BAGAIMANA MELINDUNGI TEMPAT USAHA DARI ILMU GAIB JAHAT

BAGAIMANA MELINDUNGI TEMPAT USAHA DARI ILMU GAIB JAHAT?

.

6 Juni 2017.

Ivan Taniputera.

.

 
 
 

Salah seorang sahabat menanyakan bagaimana melindungi tempat usaha dari ilmu gaib jahat? Memang, saat seseorang mengalami kemajuan dalam hidupnya, tidak mustahil ada orang-orang yang iri padanya. Tidak jarang mereka menggunakan apa yang disebut ilmu gaib guna merugikan saingannya, karena mustahil menyerang secara terang-terangan. Oleh karenanya, saya akan membagikan artikel mengenal hal tersebut.

.

Saya tidak akan membicarakan apakah ilmu gaib jahat itu benar-benar ada atau tidak, karena akan menimbulkan perdebatan atau polemik berkepanjangan. Di muka bumi ini sudah pasti terdapat banyak pandangan saling bertentangan; ada yang memercayainya dan tidak. Namun kita tidak akan membahas hal tersebut. Saya menghargai baik orang yang mempercayainya dan tidak mempercayainya. Saya menghormati seluruh pandangan. Di sini saya hanya merangkum dan berbagi saja beragam pengalaman yang saya dengar dari berbagai pihak.

.

Hal terpenting dan terutama guna menangkal ilmu gaib jahat yang berpeluang menyerang tempat usaha kita adalah memperkuat keimanan dan keyakinan terhadap agama beserta kepercayaan masing-masing. Jikalau kita mempunyai keyakinan dan iman teguh sesuai agama beserta kepercayaan masing-masing, maka segala sesuatu yang jahat tidak dapat mencelakai kita. Jadi kunci utama adalah pertebal keyakinan terhadap agama dan kepercayaan masing-masing.

.

Kedua, kita perlu senantiasa berbuat kebaikan dan menghindari kejahatan. Apabila kita banyak melakukan kebajikan di muka bumi ini, maka segala sesuatunya juga akan menjadi baik.

.

Selanjutnya ini adalah berbagai kiat yang pernah saya dengar dan kumpulkan.

.

Tumbuhan palem merah diyakini dapat menolak gangguan ilmu gaib jahat. Oleh karenanya, Anda boleh menanamnya di depan rumah atau tempat usaha Anda.

.

Metoda lain yang pernah saya dengar adalah menaruh pisau di atas semangkuk air dan dihadapkan ke luar. Versi lain menyatakan bahwa mangkuk itu hendaknya diisi dengan beras.

.

 
 

.

Ada juga yang menyarankan penggunaan cermin cekung. Cermin ini menurut berbagai pihak dapat menangkal ilmu gaib jahat.

.

Luopan (kompas Fengshui) juga diyakini dapat dipergunakan sebagai penangkal. Caranya kompas ditaruh dalam penutup lampu depan rumah atau tempat usaha. Tentu saja peletakannya memerlukan tata cara dan ritual khusus.

.

Menggunakan berbagai jimat, talisman, dan amulet yang diyakini dapat menangkal ilmu gaib.

.

Apabila Anda merasa bahwa gangguan gaib itu sudah masuk ke rumah atau tempat usaha Anda, maka lakukan ritual pembersihan sebagai berikut. Siapkan anglo yang diisi arang secukupnya, kemudian bakar arang tersebut. Taburkan bubuk cendana. Putarkan anglo ke seluruh ruangan dan penjuru rumah, tanpa ada yang terlewati. Sesudah itu taruh anglo di luar dan taburkan terus bubuk cendana hingga seluruh arang habis terbakar. Setelah itu taburkan garam di seluruh penjuru rumah. Biarkan hingga keesokan harinya. Selanjutnya, boleh disapu dari dalam ke luar. Kemungkinan, ritual ini tidak cukup dilaksanakan hanya sekali. Jadi, Anda boleh mengulanginya beberapa kali bila dirasa perlu.

.

Demikian berbagai cara yang sekiranya bermanfaat.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . .

.

 

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Advertisements

BAGAIMANA MENGHILANGKAN QI ATAU ENERGI BURUK PADA SEBUAH RUMAH DAN TEMPAT USAHA?

.

Ivan Taniputera.

7 Juni 2017.

.

Ada rumah-rumah tertentu yang menyimpan energi negatif. Adapun yang disebut energi atau Qi negatif ini sangat banyak ragamnya dan kita tidak akan membahasnya terlalu terperinci. Energi negatif mungkin timbul karena penataan Fengshui yang kurang baik atau bisa juga sebab-sebab lainnya. Pengaruhnya juga bagi masing-masing orang berbeda. Ada yang peka atau rentan terkena gangguan energi buruk tersebut dan ada pula yang tidak.

.

Tanda-tanda adanya energi buruk itu juga sangat beraneka ragam. Sebagai contoh, ada penghuni yang sering sakit atau kerasukan. Para penghuni rumah tidak merasa tentram berdiam di sana. Selain itu, bisa juga terjadi fenomena-fenomena atau penampakan gaib yang menakutkan. Kebanyakan orang mungkin menyebutnya sebagai angker, namun saya lebih memilih menggunakan istilah “energi buruk atau negatif.”

.

Cara mengatasinya juga bermacam-macam. Setiap praktisi mungkin memiliki caranya sendiri-sendiri. Tidak ada yang benar dan salah, karena ilmu metafisika adalah seni atau bukan sepenuhnya sains. Jadi, kita tidak perlu menyatakan bahwa cara atau metoda kita yang terbaik dan merendahkan praktisi lain. Tidak perlu pula merasa bahwa cara atau metoda kita yang paling benar dan lainnya salah. Justru yang gemar merendah-rendahkan atau menjelek-jelekkan praktisi lain itulah yang patut diragukan keilmuannya. Saya menghormati semua cara dan metoda.

.

Salah satu cara mengatasinya adalah dengan memasang gambar sepasang barongsai. Gambar barongsai itu mempunyai sifat Yang; sehingga dapat mengatasi energi Yin yang terlampau berlebihan. Itulah sebabnya, saya lalu membuat gambar sepasang barongsai sebagai berikut; yakni untuk membantu mereka yang memerlukannya.

.

 
 
 
 

Ukuran gambar adalah 61 x 86 cm. Bagi yang memerlukan cetakannya dalam bentuk poster silakan menghubungi saya di ivan_taniputera@yahoo.com.

.

Gambar barongsai ini dapat dipasang di ruangan yang dirasa terdapat energi buruk atau negatifnya. Untuk meningkatkan energi keberuntungan dapat pula dipasang di ruang tamu atau bagian depan toko Anda.

.

Sekedar tambahan, berikut ini adalah tahapan-tahapan dalam membuat gambar di atas.

.

.

 
 

Gambar barongsai tanggal 18 Maret 2017; 17:34:19.

.

 
 

Gambar barongsai tanggal 19 Maret 2017; 17:43:10.

.

 
 

Gambar barongsai tanggal 28 Maret 2017; 18:50:00.

.

 
 

Gambar barongsai tanggal 28 Maret 2017, 18:50:11.

.

 
 

Gambar barongsai tanggal 28 Maret 2017; 19:39:37.

.

 
 

Gambar barongsai jadi, tanggal 27 Mei 2017; 20:50:02.

.

Demikianlah kita sudah mengenal kegunaan gambar sepasang barongsai.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . .

.

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

TATA CARA SEMBAHYANG MEMOHON PERJODOHAN TANGGAL 7 BULAN 7 IMLEK PADA NIULANG DAN ZHINU (PENGGEMBALA DAN GADIS PENENUN)

TATA CARA SEMBAHYANG MEMOHON PERJODOHAN TANGGAL 7 BULAN 7 IMLEK PADA NIULANG DAN ZHINU (PENGGEMBALA DAN GADIS PENENUN).

.

Ivan Taniputera.

6 Mei 2017.

.

Pada kesempatan kali ini saya hendak membagikan tata cara sembahyang memohon perjodohan yang dilakukan pada tanggal 7 bulan 7 Imlek. Tata cara ritual ini diambil dari sejilid pustaka kuno dan ada kaitannya dengan hikayat Penggembala (Niulang, 牛郎) serta Gadis Penenun (Zhinu, 織女). Sebagai tambahan, ada yang menyebut perayaan tanggal 7 bulan 7 Imlek ini sebagai hari Valentine Tionghoa. Hikayat Penggembala dan Gadis Penenun telah banyak diriwayatkan di buku-buku dan juga tempat lainnya; oleh karenanya saya tidak akan mengisahkannya lagi di sini.

.

 
 

.

Tata caranya sangat sederhana dan dilakukan pada tanggal 7 bulan 7 Imlek. Sembahyang pada Niulang Zhinu (Hokkian: Goliong Citli) ini dilakukan pada malam hari. Letaknya bebas. Boleh di halaman atau teras depan rumah dan halaman belakang; asalkan tidak dekat dengan kamar mandi, WC, tempat mencuci pakaian, atau tempat pembuangan sampah. Intinya adalah tempat yang bersih dan nyaman. Arahnya juga bebas, tetapi disarankan menghadap ke luar rumah.

.

Sajiannya adalah sebagai berikut:

.

  1. Tujuh macam bunga.
  2. Sesisir pisang mas
  3. Sebuah jeruk
  4. Tujuh cangkir teh
  5. Theeliauw (manisan), yang terdiri dari angco, oco, dan kelengkeng.
  6. Dupa tiga batang.
  7. Sepasang lilin.
  8. Kayu cendana yang dibakar di bawah meja sembahyang.

.

 
 

 

.

Setelah sajian diatur di atas meja sembahyang, maka dapat mulai bersembahyang dengan menyampaikan nama, usia, serta permohonan Anda agar cepat berjumpa dengan jodoh yang baik. Selanjutnya bakar kayu cendana di bawah meja. Dalam ritual sembayang ini, diutamakan persembahan yang berbau harum (dupa, bunga, dan cendana). Persembahan berupa makanan tidak diutamakan.

.

Makna filosofis persembahan ini adalah sebagai berikut. Agar cepat mendapat jodoh, maka kita perlu membuat diri kita menjadi “harum.” Harum di sini antara lain mengacu pada nama yang harum, artinya kita harus menjaga nama baik kita sendiri. Apabila seseorang terkenal suka berjudi dan mabuk-mabukkan, apakah ada orang yang mau menjadi pasangan hidupnya? Kedua, harum di sini mengacu pada jasmani atau fisik. Artinya orang itu harus bersih penampilannya. Jikalau seseorang jarang mandi dan penampilannya kusut, adakah orang yang tertarik padanya? Penulis pernah mengenal seseorang yang sulit mendapatkan jodoh karena badannya bau. Jadi, bila ingin cepat mendapatkan jodoh ia perlu mengatasi bau badannya tersebut. Demikianlah makna filosofis tata cara ritual sembahyang ini. Seluruh ritual yang diwariskan leluhur di zaman dahulu pasti mempunyai makna filosofis, yakni mengajar generasi selanjutnya bagaimana memperoleh kehidupan yang baik di tengah masyarakat. Tanpa mengetahui makna sejati suatu ritual kita tidak mendapatkan apa-apa.

.

Sebagai tambahan, ritual sembahyang ini hanya khusus memohon terbukanya perjodohan. Jadi, jangan memohon masalah rejeki, kesehatan, dan lain sebagainya. Selanjutnya, ritual ini hanya khusus bagi yang belum pernah menikah. Bagi yang sudah pernah menikah, maka ritual ini tidak akan mendatangkan manfaat apa-apa.

.

Bagi para penggemar Astronomi, maka saya akan mengulas makna Niulang dan Zhinu dari sudut pandang ilmu perbintangan.

.

Sebenarnya Niulang dan Zhinu adalah bintang-bintang di langit. Dalam ilmu Astronomi Barat, Niulang adalah bintang Altair di Rasi Bintang Aquila; sedangkan Zhinu adalah bintang Vega di Rasi Bintang Lyra. Sungai Langit yang memisahkan mereka adalah Galaksi Bima Sakti. Sementara itu, burung magpi yang menjadi jembatan tempat perjumpaan mereka adalah bintang-bintang pada Rasi Bintang Cygnus. Memang jika disaksikan bintang-bintang itu seolah-olah membentang melalui Galaksi Bima Sakti dan menyerupai jembatan.

.

 
 

.

Dengan demikian, pembahasan kita mengenai ritual ini sudah selesai.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . .

.

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

ASAL MULA MANTRA ABRAKADABRA

ASAL MULA MANTRA ABRAKADABRA

.

Ivan Taniputera.

16 April 2017.

.

Saat menonton pertunjukan sulap, kita sering mendengar pesulap mengucapkan mantra “Abrakadabra.” Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai asal mula mantra tersebut.

.

Ternyata mantra tersebut awalnya ditujukan untuk menyembuhkan penyakit demam, dan dipergunakan di Eropa pada masa lampau. Mantra tersebut dapat ditulis menjadi amulet atau jimat seperti gambar di bawah ini.

.

 
 

Nampak bahwa mantra itu ditulis dalam abjad Ibrani; yakni:

.

Aleph (A), Bet (B), Resh (R), Aleph (A), Kaf (K), Dalet (D), Bet (B), Resh (R), Aleph (A).

Selanjutnya pada baris berikutnya, huruf Aleph terakhir dihilangkan. Baris selanjutnya, huruf Resh terakhir pada baris sebelumnya dihilangkan, dan demikian seterusnya, hingga tersisa Aleph yang pertama. 

.

ABRAKDBRA

ABRAKDBR

ABRAKDB

ABRAKD

ABRAK

ABRA

ABR

AB.

A

.

Perhatikan pula bahwa huruf Ibrani ditulis dari kanan ke kiri; jadi berkebalikan dengan penulisan huruf Latin.

.

Pasien atau penderita penyakit, baik membaca sendiri atau diwakili orang lain, mengucapkan baris pertama hingga terakhir.

.

Mungkin timbul pertanyaan, mengapa penulisan dan pembacaan harus seperti itu? Terdapat pandangan dari seorang pakar bernama Bischoff dalam karyanya bertahun 1902, yang menyatakan bahwa kata tersebut berasal dari bahasa Kaldea; yakni Abbada Ke Dabra; artinya “Lenyap seperti kata-kata ini.” Jadi jelas sekali, baris-baris yang semakin berkurang hurufnya itu melambangkan lenyapnya penyakit. Penyakit yang diderita orang itu diharapkan agar “lenyap seperti kata-kata ini.” Terdapat pula informasi yang menyatakan bahwa mantra ini telah ditemukan oleh Serenus Sammonicus, yakni tabib Kaisar Caracalla dari Kekaisaran Romawi.

.

Jadi, kini kita sudah mengetaui bahwa mantra Abrakadabra itu asal mulanya dipergunakan untuk menyembuhkan penyakit demam.

 

DAFTAR PUSTAKA.

.

Budge, Wallis. Amulets and Talismans, Citadel Press Book, 1992.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . .

.

 

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

ILMU UNIK UNTUK MENGETAHUI MENGAPA BISNIS MENJADI SEPI

ILMU UNIK UNTUK MENGETAHUI MENGAPA BISNIS MENJADI SEPI

.

Ivan Taniputera.

30 Januari 2017

.

Saya baru saja menemukan lembaran kertas bertulisan tangan yang sudah rapuh. Uniknya kertas tersebut bertuliskan ilmu mengetahui mengapa bisnis menjadi sepi.

.

 
 

.

Kita dapat membaca tulisan sebagai berikut:

.

“Boeat mengeliatin sebab apa orang djoewalan koerang lakoenja, pake menjan aloes di boengkoes seperti……”

.

Jika kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia modern akan berbunyi sebagai berikut:

.

“Untuk mengetahui mengapa bisnis kurang laku. [Caranya] adalah dengan menggunakan kemenyan [ditumbuk] halus dan dibungkus seperti….”

.

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

MENENTUKAN ARAH SEMBAHYANG TAHUN BARU IMLEK SETIAP TAHUNNYA

MENENTUKAN ARAH SEMBAHYANG TAHUN BARU IMLEK SETIAP TAHUNNYA.

.

Ivan Taniputera.

29 Januari 2017.

.

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek banyak orang bertanya ke arah manakah meja sembahyang harus dihadapkan, karena memang setiap tahun arahnya berubah-ubah. Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan daftar arah hadap meja sembahyang Tahun Baru Imlek bagi setiap tahun hingga tahun 2060. Arah hadap didasari oleh arah kedatangan Dewa Rejeki setiap tahunnya.

.

 
 

Berikut ini adalah daftarnya:

2010 (Gengyin): Tenggara

2011 (Xinmao): Utara

2012 (Renchen): Selatan

2013 (Guisi): Barat

2014 (Jiawu): Selatan

2015 (Yiwei): Barat

2016 (Bingshen): Timur

2017 (Dingyou): Tenggara

2018 (Wuxu): Utara

2019 (Jihai): Selatan

2020 (Gengzi): Barat

2021 (Xinchou): Timur

2022 (Renyin): Tenggara

2023 (Guimao): Timur

2024 (Jiachen): Tenggara

2025 (Yisi): Utara

2026 (Bingwu): Selatan

2027 (Dingwei): Barat

2028 (Wushen): Timur

2029 (Jiyou): Tenggara

2030 (Gengxu): Utara

2031 (Xinhai): Selatan

2032 (Renzi): Barat

2033 (Guichou): Selatan

2034 (Jiayin): Barat

2035 (Yimao): Timur

2036 (Bingchen): Tenggara

2037 (Dingsi): Utara

2038 (Wuwu): Selatan

2039 (Jiwei): Barat

2040 (Gengshen): Timur

2041 (Xinyou): Tenggara

2042 (Renxu): Timur

2043 (Guihai): Tenggara

2044 (Jiazi): Utara

2045 (Yichou): Selatan

2046 (Bingyin): Barat

2047 (Dingmao): Timur

2048 (Wuchen): Tenggara

2049 (Jisi): Utara

2050 (Gengwu): Selatan

2051 (Xinwei): Barat

2052 (Renshen): Selatan

2053 (Guiyou): Barat

2054 (Jiaxu): Timur

2055 (Yihai): Tenggara

2056 (Bingzi): Barat

2057 (Dingchou): Selatan

2058 (Wuyin): Barat

2059 (Jimao): Timur

2060(Gengchen): Tenggara

.

Dengan demikian, kita dapat memperhatikan hal menarik sebagai berikut:

1) Dewa Rejeki tidak pernah datang dari arah Barat Laut, Barat Daya, dan Timur Laut.

2) Arah kedatangan Dewa Rejeki itu tersebar secara acak. Dalam kurun waktu 50 tahun, maka Dewa Rejeki:

  • Datang dari arah Barat sebanyak 12 kali.
  • Datang dari arah Selatan sebanyak 11 kali.
  • Datang dari arah Tenggara sebanyak 11 kali
  • Datang dari arah Timur sebanyak 10 kali.
  • Datang dari arah Utara sebanyak 7 kali.

Dewa Rejeki paling banyak datang dari arah barat.

3) Berikut ini adalah pola jeda tahunnya:

Barat: 4-5-7-5-2-5-7-5-2-3-2

Selatan: 2-5-7-5-2-5-7-5-2-5

Tenggara: 7-5-2-5-7-5-2-5-7-5

Timur: 5-2-5-7-5-2-5-7-5

Utara: 7-7-5-7-7-5

.

Pola ini sangat unik dan memerlukan penelitian lebih lanjut.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . .

.

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

TAKDIR VERSUS CISWA: SEBUAH RENUNGAN DARI KISAH THO HWA LI

TAKDIR VERSUS CISWA: SEBUAH RENUNGAN DARI KISAH THO HWA LI

Ivan Taniputera

27 Februari 2013

.

Dalam perjalanan ke delapan kelenteng beberapa waktu yang lalu, saya menemukan buku kisah Tho Hwa Li buah karya Gan KH ini. Sebenarnya saya sudah pernah mendengar mengenai kisah Tho Hwa Li semenjak masih kecil dan edisi lama buku ini saya sudah punya, namun kini tidak tahu lagi di mana keberadaannya. Oleh karenanya, penemuan kembali buku ini di salah sebuah kelenteng yang saya kunjungi merupakan peristiwa berharga. Kisah-kisah dalam tradisi Tiongkok memang sarat makna dan filsafat pemikiran.

 
 
 

Secara umum, dalam buku tersebut ada hal-hal menarik, seperti asal muasal tradisi ritual pengantin yang masih dilaksanakan hingga hari ini dan takdir versus ciswa. Kita akan mengulasnya satu persatu.

 

1.TAKDIR VERSUS CISWA

 

Sebelum mengulas mengenai topik bahasan ini. Saya akan memaparkan latar belakang kisahnya secara singkat. Ciu Kong adalah seorang mantan pembesar di masa pemerintahan Kaisar Ciu Yu Ong (781 SM) dari dinasti Ciu (Mandarin: Chou). Karena kaisar ke-12 ini hanya gemar bersenang-senang saja bersama selirnya bernama Po Su, Ciu Kong lantas mengundurkan dirinya. Sebenarnya Ciu Kong ini bukanlah nama pembesar tersebut. Namanya tidak disebutkan dalam buku ini. Ciu Kong adalah gelar yang dianugerahkan oleh Kaisar Yu Ong, sewaktu pembesar tersebut mengundurkan dirinya guna pulang ke desa. Arti telar itu adalah “Sesepuh Marga Ciu.” (lihat halaman 3). Selain pemberian gelar kehormatan, Ciu Kong mendapatkan pula anugerah berupa pedang bernama Sian-cam-ho-cau (Bunuh Dulu Urusan Belakang). Ini menandakan bahwa pemegang pedang tersebut memiliki kekuasaan luar biasa.

Ciu Kong yang telah mengundurkan dirinya lantas membuka profesi sebagai juru ramal. Uniknya Ciu Kong akan memberikan ganti rugi yang besar jika ramalannya meleset (tiga ratus lima puluh tahil perak-halaman 6). Meskipun demikian, biaya meramalnya cukup rendah, yakni “tiga tahil setengah uang perak.” (halaman 5). Dalam sehari, ia hanya menerima tiga orang saja yang hendak diramal. Sebagai juru penerima tamu, Ciu Kong mengangkat mantan juru tulisnya bernama Peng Cian.

Ramalan Ciu Kong memang terbukti keakuratannya. Kendati demikian dua kali ramalan Ciu Kong meleset, yakni:

 

a.Putera seorang nenek bernama Li Kho-cwan (halaman 16) yang diramal akan meninggal. Berkat kias yang diberikan Tho Hwa Li, nyawanya berhasil diselamatkan. Tho Hwa Li adalah gadis sakti yang pandai menciptakan beraneka macam kias. Caranya adalah bersembahyang dengan tiga batang dupa saat sore hari, lalu mengambil bantal anaknya, menepuk tiga kali pada bantal disertai seruan keras memanggil anaknya. Singkat cerita, memang kias atau penangkal ini terbukti kemanjurannya.

 

b.Peng Cian sendiri diramalkan akan meninggal oleh Ciu Kong. Namun Tho Hwa Li berhasil menyelamatkannya, yakni menyuruh Peng Cian menanti kehadiran Delapan Dewa di sebuah kuil. Ternyata usia Peng Cian dapat ditambah 80 tahun.

 

Kegagalan ramalannya ini menggusarkan hati Ciu Kong yang merasa otorita-nya tertantang. Ia lalu mencari cara membunuh Tho Hwa Li yang akan kita uraikan belakangan.

 

Kini kita akan mendiskusikan terlebih dahulu makna kisah ini. Tentu saja sebuah kisah dapat dimakna berbeda-beda bagi masing-masing orang. Kendati demikian saya lebih cenderung memaknainya berdasarkan pertanyaan klasik “Apakah nasib dapat diubah?” Ini adalah sebuah pertanyaan yang telah hadir semenjak zaman yang amat lampau. Sepanjang sejarahnya agama dan filsafat telah berupaya memberikan jawaban bagi hal ini, sehingga kita dapat menjumpai banyak teori tentangnya. Namun, semuanya itu akan tetap menjadi sebuah “hipotesa” yang tidak dapat kita buktikan kebenarannya. Mengapa? Karena kita tidak memiliki mesin waktu. Sebuah hipotesa baru akan terbukti jika sudah diuji dengan sebuah eksperimen. Jadi secara sederhana adalah sebagai berikut. Seorang melakukan tindakan A hingga akhirnya mendapatkan B. Namun kita tidak tahu, jika tidak melakukan A, apakah ia akan tetap mendapatkan B. Dalam kehidupan nyata, memang terdapat kasus-kasus di mana seseorang telah berupaya, namun tidak memperoleh hasil yang diharapkan. Sebaliknya, ada juga orang tidak berusaha, tetapi malah mendapatkan sesuatu yang diharapkannya. Karena kita tidak mampu mengujinya, pertanyaan apakah “nasib dapat diubah” akan tetap menjadi misteri umat manusia sampai ditemukannya mesin waktu; yakni satu-satunya alat yang dapat dipergunakan menguji berbagai kemungkinan pararel dalam kehidupan manusia. Untuk lebih jelasnya, pembaca dapat menonton film “Butterfly Effect.” Apakah ciswa itu benar dapat mengubah nasib? Pertanyaan ini juga mustahil dijawab. Namun kisah di atas mencerminkan pertanyaan klasik tersebut, yakni takdir versus ciswa.

 

2.RITUAL-RITUAL UPACARA PERNIKAHAN TIONGHOA

 

Demi membalaskan dendamnya pada Tho Hwa Li, Ciu Kong lantas melakukan suatu tindakan yang agak eksentrik. Dia hanya memiliki seorang puteri bernama Ciu He Lian, namun agar dapat “membunuh” Tho Hwa Li, ia lantas “menikahkan” puterinya itu dengan Tho Hwa Li. Tentu saja sebelumnya sang puteri akan dirias sebagai pengantin pria. Ciu Kong memilihkan hari paling buruk, yang disebut Thian pia jit. Itu merupakan hari paling buruk bagi pengantin wanita. Banyak bahaya yang menanti, sehingga akan mengancam nyawa sang mempelai wanita. Berikut ini adalah bahaya beserta penangkalnya.

 

a.Pada hari itu saat mempelai wanita keluar dari rumahnya sendiri, dua bintang jahat, yakni Thian-sat dan Thian sin, telah siap menghantamnya, sehingga pengantin wanita mendadak jatuh tersungkur dan meninggal seketika.

 

PENANGKAL: Tho Hwa Li bersembahyang pagi-pagi sebelum matahari terbit, guna mengundang kehadiran dewa Liok ting Thai-sin dan Liok tha Thai sin, yang bertugas menjaga keamanan langit, sehingga sanggup mengusir Thian-sat dan Thian-sin.

 

b.Saat mempelai wanita telah duduk dalam tandu, bintang Ceng-liong ce (Naga Hijau) dan Pek-hou ce (Macan Putih) telah siap mencabut nyawanya.

 

PENANGKAL: Ceng-liong ce paling takut dengan kilin, sedangkan Pek-hou ce takut dengan burung hong (funiks). Oleh karenanya, Tho Hwa Li menempelkan kertas merah bertuliskan warna emas, yang masing-masing berbunyi “KI LIN TO CU” dan “HONG HONG TO CU.” Artinya adalah “Kilin berada di sini” dan “Burung hong merah ada di sini.” Dengan demikian Naga Hijau dan Macan Putih kebur ketakutan.

 

c.Begitu tandu tiba di rumah mempelai pria, bintang Ceng-liong ce yang gagal membunuh pengantin wanita akan kembali beraksi, sehingga mempelai wanita bisa menemui ajalnya.

 

PENANGKAL: Melepaskan tiga batang anak panah, sehingga Ceng-liong ce lari ketakutan.

 

d.Begitu mempelai wanita memasuki rumah pengantin pria, bintang Thian Kau-ce (Kera Langit) telah siap mencekiknya.

 

PENANGKAL: Dengan menaburkan beras kuning, sehingga Kera Langit lari ketakutan. Beras kuning itu dipercaya mampu membutakan mata Kera Langit.

 

e.Bintang Ngo-kui-ce (Lima Setan) telah siap menanti di balik pintu rumah Ciu Kong dan siap menerjang serta menghabisi nyawa Tho Hwa Li.

 

PENANGKAL: Menggunakan niru sebagai payung yang telah digambari pat kwa. Dengan demikian, Lima Setan tidak berani mendekat dan menyingkir jauh-jauh.

 

f.Saat kedua mempelai duduk bersama di dalam kamar pengantin guna bersantap bersama, bintang Pek-hou ce akan datang lagi dan menghantam mempelai wanita sampai tewas.

 

PENANGKAL: Tidak ada penangkalnya, tetapi Tho Hwa Li tidak kehilangan akal. Ia pura-pura pusing dan berbaring di ranjang pengantin. Akibatnya hanya Ciu He Lian yang duduk sendirian di depan meja pengantin. Meskipun berdandan sebagai pengantin wanita, bintang Peh-hou ce tidak dapat ditipu. Ia lantas menghantam puteri Ciu Kong tersebut hingga tewas.

 

Dengan demikian, justru Ciu Kong yang kehilangan puterinya. Dendamnya pada Tho Hwa Li semakin bertambah.

 

Kisah di atas mencerminkan sebuah ajaran bahwa manusia hendaknya senantiasa berupaya memperbaiki keadaan. Meski benar bahwa kita tidak mengetahui apakah takdir dapat diubah atau tidak. Namun berusaha menciptakan sesuatu yang lebih baik adalah lebih baik ketimbang tidak berusaha sama sekali.

 

3.EPILOG

 

Ciu Kong mencari cara lain dalam membunuh Tho Hwa Li. Ia lantas mengetahui rahasia kelemahan Tho Hwa Li, yakni ranting pohon Tho tumbuh di halaman rumah Tho Hwa Li yang menjulur ke penjuru barat. Ciu Kong meminta potongan dahan tersebut pada Tho Wan Gwe, yakni ayah Tho Hwa Li, dengan alasan bahwa benda tersebut akan dipakai sebagai wahana penujuman. Benar saja setelah ranting pohon itu dipotong, kesehatan Tho Hwa Li semakin menurun dan akhirnya sakit parah. Sebelum meninggal, Tho Hwa Li berpesan pada Peng Cian, yang pernah ditolongnya, agar membenturkan peti jenazahnya saat hendak diangkut keluar dari rumah Ciu Kong. Permintaan ini dilaksanakan, dan ajaibnya Tho Hwa Li hidup kembali. Terjadi perang tanding dengan Ciu Kong. Ternyata Ciu Kong adalah jelmaan pedang dewa, sedangkan Tho Hwa Li adalah jelmaan sarungnya. Kedua pedang itu sebelumnya adalah milik Dewa Hian Thian Siang Tee (Siang Tee Kong) sewaktu Beliau masih bertapa di Bu-tong-san. Karena memperoleh Jit Gwat jing (sari murni matahari dan rembulan), akhirnya pedang beserta sarungnya berubah menjadi manusia. Saat tengah bertarung, keduanya lantas ditangkap oleh Dewa Hian Thian Siang Tee dan diubah kembali menjadi pedang dan sarungnya.Demikianlan akhir kisah menarik tersebut.

 

Epilog di atas nampaknya menandakan bahwa meskipun bertentangan, keduanya merupakan kedua hal saling melengkapi dalam tradisi Tionghoa, ibarat pedang beserta sarungnya. Pedang tanpa sarung juga tidak berguna dan bisa melukai sang pemilik pedang. Sarung saja tanpa pedang juga tidak berguna, karena tak dapat melindungi seseorang.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . .

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.