan A, apakah ia akan tetap mendapatkan B. Dalam kehidupan nyata, memang terdapat kasus-kasus di mana seseorang telah berupaya, namun tidak memperoleh hasil yang diharapkan. Sebaliknya, ada juga orang tidak berusaha, tetapi malah mendapatkan sesuatu yang diharapkannya. Karena kita tidak mampu mengujinya, pertanyaan apakah “nasib dapat diubah” akan tetap menjadi misteri umat manusia sampai ditemukannya mesin waktu; yakni satu-satunya alat yang dapat dipergunakan menguji berbagai kemungkinan pararel dalam kehidupan manusia. Untuk lebih jelasnya, pembaca dapat menonton film “Butterfly Effect.” Apakah ciswa itu benar dapat mengubah nasib? Pertanyaan ini juga mustahil dijawab. Namun kisah di atas mencerminkan pertanyaan klasik tersebut, yakni takdir versus ciswa.

 

2.RITUAL-RITUAL UPACARA PERNIKAHAN TIONGHOA

 

Demi membalaskan dendamnya pada Tho Hwa Li, Ciu Kong lantas melakukan suatu tindakan yang agak eksentrik. Dia hanya memiliki seorang puteri bernama Ciu He Lian, namun agar dapat “membunuh” Tho Hwa Li, ia lantas “menikahkan” puterinya itu dengan Tho Hwa Li. Tentu saja sebelumnya sang puteri akan dirias sebagai pengantin pria. Ciu Kong memilihkan hari paling buruk, yang disebut Thian pia jit. Itu merupakan hari paling buruk bagi pengantin wanita. Banyak bahaya yang menanti, sehingga akan mengancam nyawa sang mempelai wanita. Berikut ini adalah bahaya beserta penangkalnya.

 

a.Pada hari itu saat mempelai wanita keluar dari rumahnya sendiri, dua bintang jahat, yakni Thian-sat dan Thian sin, telah siap menghantamnya, sehingga pengantin wanita mendadak jatuh tersungkur dan meninggal seketika.

 

PENANGKAL: Tho Hwa Li bersembahyang pagi-pagi sebelum matahari terbit, guna mengundang kehadiran dewa Liok ting Thai-sin dan Liok tha Thai sin, yang bertugas menjaga keamanan langit, sehingga sanggup mengusir Thian-sat dan Thian-sin.

 

b.Saat mempelai wanita telah duduk dalam tandu, bintang Ceng-liong ce (Naga Hijau) dan Pek-hou ce (Macan Putih) telah siap mencabut nyawanya.

 

PENANGKAL: Ceng-liong ce paling takut dengan kilin, sedangkan Pek-hou ce takut dengan burung hong (funiks). Oleh karenanya, Tho Hwa Li menempelkan kertas merah bertuliskan warna emas, yang masing-masing berbunyi “KI LIN TO CU” dan “HONG HONG TO CU.” Artinya adalah “Kilin berada di sini” dan “Burung hong merah ada di sini.” Dengan demikian Naga Hijau dan Macan Putih kebur ketakutan.

 

c.Begitu tandu tiba di rumah mempelai pria, bintang Ceng-liong ce yang gagal membunuh pengantin wanita akan kembali beraksi, sehingga mempelai wanita bisa menemui ajalnya.

 

PENANGKAL: Melepaskan tiga batang anak panah, sehingga Ceng-liong ce lari ketakutan.

 

d.Begitu mempelai wanita memasuki rumah pengantin pria, bintang Thian Kau-ce (Kera Langit) telah siap mencekiknya.

 

PENANGKAL: Dengan menaburkan beras kuning, sehingga Kera Langit lari ketakutan. Beras kuning itu dipercaya mampu membutakan mata Kera Langit.

 

e.Bintang Ngo-kui-ce (Lima Setan) telah siap menanti di balik pintu rumah Ciu Kong dan siap menerjang serta menghabisi nyawa Tho Hwa Li.

 

PENANGKAL: Menggunakan niru sebagai payung yang telah digambari pat kwa. Dengan demikian, Lima Setan tidak berani mendekat dan menyingkir jauh-jauh.

 

f.Saat kedua mempelai duduk bersama di dalam kamar pengantin guna bersantap bersama, bintang Pek-hou ce akan datang lagi dan menghantam mempelai wanita sampai tewas.

 

PENANGKAL: Tidak ada penangkalnya, tetapi Tho Hwa Li tidak kehilangan akal. Ia pura-pura pusing dan berbaring di ranjang pengantin. Akibatnya hanya Ciu He Lian yang duduk sendirian di depan meja pengantin. Meskipun berdandan sebagai pengantin wanita, bintang Peh-hou ce tidak dapat ditipu. Ia lantas menghantam puteri Ciu Kong tersebut hingga tewas.

 

Dengan demikian, justru Ciu Kong yang kehilangan puterinya. Dendamnya pada Tho Hwa Li semakin bertambah.

 

Kisah di atas mencerminkan sebuah ajaran bahwa manusia hendaknya senantiasa berupaya memperbaiki keadaan. Meski benar bahwa kita tidak mengetahui apakah takdir dapat diubah atau tidak. Namun berusaha menciptakan sesuatu yang lebih baik adalah lebih baik ketimbang tidak berusaha sama sekali.

 

3.EPILOG

 

Ciu Kong mencari cara lain dalam membunuh Tho Hwa Li. Ia lantas mengetahui rahasia kelemahan Tho Hwa Li, yakni ranting pohon Tho tumbuh di halaman rumah Tho Hwa Li yang menjulur ke penjuru barat. Ciu Kong meminta potongan dahan tersebut pada Tho Wan Gwe, yakni ayah Tho Hwa Li, dengan alasan bahwa benda tersebut akan dipakai sebagai wahana penujuman. Benar saja setelah ranting pohon itu dipotong, kesehatan Tho Hwa Li semakin menurun dan akhirnya sakit parah. Sebelum meninggal, Tho Hwa Li berpesan pada Peng Cian, yang pernah ditolongnya, agar membenturkan peti jenazahnya saat hendak diangkut keluar dari rumah Ciu Kong. Permintaan ini dilaksanakan, dan ajaibnya Tho Hwa Li hidup kembali. Terjadi perang tanding dengan Ciu Kong. Ternyata Ciu Kong adalah jelmaan pedang dewa, sedangkan Tho Hwa Li adalah jelmaan sarungnya. Kedua pedang itu sebelumnya adalah milik Dewa Hian Thian Siang Tee (Siang Tee Kong) sewaktu Beliau masih bertapa di Bu-tong-san. Karena memperoleh Jit Gwat jing (sari murni matahari dan rembulan), akhirnya pedang beserta sarungnya berubah menjadi manusia. Saat tengah bertarung, keduanya lantas ditangkap oleh Dewa Hian Thian Siang Tee dan diubah kembali menjadi pedang dan sarungnya.Demikianlan akhir kisah menarik tersebut.

 

Epilog di atas nampaknya menandakan bahwa meskipun bertentangan, keduanya merupakan kedua hal saling melengkapi dalam tradisi Tionghoa, ibarat pedang beserta sarungnya. Pedang tanpa sarung juga tidak berguna dan bisa melukai sang pemilik pedang. Sarung saja tanpa pedang juga tidak berguna, karena tak dapat melindungi seseorang.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . .

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

TATA CARA SEMBAHYANG MENURUT TRADISI CHINA BAGI YANG CIONG DI TAHUN AYAM DINGYOU (2017)

TATA CARA SEMBAHYANG MENURUT TRADISI CHINA BAGI YANG CIONG DI TAHUN AYAM DINGYOU (2017).

.

Ivan Taniputera.

25 Januari 2017.

.

CIONG TAISUI (太歲): Shio Ayam.

.

Perlengkapan: Teh liao tiga cangkir; teh tiga cangkir; air tiga cangkir; buah-buahan lima macam; lilin sepasang; dupa tiga batang; hu Taisui. 

.

Tanggal sembahyang: Tanggal 5 dan 9 menurut penanggalan Imlek. Jam bebas. Pada tanggal tersebut hu Taisui ditempel. Setiap tanggal 15 diadakan upacara sembahyang lagi secara berturut-turut hingga tanggal 24 bulan keduabelas menurut penanggalan Imlek. Hu Taisui dibakar dan mengucapkan terima kasih atas perlindungan selama setahun.

Berikut ini adala contoh hu Taisui.

.

 
 
 

.

CIONG WUGUI (五鬼): Shio Ular.

.

Perlengkapan: Teh liao tiga cangkir; teh tiga cangkir; air tiga cangkir; masakan sayuranis; lilin sepasang; dupa tiga batang; kertas sembahyang ukuran kecil; hu Wugui.

.

 
 

 .

Tanggal sembahyang: Tanggal bebas. Cukup adakan upacara sembahyang sekali saja. Setelah selesai sembahyang, hu dapat dibakar di halaman rumah atau simpang empat.

.

CIONG SANGMEN (喪門): Shio Kambing.

.

Tidak perlu mengadakan upacara sembahyang. Cukup membawa hu dalam dompet saja.

.

 
 

 .

CIONG SIFU (死符): Shio Naga.

.

Perlengkapan: Teh liao tiga cangkir; teh tiga cangkir; air tiga cangkir; buah-buahan lima macam; lilin sepasang; dupa tiga batang; hu Taisui.

.

 
 

 

 .

Tanggal sembahyang: Pada hari Kebajikan Rembulan (Yue de; 月德日) sebelum memasuki bulan keempat Imlek. Mengenai tanggal Yuede dapat mencari di almanak. Setela sembahyang, hu dibakar bersama kertas sembahyang.

.

Rumus mencari hari Kebajikan Rembulan (perlu melihat almanak):

 
  • Pada bulan yang cabang buminya Yin 寅, Wu 午, dan Xu 戌: hari yang Batang Langitnya Bing 丙.
  • Pada bulan yang cabang buminya Hai 亥, Mao 卯, dan Wei 未: hari yang Batang Langitnya Jia 甲.
  • Pada bulan yang Cabang Buminya Shen 申, Zi 子, dan Chen辰: hari yang Batang Langitnya Ren 壬.
  • Pada bulan yang Cabang Buminya Si 巳, You 酉, dan Chou丑: hari yang Batang Langitnya Geng 庚.

.

CIONG SUIPO (歲破): Shio Kelinci.

.

Perlengkapan: Teh liao tiga cangkir; teh tiga cangkir; air tiga cangkir; buah-buahan lima macam; lilin sepasang; dupa tiga batang; hu Suipo.

.

 
 

.

Tanggal sembahyang: Pada hari Berkah Rembulan (Yue En; 月恩日) setiap bulannya. Waktu bebas. Setelah selesai upacara sembahyang, hu dibakar bersama kertas sembahyang.

.

Rumus mencari hari Berkah Rembulan (perlu melihat almanak):

.

  • Bulan pertama Imlek, cari hari yang Batang Langitnya Bing 丙.
  • Bulan kedua Imlek, cari hari yang Batang Langitnya Ding 丁.
  • Bulan ketiga Imlek, cari hari yang Batang Langitnya Geng 庚.
  • Bulan keempat Imlek, cari hari yang Batang Langitnya Ji 己.
  • Bulan kelima Imlek, cari hari yang Batang Langitnya Wu 戊.
  • Bulan keenam Imlek, cari hari yang Batang Langitnya Xin 辛.
  • Bulan ketujuh Imlek cari hari yang Batang Langitnya Ren 壬.
  • Bulan kedelapan Imlek cari hari yang Batang Langitnya Gui 癸.
  • Bulan kesembilan Imlek cari hari yang Batang Langitnya Geng 庚.
  • Bulan kesepuluh Imlek cari hari yang Batang Langitnya Yi 乙.
  • Bulan kesebelas Imlek cari hari yang Batang Langitnya Jia 甲.
  • Bulan keduabelas Imlek cari hari yang Batang Langitnya Xin辛.
 

 .

CIONG BAIHU (白虎): Shio Kerbau.

.

Perlengkapan sembahyang: Teh liao tiga cangkir; teh tiga cangkir; air tiga cangkir; masakan sayuranis; kacang hijau mentah; lilin sepasang; kertas sembahyang; dupa tiga batang; hu Baihu.

.

 
 

.

 

Tanggal sembahyang: Tempat dapat dilakukan pada kuil yang terdapat altar Baihu Jiangjun (Jenderal Harimau Putih) atau persimpangan empat. Sebenarnya, ini melambangkan rasi bintang; yakni salah satu di antara empat rasi bintang. Adapun keempat rasi bintang itu adalah: Harimau Putih (白虎 Baihu), Naga hijau (青龍 Qinglong), Kura-kura Hitam (玄武 Xuanwu), dan Burung Feng Merah (朱雀 Zhuque). Para pembaca yang ingin mengetahui lebih banyak dapat mencari kepustakaan mengenai astronomi (ilmu perbintangan) China. Setelah selesai sembahyang, kacang hijau dapat dibawa pulang dan disebarkan depan rumah, sebagai lambang keselamatan.

.

CIONG TIANGOU (天狗) : Shio Babi.

.

Perlengkapan sembahyang: Teh liao tiga cangkir; teh tiga cangkir; air tiga cangkir; masakan sayuranis; lilin sepasang; kertas sembahyang; dupa tiga batang; hu Tiangou.

.

 
 
 

Tanggal sembahyang: Tanggal bebas, tetapi harus di malam hari. Setelah selesai upacara sembahyang, hu dibakar bersama kertas sembahyang.

.

CIONG TAIYIN (太陰): Shio Kuda

.

Yang terkena ciong ini adalah khusus bagi kaum pria saja. 

.

Perlengkapan sembahyang: Teh liao tiga cangkir; teh tiga cangkir; air tiga cangkir; buah-buahan lima macam; lilin sepasang; dupa tiga batang; hu Taiyin.

.

 

 
 

 .

Tanggal sembahyang: Setiap tanggal 26 menurut penanggalan Imlek. Harus pada saat malam hari dan menghadap ke penjuru barat. Setelah selesai upacara sembahyang, hu dibakar bersama dengan kertas sembahyang.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . 

.

 

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

KIAS FENGSHUI AGAR ANAK MENJADI PANDAI

KIAS FENGSHUI AGAR ANAK MENJADI PANDAI.

.

Ivan Taniputera.

1 Januari 2017

.

Beberapa klien mengeluhkan anaknya malas belajar dan sulit mendapatkan prestasi yang baik di sekolah. Oleh karenanya, pada hari Tahun Baru 1 Januari 2017 ini saya hendak menulis artikel memperkenalkan suatu kias yang diambil dari Pustaka Luban (Lu Banjing; 魯班經), salah satu pustaka mengenai Fengshui dan arsitektur yang sudah berusia ratusan tahun. Rumah atau keluarga yang menerapkan kias ini diyakini dapat menghasilkan generasi yang pandai dan cerdas.

.

Kiasnya sangat sederhana, yakni dengan meletakkan kuas untuk menulis (Maobi; 毛筆) pada celah-celah pintu.

.

 
 

Demikianlah, kias yang cukup sederhana. Tentu saja ini hanyalah sebuah kias dan tetap saja diperlukan dorongan dan dukungan baik dari orang tua maupun guru agar anak menjadi lebih bersemangat belajar.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . 

 

.

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

 

KIAS MENGATASI SISWA ATAU KARYAWAN YANG SANGAT SERING BERKELAHI

KIAS MENGATASI SISWA ATAU KARYAWAN YANG SANGAT SERING BERKELAHI.

.

Ivan Taniputera.

29 Juli 2016.

.

 
 
 

Salah seorang teman menjadi guru di sebuah sekolah dan menanyakan mengapa para siswanya sering berkelahi dan tawuran. Ia menanyakan apakah ada kias secara metafisika guna mengatasi hal tersebut. Sementara itu, kawan lain menuturkan mengenai para karyawannya yang sering sekali berkelahi. Memang benar bahwa para karyawan itu berasal dari lingkungan yang keras. Namun ia juga menanyakan hal senada dengan kawan sebelumnya, yakni adakah kias demi meredakan suasana seperti itu. 

.

Menjawab pertanyaan mengapa para siswa sering berkelahi dan tawuran, secara metafisika memang ada tempat-tempat yang mempunyai energi buruk pemancing permusuhan beserta emosi.  Kenyataannya, tempat yang panas dan pengap memang lebih mudah memancing amarah seseorang. Namun sudut pandang metafisika juga meyakini keberadaan energi-energi buruk tak kasat mata semacam itu.Jadi meski tempatnya sudah lapang dan sejuk, tetap saja seseorang mudah terpancing gejolak emosionalnya dan terlibat perkelahian dengan orang lain. Agar tidak salah paham, perlu ditambahkan di sini bahwa tempat berenergi buruk yang dimaksud adalah bila intensitas perkelahian sudah di atas kewajaran. Sebagai contoh, siswa kawan tadi dari tahun ke tahun tetap saja mengalami hal yang sama dengan intensitas yang tetap tinggi. Jika hanya sesekali saja terjadi perkelahian maka itu adalah wajar.

.

Saya mula-mula menyarankan bahwa sebelum menerapkan kias secara metafisika, gunakan pendekatan antar pribadi terlebih dahulu, yakni mengadakan kegiatan-kegiatan yang sekiranya sanggup meningkatkan kedamaian beserta kerukunan antar pribadi. Apabila masih gagal maka dapat mencoba kias berikut ini.

.

Caranya adalah menempatkan tumbuhan kaktus pada sekolah atau pabrik yang sering dilanda perkelahian. Tumbuhan tersebut dapat diletakkan pada setiap sudut dan tepi pabrik atau ruangan. Jumlahnya disesuaikan dengan besar serta kecilnya ruangan atau kawasan pabrik. Pedomannya adalah jangkauan energi masing-masing tumbuhan kaktus yang mencapai sekitar 1 hingga 1,5 meter. Jadi, untuk panjang 3 meter, maka paling tidak Anda harus menempatkan 4 tumbuhan kaktus.

.

Bagaimana logika atau filosofi penggunaan tumbuhan kaktus ini? Jika cara damai dan lembut gagal mendamaikan kedua belah pihak, maka cara yang agak keras perlu digunakan. Ilustrasinya adalah dua orang siswa yang sedang berkelahi. Teman mereka sudah membujuk dan melerai agar keduanya jangan berkelahi lagi. Namun upaya ini gagal, sehingga terpaksa guru dan kepala sekolah diundang demi melerai perkelahian mereka. Kedua siswa yang berkelahi itu lalu dimarahi dan diberi hukuman. Demikian kurang lebih analoginya. Energi kaktus ini memang sifatnya agak kasar dan keras.

.

Analogi lain adalah jika suatu energi bersifat keras dan bermusuhan hendak diredakan, maka menambahkan energi lembut terkadang tidak berguna, apalagi jika energi keras tersebut sudah hampir mendekati titik puncaknya. Cara lebih bermanfaat adalah justru menambahkan energi lain yang sama-sama bersifat keras serta bermusuhan. Tujuannya adalah menarik energi keras dan bermusuhan itu hingga mencapai titik puncaknya. Segala sesuatu begitu mencapai titik puncaknya akan beralih menjadi kebalikannya. Begitulah prinsip Yin-Yang. Oleh karenanya, kaktus ini berfungsi sebagai penyeimbang, dalam artian membawa energi buruk tersebut menuju ke titik puncaknya sehingga mereda atau terbuyarkan.

.

Dengan demikian, kantor atau sekolah yang sudah damai dan tenteram sebaiknya jangan diletakkan tumbuhan kaktus. Namun jika ukurannya kecil dan tidak terlampau banyak atau hanya sekedar hiasan tidaklah bermasalah. Penambahan terlalu banyak kaktus pada tempat yang sudah aman dan damai justru akan merusakan keseimbangannya. Kaktus tidak boleh pula ditaruh di kamar tidur. Rumah kediaman juga seyogiannya tidak banyak terdapat kaktus. Jika hendak menanam kaktus maka letakkan di halaman yang paling tidak jaraknya 1-1,5 meter dari rumah atau pintu rumah.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . .

 

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.