MEMECAHKAN MISTERI PENAMPAKAN BAYANGAN MIRIP ALIEN

MEMECAHKAN MISTERI PENAMPAKAN BAYANGAN MIRIP ALIEN.

.

Ivan Taniputera.

29 Juli 2016

.

Saya baru saja membaca mengenai penampakan bayangan mirip alien (makhluk angkasa luar) di sebuah bis. Menurut artikel tersebut seseorang berfoto di depan sebuah bis dan hasilnya sungguh mengejutkan karena di bagian kaca depan bis tampak bayangan mirip alien. Untuk jelasnya silakan perhatikan gambar sebagai berikut.

.

 
 

.

Alien mungkin ada di jagad raya ini, namun lebih baik kita mencoba mencari penjelasan ilmiah terlebih dahulu. Kemungkinan pertama, bayangan di kaca tersebut adalah semata-mata pantulan cahaya saja yang membentuk wujud mirip alien. Kemungkinan kedua, ia adalah bayangan orang yang berfoto itu sendiri. Sederhananya adalah sebagai berikut. Wajah orang itu tercermin pada spion bis. Selanjutnya spion memantulkan kembali bayangan orang tersebut pada kaca bis. Jelasnya silakan saksikan gambar berikut ini.

.

 
 

.

Hal yang menguatkan penjelasan ilmiah di atas adalah bayangan mirip alien nampak tidak berambut, sedangkan orang itu juga mempunyai potongan rambut yang sangat tipis. Karena kelengkungan kaca spion (spion menggunakan cermin cembung) dan kaca depan bis, maka bayangannya menjadi terdistorsi dan nampak seperti alien. Demikianlah, kita telah berupaya memecahkan misteri ini.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . 

 

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Advertisements

MEMBANTAH TEORI BUMI DATAR (FLAT EARTH)

MEMBANTAH TEORI BUMI DATAR (FLAT EARTH).

.

Ivan Taniputera.

13 Juli 2016

.

Baru-baru ini saya menyaksikan video di youtube dan membaca beberapa laman yang mengumandangkan kembali teori bahwa bumi berbentuk datar seperti piringan. Nampaknya pandangan tersebut menjadi populer kembali akhir-ahir ini. Berikut ini adalah kurang lebih gambaran visual pandangan mereka mengenai bentuk bumi.

.

 
 

Nampak bahwa bumi yang teridiri dari daratan dan lautan digambarkan sebagai piringan yang di tepinya terdapat dinding es Antartika. Konon dinding ini tidak tertembus oleh siapa pun. Selanjutnya di atas piringan tersebut terdapat kubah langit yang tidak pula dapat ditembus oleh manusia. Menurut salah satu teori tersebut, karena sifatnya yang tidak dapat ditembus itu, seluruh perjalanan antariksa termasuk pendaratan di bulan adalah kebohongan belaka (hoax). Teori ini berlanjut dengan mengemukakan adanya konspirasi raksasa yang mencekoki umat manusia sehingga meyakini bahwa bumi berbentuk bulat. Namun pada kesempatan kali ini, saya tidak akan membahas mengenai teori konspirasi. Saya hanya akan mengungkapkan keberatan-keberatan terhadap teori ini.

.

Keberatan pertama adalah mengapa penduduk di berbagai bagian bumi menyaksikan rasi bintang yang berbeda-beda. Jikalau benar bumi datar, maka masing-masing di antara mereka akan menyaksikan bintang atau rasi bintang yang sama. Mengapa saya yang berdiam di Pulau Jawa tidak dapat menyaksikan bintang kutub (Polaris)? Untuk jelasnya saya akan analogikan dengan gambaran sebagai berikut.

.

 
 

.

Misalkah terdapat kubah yang di dalamnya terdapat beberapa orang. Orang-orang itu berdiri pada berbagai tempat di dasar kubah. Pada puncak kubah terdapat sebuah lampu. Maka di mana pun orang-orang itu berdiri, mereka akan dapat menyaksikan lampu tersebut. Lampu itu dapat kita umpamakan sebagai Bintang Kutub (Polaris). Namun pada kenyataannya, tidak semua orang dapat menyaksikan Polaris. Jadi tidak mungkin bumi berbentuk datar.

.

Sebagai tambahan, saat Laksamana Zhenghe dari Dinasti Ming mengadakan pelayaran pertamanya ke belahan bumi selatan, mereka mengalami kesulitan dengan rasi-rasi bintang yang ada untuk bernavigasi, karena gugusan-gugusan bintang sebagaimana disaksikan di selatan berbeda dengan utara. Baru setelah beberapa pelayaran berikutnya, mereka dapat menyesuaikan dengan hal tersebut dan membuat peta bintang belahan bumi selatan. Kesulitan lain yang mereka alami juga diakibatkan oleh tidak tampaknya Polaris di selatan, padahal para pelaut China menggunakannya sebagai pedoman navigasi.

.

Keberatan kedua, saya pernah tinggal di Jerman. Saat musim dingin maka siang hari lebih pendek. Jam 08.00 pagi masih gelap dan jam 15.00 matahari sudah terbenam. Sebaliknya saat musim panas, matahari masih bersinar hingga pukul 22.00. Oleh karenanya, panjang siang dan malam hari berbeda-beda atau berubah-ubah tergantung musimnya. Dengan kata lain, matahari tidak terbit pada saat bersamaan di sepanjang tahun. Jikalau benar bumi berbentuk datar, hal ini tidak mungkin terjadi. Semua peristiwa alam ini membuktikan bahwa bumi berbentuk bulat dengan garis rotasi yang membentuk kemiringan relatif terhadap matahari. Apabila bumi datar, maka matahari akan terbit dan terbenam pada saat yang sama di sepanjang tahun.

.

Perubahan musim juga mustahil terjadi jika bumi datar. Pada kenyataannya, saat belahan bumi utara mengalami musim dingin, maka belahan bumi utara mengalami musim panas, dan begitu pula sebaliknya. Apabila bumi datar, maka hal tersebut tidak akan terjadi, karena seluruh permukaan bumi sepanjang tahun tidak akan mengalami perbedaan dalam penerimaan sinar matahari. Menurut teori bumi datar, maka matahari dan bulan sepanjang hari hanya melakukan gerak memutar-mutar saja di atas katulistiwa.

.

 
 

.

Apabila benar demikian, maka daerah kutub utara tidak akan pernah menyaksikan matahari terbenam sepanjang tahun. Namun pada kenyataannya, kutub utara mengalami malam hari selama enam bulan setiap tahunnya dan siang hari hari selama enam bulan berikutnya. Jadi, matahari tidak pernah terbenam selama enam bulan dan terbenam selama enam bulan lainnya. Ini kembali memperlihatkan bahwa bumi berbentuk bulat dengan garis rotasi membentuk kemiringan.

.

Penganut pandangan bumi datar menyatakan bahwa peristiwa terbit dan terbenamnya matahari adalah masalah pandangan perspektif saja. Mereka menyatakan bahwa terbenamnya matahari adalah laksana kereta api yang seolah-olah menghilang dari pandangan kita sewaktu bergerak menjauh akibat jaraknya sudah berada di luar jarak pandang kita. Karena jaraknya telah terlampau jauh, maka kita tidak melihatnya lagi. Sebagai tantangan bagi penganut pandangan bumi datar, maka saya persilakan mereka menggunakan teropong atau teleskop yang kuat guna melihat matahari saat di tempat mereka malam hari. Logikanya begini. Jikalau itu karena masalah jangkauan jarak pandang saja, manusia telah menemukan teropong atau teleskop guna memperluas jarak pandang mereka. Tentunya jika mereka meyakini bumi datar, saat malam hari matahari tentunya tidak terletak di balik belahan bumi mereka, sehingga dengan teropong atau teleskop yang kuat seharusnya masih tetap dapat terlihat. Untuk jelasnya lihat gambar sebagai berikut.

.

 

.

Sebagai tambahan, jikalau benar bumi berbentuk datar seharusnya dengan berdiri di puncak sebuah gedung tinggi di Jakarta dan menggunakan teleskop kuat, kita seharusnya dapat menyaksikan menara Eifel atau puncak Pegunungan Himalaya. Ini adalah tantangan yang harus dapat dipecahkan oleh penganut pandangan bumi datar.

.

Demikianlah beberapa keberatan terhadap pandangan bahwa bumi berbentuk datar.

.

Salah satu video yang dibuat oleh penganut konsep ini memang nampak sangat baik. Mereka seolah-olah dapat mendukung pandangannya dengan konsep-konsep terdengar ilmiah. Oleh karenanya, orang yang sama sekali tidak mempunyai pengetahuan ilmiah akan sulit sekali membantahnya.

KEGUNAAN CERMIN CEKUNG DAN CEMBUNG DALAM FENGSHUI-MENCOBA PENJELASAN ILMIAH

KEGUNAAN CERMIN CEKUNG DAN CEMBUNG DALAM FENGSHUI-MENCOBA PENJELASAN ILMIAH

Ivan Taniputera

16 April 2014

Pada salah sebuah buku Fengshui saya membaca bahwa cermin cekung dipergunakan untuk menarik pengaruh baik (shengqi), sedangkan cermin cembung dipergunakan menolak pengaruh buruk (shaqi). Ada pun alasan yang dikemukakan adalah cermin cembung akan memperbesar bayangan, sedangkan cermin cekung memperkecil bayangan. Jadi:

  • Cermin cekung akan memperbesar bayangan, sehingga pengaruh baik akan semakin besar.
  • Cermin cembung akan memperkecil bayangan, sehingga pengaruh buruk akan semakin kecil.

Apa yang saya dapatkan dari orang-orang tua dahulu adalah kebalikannya, yakni:

  • Cermin cekung berfungsi menolak pengaruh buruk (shaqi).
  • Cermin cembung berfungsi menarik pengaruh baik (shengqi)

Marilah kita mencoba berpaling pada sains atau ilmu pengetahuan  modern khususnya fisika guna menguji pandangan manakah yang benar dan lebih masuk akal.

Agar para pembaca dapat memahami artikel ini, maka perlu dijelaskan terlebih dahulu mengenai ilmu optika. Energi baik dan buruk di sini hendaknya diterjemahkan sebagai energi dalam bentuk cahaya. Kita perlu mempelajari terlebih dahulu jalannya cahaya dan pembentukan bayangan pada cermin cembun maupun cekung, sebagaimana nampak pada gambar di bawah ini.

Cermin

Apa yang dimaksud dengan R adalah jari-jari kelengkungan cermin, sedangkan f adalah fokus cermin.

I berarti Ruang I, yakni daerah antara cermin dengan titik fokus (f)

II berarti Ruang II, yakni daerah antara titik fokus (f) dengan titik kelengkungan cermin (R)

III berarti Ruang III, yakni dari titik kelengkungan cermin hingga jauhnya tak terhingga.

IV berarti Ruang IV, yakn daerah “di belakang” cermin.

Letak benda pada masing-masing ruang tersebut juga akan menghasilkan sifat bayangan yang berbeda-beda. Berikut ini adalah ringkasan sifat-sifat bayangan di masing-masing ruang bagi cermin cekung dan cembung.

CERMIN CEKUNG

  • Benda di Ruang I, sifat bayangan: di Ruang IV, tegak, diperbesar, maya.
  • Benda di fokus (f), tidak terbentuk bayangan.
  • Benda di Ruang II, sifat bayangan: di ruang III, terbalik, diperbesar, nyata.
  • Benda di titik kelengkungan cermin (R), sifat bayangan: di titik kelengkungan cermin (R), terbalik, ukuran sama, nyata.
  • Benda di Ruang III, sifat bayangan: di Ruang II, terbalik, diperkecil, nyata.

CERMIN CEMBUNG

  • Benda di Ruang I, sifat bayangan: di Ruang IV, tegak, diperkecil, maya.
  • Benda di fokus (f), sifat bayangan: di Ruang IV, tegak diperkecil, maya.
  • Benda di Ruang II, sifat bayangan: di Ruang IV, tegak diperkecil, maya.
  • Benda di titik kelengkungan cermin (R), sifat bayangan: di Ruang IV, tegak diperkecil, maya.
  • Benda di Ruang III, sifat bayangan: di Ruang IV, tegak diperkecil, maya.

Jadi tidak benar bahwa bayangan pada cermin cekung selalu diperbesar.

Kita harus mengasumsikan bahwa shengqi dan shaqi itu datang dari tempat yang jauh, yakni di Ruang III; misalnya dari seberang jalan. Jadi kita harus menganggap bahwa shengqi maupun shaqi itu ibaratnya benda yang berada di Ruang III. Berdasarkan sifat bayangan di atas, maka jika benda berada di Ruang III baik cermin cembung maupun cekung akan MEMPERKECIL bayangannya. 

Jadi pandangan bahwa cermin cekung akan memperbesar Qi tidaklah berlaku, karena sumber Qi berasal dari tempat yang relatif jauh, bukan dekat (Ruang I dan II). 

Selanjutnya perhatikan bahwa pada cermin cekung jika benda di Ruang III, maka bayangannya akan TERBALIK. Sifatnya ini justru dapat dimanfaatkan melemahkan pengaruh buruk (shaqi), karena akan menjadi terbalik sehingga memperlemah atau menjungkir-balikkan kekuatannya.

Kemudian perhatian sifat maya dan nyata bayangan yang dihasilkan masing-masing cermin. Sebelumnya bagi para pembaca yang masih awam, perlu dijelaskan bahwa:

  • Bayangan nyata berarti bayangan yang berada di depan cermin.
  • Bayangan maya berarti bayangan yang berada di belakang cermin.

Jadi bayangan maya seolah-olah adalah bayangan itu ada di “dalam” cermin, sebaliknya bayangan nyata seolah-olah bayangan ada di “depan” cermin.

Konsep ini dapat pula kita terapkan pada Qi yang hendak ditarik atau ditangkal oleh masing-masing cermin.

Pada cermin cekung bayangannya bersifat nyata, artinya selalu ada di depan cermin dan tidak pernah masuk ke “dalam.” Ini cocok kita terapkan dalam menangkal pengaruh buruk (shaqi). Pengaruh buruk itu akan selamanya berada di depan cermin, sehingga tidak dapat masuk ke dalam.

Pada cermin cembung bayangannya bersifat maya, artinya selalu ada di “dalam” cermin. Dengan demikian, cermin ini cocok untuk memasukkan atau menarik pengaruh baik (shengqi). Shengqi seolah-olah secara berkesinambungan dimasukkan ke “dalam” oleh cermin cembung.

Dengan demikian, teori atau ajaran yang saya terima dari Leluhur lebih masuk akal jika ditinjau dari ilmu fisika modern.

  • Cermin cekung berfungsi MENANGKAL pengaruh buruk (shaqi).
  • Cermin cembung berfungsi MENARIK penaruh baik (shengqi).

Semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya silakan kunjungi:

https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

e3235-grupastrologi