RENUNGAN TAHUN BARU 2018: MENJADI MANUSIA MILENIAL

RENUNGAN TAHUN BARU 2018: MENJADI MANUSIA MILENIAL.

.

Ivan Taniputera.

30 Desember 2017.

.

.

 

 
 

.

Kita telah tiba pada penghujung tahun 2017. Banyak peristiwa baik suka maupun duka yang dialami selama tahun tersebut. Penghujung suatu tahun memang merupakan saat tepat guna mengevaluasi segenap pencapaian yang telah berhasil kira raih serta target di tahun berikutnya. Merupakan saat yang tepat pula untuk merenung.

.

Kali ini artikel renungan akan saya beri judul: “Menjadi Manusia Milenial.” Menjadi manusia milenial artinya sosok-sosok yang selalu siap menerima dan tanggap terhadap perubahan zaman. Apabila tidak siap menerimanya, kita akan tergerus dan tergilas oleh arus perubahan yang demikian pesatnya itu. Kita perlu menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa mengikuti perkembangan teknologi. Perubahan itu adalah sesuatu yang tidak dapat dihalang-halangi apalagi dibendung. Ini adalah realita yang terjadi di tengah-tengah kita. Sudah siapkah kita menerima perubahan tersebut? Berpuluh-puluh tahun yang lalu, kita belum dapat membayangkan adanya teknologi seperti Wifi. Berpuluh-puluh tahun lalu, internet masih merupakan barang mewah dan hanya segelintir orang saja yang memanfaatkannya. Kini hampir semua orang telah menikmati teknologi tersebut.

.

Sayangnya, banyak orang yang menyalah-gunakan teknologi. Sebagai contoh adalah SMS dan penjualan online penipuan atau abal-abal. Sesungguhnya, SMS dan internet adalah hasil kemajuan teknologi yang memudakan kehidupan kita. Namun orang-orang yang tidak bertanggung jawab telah salah memanfaatkannya, sehingga merugikan banyak orang. Yang dirugikan sangatlah banyak. Para pedagang online yang jujur juga terkena dampaknya. Orang menjadi ragu dalam membeli secara online. Karena nila setitip rusak susu sebelanga. Begitu pula, pemilik nomor telepon seluler juga diwajibkan melakukan registrasi ulang. Tujuannya untuk menghindari penipuan. Karena segelintir orang saja, maka banyak orang mengalami kerepotan. Lebih jauh lagi, pada tahun 2017 yang akan segera berlalu ini, berita hoax dan SARA sering menjadi topik pembicaraan. Penyebaran hoax dan SARA tersebut juga merupakan penyalah gunaan teknologi yang sangat serius. Menjadi manusia milenial selain menguasai teknologi, juga memegang teguh moralitas yang tinggi dalam berteknologi. Tidak hanya menguasai saja, melainkan juga harus bermoral. Moral inilah yang akan mencegah penyalah-gunaan teknologi demi menyusahkan orang lain. Kita berharap agar pada tahun 2018 kelak, penyalah-gunaan teknologi akan berkurang.

.

Manusia-manusia milenial adalah sosok-sosok yang kreatif. Banyak pekerjaan manusia kelak akan digantikan oleh robot atau mesin. Itulah sebabnya, banyak pekerjaan akan menghilang di masa mendatang. Banyak orang mungkin pesimis dengan mengatakan bahwa pengangguran akan meningkat. Kendati demikian, saya berpendapat bahwa meski ada profesi-profesi yang menghilang, namun jenis-jenis pekerjaan baru pasti akan bermunculan pula. Sebelum adanya internet, apakah orang berpikir akan ada pekerjaan bernama web designer? Karena itu, janganlah berkecil hati. Meskipun demikian, pekerjaan-pekerjaan baru itu adalah untuk mereka yang kreatif. Pendidikan di zaman sekarang harus direka ulang. Tujuan utama pendidikan masa kini hendaknya menghasilkan generasi-generasi muda yang kreatif. Bila seseorang tidak kreatif akanlah sulit bertahan hidup.

.

Selain menghasilkan generasi yang kreatif, pendidikan juga hendaknya sanggup menghasilkan generasi bermoral. Tentu saja, agar generasi berikutnya dapat menjadi pribadi-pribadi bermoral, maka generasi sebelumnya harus memberikan teladan. Jadi generasi-generasi yang lebih tua juga perlu memperlihatkan teladan dalam moralitas.

.

Tahun 2017 juga masih diwarnai berbagai konflik. Sebagai contoh, adalah ancaman perang nuklir antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Begitu pula konflik antara Israel dan Palestina mengenai Yerusalem. Marilah kita memanjatkan doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing agar segenap konflik itu dapat diselesaikan secara damai. Kita berdoa pula agar dunia ini senantiasa damai.

.

Selamat Tahun Baru 2018. Salam sejahtera bagi kita semua.

Advertisements