RESEP TRADISIONAL DALAM MEREDAKAN SAKIT GIGI

RESEP TRADISIONAL DALAM MEREDAKAN SAKIT GIGI

.

Ivan Taniputera.

24 Desember 2015

.

Salah satu masalah yang sangat mengganggu adalah sakit gigi. Apalagi jika sakit gigi itu menyerang di saat hari-hari libur. Biasanya dokter dan klinik tutup pada hari tersebut. Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan resep sederhana dalam meredakan gejala sakit gigi.

Pertama-tama adalah rendam sebongkah kecil kapas pada minyak Cap Tawon yang mudah diperoleh di toko-toko swalayan. Kemudian tutupkan kapas atau selipkan kapas itu pada lubang gigi.

.

.

Boleh juga pergunakan minyak cengkeh. Namun jika Anda tidak punya minyak cengkeh maka rebus beberapa butir cengkeh secukupnya dalam air, sehingga airnya menjadi berwarna kecoklatan. Gunakan air rebusan cengkeh itu sebagai pengganti minyak Cap Tawon.

.

Biarkan kapas itu selama kurang lebih 15 menit dan biasanya rasa sakit akan mereda. Apabila liburan telah berlalu, maka barulah Anda dapat mengunjungi dokter gigi. Tetapi sebagai pengobatan sementara cara ini nampaknya cukup efektif.

Advertisements

BUKU JADUL UNIK TENTANG CARA MENCARI UANG, RAMAL WAJAH, OBAT AWET MUDA, OBAT TAHAN LAPAR, DAN KEHIDUPAN BEBAS DI SURABAYA

BUKU JADUL UNIK TENTANG CARA MENCARI UANG, RAMAL WAJAH, OBAT AWET MUDA, OBAT TAHAN LAPAR, DAN KEHIDUPAN BEBAS DI SURABAYA

 

Ivan Taniputera
29 Juni 2013

Judul: Obor Mudjidjad atau Asmara Ragam,
Terdapat keterangan di sampul:
“Buku Pengetahuan Hal Akal Rahasia Mentjari Uang (Dengan Tjeritera “Serupiah Mendjadi Kaja”). Rupa2 Keterangan Hal Pengetahuan Kuno Jang Berdasar Dengan Mystiek dan Ketachajulan, Berikut Penuturan “Tjoraknja Surabaja Diwaku Malam” Jang Ditulis Setjara Sopan, Dan Tidak Melanggar Kesusilaan.”
Penulis: Elelha
Penerbit: Tjoba Usaha, Surabaja, 1957
Jumlah halaman: 64Buku ini merupakan buku yang unik karena isinya merupakan campuran beraneka ragam topik.  Sebagai contoh di halaman 3, terdapat tulisan berjudul “Akal Rahasia Mentjari Uang”:

“Apakah benar bahwa orang bisa mentjari uang dengan tidak usah memakai modal setengah sen? Inilah ada merupakan satu tanda tanja jang tidak mudah akan dapat didjawab dengan tepat.
Sebab buat orang2 bodoh jang pikirannja singkat, tentu mereka anggap dengan “mentjuri” atau “menipu” adalah djalan2 jang terutama untuk orang2 mendapatkan keuntungan duang dengan gampang dan tidak usah memakai modal.
Tetapi pikiran2 jang sedemikian rendahnja harus disingkirkan djauh2 dari kita punja lahir dan bathin, apabila kita merasa bahwa diri kita ada satu kesatria atau Gentleman terhormat jang berderadjat tinggi…..”

Lalu pada halaman 7 terdapat kisah “Dengan Serupiah Mendjadi Kaja”:

“Empat baris perkataan jang terdengarnja sangat hebat. Hal, ini ternjata dari riwajat hidupnja seorang muda jang bersemangat dan radjin. Tjontoh diatas tjontoh, tauladan diatas tauladan. Kita namakan sadja bahwa dia itu “Si Radjin…”

Selanjutnya di halaman 12 terdapat artikel “Melihat Perdjodohan Dilihat Dari Wadjah Mukanja D.L.L.”:

“Pudjangga2 dan orang2 pandai pada djaman dahulu banjak pengalaman dan suka menjaksikan tentang tampang mukanja orang, bahwa dengan melihat tjorak mukanja sadja, mareka sudah dapat mengetahui tabeat dan sifat2 kesukaannja orang itu dalam hidupnja. Sebab barang apa sadja yang tidak ditambah untuk…..

Seorang laki2 jang matanja besar sehingga seperti matanja kodok, dan sinar matanja seperti sinar matahari. Kebanjakan meskipun sudah mempunjai isteri dan anak, tetapi masih suka dengan lain2 wanita tjantik. Dari muda sehingga tua hidupnja selalu romantis, dojan berdjudi atau spekulasi……”

Lalu terdapat artikel-artikel mengenai ramalan seperti:

  • Melihat nasib orang dari tidurnja (halaman 19)
  • Tjotjoki djodoh menurut kalender Djawa (halaman 20)
  • Tjotjoki djodoh menurut penanggalan Masehi (halaman 23)
  • Tjotjoki djodoh menurut penanggalam Tionghoa (halaman 25)
Terdapat pula artikel mengenai doa-doa, mislanya untuk mohon keselamatan dalam bepergian dan menyambung kembali cinta yang retak.Lalu ada pula hal-hal mengenai percintaan seperti:

  • Tjinta Pemuda (halaman 31)
  • Hal Asmaranja Gadis Sekarang (halaman 35)
  • Pembatasan Kelahiran (halaman 42)
Berikutnya terdapat berbagai macam obat  dan kias yang unik-unik:
  • Obat Awet Muda (halaman 44)
  • Obat Tahan Lapar (hlaman 45)
  • Kias Supaja kekasih Merasa Rindu (halaman 46)
  • Melitjinkan Muka Bekas Tjatjar (halaman 47)
  • Primbon Kelahiran Anak (halaman 47)
  • Primbon Pernikahan (halaman 50), untuk mengetahui kejadian-kejadian apa setelah menikah.
  • Primbon Pernikahan Pengantin (halaman 53)
Kemudian salah satu yang menjadi keunikan buku ini adalah artikel berjudul “Tjoraknja Surabaja Diwaktu Malam” (halaman 54). Ternyata kehidupan bebas sudah berlangsung di zaman dahulu. Bahkan orang-orang  sudah menikah juga ada mengikuti kebiasaan hidup seperti itu:“Kalau begitu, aku pun sangat girang, mijn lieveling,” berkata Mevrouw Marmot sambil merangkul pada suaminja, “Aku djuga sebenarnja malam ini diadjak menonton bioskop dengan Njonja Dekail, darling. Sehabisnja menonton kita akan pergi makan2 dalam restaurant besar, untuk memenuhkan undangannja Meneer Zabelon, jang ingin sekali dapat berkenalan setjara persoon dengan aku.”

Tetapi aku mersa aneh, seperti ada maksud apa2 jang tersembunji dibelakang dari itu perkenalan. Dia ingin berkenalan pada diriku, tetapi tidak ingin kenal kepala suamiku. Apakah artinja ini? Bukankah ini satu djebakan melulu untuk menangkap burung dari lain kurungan?” berkata Njonja Marmot sambil bersenjum…”

Dinasihatkan agar manusia selalu dapat menjaga diri agar tidak terjerumus pada hal-hal melanggar moralitas.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.