KISAH HANTU: BERCAK MIRIP GAMBAR BAYI DI TEMBOK KAMAR MANDI

KISAH HANTU: BERCAK MIRIP GAMBAR BAYI DI TEMBOK KAMAR MANDI.

.

Ivan Taniputera.

22 Februari 2020.

.

.

Saya baru saja mendengar kisah ini dari seorang kenalan. Saya kemudian merasa tertarik menuangkannya dalam bentuk artikel. Berikut adalah kisahnya.

.

Tetangga itu (sebut saja Ibu A) telah mengandung 3 bulan. Tiba-tiba saja, ia mengalami pendarahan dan dibawa ke rumah sakit. Dokter yang memeriksanya merasa keheranan karena setelah di USG, bayi Ibu A tidak ada lagi atau hilang begitu saja (padahal sebelumnya ada). Namun anehnya, menurut metoda pemeriksaan lain, hasilnya Ibu A dinyatakan masih mengandung. Hanya saja, jika benar masih mengandung mengapa bayinya tidak nampak saat USG. Setelah mengadakan rapat, tim dokter akhirnya sepakat menyatakan bahwa bayinya memang hilang. Secara medis, mungkin inilah yang disebut keguguran.

.

Karena merasa ada yang tidak beres, keluarga Ibu A lantas bertanya pada saudaranya di luar pulau yang kebetulan merupakan orang pintar. Orang pintar tersebut menyarankan agar mereka memotret kamar mandi rumah mereka. Hasilnya sungguh mengejutkan karena pada potret itu nampak bercak pada dinding tembok kamar mandi yang menyerupai kepala bayi. Lengkap dengan bentukan mirip mata dan mulut. Anehnya, jika tidak difoto, maka bercak itu tidak tampak. Karena takut, mereka lalu mengecat ulang dinding kamar mandi mereka. Kenalan itu hanya menuturkan sampai di sini saja, sehingga saya belum mengetahui kelanjutan kisah tersebut.

.

Saya akan memberikan komentar sebagai berikut. Saya pernah mendengar bahwa terdapat makhluk-makhluk halus yang konon gemar memakan janin. Itulah sebabnya, ibu yang sedang hamil dan keluarganya, perlu sekali meningkatkan kekuatan spiritual mereka; yakni sesuai dengan ajaran agama beserta kepercayaan masing-masing. Bercak pada terlihat pada foto dinding kamar mandi mungkin sekali merupakan manifestasi roh bayi yang hilang itu.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .

.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

SUTRA MENGENAI IBU MAKHLUK HALUS (HARITI) YANG DISABDAKAN BUDDHA (TAISHO TRIPITAKA 1262)

SUTRA MENGENAI IBU MAKHLUK HALUS (HARITI) YANG DISABDAKAN BUDDHA (TAISHO TRIPITAKA 1262)

.

佛說鬼子母經

Foshuōguǐzǐmǔjīng

.

Taisho Tripitaka 1262.

.

失譯人今附西晉錄.

Shī yì rén jīn fù xījìn lù.

.

Diterjemahkan dari bahasa Sansekerta ke bahasa Mandarin semasa dinasti Jin Barat.

Diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia oleh Ivan Taniputera.

.

Jasa pahala terjemahan ini dilimpahkan pada Empat Permata.

.

Dilarang menyebar luaskan sebagian atau seluruh terjemahan ini tanpa seizin penerjemah. Jika telah mendapatkan izin untuk disebar-luaskan maka tidak boleh menambah atau mengurangi apa pun yang terdapat di terjemahan ini dari awal sampai akhir, dan linknya harus tetap dicantumkan.

.

Kritik dan saran membangun untuk kesempurnaan terjemahan diterima dengan senang hati.

.

Naskah berbahasa Mandarin diambil dari cbeta.

.

CATATAN PENERJEMAH BAHASA INDONESIA:

.

Hariti dalam sutra ini disebut sebagai ibu makhluk halus (Guizimu).

.

.

佛遊大兜國。時國中有一母人。多子性極惡。常喜行盜人子殺噉之。亡子家亦不知何誰取者。行街里啼哭。人已還共議。如是非一日。阿難及眾沙門。出行輒見啼哭人。已還共議。傷哀亡子家。佛即知眾沙門議。佛到眾沙門所。佛問眾沙門。向者何等議眾沙門。阿難白佛言。向者出行分衛。見街里有啼哭人眾多。即問啼哭人。汝何為啼哭。報言。生亡我子。不知屍死處所。如是啼哭者非一家皆亡子。

.

Fo yóu dà dōu guó. Shí guózhōng yǒuyī mǔ rén. Duō zi xìng jí è. Chángxǐ xíng dào rén zǐ shā dàn zhī. Wáng zi jiā yì bùzhī hé shuí qǔ zhě. Xíng jiē lǐ tíkū. Rén yǐ hái gòngyì. Rúshì fēi yī rì. Ānán jí zhòng shāmén. Chūxíng zhé jiàn tíkū rén. Yǐ hái gòngyì. Shāng āi wáng zi jiā. Fú jí zhī zhòng shāmén yì. Fú dào zhòng shāmén suǒ. Fú wèn zhòng shāmén. Xiàng zhě héděng yì zhòng shāmén. Ānán bái fú yán. Xiàng zhě chū háng fēn wèi. Jiàn jiē li yǒu tíkū rén zhòngduō. Jí wèn tíkū rén. Rǔ hé wèi tíkū. Bào yán. Shēng wáng wǒ zi. Bùzhī shī sǐ chùsuǒ. Rúshì tíkū zhě fēi yījiā jiē wáng zi.

.

Buddha sedang berada di negeri Dadou. Di negeri tersebut terdapat sesosok hantu wanita yang gemar menimbulkan kemalangan bagi anak-anak. Ia gemar menculik dan memangsa anak-anak tersebut. Keluarga yang kehilangan anak-anak mereka juga tidak mengetahui ke mana anaknya telah dibawa. Itulah sebabnya, di sepanjang jalan terdengar ratap tangis. Penduduk negari lalu berkumpul guna membahas hal tersebut. Pada hari itu juga, Yang Arya Ananda bersama sekumpulan shramana, keluar dan menyaksikan barisan orang-orang sedang menangis. Selain itu, terdapat pula orang-orang yang sedang membicarakan hal tersebut. Buddha mengetahui perbincangan para shramana itu. Beliau lalu menuju ke tempat tersebut dan tiba di sana. Buddha bertanya, “Wahai para shramana, apakah yang sedang kalian perbincangkan?” Ananda lalu berkata pada Buddha, “Sewaktu berjalan keluar aku menyaksikan banyak orang sedang menangis. Aku langsung menanyakan pada mereka, “Mengapa kalian menangis?” Lalu aku menerima jawaban, “Anakku telah hilang dan tidak tahu ia berada di mana.” Bukan hanya satu keluarga saja yang anaknya hilang.”

.

佛便為阿難眾沙門說。是國中盜人子者。非凡人故。現鬼子母。今生作人。喜行盜人子。是母有千子。五百子在天上。五百子在世間。千子皆為鬼王。一王者從數萬鬼。如是五百鬼王。在天上嬈諸天。五百鬼王。在世間嬈帝王人民如是。五百鬼王。天亦無奈何。阿難白佛言。鬼子母來在是國中。今寧可勅令不盜人子耶。佛言大善。可令不復盜人子。阿難問佛言。當用何等方便。使不復盜人子耶。

.

Fo biàn wèi ānán zhòng shāmén shuō. Shì guózhōng dào rén zǐ zhě. Fēifán rén gù. Xiàn guǐ zǐ mǔ. Jīnshēng zuò rén. Xǐ xíng dào rén zǐ. Shì mǔ yǒu qiān zi. Wǔbǎizi zài tiānshàng. Wǔbǎizi zài shìjiān. Qiān zi jiē wéi guǐwáng. Yī wángzhě cóng shù wàn guǐ. Rúshì wǔbǎi guǐwáng. Zài tiānshàng ráo zhū tiān. Wǔbǎi guǐwáng. Zài shìjiān ráo dìwáng rénmín rúshì. Wǔbǎi guǐwáng. Tiān yì wúnàihé. Ānán bái fo yán. Guǐ zǐ mǔ lái zài shì guózhōng. Jīn nìngkě chì lìng bù dào rén zǐ yé. Fo yán dàshàn. Kě lìng bù fù dào rén zǐ. Ā nán wèn fo yán. Dāng yòng héděng fāngbiàn. Shǐ bu fù dào rén zǐ yé.

.

Buddha lalu berkata pada Ananda dan sekumpulan Shramana tersebut, “Kemalangan yang menimpa anak-anak di negeri ini bukanlah diakibatkan oleh manusia, melainkan oleh makhluk bukan manusia, yakni sesosok makhluk halus wanita. Ia gemar menculik anak-anak manusia. Makhluk halus wanita itu mempunyai seribu anak. Lima ratus di antaranya berada di langit. Sedangkan lima ratus lainnya berada di bumi. Seribu anak itu semuanya merupakan raja makhluk halus. Satu raja makhluk halus memimpin sepuluh ribu makhluk halus. Kelima ratus raja makhluk halus yang berada di langit menimbulkan gangguan bagi seluruh dewa. Sementara itu, lima ratus raja makhluk halus yang berdiam di bumi menimbulkan gangguan bagi para raja beserta rakyatnya. Menghadapi kelima ratus raja makhluk halus itu, para dewa juga tidak berdaya. Ananda lalu berkata pada Buddha, “Bagaimanakah agar ibu makhluk halus itu tidak lagi menculik anak-anak manusia? Sabda-sabda Buddha adalah pembawa kebahagiaan agung.” Ananda bertanya lagi pada Buddha, “Dengan cara bagaimanakah agar ibu makhluk halus itu tidak lagi menculik anak-anak manusia?”

.

佛便語阿難。到是母所居。眾沙門共伺是母出已。後悉歛取子。來著精舍中逃之。眾沙門即往。伺是母出行。隨後歛取子。得千數子。逃著精舍中。是母便復行盜人子。來入舍中。不見其子。便捨他人子。不敢復殺。便行索其子。遍舍中不知其子處。便出行至街里遍城中不得。復出城外索不得。便入城行道啼哭。如是十日。母便狂。被髮入市。啼哭自擗撲仰天。大呼為狂梁語。亦不能復飲食。佛遣沙門。往視之。見母問。何為市中被髮啼哭。母即報沙門言。亡我子眾多故哭耳。

.

F0 biàn yǔ ānán. Dào shì mǔ suǒ jū. Zhòng shāmén gòng cì shì mǔ chū yǐ. Hòu xī hān qǔ zi. Láizhe jīng shě zhōng táo zhī. Zhòng shāmén jí wǎng. Cì shì mǔ chūxíng. Suíhòu hān qǔ zi. Dé qiān shù zi. Táo zhe jīng shě zhōng. Shì mǔ biàn fù xíngdào rén zǐ. Lái rù shě zhōng. Bùjiàn qí zi. Biàn shě tārén zǐ. Bù gǎn fù shā. Biàn xíng suǒ qí zi. Biàn shě zhōng bùzhī qí zi chù. Biàn chūxíng zhì jiē lǐ biàn chéngzhōng bùdé. Fùchū chéng wài suǒ bùdé. Biàn rùchéng xíng dào tíkū. Rúshì shí rì. Mǔ biàn kuáng. Bèi fà rùshì. Tíkū zì pǐ pū yǎngtiān. Dà hū wèi kuáng liáng yǔ. Yì bùnéng fù yǐnshí. Fo qiǎn shāmén. Wǎng shì zhī. Jiàn mǔ wèn. Hé wèi shì zhōng bèi fà tíkū. Mǔ jí bào shāmén yán. Wáng wǒ zi zhòngduō gù kū ěr.

.

Buddha berkata pada Ananda, “Pergilah kalian ke tempat kediaman ibu makhluk halus tersebut. Kalian, para shramana bersama-sama tunggulah ibu makhluk halus itu keluar [mencari mangsa]. Kemudian, dengan kekuatan batin kalian ambil seluruh anak ibu makhluk tersebut dan tinggalkan tempat itu.” Para shramana lalu berangkat. Mereka menunggu ibu makhluk halus ke luar dari tempat kediamannya [guna mencari mangsa]. Dengan segera, mereka mengambil seribu anak ibu makhluk halus dan meninggalkan tempat tersebut. Ketika ibu makhluk halus pulang dari menculik anak-anak, ia memasuki tempat kediamannya, namun tidak dapat menjumpai anak-anaknya. Ia lalu membiarkan anak-anak manusia yang baru saja diculiknya dan tidak berani membunuhnya. Dengan segera ia mencari anak-anaknya. Ia mencari di dalam kota dan tidak sanggup menemukannya. Ia mencari di luar tembok kota, namun tidak sanggup pula menemukannya. Ibu makhluk halus itu memasuki benteng kota dan mulai menangis. Selama sepuluh hari, ibu makhluk tersebut mendatangi kota. Dengan rambut acak-acakan serta sambil memukul-mukul dadanya ia menangis. Ia berteriak-teriak seperti orang gila dan tidak mau makan serta minum. Buddha mengutus para shramana menjumpai ibu makhluk halus. Mereka menanyakan, “Mengapa engkau dengan rambut acak-acakan menangis di tengah kota ini?” Ibu makhluk halus menjawab, “Aku menangis karena kehilangan anak-anakku yang berjumlah banyak itu.”

.

沙門言。汝欲得汝子不。母報言。我欲得之。沙門言。汝審欲得者。是間有佛。可往問佛。佛者知當來已去之事。汝往則可得汝子。母聞是語則歡喜意解便隨沙門。去到佛所。歡喜前為佛作禮。佛即問母。何為市中啼哭。母報佛言。亡我子故。佛問母。汝捨汝子至何所而亡汝子。母即默然不言。佛復問母。汝捨子至何所而反。默然無語。母知盜人子為惡。母即起為佛作禮。頭面著地。我愚癡故。佛復問。汝有子愛之不。母言。我有子坐起常欲著我傍。佛復問。汝有子知愛之。何故日行盜他人子。他人有子。亦如汝愛之。亡子家。亦行道啼哭如汝。汝反盜人子殺噉之。死後當入太山地獄中。母聞是語。便恐怖。佛復問。汝寧欲得汝子不。母即起復持頭面著地。願哀我。佛便語母言。汝子若在。汝寧能自悔不。若能自悔。當還汝子。母言。我能自悔。佛言。汝能自悔。當作何等自悔。母言。我聽佛教誡。當隨佛語自悔。佛還我子。我不敢遠離佛所語。佛言。審如汝語不。母言。我審如佛語。佛便授以五戒。第一不殺生。第二不盜。三不婬。四不兩舌。五不飲酒。報能悉還其.

.

Shāmén yán. Rǔ yù dé rǔ zi bù. Mǔ bào yán. Wǒ yù dé zhī. Shāmén yán. Rǔ shěn yù dé zhě. Shì jiān yǒu fo. Kě wǎng wèn fo. Fo zhě zhī dāng lái yǐ qù zhī shì. Rǔ wǎng zé kě dé rǔ zi. Mǔ wén shì yǔ zé huānxǐ yì jiě biàn suí shāmén. Qù dào fo suǒ. Huānxǐ qián wéi fú zuò lǐ. Fú jí wèn mǔ. Hé wèi shì zhōng tíkū. Mǔ bào fú yán. Wáng wǒ zi gù. Fo wèn mǔ. Rǔ shě rǔ zi zhì hé suǒ ér wáng rǔ zi. Mǔ jí mòrán bù yán. Fo fù wèn mǔ. Rǔ shězi zhì hé suǒ ér fǎn. Mòrán wúyǔ. Mǔ zhī dào rén zǐ wéi è. Mǔ jí qǐ wèi fo zuò lǐ. Tóu miàn zhuó dì. Wǒ yúchī gù. Fo fù wèn. Rǔ yǒu zi ài zhī bù. Mǔ yán. Wǒ yǒu zi zuò qǐ cháng yùzhe wǒ bàng. Fo fù wèn. Rǔ yǒu zi zhī ài zhī. Hégù rì xíngdào tārén zǐ. Tārén yǒu zi. Yì rú rǔ ài zhī. Wáng zi jiā. Yì xíng dào tíkū rú rǔ. Rǔ fǎn dào rén zǐ shā dàn zhī. Sǐhòu dāng rù tài shān dìyù zhōng. Mǔ wén shì yǔ. Biàn kǒngbù. Fo fù wèn. Rǔ níng yù dé rǔ zi bù. Mǔ jí qǐfù chí tóu miàn zhuó dì. Yuàn āi wǒ. Fo biàn yǔ mǔ yán. Rǔ zi ruò zài. Rǔ níng néng zì huǐ bù. Ruò néng zì huǐ. Dāng hái rǔ zi. Mǔ yán. Wǒ néng zì huǐ. Fo yán. Rǔ néng zì huǐ. Dàng zuò hé děng zì huǐ. Mǔ yán. Wǒ tīng fójiào jiè. Dāng suí fo yǔ zì huǐ. Fo huán wǒ zi. Wǒ bù gǎn yuǎnlí fú suǒ yǔ. Fú yán. Shěn rú rǔ yǔ bù. Mǔ yán. Wǒ shěn rú fo yǔ. Fo biàn shòu yǐ wǔjiè. Dì yī bù shāshēng. Dì èr bù dào. Sān bù yín. Sì bù liǎng shé. Wǔ bù yǐnjiǔ. Bào néng xī huán qí.

.

Para shramana berkata, “Engkau ingin berjumpa kembali dengan anak-anakmu, bukan?” Ibu makhluk halus berkata, “Aku ingin berjumpa kembali dengan mereka.” Shramana berkata, “Bila engkau ingin berjumpa dengan anak-anakmu, jumpailah Buddha. Engkau dapat bertanya padaNya, karena Beliau mengetahui hal-hal di masa lampau atau yang akan datang. Apabila menemui Beliau, engkau akan dapat berjumpa kembali dengan anak-anakmu.” Ibu makhluk halus merasa gembira mendengar saran para shramana. Ia lalu datang mengunjungi Buddha serta menghaturkan hormat di hadapan Buddha. Buddha bertanya pada ibu makhluk halus, “Mengapa engkau menangis?” Ibu makhluk halus memberitahu Buddha, “Karena anak-anakku hilang.” Buddha bertanya pada ibu makhluk halus, “Di manakah engkau saat anak-anakmu hilang?” Ibu makhluk halus hanya berdiam diri saja dan tidak berani mengatakan sepatah kata pun. Buddha bertanya kembali, “Di manakah engkau saat anak-anakmu hilang?” Ibu makhluk halus tetap berdiam diri. Ia mengetahui bahwa menculik anak-anak manusia merupakan suatu kejahatan. Ibu makhluk halus segera bangkit dan menyembah Buddha hingga kepalanya menyentuh tanah. Ia berkata, “Aku sungguh-sungguh bodoh.” Buddha bertanya padanya, “Tidakkah engkau mencintai anak-anakmu?” Ibu makhluk halus menjawab, “Baik sedang duduk atau pun berdiri, aku selalu ingin berada di dekat anak-anakku.” Buddha berkata, “Engkau mencintai anak-anakmu, namun menculik anak-anak manusia. Orang-orang yang mempunyai anak itu, juga sama sepertimu mencintai anak-anak mereka. Keluarga yang kehilangan anak itu juga menangis seperti dirimu. Kejahatanmu dalam menculik, membunuh, dan memangsa anak-anak itu akan menjerumuskanmu ke Neraka Gunung Besar setelah kematian.” Ibu makhluk halus merasa ketakutan setelah mendengar perkataan tersebut. Buddha bertanya kembali, “Tidakkah engkau ingin berjumpa kembali dengan anak-anakmu?” Ibu makhluk halus bangkit dan menyembah Buddha hingga kepalanya menyentuh tanah seraya berkata, “Mohon kasihanilah aku.” Buddha berkata, “Apakah engkau dapat melakukan pertobatan? Jika sanggup melakukan pertobatan, maka engkau akan sanggup berjumpa kembali dengan anak-anakmu.” Ibu makhluk halus berkata, “Aku dapat melakukan pertobatan.” Buddha bertanya kembali, “Pertobatan yang bagaimanakah?” Ibu makhluk halus menjawab, “Aku akan mendengarkan aturan moralitas ajaran Buddha dan menjalankannya sebagai bentuk pertobatan. Mohon Buddha kembalikan anak-anakku. Aku tidak berani melanggar ajaran-ajaran Buddha.” Buddha bersabda, “Begitukah yang engkau katakan?” Ibu makhluk halus berkata, “Aku akan menjalankan sabda-sabda Buddha.” Buddha lalu mengajarkan mengenai Lima Aturan Moralitas. Yang pertama, tidak membunuh. Yang kedua, tidak mencuri. Yang ketiga, tidak melakukan perilaku yang bertentangan dengan kesusilaan. Yang keempat, tidak mengucapkan perkataan yang tidak bajik. Yang kelima, tidak mengonsumsi sesuatu yang memabukkan. Demikianlah [seluruh aturan moralitas itu] telah dimaklumkan.

.

佛便為說汝有千子。皆為說千子名字。五百子在天上。皆是鬼中王。將鬼官屬。嫉害嬈天民。五百子在世間。嬈諸人民。汝子作鬼王。將數萬鬼。如是五百子。將鬼官屬。一不可稱數。極嫉害惡。或自稱作樹木神者。或作地神者。或作水神者。或詐為人兄弟妻子。自怨枉家室內外者。或作海神者。或作船車神者。或作舍宅神者。或自稱夜在冥中神者。或使人夢寤者。或使人恐怖。為人作怪者。或自稱星死者。自稱病死者。如是耗亂人。適不在一處。極嫉害惡。如是矯稱。令人祠祀烹殺。人不知多為烹殺。飲食是鬼。是鬼亦不肯食。端嫉害欲使人犯殺。欲使人入地獄中。要不食之。見人祠祀喜。如是鬼亦不能護活人命。但益罪。愚癡人不知。坐鬼貧窮。鬼子母聞佛說是語。即一心自悔。即得須陀洹道。知方來去事。長跪白佛言。我愚癡不知。世世有惡乃爾。今我得持戒。思惟中正之道。我心皆徹視。還見我千子。今我乃知。佛所至至語成。願佛哀我。我欲止佛精舍傍。我欲呼千子王。我欲使與佛結要。我欲報復天上天下人恩。佛言善哉。如汝有是意大善。佛言。汝從是已去。當稱是語。便止佛精舍邊。其國中人民。無子者來求子。當與之子。自在所願。我當勅子姓。與使隨護人。不得復妄嬈之。欲從鬼子母求願者。名浮陀摩尼鉢。姊名炙匿。天上天下鬼屬。是摩尼鉢主四海內。船車治生有財產。皆屬摩尼鉢。摩尼鉢與佛結要。受戒主護人財物。炙匿主人若有產生當救之。有天王名毘沙門。主四天地。護人命。出入常從毘沙門。求願有大鬼王。名阿須倫。主諸龍王。諸毒氣人。從求願令毒不干人。求願當慈心無所用謝。亦無所噉食人。從求願者在人何求與耳。要無所求索。亦不責人。人至浮陀摩尼鉢前為作禮.

.

Fo biàn wéi shuō rǔ yǒu qiān zi. Jiē wéi shuō qiān zi míngzì. Wǔbǎizi zài tiānshàng. Jiē shì guǐ zhōng wáng. Jiāng guǐ guān shǔ. Jí hài ráo tiān mín. Wǔbǎizi zài shìjiān. Ráo zhū rénmín. Rǔ zǐ zuò guǐwáng. Jiāng shù wàn guǐ. Rúshì wǔbǎizi. Jiāng guǐ guān shǔ. Yī bùkě chèn shù. Jí jí hài è. Huò zìchēng zuò shùmù shén zhě. Huò zuò de shén zhě. Huò zuò shuǐshén zhě. Huò zhà wéi rén xiōngdì qīzi. Zì yuàn wǎng jiā shìnèi wài zhě. Huò zuò hǎishén zhě. Huò zuò chuán chē shén zhě. Huò zuò shě zhái shén zhě. Huò zìchēng yè zài míng zhōng shén zhě. Huò shǐ rén mèng wù zhě. Huò shǐ rén kǒngbù. Wéi rén zuòguài zhě. Huò zìchēng xīng sǐzhě. Zì chēng bìngsǐ zhě. Rúshì hào luàn rén. Shì bùzài yī chù. Jí jí hài è. Rúshì jiǎo chēng. Lìng rén cí sì pēng shā. Rén bùzhī duō wèi pēng shā. Yǐnshí shì guǐ. Shì guǐ yì bù kěn shí. Duān jí hài yù shǐ rénfàn shā. Yù shǐ rén rù dìyù zhōng. Yào bù shí zhī. Jiàn rén cí sì xǐ. Rúshì guǐ yì bùnéng hù huó rénmìng. Dàn yì zuì. Yúchī rén bùzhī. Zuò guǐ pínqióng. Guǐ zǐ mǔ wén fú shuō shì yǔ. Jí yīxīn zì huǐ. Jí dé xū tuó huán dào. Zhī fāng láiqù shì. Zhǎng guì bái fú yán. Wǒ yúchī bùzhī. Shìshì yǒu è nǎi’ěr. Jīn wǒ dé chí jiè. Sīwéi zhōngzhèng zhī dào. Wǒ xīn jiē chè shì. Hái jiàn wǒ qiān zi. Jīn wǒ nǎi zhī. Fo suǒ zhì zhì yǔ chéng. Yuàn fo āi wǒ. Wǒ yù zhǐ fo jīng shě bàng. Wǒ yù hū qiān zi wáng. Wǒ yù shǐ yǔ fo jié yào. Wǒ yù bàofù tiānshàng tiānxià rén ēn. Fo yán shànzāi. Rú rǔ yǒu shì yì dàshàn. Fo yán. Rǔ cóng shì yǐ qù. Dāng chēng shì yǔ. Biàn zhǐ fú jīng shě biān. Qí guózhōng rénmín. Wú zǐ zhě lái qiú zi. Dāng yǔ zhīzǐ. Zìzài suǒ yuàn. Wǒ dāng chì zi xìng. Yǔ shǐ suí hù rén. Bùdé fù wàng ráo zhī. Yù cóng guǐ zǐ mǔ qiú yuàn zhě. Míng fú tuó mó ní bō. Zǐ míng zhì nì. Tiānshàng tiānxià guǐ shǔ. Shì mó ní bō zhǔ sìhǎi nèi. Chuán chē zhì shēng yǒu cáichǎn. Jiē shǔ mó ní bō. Mó ní bō yǔ fú jié yào. Shòujiè zhǔ hù rén cáiwù. Zhì nì zhǔrén ruò yǒu chǎnshēng dāng jiù zhī. Yǒu tiānwáng míng píshāmén. Zhǔ sì tiāndì. Hù rénmìng. Chūrù cháng cóng píshāmén. Qiú yuàn yǒu dà guǐwáng. Míng āxū lún. Zhǔ zhū lóngwáng. Zhū dúqì rén. Cóng qiú yuàn lìng dú bù gān rén. Qiú yuàn dāng cí xīn wú suǒyòng xiè. Yì wú suǒ dàn shí rén. Cóng qiú yuàn zhě zài rén hé qiú yǔ ěr. Yào wú suǒ qiúsuǒ. Yì bù zé rén. Rén zhì fú tuó mó ní bō qián wéi zuò lǐ

.

Buddha berkata, “Engkau mempunyai seribu anak. Lima ratus di antaranya berada di langit. Masing-masing merupakan raja yang membawahi pejabat makhluk halus. Mereka menimbulkan keonaran terhadap para dewa. Kelima ratus lainnya berada di bumi. Mereka menimbulkan kekacauan bagi manusia. Anakmu merupakan raja makhluk halus membawahi sepuluh ribu makhluk halus. Begitu pula dengan lima ratus anak yang membawahi para pejabat. Mereka tidak boleh lagi melakukan kejahatan, baik terhadap dewa pohon, dewa bumi, dewa air, beserta saudara maupun anak istri manusia. Tidak boleh menimbulkan gangguan baik di dalam maupun luar rumah. [Tidak boleh melakukan kejahatan] terhadap dewa lautan, dewa kapal beserta kereta, dewa rumah, dan dewa malam. [Tidak boleh melakukan kejahatan] terhadap manusia pada saat tidur atau terjaga. Tidak boleh menimbulkan kengerian pada manusia. Tidak boleh menimbulkan hal-hal ganjil pada manusia. Tidak boleh mengundang bintang kematian. Tidak boleh menimbulkan penyakit, kematian, dan kekacauan pada manusia. Tidak menimbulkan bahaya di tempat mana pun. Tidak mendorong manusia mempersembahkan sesuatu di kuil leluhur yang berasal dari pembunuhan. Manusia dengan tidak bijaksana banyak mempersembahkan sesuatu yang berasal dari pembunuhan. Makanan dan minuman seperti itu adalah bagaikan makhluk halus jahat. Bahkan makhluk halus jahat sekali pun tidak mau memakannya. Pada akhirnya, menimbulkan hawa nafsu melakukan pembunuhan. Hal itu dapat membawa seseorang terjerumus ke neraka. Apabila tidak mempersembahkan makanan seperti itu, para leluhur di kuil akan berbahagia. Apabila para makhluk halus tidak bersedia melindungi manusia, maka itu merupakan kejahatan. Orang bodoh yang tidak bijaksana, mengikuti makhluk halus jahat sehingga mengalami kemiskinan.” Ibu makhluk halus mendengar apa yang disabdakan Buddha. Ia memasuki tingkat kesucian pemasuk arus (srotapanna). Kemudian ia menghadap Buddha seraya berkata, “Aku telah berlaku bodoh dan tidak bijaksana. Masa demi masa telah melakukan kejahatan. Kini aku berikrar akan semata-mata menapaki jalan kebenaran. Hatiku ingin menyaksikan anak-anakku. Kini aku telah mengetahui bahwa sabda Buddha adalah sangat mulia. Aku berharap agar Buddha berbelas kasih padaku. Aku akan bernaung dan berdiam dalam hakikat Kebuddhaan. Aku ingin mengundang 1.000 anakku yang merupakan para raja makhluk halus. Aku berniat menyebarkan aturan-aturan moralitas Buddha. Aku berniat mewujudkan kebajikan bagi umat manusia baik di atas maupun bawah langit. Buddha berkata, “Bagus sekali. Apa yang engkau harapkan itu merupakan kebajikan besar. “ Buddha berkata kembali, “Kemana pun engkau pergi, sebagaimana yang engkau katakan, senantiasa bertumpu serta bernaung dalam ajaran Buddha. Di negeri ini, tiada seorang anak [makhluk halus] yang memangsa anak manusia lagi. Bersama dengan anak-anak [makhluk halus] itu, demi mewujudkan ikrar tersebut, Aku memerintahkan seluruh keluarga anak-anak [makhluk halus] agar melindungi manusia. Tidak menimbulkan gangguan apa pun bagi manusia, yakni sesuai dengan ikrar ibu makhluk halus. Terdapat anak hantu bernama Tuomonibo dengan kakak perempuannya bernama Zhini. Makhluk halus baik yang berada di atas maupun bawah langit berada di bawah kekuasaan Tuomonibo yang meliputi empat samudera. Ia mempunyai harta kekayaan berupa kapal dan kereta. Tuomonibo kemudian berikrar menjalankan aturan moralitas Buddha dan berikrar melindungi segenap harga kekayaan manusia. Zhini juga bertekad melindungi manusia. Terdapat raja para dewa bernama Vaisramana yang menjadi penguasa empat penjuru langit dan bumi. Ia juga senantiasa melindungi manusia. Selanjutnya, terdapat raja agung makhluk halus bernama Axulun, yang berkuasa atas seluruh raja naga dan racun. Ia bertekad menjaga agar racun tidak lagi membahayakan manusia. Dengan hati belas kasih tidak lagi memangsa, menjerat, dan menyusahkan manusia. [Itulah sebabnya], orang kemudian memberikan hadiah pada Tuomoni.

.

佛說鬼子母經.

.

Sutra Mengenai Ibu Makhluk Halus (Hariti) Yang Disabdakan Buddha [telah selesai dibabarkan].

CATATAN BEBERAPA TEMPAT ANGKER DI SEMARANG: GUNUNG PITIK DAN GUNUNG GOMBONG

CATATAN BEBERAPA TEMPAT ANGKER DI SEMARANG: GUNUNG PITIK DAN GUNUNG GOMBONG.
.
Ivan Taniputera.
16 Oktober 2019.
.
Catatan ini dibuat berdasarkan obrolan dengan seorang kenalan. Tujuannya adalah untuk melestarikan pengetahuan setempat saja. Kenalan itu kebetulan tinggal di kawasan Semarang bagian selatan. Ia menuturkan mengenai sebuah gunung bernama Gunung Pitik yang berada dekat tempat kediamannya. Pitik sendiri berarti “ayam” dan gunung tersebut diberi nama seperti itu karena dahulu di sana banyak terdapat ayam hutan. Konon dahulu tempat itu terkenal angker dan banyak dihuni makhluk halus, sehingga tidak banyak orang berani ke sana. Tetapi kini sudah ramai dan menjadi obyek wisata. Sejujurnya, saya sendiri baru pertama kali mendengar mengenai Gunung Pitik.
.
Selanjutnya, disebutkan pula bahwa di sebelah Gunung Pitik terdapat gunung lain yang bernama Gunung Gombong. Saya mencoba menggambar peta sebagai berikut.
.
.
Gunung Gombong ini menurut penduduk setempat juga dikenal angker. Saya mencoba mencari letak Gunung Gombong di peta, tetapi tidak menemukannya. Oleh karenanya pada peta di atas saya hanya memperkirakan letaknya saja.
.
Di Gunung Gombong terdapat sumur keramat yang konon dihuni oleh harimau putih. Zaman dahulu terdapat orang yang melihat harimau putih terjun ke dalam sumur. Meskipun demikian, setelah dilihat ke dalam sumur ternyata tidak ada apa-apa. Di dekat Gunung Gombong juga terdapat sungai yang disebut Kali Gombong. Masih menurut penuturan kenalan tersebut barangsiapa yang memancing di sana dan memperoleh ikan kocolan, maka artinya tidak lama kemudian ia akan menemui musibah. Saya mencoba mencari informasi lebih jauh tentang ikan tersebut di wikipedia. Ternyata ikan kocolan itu merupakan nama lain ikan gabus (Channa striata). Selain itu, konon terdapat pula pohon beringin yang angker.
.
Demikian sekelumit catatan mengenai tempat angker di Semarang. Saya sendiri belum pernah mengunjungi Gunung Pitik dan Gunung Gombong. Jika tidak dituturkan oleh kenalan tersebut saya mungkin tidak akan mengetahuinya. Bagi para pembaca yang hendak menambahkan informasi mengenai Gunung Pitik dan Gunung Gombong silakan menghubungi saya.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .
.
.
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

FENOMENA GAIB: UANG BERUBAH MENJADI DAUN

FENOMENA GAIB: UANG BERUBAH MENJADI DAUN.

.

Ivan Taniputera.

16 November 2018.

.

.

Beberapa waktu yang lalu, saya berbelanja kue-kue di kedai langganan saya yang terletak di pasar. Ketika itu, penjualnya mengisahkan pada saya kejadian yang baru saja dialaminya beberapa hari sebelumnya.

.

Kejadiannya berlangsung sekitar pukul 8 malam. Seseorang yang baru kali itu berbelanja di tokonya memborong cukup banyak kue. Setelah dihitung jumlah keseluruhan harga kue yang harus dibayar adalah Rp. 120.000,-. Orang itu membayar sejumlah yang diminta penjual. Setelah melakukan pembayaran pembeli tersebut segera berlalu. Penjual kue langganan saya lalu meletakkan uang pembayaran di atas mejanya. Beberapa saat kemudian, ia kembali ke mejanya guna memasukkan uang itu ke dalam kas. Setelah mengamati dengan seksama, ia sangat terkejut karena apa yang sebelumnya dirasa sebagai lembaran uang Rp. 100.000,- telah berubah menjadi daun. Sementara itu, lembaran uang Rp. 20.000- nya masih tetap berupa uang. Ia menduga bahwa pembeli itu adalah makhluk halus, karena memang sering tersebar cerita bahwa makhluk halus konon membayar dengan daun.

.

Saya lalu memberikan analisa sebagai berikut berdasarkan logika. Pembeli itu bukanlah makhluk halus, melainkan manusia biasa. Ia menggunakan semacam ilmu gendam atau hipnotis guna menipu penjual kue. Logikanya, bila benar itu adalah makhluk halus, mengapa uang Rp. 20.000,-nya tidak turut berubah? Bagaimana mungkin makhluk halus mempunyai lembaran uang Rp. 20.000,-? Jika itu adalah makhluk halus maka tentunya lembaran uang Rp. 20.000,- juga berubah menjadi daun.

.

Menurut pengamatan saya, ilmu gendam atau hipnotis sebenarnya bukanlah sesuatu yang gaib. Ilmu semacam itu bekerja menggunakan trik psikologis atau ilmu kejiwaan. Ilmu tersebut mencari celah berupa kelengahan seseorang. Saat pikiran seseorang sedang lengah, kosong, atau terpusat pada hal-hal lainnya, ia mungkin tidak begitu memperhatikan lagi realita di sekelilingnya. Mungkin saat itu penjual sedang merasa kegirangan karena ada orang memborong kuenya. Apalagi saat itu sudah malam dan sebentar lagi ia akan tutup. Mungkin ia sudah ingin pulang ke rumahnya. Celah-celah semacam itulah yang dipergunakan oleh penipu. Dengan demikian, ilmu ini sebenarnya akan lebih efektif saat malam hari, dimana perhatian seseorang sedang dalam keadaan lemah.

.

Tentu saja, seseorang yang mempraktikkan ilmu jahat semacam ini mempunyai trik-trik pula untuk mengalihkan perhatian orang lain. Memang pembeli itu meski baru saja dikenal menampilkan dirinya sebagai sosok yang pandai bercerita. Sambil menunjuk kue-kue yang hendak dibelinya, ia terus saja bercerita. Sebagai tambahan, seseorang yang sudah rutin menghadapi suatu kegiatan, biasanya akan menurun pula perhatiannya terhadap rutinitas tersebut. Mungkin karena sudah terbiasa menerima uang hasil pembelian barang dagangannya, ia tidak melihat dengan seksama lagi uang yang diterimanya. Lembaran uang Rp. 20.000,- itu nampaknya hanya sebagai pemancing saja agar penjual tidak merasa curiga. Kemungkinan besar lembaran uang Rp.20.000,- itu diletakkan di bagian atas agar terlihat oleh penjual. Tekstur kekasaran permukaan daun juga tidak berbeda jauh dengan tekstur kekasaran lembaran uang. Itulah sebabnya, begitu menerima dengan tangannya, ia langsung yakin bahwa apa yang dipegangnya itu adalah uang. Ditambah lagi ia merasa kegirangan karena kuenya diborong.

.

Tanpa pengaruh gendam pun, kita sesungguhnya sudah sering mengalami hal-hal semacam itu, khususnya terkait sesuatu yang rutin kita lakukan. Sebagai contoh, kita merasa sudah membawa barang yang biasa kita perlukan di dalam tas kerja kita, tetapi ternyata barang tersebut masih tertinggal di rumah. Saat tiba di kantor, kita kebingungan karena barang yang biasa kita bawa tidak ada dalam tas kerja kita. Kita merasa sangat yakin bahwa kita sudah membawanya. Ini adalah fenomena yang wajar terjadi. Contoh lain, kadang-kadang saat membeli sesuatu, sewaktu tiba di rumah kita baru menyadari telah membawa pulang barang yang keliru. Padahal kita sebelumnya yakin telah membawa barang yang benar. Kelengahan-kelengahan semacam ini bukan merupakan sesuatu yang aneh. Siapa saja pasti pernah mengalaminya.

.

Lalu bagaimanakah cara menghindari hal-hal semacam itu? Caranya adalah dengan berusaha tetap waspada dan sadar. Jangan melamun. Ini memang kedengarannya saja mudah. Anda barangkali membantah dengan mengatakan dalam hati bahwa ini hanya sekedar teori saja. Seseorang yang sudah berniat menipu dengan ilmu gendam tentunya sudah memiliki trik-trik khusus guna mengalihkan perhatian Anda. Mereka pasti memainkan trik psikologis dengan piawainya. Meski hanya sekedar teori, namun apa salahnya jika Anda mencoba tetap waspada dan sadar setiap saat? Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali. Jangan mudah percaya dengan seseorang. Apabila Anda merasa kekuatan perhatian Anda telah melemah, cobalah mencubit tangan Anda sendiri. Itu akan memperkuat perhatian dan kewaspadaan Anda lagi.

.

Kita hendaknya jangan mempraktikkan ilmu semacam ini. Kita hendaknya tidak merugikan orang lain. Segenap kejahatan yang kita lakukan pasti akan berpulang pada diri kita sendiri. Lebih baik adalah menghindari segenap kejahatan. Akibat atau buah kejahatan seringkali sungguh mengerikan.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . 

.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

KISAH-KISAH GAIB LIAOZHAI: HANTU SUNGAI YANG BAIK

KISAH-KISAH GAIB LIAOZHAI: HANTU SUNGAI YANG BAIK.

.

Ivan Taniputera.

18 Juli 2018.

.

Kisah ini saya ambil dari sebuah karya klasik China berjudul “Kisah-kisah Gaib Liaozhai” atau 聊齋誌異 (Liaozhai Zhiyi). Sebenarnya kalau kita terjemahkan secara harafiah, maka Liaozhai Zhiyi dapat diartikan sebagai “Catatan Pembicaraan di Kamar Belajar Liao Mengenai Hal-hal Aneh.” Isinya adalah kisah-kisah gaib terkait hantu, siluman serigala, peri, dan lain sebagainya. Karya klasik ini ditulis oleh Pu Songling (蒲松齡, 1640-1715) yang hidup semasa Dinasti Qing. Berikut ini adalah salah satu kisah yang terdapat dalam karya klasik tersebut.

.

Terdapat seorang nelayan bernama Xu yang tinggal di bagian utara Zizhou. Setiap malam, ia pergi menangkap ikan dengan membawa arak. Saat menangkap ikan, ia selalu menuangkan arak ke sungai, seraya berkata, “Minumlah kalian, wahai arwah-arwah orang yang tenggelam.” Demikianlah yang dilakukannya setiap malam. Ajaibnya, ketika para nelayan lain mendapatkan sedikit tangkapan, ia selalu memperoleh banyak ikan.

.

Suatu malam, muncul seorang pemuda yang berjalan mondar mandir di dekat nelayan tersebut. Ia lalu menawarkan pemuda itu secawan arak yang diterima dengan senang hati. Anak muda itu menemani sang nelayan mengobrol hingga pagi hari. Malam-malam selanjutnya pemuda itu terus menerus muncul menemani Xu. Suatu malam, Xu hanya mendapatkan sedikit ikan saja dan ia hampir putus asa. Pemuda tersebut menawarkan bahwa ia akan pergi sedikit ke hilir sungai dan menggiring ikan-ikan ke jaring Xu. Xu menyetujuinya dan berpesan agar ia berhati-hati. Tidak lama kemudian, ia mendengar suara ribut dan benar saja jalanya dipenuhinya oleh ikan-ikan besar.

.

Xu merasa bergembira dan menawarkan separuh hasil tangkapannya pada pemuda tersebut; namun ditolak. Ia merasa senang membantu Xu dan menyatakan bahwa ia telah menerima banyak kebaikan dari sang nelayan. Ia menawarkan bantuan seperti itu, apabila Xu bersedia menerimanya. Xu merasa bingung karena ia merasa belum pernah berjumpa dengan pemuda tersebut dan melakukan kebaikan padanya. Ia menyatakan penyesalannya karena tidak dapat membalas bantuan pemuda itu secara sepadan. Sebelum berpisah Xu menanyakan nama pemuda itu yang dijawab bahwa ia bernama Wang Liulang. Keesokan harinya Xu menjual ikan-ikan hasil tangkapannya dan membeli lebih banyak arak.

.

Beberapa bulan kemudian saat tiba di tepi sungai, Xu menyaksikan sahabatnya itu telah menunggu. Mereka berbincang-bincang seperti biasa, namun Wang mengatakan bahwa itu mungkin merupakan pertemuan terakhir mereka. Dengan sedih, Xu menanyakan mengapa demikian halnya. Wang membuka rahasianya selama ini dengan mengatakan bahwa ia sesungguhnya adalah hantu penunggu sungai tersebut. Ia menjadi hantu karena tenggelam di sungai. Selama ini, ia telah membantu Xu menangkap ikan. Masanya menjadi hantu penunggu sungai telah berakhir dan ia akan terlahir kembali sebagai manusia. Besok akan tiba orang menggantikannya sebagai hantu penunggu sungai. Wang menambahkan bahwa bahwa seorang wanita akan mati tenggelam di sungai tersebut dan menjadi penggantinya. Ketika fajar menyingsing mereka berpisah dengan penuh kesedihan. Kendati demikian, Xu juga merasa senang karena sahabatnya akan terbebas dari menjadi hantu penunggu sungai.

.

Keesokan harinya, memang benar terdapat seorang wanita yang berjalan menuju tepi sungai sambil menggendong anaknya. Ia terpeleset dan terjatuh ke sungai. Tetapi berhasil mendorong anaknya ke tepian. Wanita itu tampak timbul tenggelam di sungai, sebelum akhirnya berhasil meraih tepian sungai dan selamat. Setelah beristirahat sejenak ia bangkit, menggendong anaknya, dan segera berlalu dari tempat tersebut. Xu sebenarnya ingin sekali menolong wanita itu, tetapi mengurungkan niatnya karena teringat pada hantu sungai sahabatnya tersebut. Jika menyelamatkan wanita itu, maka sahabatnya tidak memperoleh pengganti, sehingga tidak dapat terlahir kembali sebagai manusia.

.

Malam harinya, Xu pergi menangkap ikan seperti biasa. Tidak lama kemudian, sahabatnya itu muncul dan mengatakan, “Kita tidak jadi berpisah.” Xu menanyakan mengapa demikian. Wang menjawab bahwa ia merasa kasihan pada wanita tersebut, apalagi ia telah mempunyai anak. Apabila mementingkan dirinya saja, maka anak itu pastilah akan turut menderita. Mungkin sekali anak itu juga akan mati tanpa ibunya. Dengan menyelamatkan ibunya, maka ia telah menyelamatkan pula dua nyawa. Wang menambahkan bahwa ia belum mengetahui kapan tiba kesempatan berikutnya. Xu memuji Wang dan mengatakan bahwa kebaikan hatinya itu akan menggerakkan Langit.

.

Beberapa waktu kemudian, Wang seperti sebelumnya mengucapkan salam perpisahan pada Xu. Sang nelayan berpikir bahwa mungkin ia telah kembali menemukan penggantinya. Tetapi Wang menjelaskan bahwa kebaikannya itu telah menggerakkan Langit dan ia kini diangkat sebagai dewa kota (城隍神, Chenghuangshen) Wuchen yang terletak di wilayah Zhaoyuan. Besok ia akan mulai memangku jabatan barunya tersebut. Wang mengundang Xu agar menjumpainya di kuil dewa kota Wuchen.

.

Saat Xu berniat mengadakan perjalanan ke Wuchen, istrinya mengejeknya dengan berkata, “Meski engkau dapat menjumpai kuil itu, apakah engkau dapat berbicara dengan rupang dewa?” Meskipun demikian, Xu tidak peduli dan ia tetap mengadakan perjalanan. Setibanya di Zhaoyuan, ia mendapati dari warga setempat bahwa memang benar terdapat kota bernama Wuchen. Xu segera berjalan ke sana dan berjumpa dengan walikota Wuchen. Walikota menanyakan apakah benar namanya adalah Xu dan ia berasal dari Zizhou. Xu menjawab bahwa memang benar demikian halnya dan menanyakan bagaimana mungkin ia mengetahuinya. Tanpa menjawab sepatah kata pun, ia mengajak Xu masuk ke dalam ruangan kuil. Di sana telah berkumpul banyak warga setempat yang mengatakan bahwa mereka semua telah bermimpi menyaksikan sesosok dewa mengenakan busana kebesarannya. Dewa itu berpesan agar bila ada orang bernama Xu yang berasal dari Zizhou, mereka hendaknya menyambut dengan baik serta memberinya banyak hadiah.

.

Di hadapan altar dewa, Xu lantas mengucapkan terima kasih atas hadiah-hadiah tersebut dan memohon agar dewa kota bersedia menerima persembahannya berupa secangkir arak, seperti saat mereka berbincang-bincang di tepi sungai dahulu. Ia membakar pula banyak uang kertas. Tiba-tiba saja berhembus angin kencang yang setelah itu reda dan keadaan menjadi tenang kembali. Malam harinya, Xu mendapatkan mimpi berjumpa dengan sahabatnya yang kini berpenampilan beda dibandingkan sebelumnya. Kini ia nampak agung dengan jubah kedewaannya. Wang menyesalkan bahwa kini karena kedudukannya sebagai dewa, ia tidak dapat lagi menjumpai Xu seperti biasanya; tetapi ia akan tetap menolong Xu tatkala diperlukan.

.

Xu kemudian kembali ke tempat kediamannya dengan diantar oleh para warga kota. Ketika tiba di pinggiran kota, mereka berpisah dan warga kota kembali ke rumah masing-masing. Saat itu, Xu berpesan agar Wang menjaga warga kota Wuchen dengan baik.

.

Setibanya kembali di kampung halamannya, berkat hadiah-hadiah tersebut Xu menjadi orang berada. Setiap kali berjumpa dengan orang yang berasal dari Zhaoyuan ia selalu bertanya mengenai dewa kota Wuchen. Mereka menjawab bahwa dewa kota tersebut sangat murah hati.

.

Barangkali pesan moral yang dapat diperoleh dari kisah ini adalah sikap saling tolong menolong. Begitu pula dengan semangat rela berkorban sebagaimana yang diperlihatkan oleh Wang. Ia tidak mau mengorbankan orang lain demi kepentingannya sendiri.

.

Meskipun demikian, jika kita renungkan lebih mendalam, maka dari kisah ini kita juga dapat memahami bahwa kehidupan itu pada hakikatnya serba tidak memuaskan. Artinya, sulit bagi kita mendapatkan suatu pemecahan masalah yang menguntungkan semua pihak. Sepintas memang bantuan Wang dalam menangkap ikan itu menguntungkan Xu; tetapi tidakkah itu merupakan kemalangan bagi ikan-ikan yang ditangkap? Dengan membiarkan wanita itu tenggelam, memang hal tersebut akan baik bagi sahabatnya; tetapi tidak demikain bagi wanita beserta anaknya. Padahal Xu seharusnya dapat menolong wanita itu, namun ia membiarkannya saja. Jika Xu menolongnya, maka itu merupakan kekejaman terhadap Wang. Namun bila Xu membiarkannya saja tenggelam, maka hal tersebut merupakan kekejaman bagi wanita itu. Tidak ada pemecahan yang 100 persen memuaskan. Sesungguhnya, ini merupakan masalah moral yang sangat pelik dan rumit. Para ahli filsafat hingga saat ini pun belum berhasil memberikan jawaban memuaskan.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . , . . .

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

KISAH-KISAH GAIB LIAOZHAI: MAKHLUK HALUS TIDAK SELALU JAHAT

KISAH-KISAH GAIB LIAOZHAI: MAKHLUK HALUS TIDAK SELALU JAHAT.

.

Ivan Taniputera.

18 Juli 2018.

.

 

.

Kisah ini saya ambil dari sebuah karya klasik China berjudul “Kisah-kisah Gaib Liaozhai” atau 聊齋誌異 (Liaozhai Zhiyi). Sebenarnya kalau kita terjemahkan secara harafiah, maka Liaozhai Zhiyi dapat diartikan sebagai “Catatan Pembicaraan di Kamar Belajar Liao Mengenai Hal-hal Aneh.” Isinya adalah kisah-kisah gaib terkait hantu, siluman serigala, peri, dan lain sebagainya. Karya klasik ini ditulis oleh Pu Songling (蒲松齡, 1640-1715) yang hidup semasa Dinasti Qing. Berikut ini adalah salah satu kisah yang terdapat dalam karya klasik tersebut.

.

Seorang petugas diutus oleh gubernur Hunan (nama salah satu provinsi di China) mengantar 600.000 uang perak ke ibu kota. Di tengah jalan ia dihadang oleh badai dan hujan lebat, sehingga terpaksa bermalam di sebuah kuil tua. Kendati demikian, pagi harinya ia mendapati bahwa uang tersebut telah lenyap. Dengan ketakutan, ia beserta anak buahnya kembali ke kantor gubernur di Changsha (ibukota Provinsi Hunan) dan melaporkan apa yang terjadi. Pada mulanya, gubernur tidak percaya dan berniat menjatuhkan hukuman berat padanya. Namun seluruh anak buahnya lalu membenarkan hal tersebut. Petugas itu lalu meminta izin mencari uang perak yang hilang.

.

Sang petugas kembali ke kuil tua dan berjumpa dengan seorang lanjut usia yang penampilannya nampak luar biasa. Kakek itu kelihatannya sanggup membaca pikiran orang lain dan mengatakan bahwa sang petugas pergi ke sana untuk mencari uang yang hilang. Sang petugas dengan sedih mengisahkan apa yang terjadi. Kakek itu kemudian memanggil tandu beserta para pengusungnya dan memerintahkan agar sang petugas berserta seluruh anak buahnya mengikuti ke mana ia pergi.

.

Mengikuti kakek tersebut selama lima hari, setelah melewati barisan pegunungan tibalah mereka di sebuah kota besar. Kakek itu membawa mereka ke pintu gerbang menghadap barat dan memerintahkan sang petugas beserta anak buahnya agar mengetuk pintu tersebut. Seseorang berpakaian zaman Dinasti Han membukakan pintu dan setelah petugas itu memberitahukan asal usul beserta tujuan kedatangannya, ia berjanji akan membantu sang petugas dalam beberapa hari ke depan.

.

Petugas beserta rombongan disediakan tempat kediaman pada sebuah gedung dan mereka memperoleh makanan serta minuman setiap harinya. Suatu kali sang petugas berjalan-jalan di gedung tersebut dan menjumpai taman yang indah. Ia melanjutkan perjalanannya dan tiba di sebuah bangunan, tempat di mana tergantung beberapa kulit manusia lengkap dengan mata, hidung, telinga, beserta jantungnya. Sang petugas merasa ketakutan dan segera berlari kembali ke kamarnya. Ia berpikir melarikan diri, namun merasa bahwa hal tersebut tiada gunanya.

.

Keesokan harinya, orang yang berjanji membantu sang petugas muncul, dan menyatakan bahwa inilah waktunya menghadap raja. Raja itu mengenakan hiasan dari mutiara dan duduk di singgasananya yang menghadap selatan. Raja mengatakan bahwa di istananya harta kekayaan sangat berlimpah dan jumlah uang yang dibawa oleh sang petugas tidak ada artinya jika dibandingkan kekayaan di tempat tersebut. Namun ia tidak keberatan menerima sedikit persembahan dari gubernur. Mendengar hal itu, sang petugas menangis dan mengatakan bahwa ia akan dihukum bila tidak berhasil membawa uangnya kembali. Selain itu, gubernur pasti tidak akan mempercayai cerita tidak masuk akal tersebut.

.

Raja mengatakan bahwa ia tidak perlu takut dan memberikan sebuah bungkusan berisi surat yang nampak tebal. Ia berpesan agar bila gubernur tetap menjatuhkan hukuman, berikan saja surat itu padanya. Segala seuatu akan beres. Setelah itu, raja menitahkan pengawalnya mengantar mereka pulang. Rombongan petugas melalui jalan yang belum pernah mereka lalui sebelumnya dan di akhir barisan pegunungan para pengikut raja meninggalkan mereka.

.

Tidak berapa lama, mereka tiba kembali di Changsha. Mendengar penuturan sang petugas, gubernur menjadi sangat marah dan memerintahkan agar ia ditangkap. Saat itu, gubernur meraih bungkusan surat di saku sang petugas dan setelah membacanya wajah gubernur menjadi pucat serta sangat ketakutan. Selain surat di dalamnya terdapat potongan rambut.

.

Surat itu kurang lebih berbunyi sebagai berikut:

.

“Selama memangku jabatanmu engkau telah berlaku curang dan jahat. Uang yang hilang itu adalah hasil kecuranganmu dan kini aman bersama kami. Petugas yang engkau utus itu tidak bersalah dan janganlah menghukumnya. Lama sebelumnya, kami telah mengirimkan peringatan bagimu; yakni dengan mengambil rambut istrimu. Apabila engkau kini masih mengabaikan peringatan kami, maka tidak lama lagi engkau akan mengalami kemalangan akibat kejahatanmu. Sebagai bukti, bersama surat ini kami mengirimkan kembali rambut istrimu.”

.

Gubernur memerintahkan agar petugas itu dibebaskan. Tidak lama kemudian, gubernur jatuh sakit dan meninggal.

.

Agar jelas, kita akan melakukan kilas balik. Lama sebelumnya, terjadilah peristiwa aneh yang menimpa istri gubernur. Saat bangun tidur, ia mendapati bahwa rambutnya telah lenyap secara keseluruhan dan kepalanya menjadi botak, seolah-olah telah dicukur. Namun tidak terdapat tanda-tanda bahwa seseorang telah memasuki kamar mereka. Peristiwa itu tetap menjadi misteri hingga terjadinya hal aneh di atas.

.

Beberapa waktu setelah meninggalnya gubernur, orang-orang yang merasa penasaran mencoba menelusuri lokasi sebagaimana dituturkan sang petugas. Namun mereka hanya menjumpai kawasan pegunungan tidak berpenghuni yang sunyi dan terpencil.

.

Berdasarkan kisah ini, tidak semua makhluk halus berniat jahat pada manusia. Beberapa di antara mereka ingin menegakkan keadilan. Barangkali pesan moral yang dibawakan adalah kita hendaknya menjalankan tugas kita dengan penuh kejujuran beserta keadilan.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . , . . .

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

PESUGIHAN KANDANG BUBRAH DI DUNIA TIMUR DAN BARAT: SUATU PERBANDINGAN

PESUGIHAN KANDANG BUBRAH DI DUNIA TIMUR DAN BARAT: SUATU PERBANDINGAN.

.

Ivan Taniputera.

9 Maret 2018.

.

 

.

 

Pada kesempatan kali ini, saya akan mengulas mengenai suatu jenis pesugihan yang disebut dengan Kandang Bubrah. Secara harafiah, Kandang Bubrah dapat diterjemahkan sebagai “kandang yang tidak selesai.” Pertama-tama, perlu dijelaskan secara singkat apa yang disebut sebagai pesugihan itu. Pesugihan adalah metoda mendapatkan kekayaan dengan tanpa bekerja keras, melainkan melalui bantuan makhluk halus. Biasanya terdapat tempat-tempat tertentu untuk memohon pesugihan. Tentu saja, pesugihan tidaklah cuma-cuma. Ada harga atau tumbal yang harus dibayar. Harga yang harus dibayar tersebut berbeda-beda dan tergantung jenis pesugihannya.

.

Orang yang menjalankan pesugihan jenis ini biasanya akan terus menerus membangun rumahnya. Bisa dengan terus menerus menambah ruangan baru atau menghancurkan dan membangun ulang bagian rumah yang sudah ada. Demikianlah, berlangsung terus menerus hingga orang itu meninggal. Rumah harus terus dibangun tanpa henti hingga seolah-olah tidak pernah selesai. Dengan menempuh laku semacam ini, rejeki konon akan terus berdatangan bagi orang tersebut. Meskipun demikian, setelah meninggal orang itu akan menjadi bagian sebuah kandang. Ia dapat menjadi tiang, atap, atau landasan kandang tersebut di alam kematiannya. Itulah harga yang harus dibayarnya.

.

Uniknya, di Dunia Barat atau tepatnya di Amerika Serikat terdapat kisah senada. Di San Jose, California, Amerika Serikat, terdapat apa yang dikenal sebagai Rumah Misteri Winchester (Winchester Mystery House). Kisahnya adalah sebagai berikut. Oliver Winchester (1810-1880) adalah pemilik pabrik senjata terkemuka bernama Winchester Repeating Arm Company. Oliver wafat pada tahun 1880 karena penyakit paru-paru. Beberapa bulan kemudian menyusul puteranya bernama William Wirt Winchester. Seorang cenayang mengatakan pada Sarah, istri Oliver Winchester, bahwa kematian beruntun itu diakibatkan oleh kutukan arwah-arwah korban senjata yang dibuat oleh pabrik senjata Winchester. Cenayang itu menyarankan agar ia berpindah ke arah Barat dan membangun sebuah rumah bagi para arwah korban senjata buatan suaminya.

.

Sarah memenuhi anjuran cenayang itu dan meninggalkan Boston menuju ke California. Pada tahun 1884, ia membeli sebuah rumah pertanian belum selesai yang kelak dibangunnya menjadi Rumah Misteri Winchester. Para pekerja membangunnya siang dan malam. Ruangan-ruangan baru terus ditambahkan, sehingga rumah itu menjadi bangunan bertingkat tujuh. Rancangannya juga seringkali terkesan aneh menurut pandangan umum di masa itu. Hingga kematian Sarah, rumah itu masih belum selesai dibangun. Akibat gempa bumi pada tahun 1906, bangunannya mengalami kerusakan, sehingga tersisa empat tingkat saja. Rumah itu kurang lebih mempunyai 161 ruangan, di antaranya 40 kamar tidur. Untuk mengecoh arwah-arwah, konon Sarah Winchester tidur di kamar berbeda setiap malamnya. Kini Rumah Misteri Winchester menjadi salah satu obyek wisata di California.

.

Meski sama-sama tidak pernah selesai dibangun hingga hari kematian pemiliknya, terdapat perbedaan di sini. Tujuan Sarah Winchester terus menerus membangun rumahnya bukanlah untuk mencari kekayaan dengan bantuan makhluk halus, melainkan demi menenangkan arwah-arwah korban senjata buatan pabrik suaminya. Jadi, perbedaan keduanya sangat mendasar.

.

Berdasarkan kisah ini, kita hendaknya mencari kekayaan dengan jalan kerja keras dan bukan melalui jalan pintas.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . 

.

 

 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.