PESAN DAN RENUNGAN TANGGAL 05 MARET 2020 TERKAIT WABAH VIRUS CORONA

PESAN DAN RENUNGAN TANGGAL 05 MARET 2020 TERKAIT WABAH VIRUS CORONA.

.

Ivan Taniputera.

8 Maret 2020.

.

 

.

Pada tanggal 5 Maret 2020 yang lalu, sewaktu sedang merenung sambil memandang rembulan, pesan-pesan berikut ini muncul dalam benak saya, yakni terkait wabah Virus Corona. Pertama-tama, kita hendaknya menyadari bahwa peradaban kita ini layaknya istana yang dibangun di atas pasir. Sepintas kelihatan kuat dan kokoh, namun sebenarnya sangat rapuh. Terdapat guncangan sedikit saja, istana itu mudah sekali roboh. Nampak bahwa dampak wabah Virus Corona itu sangat luas dan perekonomian dunia telah terpukul karenanya. Kita perlu menyadari bahwa kita tidak selalu dapat mengandalkan peradaban, yang sungguh sangat rapuh ini. Terdapt banyak hal tidak terduga yang sanggup mengguncangkan dan merobohkannya.

.

Kita perlu mengembangkan pola kehidupan yang lebih dilandasi oleh sikap altruistik dan saling membantu. Seluruh dunia adalah layaknya suatu jaringan yang saling berkaitan. Jika suatu bagian dunia menderita, bagian lain juga secara langsung atau tidak langsung akan mengalami penderitaan pula. Kita juga perlu menetapkan pola kehidupan yang lebih higienis. Kita telah mengetahui bahwa wabah Virus Corona diakibatkan oleh kelelawar. Itulah sebabnya, kita perlu menerapkan pola makan yang sehat dan berbelas kasih. Kita perlu menerapkan batasan-batasan dalam makanan. Kita hendaknya menghindarkan diri dari keserakahan dengan menyantap segala sesuatu. Menyantap hewan liar berupa kelelawar terbukti telah merepotkan hampir seluruh dunia.

.

Selanjutnya, kita menyaksikan pula kebodohan dan keserakahan manusia dalam bentuk pembelian akibat kepanikan (panic buying). Barang-barang menjadi langka dan membumbung tinggi harganya, dimana hal ini dapat menimbulkan keresahan sosial. Terdapat pula pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan penderitaan orang lain dengan menimbun barang. Mereka bersuka cita di atas penderitaan orang lain. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat mengerikan. Wabah Virus Corona ini memperlihatkan sisi buruk kepribadian manusia. Hal ini dapat menjadi pelajaran yang berharga. Sudah saatnya umat manusia hidup tidak hanya mementingkan dirinya sendiri saja.

.

Manusia perlu mulai lebih banyak memperhatikan nilai-nilai spiritual dan religius. Yang patut diingat, manusia tidak hanya hidup dari materi saja. Selama ini, dunia terlalu mementingkan materi. Alam dirusak tanpa peduli. Akibatnya justru merugikan manusia sendiri. Terdapat cuaca ekstrem yang mengakibatkan pencairan es di kutub. Berbagai virus juga bermutasi dan menimbulkan berbagai penyakit baru bagi manusia. Semua itu, di antaranya berakar dari kecenderungan manusia dalam merusak alam. Pencemaran lingkungan telah mencapai suatu titik yang ekstrem dan mengerikan. Itulah sebabnya, kita menyadari bahwa perlu sekali terdapat kebangkitan nilai-nilai spiritual dan religius yang akan lebih meningkatkan kesadaran terhadap perlunya melestarikan lingkungan hidup. Hal ini sudah sangat mendesak sekali. Nilai-nilai spiritual dan religius ini akan meredam keserakahan umat manusia serta mengubah dunia menjadi lebih baik.

.

Selanjutnya, kita perlu kembali pada nilai-nilai kebajikan. Dengan mengembangkan nilai-nilai tersebut energi positif akan semakin banyak terpancar serta tercurah di muka bumi ini. Kita perlu mengedepankan akal sehat dalam menghadapi masalah wabah ini.

.

Demikianlah renungan dan pesan yang saya dapatkan. Marilah kita memanjatkan doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing agar wabah Virus Corona segera berakhir.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .

.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

RENUNGAN TAHUN BARU 2018: MENJADI MANUSIA MILENIAL

RENUNGAN TAHUN BARU 2018: MENJADI MANUSIA MILENIAL.

.

Ivan Taniputera.

30 Desember 2017.

.

.

 

 
 

.

Kita telah tiba pada penghujung tahun 2017. Banyak peristiwa baik suka maupun duka yang dialami selama tahun tersebut. Penghujung suatu tahun memang merupakan saat tepat guna mengevaluasi segenap pencapaian yang telah berhasil kira raih serta target di tahun berikutnya. Merupakan saat yang tepat pula untuk merenung.

.

Kali ini artikel renungan akan saya beri judul: “Menjadi Manusia Milenial.” Menjadi manusia milenial artinya sosok-sosok yang selalu siap menerima dan tanggap terhadap perubahan zaman. Apabila tidak siap menerimanya, kita akan tergerus dan tergilas oleh arus perubahan yang demikian pesatnya itu. Kita perlu menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa mengikuti perkembangan teknologi. Perubahan itu adalah sesuatu yang tidak dapat dihalang-halangi apalagi dibendung. Ini adalah realita yang terjadi di tengah-tengah kita. Sudah siapkah kita menerima perubahan tersebut? Berpuluh-puluh tahun yang lalu, kita belum dapat membayangkan adanya teknologi seperti Wifi. Berpuluh-puluh tahun lalu, internet masih merupakan barang mewah dan hanya segelintir orang saja yang memanfaatkannya. Kini hampir semua orang telah menikmati teknologi tersebut.

.

Sayangnya, banyak orang yang menyalah-gunakan teknologi. Sebagai contoh adalah SMS dan penjualan online penipuan atau abal-abal. Sesungguhnya, SMS dan internet adalah hasil kemajuan teknologi yang memudakan kehidupan kita. Namun orang-orang yang tidak bertanggung jawab telah salah memanfaatkannya, sehingga merugikan banyak orang. Yang dirugikan sangatlah banyak. Para pedagang online yang jujur juga terkena dampaknya. Orang menjadi ragu dalam membeli secara online. Karena nila setitip rusak susu sebelanga. Begitu pula, pemilik nomor telepon seluler juga diwajibkan melakukan registrasi ulang. Tujuannya untuk menghindari penipuan. Karena segelintir orang saja, maka banyak orang mengalami kerepotan. Lebih jauh lagi, pada tahun 2017 yang akan segera berlalu ini, berita hoax dan SARA sering menjadi topik pembicaraan. Penyebaran hoax dan SARA tersebut juga merupakan penyalah gunaan teknologi yang sangat serius. Menjadi manusia milenial selain menguasai teknologi, juga memegang teguh moralitas yang tinggi dalam berteknologi. Tidak hanya menguasai saja, melainkan juga harus bermoral. Moral inilah yang akan mencegah penyalah-gunaan teknologi demi menyusahkan orang lain. Kita berharap agar pada tahun 2018 kelak, penyalah-gunaan teknologi akan berkurang.

.

Manusia-manusia milenial adalah sosok-sosok yang kreatif. Banyak pekerjaan manusia kelak akan digantikan oleh robot atau mesin. Itulah sebabnya, banyak pekerjaan akan menghilang di masa mendatang. Banyak orang mungkin pesimis dengan mengatakan bahwa pengangguran akan meningkat. Kendati demikian, saya berpendapat bahwa meski ada profesi-profesi yang menghilang, namun jenis-jenis pekerjaan baru pasti akan bermunculan pula. Sebelum adanya internet, apakah orang berpikir akan ada pekerjaan bernama web designer? Karena itu, janganlah berkecil hati. Meskipun demikian, pekerjaan-pekerjaan baru itu adalah untuk mereka yang kreatif. Pendidikan di zaman sekarang harus direka ulang. Tujuan utama pendidikan masa kini hendaknya menghasilkan generasi-generasi muda yang kreatif. Bila seseorang tidak kreatif akanlah sulit bertahan hidup.

.

Selain menghasilkan generasi yang kreatif, pendidikan juga hendaknya sanggup menghasilkan generasi bermoral. Tentu saja, agar generasi berikutnya dapat menjadi pribadi-pribadi bermoral, maka generasi sebelumnya harus memberikan teladan. Jadi generasi-generasi yang lebih tua juga perlu memperlihatkan teladan dalam moralitas.

.

Tahun 2017 juga masih diwarnai berbagai konflik. Sebagai contoh, adalah ancaman perang nuklir antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Begitu pula konflik antara Israel dan Palestina mengenai Yerusalem. Marilah kita memanjatkan doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing agar segenap konflik itu dapat diselesaikan secara damai. Kita berdoa pula agar dunia ini senantiasa damai.

.

Selamat Tahun Baru 2018. Salam sejahtera bagi kita semua.