KIAS MENCEGAH PENCURI DAN ORANG BERNIAT TIDAK BAIK MEMASUKI RUMAH ANDA

KIAS MENCEGAH PENCURI DAN ORANG BERNIAT TIDAK BAIK MEMASUKI RUMAH ANDA.

.

Ivan Taniputera.

13 Juni 2016

.

Berikut ini adalah kias warisan para leluhur guna mencegah pencuri dan orang berniat tidak baik memasuki rumah Anda.

.

Caranya sangat sederhana, sediakan bahan-bahan sebagai berikut:

.

1)Kedelai hitam

2)Gabah

3)Pasir

.

Campur ketiganya menjadi satu dan bacakan doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Selanjutnya taburkan ketiga bahan tersebut secara merata di pekarangan atau halaman depan rumah Anda pada hari Jumat Kliwon. Oleh karenanya, jika pekarangan Anda luas pergunakan bahan yang banyak pula atau menyesuaikan dengan luas pekarangan Anda. Menurut keyakinan, orang yang berniat tidak baik akan segera menyingkir dari rumah Anda.

.

Cara lain adalah menggunakan rajah sebagaimana yang terdapat pada Primbon Mujarobat.

.

 
 

.

Rajah ini digambar pada sehelai kain atau kertas putih dan ditaruh di atas pintu rumah. Selanjutnya gambar dua buah lagi dan dipendam di penjuru tenggara dan barat daya rumah.

.

Demikian beberapa kias penangkal pencuri. Anda silakan pergunakan mana yang sekiranya sesuai dengan hati Anda.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . 

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

KIAS MENANGKAL BAHAYA KERUSUHAN

KIAS MENANGKAL BAHAYA KERUSUHAN.

.

Ivan Taniputera.

12 April 2016

.

 
 

.

Kias ini saya dapatkan dari orang tua ketika berlangsung kerusuhan kurang lebih tahun 1980. Ketika itu, di Semarang terjadi kerusuhan rasial yang mengakibatkan pembakaran rumah etnis tertentu.

.

Adapun kiasnya cukup sederhana. Ambil sejumput beras dan pisahkan kurang lebih menjadi tiga bagian. Lalu lemparkan masing-masing bagian itu ke atap rumah sambil membacakan doa-doa keselamatan menurut agama dan keyakinan Anda.

.

Menurut kepercayaan, rumah Anda akan selamat dan terlewat dari para perusuh. Memang benar bahwa berdasarkan kisah yang saya dengar setelah kerusuhan mereda, rumah-rumah yang melakukan kias seperti itu terluput dari pembakaran dan pengrusakan. Saya tidak mengetahui kebenarannya secara pasti. Namun entah kias ini bermanfaat atau tidak karena tidak membutuhkan sesuatu yang terlampau rumit, maka tidak ada salahnya dicoba jika keadaan genting.

.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . 

 

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

HU ATAU AMULET BERGAMBAR ZHANG TIANSHI

HU ATAU AMULET BERGAMBAR ZHANG TIANSHI

.

Ivan Taniputera.

24 Desember 2015

.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengulas hu atau Amulet China bergambar Zhang Tianshi (張天師).

.

 
 
 
 

Pada bagian atas hu ini tertulis nama Zhang Tianshi, yang secara harafiah berarti Guru Langit Zhang. Beliau merupakan salah seorang guru Agama Dao terkemuka yang mendirikan aliran Guru Langit. Konon Beliau hidup hingga usia 122 tahun (34-156). Nama asli Beliau adalah Zhang Ling (張陵) dan hidup semasa Dinasti Han. Selain itu, Beliau juga dikenal dengan nama Zhang Daoling (張道陵).

.

Hu atau amulet di atas biasa ditempelkan di pintu-pintu rumah, yang konon dapat menolak makhluk-makhluk halus jahat. Namun ada praktisi yang mengajarkan agar hu tersebut dibakar menjelang perayaan tahun baru Imlek sebagai kias.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . 

 

 
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

TOLAK BALA DAN SIMBOLISASI DALAM TRADISI JAWA

TOLAK BALA DAN SIMBOLISASI DALAM TRADISI JAWA

.

Ivan Taniputera.

8 November 2015

.

.

Artikel ini ditulis berdasarkan hasil pembicaraan dengan seorang kawan. Ia menuturkan kisah menarik bahwa beberapa minggu sebelum terjadi gempa dashyat di Yogyakarta tahun 2006, warga di desanya diperintahkan menempelkan uang logam 100 Rupiah beserta rumput alang-alang di atas pintu rumah mereka. Selain itu, warga juga diperintahkan membuat kolak kolang kaling.

.

Pada mulanya, tiada yang mengetahui maknanya. Tetapi beberapa minggu kemudian terjadilah bencana gempa dashyat tersebut. Untungnya warga desa seluruhnya selamat, kendati mereka merasakan guncangan gempa dashyat.

.

Tradisi Jawa memang sarat dengan simbolisme atau perlambang. Setelah bencana tersebut, orang lantas menafsirkan bahwa uang logam 100 Rupiah itu melambangkan gempa bumi. Gambar gunungan di salah satu sisi uang logam mengingatkan pada pagelaran wayang kulit. Sebelum dalang menancapkan gunungan, maka ia akan mengucapkan, “Bumi gonjang ganjing….” atau artinya “Bumi bergoncang dashyat….”

.

Rumput alang-alang ditafsirkan sebagai “alang-alang” atau penghalang bagi bencana. Begitu pun juga kolak kolang-kaling dimaksudkan untuk “ngolang-ngalingi” atau menghalangi bencana.

.

Demikianlah bahasa perlambang dalam tradisi tolak bala (penolak bencana) dalam tradisi Jawa. Ternyata pada leluhur di zaman dahulu telah mempunyai kebijaksanaan yang tinggi pula.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

.

 
 

TATA CARA MANDI UNTUK MEMBERSIHKAN DIRI DARI KESIALAN

TATA CARA MANDI UNTUK MEMBERSIHKAN DIRI DARI KESIALAN

 

Ivan Taniputera

17 Januari 2014

Seseorang berkonsultasi pada saya dan menyatakan bahwa dirinya sedang dirudung oleh kesialan. Apa pun yang dikerjakan olehnya tidak membuahkan hasil dan selalu gagal. Ia menanyakan apa yang seharusnya dilakukan. Setelah melakukan penelaahan, nampak bahwa energi kehidupan atau vitalitas batin orang yang bersangkutan sedang mengalami penurunan.

 

Menurut ilmu metafisika, jika vitalitas atau kebugaran batin seseorang sedang mengalami penurunan, maka energinya akan menjadi negatif (陰 yin), sehingga frekuensinya juga semakin dekat dengan alam yin. Dengan kata lain, ia akan mudah “ditempeli” oleh “makhluk-makhluk halus.” Selanjutnya, “makhluk-makhluk halus” itu akan menghambat keberuntungan orang tersebut, sehingga seolah-olah keberuntungan menjauh darinya. Apa yang dikerjakan sering menjumpai kegagalan. Pikiran juga akan dilanda keputus-asaan. Ia akan merasa tidak tentu arah dan tidak tahu lagi apa yang dilakukan.

 

Bagaimanakah cara mengatasi hal ini? Satu-satunya pemecahan adalah kebugaran batin atau energi kehidupannya harus ditingkatkan kembali. Lalu barangkali pembaca akan bertanya kembali, bagaimanakah caranya? Salah satu caranya adalah dengan ritual mandi. Sebenarnya ritual mandi untuk membersihkan diri dari hawa negatif ini adalah dalam banyak tradisi dan budaya. Bahkan di dalam salah satu Sutra Agama Buddha Mahayana yang berjudul Suvarnaprabhasa Sutra (金光明經 Jing Guang Ming Jing) juga dijelaskan mengenai tata cara ritual mandi.

 

Kita akan menggunakan tata cara ritual mandi yang sederhana saja.

 

1.Sediakan air hangat, jangan terlalu panas. Yang penting Anda merasa nyaman dengannya.

2.Sediakan bunga tujuh rupa, garam, dan jahe yang telah dipotong-potong.

3.Masukkan semua bahan pada poin nomor 2 ke dalam ember yang berisikan air hangat. Aduk hingga menyebar ke dalam air.

 

Sebelumnya mandi dan keramas dahulu dengan air bersih. Setelah itu bacalah doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing guna membangkitkan kemantapan hati. Intinya adalah memohon agar pikiran menjadi tenang dan dijauhkan dari segenap halaman hidup. Bagi yang beragama Buddha, bunga tujuh rupa boleh diganti dengan bunga persembahan pada altar Buddha dan Bodhisattwa. Boleh juga ditambahkan abu bekas pembakaran dupa. Jika menggemari terapi bebauan (aroma therapy), maka boleh ditambahkan wewangian yang disukai.

 

Kemudian guyurkanlah air hangat yang sudah diberi garam, jahe, dan bunga tujuh rupa tadi ke tubuh, mulai dari kepala hingga seluruh tubuh. Jika memiliki bathup dapat juga berendam ke dalamnya. Pusatkan pikiran Anda pada guyuran air hangat tersebut, seperti sedang bermeditasi.

Setelah selesai, basuh tubuh Anda dengan air bersih.

Ritual ini dapat diulang beberapa kali sesuai kebutuhan. Hari melakukan ritual sebaiknya dipilih hari yang baik bagi Anda.

Intisari ritual ini adalah menenangkan pikiran. Jika pikiran sudah terang, maka vitalitas batin Anda secara bertahap akan mengalami peningkatan.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Untuk artikel menarik lainnya silakan buka https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

SEKALI LAGI TENTANG CIONG ATAU KETIDAK-COCOKAN ANTAR SHIO

SEKALI LAGI TENTANG CIONG ATAU KETIDAK-COCOKAN ANTAR SHIO

Ivan Taniputera

15 Mei 2015

 

Saya berulang kali menerima pertanyaan dari pasangan-pasangan kekasih yang berencana menikah, namun shio mereka mengalami “ciong” atau pertentangan satu sama lain. Ada pun yang dimaksud pertentangan di sini adalah shio yang berbeda tiga atau enam tahun. Mereka menanyakan apakah hubungan percintaan tersebut sebaiknya dihentikan saja atau batal menikah?

 

Pertanyaan seperti ini datang bertubi-tubi dan saya berulang kali pula menjawabnya. Oleh karenanya, demi menghindari pengulangan tersebut  dan menghemat waktu saya memutuskan menulis artikel ini. 

 

Pertama-tama, bagi yang masih awam dalam dunia metafisika China, maka setiap orang setidaknya mempunyai empat “shio.” Yang dimaksud shio sesungguhnya adalah 12 Cabang Bumi (Dizi), yakni:

 
  • Cabang Bumi Zi = shio tikus
  • Cabang Bumi Chou = shio sapi atau kerbau
  • Cabang Bumi Yin = shio harimau
  • Cabang Bumi Mao = shio kelinci
  • Cabang Bumi Chen = shio naga
  • Cabang Bumi Si = shio ular
  • Cabang Bumi Wu = shio kuda
  • Cabang Bumi Wei = shio kambing
  • Cabang Bumi Shen = shio monyet
  • Cabang Bumi You = shio ayam
  • Cabang Bumi Xu = shio anjing
  • Cabang Bumi Hai = shio babi
 

Masing-masing tahun, bulan, hari, dan jam mempunyai shionya sendiri-sendiri. Jadi shio itu tidak hanya terdapat pada tahun saja. Bulan, hari, dan jam juga mempunyai shionya masing-masing.

 

Silakan cermati contoh di bawah ini:

 
 

Diagram di atas disebut diagram Bazi dan dibuat berdasarkan jam dan tanggal kelahiran seseorang. Masing-masing pilar tahun, bulan, hari, dan jam terdiri dari pasangan Batang Langit dan Cabang Bumi. Kita tidak akan membahas mengenai diagram Bazi ini secara lebih terperinci, karena topik pembahasan kita kali ini adalah masalah ciong atau pertentangan.

 

Perhatikan bahwa tahun mempunyai shio KUDA.

Bulan mempunyai shio NAGA

 

Hari mempunyai shio KAMBING

Jam mempunyai shio KUDA

 

Oleh karena adanya empat shio tersebut, adalah tidak beralasan dan juga tidak masuk akal jika kita hanya berpatokan pada shio tahun saja.

Seluruh elemen yang terdapat pada diagram Bazi tersebut harus diperhitungkan.

 

Tidak selamanya ciong itu buruk, terutama bila shio yang ciong itu merupakan elemen yang dibutuhkan seseorang atau unsur baik bagi pribadi tersebut. 

Untuk mengetahui bermanfaat dan tidaknya suatu elemen perlu dihitung berdasarkan keseluruhan elemen dalam diagram Bazinya.

 

Selanjutnya shio utama yang harus diperhatikan bukan shio tahun, melainkan shio pada pilar hari, karena itulah yang dipergunakan menelaah pasangan hidup atau dengan kata lain, mewakili pasangan hidup Anda.

 

Lalu jika benar-benar ciong apakah ada kiasnya? 

 

Seorang praktisi hendaknya tidak hanya sanggup mengatakan atau menentukan ciong dan tidaknya suatu pasangan. Hal tersebut adalah jauh dari memadai. Seorang praktisi sejati hendaknya sanggup memberikan solusi secara metafisika, tentu saja berpatokan dengan teori-teori metafisika yang ada.

 

Secara umum, terdapat beberapa prinsip dalam menentukan kiasnya.

 

(1) Menyibukkan shio-shio atau cabang bumi yang saling bertentangan.

 

Sebagai contoh Zi (Tikus) dan Wu (Kuda) saling bertentangan. Namun keduanya dapat dikurangi pertentangannya dengan menghadirkan You (Ayam) atau Mao (Kelinci). 

 

(2) Dengan melenyapkan salah satu cabang bumi yang saling bertentangan.

 

Sebagai contoh Zi (Tikus) dan Wu (Kuda) saling bertentangan. Namun Zi dan Chou (Sapi) dapat bergabung membentuk  elemenTanah, sehingga Zi menjadi lenyap. Wu dan Wei (Kambing) dapat bergabung membentuk elemen Api, sehingga Wu menjadi lenyap.

 

(3) Dengan menyelaraskan.

 

Contoh Air dan Api saling bertentangan. Namun dengan menghadirkan Kayu, maka keduanya menjadi selaras, karena Air akan membangkitkan Kayu, dan Kayu membangkitkan Api.

 

Oleh karenanya, segala sesuatu ada kiasnya. Jangan terburu-buru memutuskan kekasih Anda, hanya karena beda enam atau tiga tahun. Anda tidak perlu mendengarkan perkataan praktisi yang dangkal pengetahuannya. Praktisi metafisika yang baik adalah sanggup memberikan solusi bukan menambah runyam masalah. 

 

Bagaimana cara mewujudkan ketiga kias di atas secara nyata dapat menggunakan Fengshui dan lain sebagainya. Tentu saja, harus dipilih mana di antara tiga kias di atas yang terbaik. Perlu dilakukan perhitungan rumit dan tidak serampangan.

 

Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum

 

Semoga bermanfaat.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain sebagainya silakan kunjungi:

 

KIAS MENGUNJUNGI ORANG MENINGGAL ATAU ORANG SAKIT

KIAS MENGUNJUNGI ORANG MENINGGAL ATAU ORANG SAKIT

25 April 2015

Ivan Taniputera

 

 
 

Turut berbelasungkawa terhadap sesama manusia atau melayat serta mengunjungi mereka yang sedang dilanda kesusahan, seperti terdapat kerabat meninggal dan lain sebagainya, adalah sesuatu yang mulia. Manusia memang seyogianya memiliki empati terhadap sesamanya. Kendati demikian, menurut ilmu astrologi baik Barat maupun Timur, tidak selamanya bintang keberuntungan seseorang berada dalam keadaan baik. Ada kalanya karena pengaruh konfigurasi planet-planet tertentu, bintang keberuntungannya akan menurun. Inilah yang disebut saat kurang baik bagi seseorang. Di saat tersebut, maka sebaiknya, ia jangan mengunjungi orang meninggal atau sakit, karena rentan terhadap energi-energi negatif.  Begitu pula, jika seseorang sedang lemah daya tahan tubuhnya, maka ia perlu menjaga makan dan jangan banyak bepergian. Lebih baik beristirahat di rumah. 

 

Lalu bagaimana, jika yang meninggal adalah anggota keluarga seorang sahabat yang sangat karib? Apabila Anda terpaksa melayat orang meninggal padahal bintang keberuntungan Anda sedang buruk, maka silakan lakukan kias sebagai berikut. Kias ini adalah warisan orang-orang tua dahulu. 

 

Sediakan

 

1.Sebatang paku kecil.

2.Sejumput kecil tembakau

3.Sepotong kecil jahe

 

Semua bahan-bahan itu dibungkus dengan kertas merah dan dikantungi saat Anda melayat  orang meninggal atau menjenguk orang sakit. Sepulangnya dari melayat, maka bungkusan kertas merah tadi dibuang di perempatan jalan, sambil berdoa sesuai kepercayaan masing-masing, yakni memohon agar dijauhkan dari segenap bencana dan keburukan. 

 

Kias lainnya ada yang mengajarkan agar jahenya dikunyah saat mengunjungi orang meninggal atau sakit. Kedua jenis kias ini dapat dipergunakan bersamaan. 

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain, silakan kunjungi: