HU ATAU JIMAT CHINA DARI KUIL ROUFU GUMIAO, JOHOR BAHRU, MALAYSIA

HU ATAU JIMAT CHINA DARI KUIL ROUFU GUMIAO, JOHOR BAHRU, MALAYSIA.

.

Ivan Taniputera.

23 Januari 2019.

.

.

Seorang sahabat, baru saja mengirimkan selembar hu atau jimat China yang berasal dari kuil Roufo Gumiao (柔佛古廟), Johor Bahru, Malaysia. Kuil ini yang juga dinamakan Gumiao dalam bahasa Inggris disebut Old Chinese Temple, dibangun pada abad 19. Dengan demikian, usianya sudah 100 tahun lebih.

.

Pada bagian paling atas hu tersebut terdapat tulisan nama kuil, yakni Roufo Gumiao (柔佛古廟). Selanjutnya terdapat tulisan 玉封 (yù fēng), yang berarti meterai batu pualam. Di bagian bawahnya lagi terdapat aksara-aksara 元天上帝靈符安鎮世 (Yuán tiān shàngdì língfú ān zhèn shì), yang secara harafiah berarti “jimat Dewa Yuantian Shangdi penenteram kota.” Jimat ini berfungsi untuk menolak berbagai bahaya dan permasalahan.

.

Yuantian Shangdi sendiri merupakan dewa utama di kuil ini. Beliau juga dikenal sebagai Xuantian Shangdi (玄天上帝) atau Hian Thian Siang Tee dalam bahasa Hokkian.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . 

.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Advertisements

MEMBACA PERTANDA ALAM: MAKNA KUIL YANG TERBAKAR

MEMBACA PERTANDA ALAM: MAKNA KUIL YANG TERBAKAR

,

Ivan Taniputera

3 Maret 2015

.

,

 
 

Alkisah, di ibukota sebuah negeri terdapat sebuah kuil berusia ratusan tahun yang terbakar. Tiba-tiba terlintas dalam pikiran saya untuk mencoba menelaah pertanda alam apakah yang hendak disampaikan oleh peristiwa tersebut. Sebagaimana yang pernah saya tulis pada artikel lainnya, segala sesuatu di jagad raya ini saling berkaitan satu sama lain. Oleh karenanya, hanya dengan mengamati satu fenomena saja, kita dapat “membaca” fenomena-fenomena lainnya. Jagad raya in diibaratkan sebagai sebuah jaring-jaring yang luasnya tidak terhingga. Jika kita menggetarkan satu bagian jaring tersebut, maka getarannya akan memancar ke seluruh bagian untaian jaring lainnya. Satu fenomena akan memengaruhi fenomena lainnya. Itulah sebabnya, kita dapat membaca dan memaknai suatu pertanda alam atau fenomena di jagad raya ini. Kendati demikian, untuk memaknai dan membacanya, kita perlu suatu kebijaksanaan atau wahana yang tepat. Selain itu, kita perlu intuisi yang baik pula.

 

Pada kesempatan kali ini saya ingin menelaah makna terbakarnya kuil tersebut dengan metoda Yijing. Intuisi membimbing saya menemukan kata kunci yang tepat. Saya berpandangan bahwa kata kunci yang tepat di sini adalah api dan kuil. Kini kita perlu mencari trigram (trigarit) yang sesuai dan menyusunnya menjadi heksagram (sadgarit). 

 

Trigram yang mewakili Kuil adalah trigram Qian.

Trigram yang mewakili Api adalah trigram Li

 

Saya membayangkan bahwa api itu pertama-tama berada di bagian dalam kuil. Dengan demikian, sebagai heksagram awal maka saya taruh Qian di atas Li. 

Dengan demikian didapatkan heksagram nomor 13.

Selanjutnya api menjadi membumbung tinggi. Dengan demikian, sebagai heksagram akhir, maka saya taruh Li di atas Qian. Dengan demikian didapatkan heksagram nomor 14.

 
 

Makna heksagram tersebut kurang lebih adalah:

 
  • Heksagram 13 menandakan adanya suatu hubungan saling membantu yang baik dan tidak mementingkan diri sendiri. Keberhasilan dan kebaikan akan terwujud melalui kerja sama yang baik serta harmonis. Dengan demikian, ini melambnagkan semangat gotong royong yang baik.
  • Heksagram 14 menandakan adanya keberhasilan, kesuksesan, dan kejayaan. Terdapat dukungan penuh dari orang-orang yang bersikap murah hati. Dengan demikian masing-masing pihak akan mendapatkan berkah. 
 

Berdasarkan kedua heksagram di atas, maka saya menafsirkan bahwa alam hendak memberikan pelajaran mengenai saling membantu. Karenanya, musibah kebakaran tersebut sebenarnya mempunyai makna yang baik dan sama sekali bukan pertanda buruk. Alam nampaknya hendak mengajarkan pada kita bahwa dengan saling membantu beserta kerelaan bekerja sama, segala sesuatu yang rusak dapat dibangun kembali dan mungkin bisa lebih baik dibandingkan sebelumnya. 

 

Alam kelihatannya hendak mengajarkan bahwa penyelenggaraan negara hanya akan berhasil dengan baik bila masing-masing pihak bersedia bekerja sama dan tidak mementingkan diri sendiri. Barulah dengan demikian, masa depan gemilang akan dapat diraih oleh negeri tersebut. 

 

Semoga kita dapat menarik pelajaran berharga dari peristiwa ini.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Fengshui, Bazi, Astrologi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain, silakan kunjungi: