TERJEMAHAN MANTRA PENGUNDANG DEWA RUBAH KUNING YANG DIAJARKAN MAHAGURU LANGIT (ZHANG DAOLING)

TERJEMAHAN MANTRA PENGUNDANG DEWA RUBAH KUNING YANG DIAJARKAN MAHAGURU LANGIT (ZHANG DAOLING)

.

Ivan Taniputera

19 Maret 2018

.

 
 

.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menerjemahkan Mantra Pengundang Dewa Rubah Kuning sebagaimana yang diajarkan oleh Mahaguru Langit (張道陵, Zhang Daoling, 34-156). Beliau merupakan salah seorang sesepuh dalam Daoisme. 

.

Dilarang mengutip dan menyebar luaskan terjemahan ini tanpa seizin penerjemah. Dilarang mengubah apa pun yang tercantum dalam terjemahan ini dari awal hingga akhir. Saran perbaikan terjemahan yang disertai dengan sumber-sumber sahih akan diterima dengan senang hati.

.

天師府黃狐仙子臨真咒

Tiānshī Fǔ Huánghú Xiānzǐ Línzhēnzhòu

.

Mantra Pengundang Dewa Rubah Kuning Yang Diajarkan Mahaguru Langit (Zhang Daoling) 

.

真靈衍真。

Zhēn líng yǎn zhēn.

.

Kekuatan gaib yang sejati menyebarkan kebenaran.

.

洞層入深。

Dòng céng rù shēn

.

Dasar gua memasuki kedalaman.

.

虛恍入定。

Xū huǎng rùdìng.

.

Keleluasaan memasuki pemusatan pikiran (samadhi).

.

曠目伐昏。

Kuàng mù fá hūn

.

Pandangan luas menyirnakan kekacauan.

.

聚氣結頂。

Jù qì jié dǐng.

.

Energi pembentukan menyatu mencapai puncaknya.

.

色幻仙琨。

Sè huàn xiān kūn.

.

Batu-batu mulia dewa bayangan berwujud.

.

一視如吾。

Yī shì rú wú.

.

Yang satu terlihat seperti diriku.

.

是吾如汝。

Shì wú rú rǔ.

.

Itulah aku maka juga adalah engkau.

.

無真無虛。

Wú zhēn wú xū.

.

Tiada kesejatian tanpa keleluasaan.

.

化虛化無。

Huà xū huà wú

.

Keleluasaan terjelma kesunyataan pun terjelma.

.

臨真衍真。

Lín zhēn yǎn zhēn.

.

Memasuki kebenaran (kesejatian) menyebarkan kebenaran (kesejatian).

.

洞出拂触。

Dòng chū fú chù.

.

Gua mengeluarkan goncangan.

.

罿詈罿詈。

Chōng lì chōng lì.

醐虩卜虩。

Hú xì bo xì

[Ini nampaknya merupakan suara mantra-tidak diterjemahkan]

.

崶崲嵯崲。

Fēng huáng cuó huáng.

.

Gunung Feng sungguh agung.

.

樺圳鑠冰。

Huà zhèn shuò bīng

.

Perapian dari kayu pohon Hua mencairkan salju.

.

急急如律令。 

Jí ji rú lǜlìng

.

Segera laksanakan perintah.

.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . .

.

 
 
Advertisements

ASAL MULA MANTRA ABRAKADABRA

ASAL MULA MANTRA ABRAKADABRA

.

Ivan Taniputera.

16 April 2017.

.

Saat menonton pertunjukan sulap, kita sering mendengar pesulap mengucapkan mantra “Abrakadabra.” Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai asal mula mantra tersebut.

.

Ternyata mantra tersebut awalnya ditujukan untuk menyembuhkan penyakit demam, dan dipergunakan di Eropa pada masa lampau. Mantra tersebut dapat ditulis menjadi amulet atau jimat seperti gambar di bawah ini.

.

 
 

Nampak bahwa mantra itu ditulis dalam abjad Ibrani; yakni:

.

Aleph (A), Bet (B), Resh (R), Aleph (A), Kaf (K), Dalet (D), Bet (B), Resh (R), Aleph (A).

Selanjutnya pada baris berikutnya, huruf Aleph terakhir dihilangkan. Baris selanjutnya, huruf Resh terakhir pada baris sebelumnya dihilangkan, dan demikian seterusnya, hingga tersisa Aleph yang pertama. 

.

ABRAKDBRA

ABRAKDBR

ABRAKDB

ABRAKD

ABRAK

ABRA

ABR

AB.

A

.

Perhatikan pula bahwa huruf Ibrani ditulis dari kanan ke kiri; jadi berkebalikan dengan penulisan huruf Latin.

.

Pasien atau penderita penyakit, baik membaca sendiri atau diwakili orang lain, mengucapkan baris pertama hingga terakhir.

.

Mungkin timbul pertanyaan, mengapa penulisan dan pembacaan harus seperti itu? Terdapat pandangan dari seorang pakar bernama Bischoff dalam karyanya bertahun 1902, yang menyatakan bahwa kata tersebut berasal dari bahasa Kaldea; yakni Abbada Ke Dabra; artinya “Lenyap seperti kata-kata ini.” Jadi jelas sekali, baris-baris yang semakin berkurang hurufnya itu melambangkan lenyapnya penyakit. Penyakit yang diderita orang itu diharapkan agar “lenyap seperti kata-kata ini.” Terdapat pula informasi yang menyatakan bahwa mantra ini telah ditemukan oleh Serenus Sammonicus, yakni tabib Kaisar Caracalla dari Kekaisaran Romawi.

.

Jadi, kini kita sudah mengetaui bahwa mantra Abrakadabra itu asal mulanya dipergunakan untuk menyembuhkan penyakit demam.

 

DAFTAR PUSTAKA.

.

Budge, Wallis. Amulets and Talismans, Citadel Press Book, 1992.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . .

.

 

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

PENGARUH AGAMA HINDU BUDDHA DALAM MANTRA-MANTRA JAWA

PENGARUH AGAMA HINDU BUDDHA DALAM MANTRA-MANTRA JAWA

.

Ivan Taniputera.

8 Juli 2016

.

Belakangan ini saya gemar mengoleksi banyak buku Primbon. Ternyata ini merupakan kepustakaan berharga dalam meneliti jejak-jejak pengaruh Hindu Buddha dalam mantra-mantra berbahasa Jawa.

.

Berikut ini adalah kutipan Mantra Sri Sadono:

.

“ Ingsun amatek ajiku si Sri Sadono, Hyang Kuwera dewaning kasugihan, Sri Sadono kang andum sandhang pangan, nyuwun gampang pados kulo sandhang tedho. Sarinane sawengine salawase gesang, gampang tekane slamet anggone lan gawe ayune sakabeh.”

.

Terjemahannya adalah sebagai berikut:

.

“Aku menjalankan ilmu Sri Sadono, Hyang Kuvera merupakan dewa kekayaan. Sri Sadono yang membagikan sandang pangan (harafiah: pakaian dan makanan; maksudnya rejeki atau penghidupan). Aku memohon agar mudah mencari sandang pangan. Setiap hari dan setiap malam selama hidup ini. Mudah memperoleh keselamatan dalam menaburkan kesejahteraan bagi semuanya.”

.

Nampak pada mantra di atas disebutkannya nama Kuvera, yakni dewa kekayaan dalam tradisi Hindu Buddha. Sri Sadono mengacu pada Dewi Sri atau Srimahadevi yang disebutkan dalam Sutra Suvarnabhasotama (Sutra Cahaya Keemasan).

.

Beberapa mantra Jawa, menggunakan pembukaan “Hong” yang berasal dari “Om.” Contohnya adalah Aji Wimo Nosoro: “Hong, ingsun amatak ajiku sirep Wimonosoro,…..”

.

Mantra “Hong Wilaheng” juga umum dalam beberapa mantra Jawa, sebagai contoh adalah Aji Sirep Begonondo yang bertujuan menidurkan orang (ilmu sirep):

“Hong wilaheng. Niat Ingsun matak ajiku. Aji Sirep Begonondo. Aji Petinggengan soko Ajisoko….”

.

Ternyata Hong Wilaheng ini berada dari mantra Bodhisattva Manjushri, yakni “Om Avira Hum.” Bodhisattva Manjushri adalah makhluk suci dalam Agama Buddha Mahayana yang mewakili aspek kebijaksanaan Kebuddhaan. Kendati demikian, pada Aji Sirep Begonondo, mantra Manjushri itu digunakan untuk suatu keperluan yang tidak ada hubungannya dengan kebijaksanaan.

.

Berikut ini adalah mantra penghapus kemarahan lawan:

“….Sang Kama dadi aku, Sang Kama wurung si…….”

.

Pada mantra ini terdapat penyebutan nama Kama, yakni dewa cinta kasih dalam tradisi Hindu.

.

Sebagai tambahan, semasa kecil saya pernah mendengar mengenai ilmu rajah Kalacakra yang menurut tradisi Jawa berbunyi sebagai berikut: “Yamaraja Jaramaya. Yamarani Niramaya. Yasilapa Palasiya. Yamidara Radamiya. Yamidasa Sadamiya. Yadayuda Dayudaya. Yasiyaca Cayasiya. Yasihama Mahasiya.”

.

Ternyata, mantra ini sangat dekat dengan mantra Yamantaka dalam tradisi Agama Buddha Tantrayana: “Yamaraja Sadomeya Yamedoru Nayodaya Yadayoni Rayaksheya Yaksheyaccha Niramaya Hum Hum Phat Phat Svaha.” (sumber: http://www.yamantaka.org/index.php/2-uncategorised/215-mantra-recitation).

.

 

.

Jika kita perhatikan dengan seksama terdapat kata-kata yang mirip, seperti Yamaraja, Sadomeya dan Sadamiya, Niramaya, serta Yamedoru dan Yamidara. Oleh karenanya, pengaruh Mantra Yamantaka pada ilmu rajah Kalacakra tidak dapat dipungkiri lagi.

.

Berdasarkan contoh-contoh di atas, nampak bahwa jejak-jejak pengaruh Hindu Buddha masih dapat dijumpai dalam berbagai mantra Jawa.

.

DAFTAR BACAAN:

 

Anawati WS, Oni. Primbon Jopo Montro/ Jawa-Arab Lengkap, Bintang Usaha Jaya, Surabaya, 2003.

.

Haroemdjati. Poestaka Radja Mantra-Yoga: Ilmoe Kesaktian Gaib Berikoet Berbagi bagi Mantra, Boekhandel Kartti Dharma, Toeloengagoeng, 1936.

.

Ki Sastrahandaja. Pustaka Pandita Guru (Primbon Gaib Djapa Mantra), Usaha Penerbitan Muria, Kudus, 1955.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . 

.