ALMANAK 28 RASI BINTANG (XIU) 2018 UNTUK MENCARI HARI BAIK

ALMANAK 28 RASI BINTANG (XIU) 2018 UNTUK MENCARI HARI BAIK

.

Ivan Taniputera.

4 Juni 2018.

.

Dewasa ini, dalam mencari hari baik sudah jarang orang memperhatikan 28 Rasi Bintang (Xiu) yang berkuasa pada hari tersebut. Namun dalam menghitung hari baik, saya masih mempergunakan pula 28 Rasi bintang (Xiu). Oleh karena almanak bagi tahun 2018 belum terbit, maka saya memutuskan menghitung sendiri almanak 28 Rasi Bintang bagi tahun tersebut. 

.

Berikut ini adalah Almanak 28 Rasi Bintang (Xiu) yang diawali pada Februari 2018.

.

Singkatan:

.

Ba = Batang Langit

Ca = Cabang Bumi.

El = Unsur atau elemen Batang Langit hari tersebut (+ = yang; – = yin. Fi = Api. Ea = Tanah. Me = Metal. Wa = Air. Wd = Kayu).

Shio = Cabang Bumi dilambangkan sebagai simbol hewan atau shio. 

.

  • Pada hari Tikus (Rat) yang ciong adalah shio Kuda (Horse).
  • Pada hari Kerbau (Ox) yang ciong adalah shio Kambing (Goat).
  • Pada hari Harimau (Tiger) yang ciong adalah shio Monyet (Monkey).
  • Pada hari Kelinci (Rabbit) yang ciong adalah shio Ayam (Rooster).
  • Pada hari Naga (Dragon) yang ciong adalah shio Anjing (Dog).
  • Pada hari Ular (Snake) yang ciong adalah shio Babi (Pig).
  • Pada hari Kuda (Horse) yang ciong adalah shio Tikus (Rat).
  • Pada hari Kambing (Goat) yang ciong adalah shio Kerbau (Ox).
  • Pada hari Monyet (Monkey) yang ciong adalah shio Harimau (Tiger).
  • Pada hari Ayam (Rooster) yang ciong adalah shio Kelinci (Rabbit).
  • Pada hari Anjing (Dog) yang ciong adalah shio Naga (Dragon).
  • Pada hari Babi (Pig) yang ciong adalah shio Ular (Snake).

 .

Num = Angka Jiazi. Sebagai contoh: Jiazi = 1; Yichou = 2; Bingyin = 3, dan seterusnya.

NSK = Angka Ki Sembilan Bintang, yakni Astrologi Jepang.

Xiu = Menyatakan nomor urutan 28 Rasi Bintang.

.

 

1.角 (Jiăo, Hokkian (H): Kak): Bagus 

2.亢 (Kàng, H: Kong): Buruk 

3.氐 (Dĭ H: Tie): Buruk 

4.房 (Fáng, H: Pong): Bagus 

5.心 (Xīn, H: Sim): Buruk 

6.尾 (Wěi, H: Bhie): Bagus 

7.箕 (Jī, H: Kie): Bagus 

8.斗 (Dǒu, H; Tauw): Bagus 

9.牛 (Niú, H: Goe): Buruk 

10.女 (Nǚ, H: Lie): Buruk 

11.虛 (Xū, H: Hie): Buruk 

12.危 (Wēi, H: Gwi): Buruk 

13.室 (Shì, H: Sit): Bagus 

14.壁 (Bì, H: Pek): Bagus 

15.奎 (Kuí, H: Ke): Buruk 

16.婁 (Lóu, H: Lo): Bagus 

17.胃 (Wèi, H: Whi): Bagus 

18.昴 (Mǎo, H: Bauw): Buruk 

19.畢 (Bì, H: Pit): Bagus 

20.觜 (Zī, H: Tjoeij): Buruk 

21.參 (Shēn, H: Som): Bagus 

22.井 (Jǐng, H: Tjeng): Bagus 

23.鬼 (Guǐ, H: Koei): Buruk 

24.柳 (Liǔ, H: Lioe): Buruk 

25.星 (Xīng, H: Seng): Buruk 

26.張 (Zhāng, H: Tiang atau Thio): Bagus 

27.翼 (Yì, H: Ek): Buruk 

28.軫 (Zhěn, H: Tjin) : Bagus.

.

Ada berbagai perhitungan dan kriteria dalam menentukan hari baik. Kedua puluh delapan Rasi Bintang ini bukan kriteria utama dalam menentukan hari baik; namun ada baiknya jika diperhitungkan pula. Apabila Rasi Bintang atau Xiu juga baik, maka hal itu dapat meningkatkan energi kebaikan hari tersebut. Perhatikan bahwa Rasi Bintang atau Xiu pertama selalu bertepatan dengan hari Kamis.

 

.

 

 

..

 .

.

 

 

.

.

.

.

.

.

 
 

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . .

 
 
 
 
 
 
 

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Advertisements

CARA MENENTUKAN HARI BAIK PERNIKAHAN MENURUT PRIMBON JAWA

CARA MENENTUKAN HARI BAIK PERNIKAHAN MENURUT PRIMBON JAWA.

.

Ivan Taniputera.

28 September 2016

.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai bagaimana menentukan hari baik bagi pernikahan menurut Primbon Jawa. Kemungkinan banyak yang masih bingung dalam menggunakan Primbon Jawa. Meskipun demikian, jika kita mengetahui urutan atau algoritma dalam mencarinya, maka hal itu tidaklah sulit. Kit akan membandingkan pula dengan primbon-primbon lainnya, dimana terdapat perbedaan-perbedaan. Artikel ini juga bertujuan melestarikan budaya warisan leluhur, mengingat primbon-primbon adalah warisan budaya bangsa.

.

Dalam menentukan hari baik pernikahan menurut Primbon Jawa, maka prinsipnya adalah dari “yang lebih besar ke kecil.” Artinya adalah dari cakupan waktu yang lebih besar terlebih dahulu, kemudian semakin kecil. Dalam hal ini kita mulai dari tahun menurut windu. Berdasarkan perhitungan Jawa, terdapat delapan nama tahun; yakni Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. Kita akan mencoret hari yang buruk satu persatu berdasarkan urutan kriteria-kriteria di bawah ini.

.

A. PEMILIHAN BULAN

.

Menurut Primbon Jawa terdapat bulan-bulan yang buruk berdasarkan masing-masing tahun di atas. Berikut ini adalah daftarnya.

.

  • Alip, bulan 1 (Sura)
  • Ehe, bulan 1 (Sura), 2 (Sapar), 6 (Jumadilakir), 7 (Rejeb), 8 (Ruwah), dan 10 (Sawal)
  • Jimawal, bulan 7 (Rejeb), 8 (Ruwah), dan 10 (Sawal)
  • Je, bulan 4 (Bakdamulud), 5 (Jumadilawal), 6 (Jumadilakir), 7 (Rejeb), 8 (Ruwah), 9 (Pasa), dan 12 (Besar)
  • Dal, bulan 6 (Jumadilakir), 7 (Rejeb), 9 (Pasa), dan 10 (Sawal)
  • Be, bulan 6 (Jumadilakir) dan 12 (Besar)
  • Wawu, bulan 2 (Sapar), 3 (Mulud), 4 (Bakdamulud), 5 (Jumadilawal), dan 9 (Pasa)
  • Jimakir, bulan 3 (Mulud), 5 (Jumadilawal), 7 (Rejeb), 8 (Ruwah), 10 (Sawal), dan 12 (Besar)

.

Jadi jika pernikahan hendak dilangsungkan pada tahun Ehe, maka bulan 1, 2, 6, 7, 8, dan 10 kita coret.

.

Selain itu, masih ada kriteria lain, bulan yang tidak terdapat hari Selasa Kliwon (Anggarakasih), dimana bulan-bulan itu tidak boleh diselenggarakan bagi pernikahan.

.

  • Alip, bulan Jumadilakir, Besar.
  • Ehe, bulan Rejeb
  • Jimawal, bulan Sura dan Ruwah
  • Je, bulan Sapar dan Ruwah
  • Dal, bulan Mulud dan Pasa
  • Be, bulan Jumadilawal
  • Wawu, bulan Rabingulakir dan Dulkangidah
  • Jimakir, bulan Jumadilawal.

.

Jadi pada tahun Ehe, setiap bulan Rejeb akan kita coret.

Terdapat bulan yang terbaik dalam masing-masing tahun. Jika memungkinkan pernikahan diselenggarakan pada bulan-bulan berikut.

.

  • Alip, bulan 9 (Pasa) dan 11 (Dulkaidah)
  • Ehe, bulan 4 (Bakdamulud), 9 (Pasa), 1 1 (Dulkaidah), dan 12 (Besar)
  • Jimawal, bulan 1 (Sura), 2 (Sapar), 3 (Mulud), 5 (Jumadilawal), dan 12 (Besar)
  • Je, bulan 1 (Sura), 2 (Sapar), 3 (Mulud), 10 (Sawal), dan 11 (Dulkaidah)
  • Dal, bulan 2 (Sapar), 3 (Mulud), 8 (Ruwah), dan 11 (Dulkaidah)
  • Be, bulan 1 (Sura), 2 (Sapar), dan 7 (Rejeb)
  • Wawu, bulan 1 (Sura), 10 (Sawal), 11 (Dulkaidah), dan 12 (Besar)
  • Jimakir, bulan 1 (Sura) dan 11 (Dulkaidah).

.

Jika memungkinkan, bulan-bulan di atas boleh dipilih. Namun bulan-bulan yang tidak tergolong buruk walaupun bukan terbaik, boleh dipilih.

.

Masih terdapat lagi apa yang disebut Larangan Sasi, yakni bulan yang kurang baik pada masing-masing tahun.

.

  • Alip: bulan Jumadilakir dan Dulkaidah.
  • Ehe: bulan Rabingulawal dan Pasa
  • Jimawal: Mulud dan Besar
  • Je: Sura dan Sawal
  • Dal: Ruwah
  • Be: Sapar dan Rejeb
  • Wawu: Jumadilawal
  • Jimakir: Sura dan Dulkaidah.

.

Anehnya terdapat kontradiksi sini, pada tahun Alip menurut daftar sebelumnya bulan Dulkaidah dianggap baik; tetapi berdasarkan Larangan Sasi, bulan tersebut dianggap buruk. Oleh karenanya, jika hendak menggunakan juga kriteria Larangan Sasi, maka bulan Dulkaidah juga perlu dicoret.

.

B. PEMILIHAN HARI.

.

 

Selanjutnya Primbon Jawa, terdapat hari Saptawara (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, serta Minggu) dan Pancawara (Pon, Wage, Kliwon, Legi, serta Pahing).

.

Berikut ini terdapat hari yang sudah sifatnya jelek, dibagi menjadi hari jelek dan sangat jelek.

  • Hari jelek: Minggu Pahing, Sabtu Pon, Jumat Wage, Selasa Kliwon, Senin Legi, dan Kamis Wage.
  • Hari sangat jelek: Rabu Lebi, Minggu Pahing, Kamis Pon, Selasa Wage, dan Sabtu Kliwon.

.

Hari-hari di atas perlu kita coret terlebih dahulu.

 

Selanjutnya terdapat hari yang kurang baik dalam masing-masing tahun tersebut. Hari-hari yang kurang baik itu disebut kunarpaning warsa (kita singkat “k”) dan sangaring warsa (kita singkat “s”). Berikut ini adalah daftarnya.

.

  • Alip: Sabtu Pahing (k) dan Jum’at Legi (s)
  • Ehe: Kamis Pahing (k) dan Selasa Kliwon (s)
  • Jimawal: Senin Pagi (k) dan Minggu Kliwon (s)
  • Je: Jumat Legi (k) dan Kamis Wage (s)
  • Dal: Rabu Kliwon (k) dan Senin Pon (s)
  • Be: Minggu Wage (k) dan Sabtu Legi (s)
  • Wawu: Kamis Pon (k) dan Rabu Pahing (s)
  • Jimakir: Selasa Pon (k) dan Minggu Legi (s).

.

Jadi, jika ingin menyelenggarakan pernikahan pada tahun Ehe, maka kita mengutamakan bulan yang baik, yakni 4, 9, 11, dan 12. Namun bulan-bulan selain 1, 2, 6, 7, 8, dan 10 boleh digunakan; hanya saja yang terbaik adalah 4, 9, 11, dan 12.

.

Kita mencoret setiap hari Kamis Pahing dan Selasa Kliwon pada bulan 4, 9, 11, dan 12.

.

Lebih jauh lagi, pada masing-masing bulan terdapat hari-hari yang baik bagi berbagai kegiatan. Hari-hari tersebut digolongkan menjadi Sasi Rahaju (disingkt r) dan Sasi Sardju (dsingkat sa). Berikut ini adalah daftarnya.

.

  • Besar (12), Sura (1), dan Sapar (2): Rabu dan Kamis (r), Jumat (sa).
  • Mulud (Rabingulawal, 3), Rabingulakir (4), Jumadilawal (5): Jumat (r), Sabtu dan Minggu (sa).
  • Jumadilakir (6), Rejeb (7), Ruwah (8): Sabtu dan Minggu (r); Senin dan Selasa (sa).
  • Pasa (9), Sawal (10), Dulkaidah (11): Senin dan Selasa (r); Rabu dan Kamis (sa).

.

Oleh karenanya, pada tahun Ehe, setiap hari Kamis Pahing dan Selasa Kliwon, bulan 4, 9, 11, dan 12 sudah kita coret. Apabila dipilih bulan ke 4, maka dapat dipilih Jumat, Sabtu, dan Minggu.

.

Primbon Jawa juga masih mempunyai apa yang dinamakan hari Taliwangke, yang buruk pada masing-masing bulan.

  • Sura: Rabu Pahing
  • Sapar: Kamis Pon
  • Rabingulawal: Jumat Wage
  • Rabingulakir: Sabtu Kliwon
  • Jumadilawal: Senin Kliwon
  • Jumadilakir: Selasa Legi
  • Rejeb: Rabu Pahing
  • Ruwah: Kamis Pon
  • Pasa: Jumat Wage
  • Sawal: Sabtu Kliwon
  • Dulkaidah: Senin Kliwon
  • Besar: Selasa Legi

.

Kini kita tiba pada pemilihan hari berdasarkan Wuku.

.

  • Terdapat hari Taliwangke atau hari buruk berdasarkan Wuku: Wuye, hari Senin Kliwon; wuku Wayang hari Selasa Legi; wuku Landep hari Rabu Pahing; wuku Warigalit hari Kamis Pon; wuku Kuningan hari Jumat Wage; wuku Kuruwelut hari Sabtu Kliwon.
  • Selain Taliwangke terdapat lagi hari Samparwangke yang juga kurang baik. Penentuannya juga didasari Wuku: Warigalit hari Senin Kliwon; Bala hari Senin Legi; Langkir hari Senin Pahing; Sinta hari Senin Pon; Tambir hari Senin Wage.

.

C. PEMILIHAN TANGGAL

 

Kita beralih pada tanggal-tanggal yang buruk pada masing-masing bulan.

  • Sura: 17, 27, 11, dan 14
  • Sapar: 19, 22, 1, dan 20
  • Rabingulawal: 13, 23, 10, dan 15
  • Rabingulakir: 15, 25, 10, dan 20
  • Jumadilawal: 16. 26, 10, dan 11
  • Jumadilakir: 11, 21, 3, dan 14
  • Rejeb: 12, 22, 11, dan 12
  • Ruwah: 14, 24, 19, dan 28
  • Pasa: 15, 25, 10, dan 20
  • Sawal: 17, 27, 2, dan 20
  • Dulkaidah: 11, 21, 6, dan 12
  • Besar: 13, 23, 1, dan 20.

.

Tanggal di atas pada masing-masing bulan harus dicoret.

.

Namun masih ada kriteria-kriteria lainnya.

.

Terdapat apa yang disebut tanggal naas pada masing-masing bulan:

.

  • Sura, tanggal 11 dan 6.
  • Sapar, tanggal 1 dan 20.
  • Rabingulawal, tanggal 10 dan 20.
  • Rabingulakir, tanggal 10 dan 20.
  • Jumadilawal, tanggal 1 dan 11
  • Jumadilakir, tanggal 10 dan 14
  • Rejeb, tanggal 2 dan 14
  • Ruwah, tanggal 12 dan 13
  • Pasa, tanggal 9 dan 20
  • Sawal, tanggal 10 dan 20
  • Dulkaidah, tanggal 12 dan 13
  • Besar, tanggal 6 dan 10.

.

Terdapat pula kriteria tanggal sangar pada masing-masing bulan”

.

  • Sura, tanggal 13
  • Sapar, tanggal 10
  • Rabingulawal, tanggal 8
  • Rabingulakir, tanggal 28
  • Jumadilawal, tanggal 28
  • Jumadilakir, tanggal 18
  • Rejeb, tanggal 18
  • Ruwah, tanggal 26
  • Pasa, tanggal 24
  • Sawal, tanggal 2
  • Dulkangidah, tanggal 28
  • Besar, tidak ada.

.

Masih ada lagi kriteria yang disebut Bangas Padewan. Tanggal-tanggal ini juga tidak boleh dipergunakan bagi pernikahan:

.

  • Sura, tanggal 11
  • Sapar, tanggal 20
  • Rabingulawal, tanggal 1 dan 15
  • Rabingulakir, tanggal 10 dan 20
  • Jumadilawal, tanggal 10 dan 11
  • Jumadilakir, tanggal 10 dan 14
  • Rejeb, tanggal 13 dan 27
  • Ruwah, tanggal 4 dan 28
  • Pasa, tanggal 7 dan 20
  • Sawal, tanggal 10
  • Dulkangidah, tanggal 2 dan 22
  • Besar, tanggal 6 dan 20

.

Berikut ini adalah hari-hari naas yang hanya terdapat di bulan-bulan khusus saja dan disebut naas para nabi: Sura, tanggal 13; Rabingulawal, tanggal 3; Rabingulakir, tanggal 16; Jumadilawal, tanggal 5; Pasa, tanggal 21; Dulkangidah, tanggal 24; Besar, tanggal 25.

.

D. PEMILIHAN JAM

.

Berikut ini adalah jam-jam yang baik, berdasarkan tanggal:

1, 6, 11, 16, 21, 26: jam 6-8.23, jam 10.18-1.11 (biasa), jam 1.12-3.35

2, 7, 12, 17, 22, 27: jam 8.24-10.17 (biasa), 10.18-1.11, 3.36-5.59

3, 8, 13, 18, 23, 28: jam 6-8.23 (biasa), 8.24-10.17, 1.12-3.35

4, 9, 14, 19, 24, 29: jam 6-8.23, jam 10.18-1.11, 3.36-5.59 (biasa)

5. 10, 15, 20, 25, 30: jam 8.24-10.17, jam 1.12-3.35 (biasa), jam 3.36-5.59.

.

Jam yang baik berdsarkan pasaran:

  • Legi: jam 6-10.17
  • Pahing: jam 6-1.11
  • Pon: jam 6-8.23, 1.12-5-59
  • Wage: jam 10.18-5.59
  • Kliwon: jam 8.24-3.35

.

Demikianlah alur pemilihan hari baik bagi pernikahan menurut Primbon Jawa, yang dalam hal ini diambil dari Primbon Betaljemur.

.

E. PERBANDINGAN DENGAN PRIMBON LAIN

.

Kita akan membandingkannya dengan Primbon lain.

.

Primbon Sabda Guru (halaman 37), juga memuat daftar yang hampir sama terkait kunarpaning warsa dan sangaring warsa. Hanya saja terdapat satu perbedaan dengan Primbon Betaljemur, yakni sangaring warsa pada tahun Be. Primbon Betaljemur mencantumkan Sabtu Legi (halaman 6), sedangkan Primbon Sabda Guru mencantumkan Sabtu Pon. Apakah kemungkinan ini adalah salah cetak? Perbedaan lain, adalah pada bulan yang tidak ada hari Anggara Kasihnya. Primbon Betaljemur mencantumkan Jumadilawal, sedangkan Primbon Sabda Guru (halaman 33) mencantumkan Rabingulakir. Tanggal naas para nabi juga terdapat satu perbedaan saja, yakni bulan Besar, Primbon Betaljemur mecantumkan 5, sedangkan Primbon Sabda Guru (halaman 35) mencantumkan 5.

.

Anehnya, Primbon Pusaka Guru, halaman 55-56 justru memuat hari baik dan buruk yang berkebalikan dengan Primbon Betaljemur. Jadi, jika Primbon Betaljemur menyatakan bahwa pada tahun Alip bulan Sura adalah buruk, maka Primbon Pusaka Guru justru menyatakan baik.

Primbon Puspa Wahju memiliki perhitungan berbeda, terkait hari-hari buruk. Sebagai contoh:

.

Sawal: Jumat Wage, Sabtu, dan Minggu, Jumat disebut Sangar bulan. Tanggal yang buruk adalah 2 dan 10.

.

Dengan demikian, terjadi perbedaan di sini. Oleh karenanya, hal ini perlu mendapatkan penelitian lebih lanjut. Barangkali para pakar primbon perlu berkumpul dan meneciptakan suatu primbon standar. Kesalahan-kesalahan lama perlu diperbaiki.

.

DAFTAR PUSTAKA.

.

Handanamangkara, SPH. Primbon Djawa Sabda Guru, Penerbit/ Toko buku KS, Solo, 1970.

Harja Tjakraningrat, Kangdjeng Pangeran Harja Tjakraningrat. Kitab Primbon Betal Djemur, Soemodidjojo Mahadewa, —–.

———–. Primbon Puspa Wahju, Gajabaru, Surabaja, 1953.

Sastrahandaja, Ki. Primbon Pusaka Guru, Muria, Kudus, 1954.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339… . . . . . . .

 

.

 

 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

BUKU ANEKA RAMALAN DAN FENGSHUI TULISAN TANGAN YANG LUAR BIASA

BUKU ANEKA RAMALAN DAN FENGSHUI TULISAN TANGAN YANG LUAR BIASA

.

Ivan Taniputera.

8 Februari 2016

.

 

Judul: Boekoe Sam Nio Sat dari Boekoe Hok Sioe Kong Leng (Lak Djiet Teng Hai Nie) Boeat Meliat Hari Waktoe (Sie) dan Alamat: Tertoelis oleh Mr Tan Giok Im

Jumlah halaman: 37

Tahun: sekitar 1930-an

.

Buku tulisan tangan ini berisikan berbagai ramalan, antara lain Sam Nio Sat yang dapat dipergunakan menentukan hari naas, ramalan Tjia Liong Tjoe untuk menentukan hari naas dalam mendirikan rumah, ramalah hari yang baik untuk keramas, dan lain sebagainya.

.

Berikut ini adalah daftar isinya:

.

 

Sebagai contoh, pada halaman 2 terdapat keterangan:

.

“Djikaloe hendak berdiriken roemah pada hari dan boelan naas, tiada baik aken langgar dan berdiriken itoe dengen paksa, boleh djadi mendatengkan tjilakan pada toean roemah, seperti terseboet di bawah ini.

.

“A. hari Naasnja

Ya itoe di boelan Tjia Gwee tanggal 7 dan 11 harinja………….

.

Ya itoe hari malaikat Tjia Siong tjoe jang toeroen di doenia dan selempang melanggar dia itoe djikaloe berdiriken roemah boeat orang tinggal tiada boleh awet, kerna di rasa tiada seneng hati di rasainja takoet pada orang jang tinggal di roemah itoe……”

.

Terdapat pula ramalan hari yang baik guna mencukur rambut bayi (halaman 7):

.

“Boeat menjataken hari jang baik dan jang tiada baek aken Tjoekoer ramboet anak-anak ketjil jang soeda beroemoer satoe bolelan toeanya, ya itoe-………”

.

Masih terdapat pula ramalan tanggal yang baik untuk menindik telinga anak perempuan.

.

Selain itu, dimuat pula mengenai Fengshui dalam mendirikan rumah:

.

“1. Djikaloe orang hendak bikin roemah, tida baek di bikin empat di dalemnja, kerna koerang slamet orang jang tinggal di sitoe, mahal redjeki, djaoe peroentoengan, maskipoen orang itoe kaya nanti bole djadi msikin………”

.

Terdapat pula ramalan mengenai makna impian.

.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

.

 

.

 

.

 

.

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU MANUSKRIP BERISIKAN ANEKA RAMALAN DAN PETANGAN YANG LUAR BIASA

BUKU MANUSKRIP BERISIKAN ANEKA RAMALAN DAN PETANGAN YANG LUAR BIASA

.

Ivan Taniputera.

13 Januari 2016

.

 
 

Judul: Boekoe Petangan atawa Ramalan

Terdapat keterangan: Koetiban dari boekoenja: Toean Kwee Kok Phiauw. Tertoelis oleh: Tan Giok Im, 29 Oktober 1939

Jumlah halaman: 14

.

Buku manuskrip hasil ketikan ini membahas mengenai beberapa jenis ramalan. Berikut ini adalah daftar isinya.

.

 

Buku ini memuat antara lain hari baik dan buruk menurut penanggalan China dan Jawa. Sebagai contoh, disebutkan:

“Di bawah ini ada namanja (6) anem hari jang tida baek boeat menilik atawa menjambangin orang-sakit, sebab bisa membawak keapesan:-

.

Hari Djim In.

Hari Keh Ngo……..”

.

Hari Djim In itu dalam bahasa Mandarin adalah Ren Yin, sedangkan Keh Ngo adalah Geng Wu.

.

Lalu disebutkan tanggal-tanggal yang tidak baik pada masing-masing bulan China:

.

“Boelan 1 (Tjia-Gweek) tanggal 5 en 7, Tida baek…..”

.

Selanjutnya dicantumkan pula tanggal menurut penanggalan Jawa yang tidak baik:

.

“Tanggalan Djawa jang tikda baek dalem tiap-tiap boelan, ada 7 (toedjoe) hari sial jaitoe tanggal, 3, 5,…….”

.

Berikutnya terdapat pula perhitungan perjodohan berdasarkan nama.

.

Yang menarik adalah bagian berjudul “PETANGAN “KHONG BENG.” SIANG TIONG HE-KHONG BENG THOUW.”

.

Isinya membahas mengenai hari baik dan buruk dan buruk bagi perjalanan atau bepergian menurut Khong Beng (Cukat Liang atau Zhuge Liang):

 

“”C” Tong Peng Djit pada tanggal 1, 7, 13, 19 dan 25 (lima hari). Kaloe orang berdjalan dalem ini bebrapa hari “Niatnja” bisa dapet oentoeng dan bertemoe KWIK-DJIEN (Tay Kiat).

.

Masih ada lagi PETANGAN KHONG BENG AMPAT PENDJOEROE, yang membahas mengenai arah-arah baik pada masing-masing jam:

.

“No.1 Pada djam 11 t/m 12 malem (Tjoe Sie), bole menoedjoe ka Koelon dan Kidoel (Tay Kiat).- Djangan menoedjoe ka Wetan dan Lor, ada halangan (Tay-Hiong).-…”

.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.

.

 

.

 

.

 

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

MEMILIH HARI BAIK

MEMILIH HARI BAIK

 

Ivan Taniputera

6 April 2014

 

 

 

Seorang kawan hendak melakukan penanda-tanganan akta di sebuah bank. Oleh karena itu, ia menanyakan hari yang baik pada saya. Dalam menghitung hari baik, langkah pertama yang harus kita minta adalah jam dan tanggal kelahirannya. Selanjutnya, kita memerlukan almanak atau Tong shu (通書) tahun itu. Kita harus mengetahui terlebih dahulu rentang waktu penanda-tanganannya.

Sebagai langkah berikutnya, kita mencermati almanak dan mencari tanggal yang elemen-elemennya tidak bentrok dengan orang itu.

Langkah ketiga kita harus mengecek pula 28 Xiu atau konstelasi bagi hari tersebut.

Langkah keempat kita harus memeriksa pula shio yang bertentangan (ciong) pada hari itu.

Langkah kelima kita melihat jamnya. Tentu saja memilih jam yang baik disesuaikan dengan jam operasional bank. Tidak mungkin kita memilih jam 12 malam, karena bank tidak lagi buka pada jam tersebut.

 

Kita harus menggunakan alur logika yang cermat.

 

Berdasarkan almanak, maka tanggal yang bagus adalah:

 

10 April 2014, jam 13.00 – 15.00 (bank masih beroperasi). Sebenarnya jam 07.00-09.00 juga bagus, namun pada jam segitu bank baru buka, sehingga kemungkinan ada keterlambatan. Jam 13.00-15.00 juga bagus, karena batang langit dan cabang buminya tidak bertentangan dengan kawan saya.

Selanjutnya pada hari tersebut 28 Xiu atau konstelasi bintangnya adalah Jing (井) yang bagus.

Disebut juga hari Wei Hai yang bagus.

 

11 April 2014, juga secara batang langit dan cabang bumi bisa dipakai. Tetapi sayangnya Xiu atau konstelasinya buruk.

 

14 April 2014, konstelasinya bagus, tetapi batang langit dan cabang buminya bertentangan dengan kawan ssaya.

 

16 April 2014, jam 13.00-17.00 (bank masih beroperasi). Berdasarkan 28 xiu (konstelasi), maka hari itu dikuasai oleh konstelasi bintang Shen. Hari Chu Si yang cocok untuk menjalankan peristiwa-peristiwa penting.

 

Selanjutnya, kita perlu memeriksa transit perbintangan pada hari tersebut berdasarkan ilmu astrologi Barat.

 

Demikianlah langkah-langkah menentukan dan memilih hari baik. Intinya adalah Anda harus terampil membaca almanak China.

 

Artikel menarik lainnya, silakan kunjungi https://www.facebook.com/groups/339499392807581/