TENTANG DAUN KELOR

TENTANG DAUN KELOR.

.
Ivan Taniputera.
09 Mei 2020
.
.
Hari ini saya akan berbagi saja mengenai daun kelor (Moringa oleifera). Menurut penuturan orang-orang tua dulu, daun kelor mempunyai berbagai manfaat dari sisi supranatural. Sewaktu kecil dahulu saya mendengar mengenai orang yang semasa hidupnya mempelajari ilmu tertentu. Konon, orang yang mempelajari ilmu tersebut akan sulit meninggal. Meski sudah sakit berat, ajal tidak akan kunjung menjemputnya. Akibatnya, orang itu akan sangat menderita. Untuk menghilangkan ilmunya, orang itu harus dipukul dengan setangkai daun kelor. Barulah ia dapat meninggal dunia dengan tenang.
.
Ada juga orang yang memberitahukan pada saya mengenai kegunaan lain daun kelor. Konon daun kelor dapat juga dipergunakan mengobati penyakit supranatural; yakni penyakit yang sulit dideteksi secara medis. Orang yang menderita penyakit supranatural ini akan merasa sakit, tetapi dokter tidak dapat mengobati penyakitnya. Daun kelor katanya dapat dipergunakan untuk menyembuhkan penyakit semacam ini.
.
Daun kelor juga dapat dipergunakan untuk menangkal berbagai kekuatan negatif. Salah satu caranya adalah daun kelor dicampur dengan air mandi.
.
Dari sisi kesehatan, daun kelor katanya dapat dipergunakan pula mengobati berbagai penyakit, tetapi kita tidak akan membahasnya pada artikel singkat ini.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .
.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum

MENENTUKAN KECOCOKAN KERIS BAGI CALON PEMILIKNYA MENURUT PRIMBON JAWA

MENENTUKAN KECOCOKAN KERIS BAGI CALON PEMILIKNYA MENURUT PRIMBON JAWA.

.
Ivan Taniputera.
7 April 2020.
.

.

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi mengenai bagaimana menentukan kecocokan keris terhadap calon pemiliknya berdasarkan Primbon Jawa. Caranya adalah sebagai berikut. Pertama-tama, ukurkan ibu jari tangan kiri pada keris, dimulai dari pangkalnya. Selanjutnya ganti dengan ibu jari tangan kanan. Demikian secara bergantian, hingga tiba pada ujung keris. Hitung jatuhnya pada hitungan ke berapa.
.
  • Hitungan pertama disebut Sri, keris ini cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan kedua disebut Candi, keris ini cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan ketiga disebut Gedong, keris ini cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan keempat disebut Pati, keris ini tidak cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan kelima disebut Manuk, keris ini tidak cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan keenam disebut Tunggu Layon, keris ini tidak cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan ketujuh disebut Mbok Randa, keris ini cocok dengan calon pemilik.
  • Hitungan kedelapan disebut Tunggu Dunya, keris ini cocok dengan calon pemilik.
.
Demikianlah cara menentukan cocok dan tidaknya keris dengan calon pemilik menurut Primbon Jawa.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . , . . .

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

JIMAT DARI PRIMBON TULISAN TANGAN UNTUK KESELAMATAN DAN TERPENUHINYA KEINGINAN

JIMAT DARI PRIMBON TULISAN TANGAN UNTUK KESELAMATAN DAN TERPENUHINYA KEINGINAN.

.

Ivan Taniputera.

31 Maret 2020.

.

Pada kesempatan kali ini, di tengah situasi krisis dan ketakutan beserta kelesuan akibat wabah, saya akan berbagi jimat berasal dari primbon tulisan tangan atau dalam bentuk manuskrip, sebagai berikut.

.

 

.

Mengenai kegunaan jimat itu tertulis dalam aksara Jawa sebagai berikut:

“Karahayon, kawujudaning pepenginan.”

.

Terjemahannya adalah:

“Keselamatan atau kesejahteraan, terwujudnya keinginan atau harapan.”

.

Selanjutnya, pada jimat itu terdapat tulisan “Rahayu” atau “Selamat dan sejahtera.”

.

Adapun ritual (laku) yang harus dijalankan adalah “mutih tigang dinteng” atau terjemahannya: “hanya menyantap nasi putih dan air selama tiga hari.” Setelah melakukan ritual tersebut barulah kita dapat menuliskan jimat itu di atas sehelai kertas.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .

.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

MANTRA DARI PRIMBON JAWA UNTUK BALITA ATAU ANAK-ANAK YANG SERING MENANGIS TANPA SEBAB

MANTRA DARI PRIMBON JAWA UNTUK BALITA ATAU ANAK-ANAK YANG SERING MENANGIS TANPA SEBAB

.

Ivan Taniputera.

9 Maret 2020.

.

Artikel ini agar tidak disebar luaskan baik sebagian atau keseluruhan tanpa seizin penulis. Apabila sudah mendapatkan izin untuk disebar-luaskan, maka yang boleh disebar-luaskan hanyalah link ke artikel ini saja.

.

 

.

Seorang balita atau anak-anak adalah wajar jika sering menangis, karena mereka belum sanggup mengungkapkan sesuatu secara verbal. Jadi tidaklah aneh bila mereka sering menangis. Justru apabila mereka jarang menangis, maka itu merupakan sesuatu yang patut dipertanyakan. Kendati demikian, saya sering mendengar mengenai bayi dan anak-anak yang sering menangis tanpa sebab jelas. Kemungkinan penyebabnya adalah masalah supranatural; misalnya gangguan hantu atau makhluk halus. Kebetulan saya hari ini baru saja menemukan mantra dari manuskrip Primbon Jawa tulisan tangan guna menenangkan balita atau anak-anak yang sering menangis tanpa sebab. Berikut ini adalah mantranya.

.

“Pitik tulak pitik tukung.

Temulak si jabang bayi.

Cep menengo ojo nangis.

Temulak baline ngetan, ngulon, ngidul, ngalor.”

.

Saya akan mencoba menerjemahkannya sebagai berikut ke dalam bahasa Indonesia:

.

“Ayam tulak ayam tukung.

Ditolak dari bayinya.

Diamlah jangan menangis.

Ditolak kembali menuju ke timur, barat, selatan, utara.”

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .

.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

ILMU RAMALAN BARANG HILANG MENURUT PRIMBON JAWA

ILMU RAMALAN BARANG HILANG MENURUT PRIMBON JAWA.

.

Ivan Taniputera.

15 Oktober 2018.

.

Primbon merupakan salah satu warisan budaya bangsa. Itulah sebabnya, pada kesempatan kali ini saya akan menulis artikel mengenai ilmu ramalan barang hilang sebagaimana terdapat pada Primbon Jawa.

.

Pertama-tama kita harus mengenal terlebih dahulu angka naptu gabungan sistim lima harian (Pancawara: Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing) serta sistim tujuh harian (Saptawara: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu, dan Minggu). Berikut ini adalah angka masing-masing.

.

SAPTAWARA

.

Senin = 4

Selasa = 3

Rabu = 7

Kamis = 8

Jumat = 6

Sabtu = 9

Minggu = 5

.

PANCAWARA

.

Pon = 7

Wage = 4

Kliwon = 8

Legi = 5

Pahing = 9

.

Cara mencari angka naptu sangat mudah. Tinggal dijumlahkan saja angka masing-masing. Sebagai contoh adalah hari Rabu Pahing. Rabu angkanya adalah 7. Pahing angkanya adalah 9. Jadi, naptu Rabu Pahing adalah 7 + 9 atau 16.

Untuk memudahkan dapat menggunakan tabel di bawah ini.

.

.

Kini kita akan membahas ilmu ramalan barang hilang tersebut. Dalam Primbon saya mendapati dua jenis ramalan.

.

RAMALAN BARANG HILANG 1.

.

Angka naptu hari barang tersebut hilang dibagi 7. Jikalau tidak diketahui kapan hilangnya, dapat pula mempergunakan hari barang tersebut disadari kehilangannya.

.

Jika bersisa 0 (disebut Gajah), maka artinya orang yang mengambil benda tersebut sudah jauh keberadaannya.

.

Jika bersisa 1 (disebut Naga), maka artinya barang itu hilang karena kecerobohan. Akibat kurang teliti, barang yang ditanyakan itu hilang atau terselip.

.

Jika bersisa 2 (disebut Panagan), maka artinya barang itu diambil oleh orang yang dikenal; kemungkinan adalah salah seorang teman, saudara, rekan, dan lain sebagainya.

.

Jika bersisa 3 (disebut Basu), maka artinya barang itu diambil oleh orang yang tinggal serumah dengan Anda. Namun saya menafsirkannya pula bahwa mungkin juga maknanya adalah barang itu masih berada di rumah Anda sendiri. Jadi belum tentu diambil oleh seseorang. Mungkin juga Anda yang lupa meletakkannya. Dengan demikian, Anda dapat mencarinya di dalam rumah Anda sendiri.

.

Jika bersisa 4 (disebut Tanu), maka artinya barang itu diambil oleh orang yang tinggalnya bertetangga dengan Anda. Saya menafsirkan juga bahwa bahwa belum tentu barang itu diambil orang dengan sengaja. Bisa juga terjatuh tanpa sengaja di pekarangan tetangga Anda. Apabila mendapatkan hasil ramalan ini, Anda dapat mencoba mengingat-ingat apakah Anda baru saja bertandang ke rumah tetangga Anda. Jikalau benar demikian, Anda dapat meminta izin tetangga Anda secara baik-baik untuk memeriksa pekaranganya atau tempat yang Anda baru saja kunjungi.

.

Jika bersisa 5, maka artinya barang itu diambil oleh peminta-minta. Tetapi saya akan mengartikannya sebagai seseorang yang sedang mengharapkan bantuan atau pertolongan Anda. Mungkin dapat diartikan sebagai orang yang sedang kekurangan dan memerlukan sesuatu dengan segera.

.

Jika bersisa 6 (disebut Watu), maka artinya orang yang mengambil barang tersebut sudah pergi meninggalkan tempat tersebut dan sulit lagi dilacak keberadaannya.

.

Kita ambil contoh barang yang hilang hari Rabu Pahing. Angka naptunya adalah 16. Kita bagi 16 dengan 7. Hasilnya adalah 2 sisa 2. Karena bersisa 2, maka hasil ramalannya adalah Panagan.

.

RAMALAN BARANG HILANG 2

.

Angka naptu hari barang tersebut hilang dibagi 4. Jikalau tidak diketahui kapan hilangnya, dapat pula mempergunakan hari barang tersebut disadari kehilangannya.

.

Jika bersisa 0 (disebut Epleng), maka artinya barang yang hilang tersebut tidak dapat ditemukan kembali.

.

Jika bersisa 1 (disebut Pitik), maka artinya yang mengambil adalah orang yang sedang menggembala ternak (Jawa: angon). Di kota-kota besar, orang yang menggembala ternak sudah jarang, jadi tentu saja maknanya harus kita sesuaikan. Saya menafsirkan bahwa maknanya dapat pula berarti orang yang sedang menjalankan suatu tugas tertentu. Tugas itu sulit ditinggalkan olehnya. Kemungkinan penafsiran lain adalah orang yang sedang mengasuh sesuatu.

.

Jika bersisa 2 (disebut Benik), maka artinya yang mengambil adalah orang yang menjadi anggota suatu gerombolan. Di zaman sekarang, gerombolan pengacau keamanan dapat dikatakan sudah tidak ada. Negara kita dalam keadaan aman dan damai. Itulah sebabnya, maknanya harus sedikit kita sesuaikan dengan kondisi masa kini. Saya menawarkan penafsiran sebagai berikut: (1) Orang yang mengambilnya merupakan anggota suatu perkumpulan, kelompok atau organisasi yang beranggotakan banyak orang. Yang patut diingat, perkumpulan atau kelompok ini belum tentu merupakan sesuatu yang buruk. Bisa jadi, ia hanyala oknum yang mencoreng nama organisasinya; (2) Dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa orang.

.

Jika bersisa 3 (disebut Cumbu), maka artinya barang itu akan dengan mudah ditemukan kembali.

.

Kita ambil contoh barang yang hilang hari Rabu Pahing. Angka naptunya adalah 16. Kita bagi 16 dengan 4. Sisanya adalah 0. Karena bersisa 0, maka hasil ramalannya adalah Epleng.

.

Jika kita gabungkan hasil pembacaan ramalan barang hilang pertama dan kedua, maka hasilnya adalah: “Barang itu kemungkinan diambil oleh orang yang dikenal; namun sulit sekali ditemukan kembali.”

.

Dengan demikian, kita telah mengulas dengan jelas dua ilmu ramalan barang hilang; sebagaimana dimuat dalam Primbon Jawa.

.

Yang patut diingat, kita hendaknya menggunakan ramalan ini dengan bijaksana. Belum tentu seseorang itu mengambil dengan kesengajaan. Mungkin saja, ia tanpa sengaja membawanya. Dengan kata lain, barang yang hilang itu terbawa olehnya. Itulah sebabnya, kita jangan menuduh sembarangan. Jika hendak menanyakannya, pergunakanlah kata-kata yang sopan dan halus serta jauh dari kesan menuduh. Ingat, bahwa menuduh seseorang tanpa bukti termasuk tindak pidana dan dapat dibawa ke pengadilan. Anda dapat dituduh mencemarkan nama baik. Ilmu ini juga adalah sekedar ramalan yang belum tentu terbukti kebenarannya.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . 

.

 .

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

BUKU RAMALAN PAWUKON YANG SUDAH BERUSIA SEKITAR 130 TAHUN

BUKU RAMALAN PAWUKON YANG SUDAH BERUSIA SEKITAR 130 TAHUN.

.

Ivan Taniputera.

10 Februari 2018.

 

.

 

 

.

Judul: Boekoe Pawoekon: Toeroenan dari Kraton Soerakarta tersalin dalem Bahasa Melajoe.

Penulis: —

Jumlah halaman: 68.

Penerbit: G. C. T. van Dorp & Co., Semarang, 1888.

.

Buku ini membahas berbagai seluk mengenai Pawukon, antara lain diulas tabiat masing-masing Wuku, bahaya yang dialami, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah daftar isinya.

.

 

 

 
 

.

 

 

.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.

.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU PRIMBON TENTANG TANDA-TANDA PADA KUDA, PERKUTUT, DAN KUCING

BUKU PRIMBON TENTANG TANDA-TANDA PADA KUDA, PERKUTUT, DAN KUCING

.

Ivan Taniputera.

6 Februari 2017.

.

 

 

.

Judul: Lajang Katoeranggan.

Terdapat keterangan: Ja ikoe katoerangganing djaran, manoek perkoetoet lan koetjing. Nerangake titikane kewan teloeng warna maoe, kang ala lan kang betjik wahanane toemrapkang ngingoe, katanda sake tjandrane, oelese, tjiri-tjirine lan lija-lijane.

Penulis: Tidak diketahui.

Penerbit: Boekhandel Tan Khoen Swie, Kediri, 1929

Jumlah halaman: 28

Bahasa: Jawa.

.

Buku ini menjelaskan mengenai pertanda baik buruknya kuda, perkutut, dan kucing, beserta obat ketiga hewan tersebut.

.

Sebagai contoh pada halaman terdapat pertanda kuda yang buruk:

.

“Anda-moestaka, oenjeng-oenjeng ana ing sikil ngarep kapernah ing dengkoel oetawa sadoewoere; ala banget, nibakake lan ngidak kang noenggang; ‘mbilaeni.”

.

Terjemahan:

“Anda-moestana, pusaran bulu ada di kaki depan, tepatnya pada lutut atau atasnya; sangat buruk, dapat menjatuhkan serta menginjak penunggangnya; membahayakan.”

.

Mungkin di zaman sekarang hal ini tidak berlaku lagi.

.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.

.

 
 

.

 

 

.

 

 

 

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.